Putra Sulung

Putra Sulung
Keinginan Aneh Lily dan Mellisa


__ADS_3

Selama masa kehamilan Lily dan Mellisa pada trimester 1 itu praktis mereka mendapatkan pengawalan yang sangat ketat dari Anna dan Bella, dan mau tak mau kedua istri Ray itu harus ikut dan tunduk walupun ada kalanya mereka merasa kesal.


Ray akhirnya melampiaskan perasaan gundahnya dalam hal pekerjaan, dia mulai bolak-baik Kota Bronxvile dan Kota Brashington untuk melihat perkembangan perusahaan Db & C International Company. Beberapa Kota lainnya juga sudah dia datangi untuk melihat prospek Bisnis lainnya termasuk Kota Los Princes dimana dia sudah melakukan investasi dengan bekerjasama dengan 3 buah perusahaan besar di sana, keberhasilan perluasan bisnis perusahaan milik Ray tersebut tidak lepas dari dukungan kedua asisten pribadinya yaitu Max Dorigan dan juga Jonathan Baker serta ditambah dengan Albert Debeur yan selalu membantunya.


"Hon...!, antar aku ke kandang kuda ya?" kata Lily suatu sore.


"Ly..., apa tidak apa-apa dengan kandunganmu?, kita harus jalan kaki kesana?" kata Ray untuk memastikan sang istri.


"Kita jalan perlahan saja, aku sudah lama tidak melihat Black, Silver dan Star serta sudah rindu untuk menunggangi mereka!" kata Lily yang memang sudah lama memelihara 3 ekor kuda import tersebut.


Selama masa kehamilan Lily dan Mellisa, Ray melihat tingkah aneh dari keduanya. Mellisa lebih banyak tiduran dan jarang ada keinginan untuk keluar dari kamar, sedangkan Lily banyak keinginan untuk melihat bahkan mengurus hobinya tentang tanaman bunga dan kuda peliharaannya.


Di setiap waktu luang Ray selalu menemani Mellisa untuk tidur siang atau mengajak Lily jalan-jalan disekitar Mansion untuk melihat taman bunga atau kandang kuda peliharaannya. Dan kalaupun Ray dalam perjalanan bisnis lebih dari 1 hari maka Anna dan Bella yang akan mengganti peran Ray tersebut, morning sickness yang sering dialami Lily maupun Mellisa sudah jarang terjadi lagi dan sekarang diganti dengan banyak keinginan aneh-aneh yang hampir setiap hari diungkapkan keduanya kepada sang suami.


"Beb...!, belikan aku boneka beruang yang besar seperti yang ada di gambar ini!" kata Mellisa sambil menunjukkan layar handphonenya kepada Ray.


"Hmm..., kamu ingin yang bulunya berwarna apa sayang?"


"Carikan yang berwarna putih dan coklat, rasanya nyaman kalau tiduran sambil memeluk mereka!" kata Mellisa sambil membayangkan kedua boneka yang diinginkannya.

__ADS_1


"Baiklah!, nanti aku sendiri yang akan pergi membelinya"


Tanpa berpikir panjang Ray langsung meluncur ke sebuah Mall untuk mendapatkan barang yang di inginkan oleh sang istri, dan dia membeli boneka beruang tersebut bukan hanya 2 yang berukuran besar tapi ada juga beberapa buah yang ukurannya lebih kecil sampai berukuran sekepalan tangan manusia.


"Hon...!, aku ingin melihat bunga-bunga yang seperti ini!, coba lihat bentuknya sangat cantik dan beraneka macam warnanya?, ahh..., seandainya bunga-bunga itu ada di tamanku?" kata Lily yang mengungkapkan keinginannya sambil menunjukkan sebuah taman bunga yang berada di kebun bunga di Kota Vallas di Negara Bagian Hexas.


"Hmm..., sayang tempatnya jauh, kalau terbang memerlukan waktu hampir 2 jam!" kata Ray menjelaskan setelah melihat lokasi yang terdapat tana,a bunga yang diinginkan sang istri.


"Ahh..., kalau begitu besok kita berangkat pagi saja, dan malamnya kita sudah bisa kembali lagi kesini!, bagaimana?" kata Lily berusaha membujuk sang suami agar meluluskan permintaannya.


"Beb..., kami mau ke Kota Vallas besok pagi!, apa kamu mau ikut bersama kami kesana?" tanya Ray kepada Mellisa yang sedang sibuk dengan boneka-boneka beruangnya.


"Maaf Beb..., Kak...!, aku lebih suka dikamar saja bersama teman-temanku yang baru ini, hanya saja kalau kalian melihat ada teman-teman mereka yang lain di sana, tolong belikan dan bawa kesini ya!" kata Mellisa yang tidak perduli dengan rencana perjalanan Ray dan Lily.


