
Ray bersama Albert dijemput oleh asisten pribadi CEO Immortal Enterprise David Longley, mereka diajak ke beberapa gedung Hotel Mewah dan sebuah Gedung tempat pembuatan Film Dewasa yang menjadi salah satu komoditi terlaris oleh para kalangan orang dewasa di Negara State maupun negera-negara lain. Setelah menemui Daniel Zuerker sang CEO Immortal Enterprise dan melakukan kesepakatan kerjasama investasi di bidang studio perfilman dan dalam kerjasama itu Ray menekankan untuk hanya membuat jenis film pada umumnya tanpa dicampur dengan jenis film dewasa yang selama ini menjadi fokus perusahaan itu sebelumnya.
Setelah selsai makan siang Ray kembali dijemput oleh pihak Sultan Los Princes Company yang merupakan orang-orang suruhan Marco Ahmad Alljabar sang CEO perusahan tersebut, kali ini Ray dibawa kesebuah kawasan ekonomi terpadu dimana dalam kawasan tersebut terdapat banyak jenis industri multi nasional maupun internasional.
Didalam Kawasan industri ini terdapat deretan pabrik pengolahan berbagai jenis logam sehingga bisa menjadikan lembaran-lembaran baja, batangan besi dan berbagai jenis bahan jadi yang terbuat dari berbagai jenis logam, dan didukung juga dengan pabrik-pabrik pembuatan komponen elektronik sampai pabrik pembuatan kendaraan listrik dan robot.
Dari berbagai jenis industri yang menjadi perhatian Ray dalam kawasan tersebut adalah jenis industri teknologi, yang dia pikir akan menjadi motor penggerak ekonomi suatu negara dimasa depan. Ray juga melihat peluang bisnis investasi ditempat itu sangat berpotensi untuk mendatangkan keuntungan, hal ini juga karena dia mendapat dorongan pemikiran dari Albert yang memiliki wawasan bisnis yang cukup maju ke depan.
Pertemuan Ray dengan Marco Ahmad Alljabar CEO Sultan Los Princes Company berlangsung sampai menjelang malam, dan selanjutnya dia dan Albert diantar kembali ke hotel tempatnya menginap oleh pihak Sultan Los Princes Company tersebut.
"Kakek Albert duluan saja ke restoran, aku akan pergi memanggil Master Bao Ming di kamarnya!" kata Ray ketika mereka akan makan malam.
"Ya, segera kamu jemput kakek tua itu, aku akan menunggu kalian di restoran" kata Albert kemudian berjalan menuju ke restoran hotel.
Ray pergi mencari keberadaan kamar hotel 4022 tempat dimana Master Bao Ming menginap,
Ting..., Tong...
Ceklek...
__ADS_1
"Oh, nak Ray...?, bagaimana, apa sudah beres urusan bisnismu?" tanya Bao Ming ketika membuka pintu kamarnya dan mendapati sosok Ray yang berada dibaliknya.
"Iya, sudah Master, ayo kita turun ke restoran?, kakek Albert sedang menanti kita di restoran untuk makan malam bersama!"
"Baik, ayo kita pergi!"
Keduanya berjalan berdampingan menuju lift dan turun kelantai dasar dimana restoran hotel berada, sesampainya di restoran hotel tersebut terlihat Albert tengah duduk santai dan sedang menanti kedatangan mereka berdua.
"Jack Heart...!, lama tidak melihatmu, aku kira kamu telah kembali ke negerimu, bagaimana keadaanmu sekarang?, apa kamu masih suka berkelahi?" tanya Albert menyapa Master Bao Ming dengan nama panggilannya sebagai warga negara State.
"Albert Debeur, anak muda yang suka bermain dengan senjata api, lihat keadaanmu sekarang!, aku lebih tua 4 tahun darimu Albert?, tapi lihat wajahmu sudah sangat tua dan bahkan melebihi kerutan di keningku!" kata Master Bao Ming sambil merangkul pundak Albert.
"Ray..., orang ini adalah sahabat karib kakekmu Frank, dan dulu sering menggodaku untuk ikut belajar ilmu beladiri dengannya, dan akhirnya menjadi guru ayahmu ketika dia mulai menginjak masa remaja!" kata Albert.
Makan malam mereka dipenuhi canda dan tawa karena banyak mengkisahkan saat-saat kebersamaan Albert dengan Bao Ming, saat mereka masih sama-sama tinggal dengan Frank Debeur di Kota Zarklando. Kenangan masa lalu itu terlihat jelas dari keakraban Albert dan Bao Ming yang sesekali menceritakan kembali beberapa peristiwa yang mereka alami bersama, Ray yang melihat kebersamaan itu kemudian berniat untuk membawa Bao Ming ikut bersamanya ke Bronxvile.
