Putra Sulung

Putra Sulung
Penyelidikan di Kota Los Princes


__ADS_3

Ray menyampaikan maksud kunjungannya ke Kota Los Princes kepada Lily dan Mellisa saat dia kembali ke Mansion, dia juga mengatakan pentingnya kunjungannya tersebut untuk perkembangan perusahaan mereka dimasa depan.


"Hon..., Beb...!, aku hanya selama 2 hari di sana dan paling lama 3 hari, aku juga akan mengajak kakek Albert bersamaku!, oke?"


"Hmm..., apakah kami tidak bisa ikut bersamamu? sebab kami juga ingin melihat Kota itu?" kata Mellisa yang terlihat sangat ingin ikut.


"Beb...!, nanti kalau aku sudah memiliki tempat bisnis di sana barulah aku akan mengajak kalian!, tapi kalau untuk sekarang saya baru akan melihat prospek sambil melihat bisnis para calon investor yang akan bekerjasama dengan kita, dan pekerjaan saya nantinya hanyalah pertemuan dan pertemuan, nah hal seperti itu pasti akan sangat membosankan bagi kalian berdua nantinya?" kata Ray menjelaskan.


"Baiklah..., sekarang kami akan mengalah, tapi awas jangan menebar pesona di sana, karena aku mengetahui persis apa itu Kota Los Princes!" kata Lily sambil memperingatkan sang suami.


"Itu mudah kak...!, begini caranya agar suami kita ini tidak bisa berbuat macam-macam di sana nantinya!" kata Mellisa yang kemudian mulai melucuti kemeja yang sedang dikenakan Ray dan mulai melancarkan aksinya membuat banyak tanda cinta disekitar bagian perut sixpack milik sang suami.


Hal itu juga langsung diikuti oleh Lily yang langsung mengerubuti Ray dan membuat tanda cinta di bagian favoritnya disekitar bagian dada, Ray menerima serangan dari kedua istrinya tersebut dan memberikan mereka sambutan yang terbaik dengan membalas memberikan banyak tanda cinta hampir di sekujur tubuh Lily dan Mellisa.

__ADS_1


Pergulatan mereka berlangsung sampai subuh hari dengan diakhiri oleh Lily yang memberikan sebuah tanda cinta dileher sebelah kiri dan Mellisa disebelah kanan Ray, mereka bertiga kemudian terlelap menyongsong pagi setelah Lily dan Mellisa masing-masing menerima sekali tumpahan air kehidupan dari sang suami tercinta.


Waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 ketika Lily dan Mellisa terbangun dan segera beranjak dari atas ranjang untuk mempersiapkan segala kebutuhan suami mereka yang akan pergi ke Kota Los Princes, Lily menyiapkan barang-barang yang akan dibawa oleh Ray sedangkan Mellisa menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Ray hari ini dan sementara itu sosok sang suami masih terlelap dalam tidur indahnya.


Setelah menyiapkan semua kebutuhan Ray mereka kembali keatas ranjang untuk membangunkan sang suami terkasih yang masih tertidur lelap,


"Sayang ayo bangun...!" kata Lily sambil menggoyang-goyang tubuh Ray.


"Hmm..., sudah jam berapa ini?" kata Ray yang masih menutup kedua matanya.


"Emm..., baiklah!, aku akan bangun sekarang" kata Ray kemudian bangkit dari tidurnya.


Dengan berjalan pelan terlihat Ray masih bermalas-malasan untuk pergi ke kamar mandi, dengan hanya mengenakan boxer dia kemudian menatap nakal kearah kedua istrinya yang juga sedang memperhatikannya dari arah tempat tidur mereka. Mendapat sinyal yang mereka sudah mengerti akan maksudnya dengan segera Lily dan Mellisa bergegas berlari menyusul Ray yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi, dan selanjutnya acara mandi tersebut diselingi dengan permainan nakal dan mengg41r4hk4n dari mereka bertiga.

__ADS_1


Dengan diantar oleh kedua istrinya Ray menuju bandara Kota Bronxvile bersama kakek Albert yang juga akan menyertainya dalam perjalanan bisnisnya ke Kota Los Princes, setelah melewati pintu pemeriksaan Ray dan Albert menuju Lounge pribadi milik Db & C Air Service yang merupakan salah satu ruangan VIP yang berada didalam bandara tersebut.