Keesokan harinya Ray dan Lily menuju ke bandara dengan diantar oleh Juan, disana telah menunggu pesawat jet pribadi DB & C Air Service yang akan membawa mereka ke Kota Vallas. Mereka juga ikut didampingi oleh Detektif Steave yang selain menjadi instruktur Ray dalam latihan juga mendapat tugas dari Albert untuk mengawal perjalanan Ray dan Lily ke Kota Vallas, selama kurang lebih 2 jam mereka terbang dan mendarat dengan mulus di Bandara International Kota Vallas Negara Bagian Hexas.


Waktu masih menunjukkan pukul 10:10 waktu Kota Valas ketika mereka tiba disebuah Hotel yang sudah dipesankan oleh Jonathan, Ray dan Lily menempati sebuah kamar suite yang mewah sementara itu Detektif Steave yang menyertai mereka menempati sebuah kamar lainnya. Jonathan juga sudah menyiapkan mobil carteran yang siap membawa Ray dan Lily selama rencana mereka selama 1 hari itu berada di Kota Valas, dan setelah beristirahat sebentar mereka langsung pergi menuju ke Taman Botani yang sudah terkenal itu.


"Ahh..., akhirnya aku bisa melihat bunga-bunga yang unik ini!" kata Lily sambil mengagumi keindahan taman tersebut.

__ADS_1


Ray yang dengan setia mendampingi sang istri berjalan berkeliling taman, di sana banyak juga terdapat tempat bermain untuk anak-anak dan juga tempat untuk belajar ilmu pengetahuan tentang botani. Menjelang sore mereka kembali ke Hotel tempat mereka menginap dan rencana malamnya mereka seharusnya akan kembali ke Kota Bronxvile, tapi informasi dari Kapten yang menerbangkan pesawat jet pribadi mereka bahwa pihak otoritas bandara Kota Vallas baru akan mengijinkan pesawat mereka lepas landas pada besok hari pukul 10:00 wakt Kota Vallas.


"Hon...!, kita harus menginap disini malam ini!, pesawat kita baru diijinkan terbang besok pagi pukul 10:00, nanti tolong kamu kabari Mellisa serta kedua ayah dan ibu!" kata Ray kepada Lily.


"Tidak masalah menurutku!, dan juga kita harus jalan-jalan di Kota ini nanti malam?, sekalian akan mencari pesanan boneka beruang untuk Mellisa!" kata Lily.


"Baiklah...!, kamu istirahat dulu ke kamar, sementara aku akan menghubungi perusahaan carteran mobil untuk memperpanjang carteran sampai besok hari! kata Ray sambil berjala menuju ke counter perusahaan carteran mobil yang berada di lobby hotel tempat mereka menginap itu.


Lily kemudian berjalan sendiri menuju lift yang akan membawanya ke kamar suite yang mereka tempati untuk beristirahat, bersamanya didalam lift juga ada beberapa orang tamu dan seorang wanita yang terlihat seperti pelayan di hotel tersebut. Menuju ke lantai 10 tinggal tersisa Lily dan wanita pelayan hotel tersebut yang berada didalam lift, kemudian dengan ramahnya sang pelayan tersebut bertanya kepada Lily.


"Maaf nyonya...!, apakah nyonya yang menginap di kamar suite lantai 30?" kata pelayan hotel tersebut.


"Ahh..., ya saya dan suami saya yang menempati kamar suite tersebut!, kenapa?, apakah ada sesuatu?"


"Oh tidak nyonya!, hanya saja saya tertarik dengan cincin yang nyonya kenakan, sepertinya cincin itu sama persis dengan milikku ini!" kata wanita tersebut sambil menunjukkan cincinnya kepada Lily.


"Ehh..., benar-benar mirip?" kata Lily yang juga ikut menunjukkan cincin yang dikenakannya sambil menyandingkan jari manisnya dengan jari telunjuk wanita tersebut dimana cincin yang sama melingkar.


"Maaf nyonya!, cincin ini sangat berarti bagiku, dan setahu saya cincin ini adalah milik keluarga kami turun temurun, apakah saya boleh mengetahui dari mana nyonya mendapatkan cincin itu?" kata wanita tersebut yang terkesan mulai menyelidik.

__ADS_1


"Hmm..., apakah anda seorang karyawan dari hotel ini?" tanya Lily untuk memastikan sosok wanita tersebut bukan orang dari luar hotel.


"Iya..., saya adalah seorang supervisor room service di hotel ini, dan saya sudah 5 tahun bekerja disini, nyonya tidak usah kuatir dengan keberadaan ku disini, saya hanya ingin mengetahui latar belakang dari cincin yang nyonya kenakan itu!, dan itupun kalau tidak menganggu privasi nyonya!"


__ADS_2