"Master, aku ingi mempertemukan Master dengan ayahku, bagaimana?, apakah Master mau mengikuti ku ke Kota Bronxvile?" kata Ray.
"Hmm..., katamu kedua orangtuamu sekarang berada di Ibukota Brashington!" kata Bao Ming.
__ADS_1
"Ya, memang mereka tinggal di sana, tapi saya setiap minggunya harus juga ke Kota Brashington, karena keberadaan kantor pusat perusahaan milikku berada di sana?, jadi saya di Bronxvile hanya sampai kuliahku selesai nanti" kata Ray menjelaskan.
"Hmm..., baiklah saya akan ikut denganmu juga Albert, sebab saya juga belum memiliki rencana akan kemana setelah dari Kota Los Princes ini!" kata Bao Ming.
"Nantinya Master bisa memilih untuk tinggal di Kota Bronxvile bersama kakek Albert atau ke Kota Brashington bersama ayah dan ibu di sana!, pokoknya saya akan memberikan kebebasan untuk Master, saya juga melihat diusia seperti Master saat ini seharusnya sudah harus memiliki tempat kediaman sendiri!" kata Ray yang telah berhasil mengajak Bao Ming untuk ikut serta dengannya.
"Kita lihat saja nanti nak!, karena di negara ini saya tidak memiliki keluarga ataupun sanak family, keluargaku satu-satunya hanyalah Frank Debeur tapi sudah tiada, kami sudah mengikatkan diri sebagai saudara saat ayahmu masih remaja, hanya saja saya menolak untuk menjadi salah satu bagian dari ahli waris walaupun sudah dipaksa oleh Julia istri kakekmu itu yang kaya raya" kata Bao Ming mengenang masa lalunya bersama Frank Debeur.
"Berarti Master juga mengetahui sejarah putra-putri dari kakekku Frank?" tanya Ray.
"Hmm..., itu adalah rahasia pribadi Frank dan Julia yang kebetulan sempat saya ketahui, tapi Albert juga mengetahui hal itu dengan pasti!, seingatku Frank dan Julia telah meminta sebuah benda pusaka milikku untuk menjadi identitas pewarisnya yang sebenarnya!" kata Bao Ming.
"Apakah benda ini yang Master maksudkan?" karta Ray sambil mengeluarkan kalung Naga Hitam yang selalu melilit erat dilehernya.
"Ahh..., Token Naga Hitam, mmm..., nak!, benda itu bukan hanya sekedar identitas pewaris kekayaan keluarga Debeur dan Hoffman!, tapi benda pusaka itu juga adalah tanda sebagai pewaris Ilmu Sakti Pukulan Naga Hitam dari Klan Black Dragon di Negara asalku!, kamu harus pergi kesana untuk mengambilnya karena sekarang benda itu sudah menjadi milikmu, karena saya melihat kamu sudah mengklaim benda itu dengan tetesan darahmu!" kata Bao Ming menjelaskan tentang kalung kepala Naga dari bahan batu giok tersebut.
"Ehh..., kenapa ayah tidak pernah menjelaskannya kepadaku tentang hal lain yang berkaitan dengan kalung ini?" kata Ray yang terkejut mendengar penjelasan Bao Ming.
"Ya, karena ayahmu juga tidak mengetahuinya, hal itu hanya diketahui olehku sebagai pemegang kalung tersebut dan kakekmu Frank, kalung itu adalah pemberian guru kami dengan pesan untuk mencari penerus Klan Black Dragon yang cocok, kalung itu akan menghilang dengan sendirinya saat menerima tetesan darah yang tidak cocok dengannya, tapi darahmu sepertinya cocok sehingga kung itu tetap melingkar erat di lehermu!" kata Bao Ming.
__ADS_1
"Dan itu juga berarti saya harus menjadi penerus dan memimpin Klan tersebut?" kata Ray yang terlihat bingung.
"Ya..., dan saya atau Frank yang berkewajiban membawamu ke Klan untuk menerima warisan Ilmu tersebut, kamu harus mempersiapkan diri nak!, karena bukan hanya saya dan Frank yang menjadi anggota Klan tersebut, tapi ada ribuan anggota yang tersebar di seluruh dunia ini, dan mereka semua akan kembali setelah ada penerus yang cocok dengan kalung Naga Hitam tersebut!" kata Bao Ming menambahkan.