Tepat pukul 10:00 waktu Kota Bronxvile sebuah pesawat jet pribadi jenis Falcon dari maskapai Db & C Air Service lepas landas dari bandara Kota Bronxvile, pesawat yang di tumpangi oleh Ray dan Albert tersebut akan menempuh perjalanan udara selama kurang lebih 4 jam untuk menuju ke Kota Los Princes yang juga dikenal sebagai Kota Hiburan. Ray juga sudah meminta kepada assisten pribadinya Jonathan untuk memberitahu kedatangannya kepada ketiga calon investor yang akan bekerjasama dengannya di Kota Los Princes, dan selama dalam penerbangan itu Ray menggunakan kesempatan selama hampir 4 jam tersebut untuk beristirahat disebuah kamar mewah yang memang disediakan khusus untuknya jika bepergian dalam penerbangan yang lama.


Setelah menempuh waktu selama 3 jam dan 44 menit pesawat jet pribadi Falcon dari maskapai penerbangan Db & C Air Service tersebut mendarat dengan mulus di Bandara International Kota Los Princes, waktu menunjukkan pukul 12:15 waktu Kota Los Princes karena ada perbedaan 2 jam antara Kota Bronxvile yang lebih cepat 2 jam dari Kota Los Princes. Kota yang berada di tepi pantai tersebut terdapat banyak gedung-gedung pencakar langit menampilkan wajah salah satu Kota Bisnis yang terkenal di Dunia, banyak jenis bisnis menjanjikan di Kota ini selain bisnis hiburan yang terutama karena dengan adanya Studio Universal yang menjadi pusat perfilman dunia.


Dengan dijemput oleh sebuah Mercedez S Class, Ray dan Albert dibawah ke salah satu hotel termewah di Kota Los Princes yang juga menjadi salah satu bisnis dari Philip Sheldon CEO dari Plaza Hotel & Casino Group. Ray menempati sebuah Royal Presiden Suite sedangkan Albert mendapatkan sebuah President Suite lainnya, mereka berdua akan beristirahat sambil menunggu waktu kunjungan ke beberapa lokasi yang telah disiapkan oleh Philip Sheldon dan Daniel Zuerker CEO dari Immortal Enterprise serta Marco Ahmad Alljabar CEO dari Sultan Los Princes Company.


"Kakek Albert, saya akan beristirahat sampai pukul 14:00 dan tidak ingin diganggu, silahkan saja kakek ingin melakukan apa saja sampai waktu kita akan dijemput nanti pada pukul 14:30!" kata Ray kepada Albert sebelum mereka berpisah menuju ke suite mereka masing-masing.


"Baiklah, saya juga akan beristirahat saja sambil menunggu jemputan mereka!" kata Albert kemudian menuju suite nya sendiri.


Sesampainya di Royal President Suite yang disediakan oleh Philip Sheldon CEO dari Plaza Hotel & Casino Group, Ray segera menyiapkan perangkat penyamarannya sebagai seorang Agen Shadow untuk memulai penyelidikannya terhadap beberapa orang yang telah dicurigai. Sebuah topeng kulit yang tipis telah merubah penampilan wajahnya dan tidak sekalipun terlihat jika Ray menggunakan sebuah topeng, demikian juga dengan lapisan kulit tebal yang elastis yang digunakan untuk membentuk tubuh seseorang sehingga terlihat saat ini tubuh Ray yang atletis berubah menjadi seorang berwajah tua dan memiliki tubuh yang gemuk. Demikian juga dengan 2 buah pucuk pistol yang berukuran segenggaman tangan terselip disela-sela lapisan kulit tersebut, lapisan kulit tebal tersebut juga merupakan sebuah rompi anti peluru yang sangat efektif melindungi setiap Agen Shadow saat mereka bertugas.

__ADS_1


Langkah awal penyelidikannya Ray akan memulai dari sebuah Bar yang menjadi tempat bagi para pekerja di Kota Los Princes bersantai siang sambil menikmati makan siang mereka, sesuai dengan informasi awal yang dimiliki Organisasi Shadow bahwa akan ada beberapa orang ******* yang menyamar sebagai turis akan melakukan pertemuan dengan koneksi mereka di Kota Los Princes yang juga sedang menyamar sebagai seorang pekerja sebuah hotel dan pertemuan mereka itu akan terjadi disebuah Bar yang berada di kawasan perhotelan ditepi pantai.


Setelah selesai bersiap dengan semua perlengkapannya dan mengaktifkan kamera perekam yang sudah menempel samar dikedua matanya, Ray kemudian keluar dari suite nya dan keluar dari hotel tempat dia menginap menuju kawasan pantai dimana terdapat sebuah bar yang akan menjadi tempat penyelidikannya.


__ADS_2