Putra Sulung

Putra Sulung
Berkunjung ke Daratan Tiongkok


__ADS_3

Sebagai suami siaga Ray senantiasa memusatkan perhatiannya kepada Lily dan Mellisa yang sudah memasuki masa kehamilan trimester ke dua, apalagi saat-saat ini mulai banyak keluhan yang dirasakan oleh kedua istrinya itu. Mulai dari penampakan perut Lily dan Mellisa yang mulai membesar sehingga harus mengenakan pakaian yang sesuai sampai tingkat nafsu makan mereka yang bertambah, untung saja Ray telah mendapatkan 2 orang perawat yang sekaligus menjadi ahli gizi untuk menjaga menu makanan dari kedua istrinya itu.


Ditengah pusat pikirannya yang sepenuhnya dia curahkan untuk Lily dan Mellisa, tidak lupa Ray juga tetap memantau perkembangan perusahaan miliknya yang sementara ini dijalankan oleh Max Dorigan dan Jonathan Baker dengan dibantu oleh sahabat-sahabatnya sebagai Tim Khusus. Hampir setiap minggu mereka bergiliran mendatangi paviliun untuk membawa dokumen-dokumen penting yang harus ditandatangani oleh Ray atau sekedar datang untuk berkunjung, dalam kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh mereka untuk berdiskusi membicarakan perkembangan dan prospek bisnis perusahaan dimasa depan.


"Analisa kami?, perusahaan kita saat ini sedang membutuhkan jangkauan pasar yang yang lebih besar lagi Ray!, karena hasil identifikasi kami, hampir semua produk yang kita hasilkan lebih banyak dibutuhkan dan dibeli oleh para konsumen dari negara lain!, dan mereka adalah negara-negara yang populasinya lebih besar dari Negara State ini!" kata Kenny menjelaskan.


"Tapi apakah produksi kita sudah bisa memenuhi kebutuhan negara kita, atau karena produksi kita itu tidak laku dijual?"


"Bukan begitu!, justru saat hasil produksi kita berjalan dengan normal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tiba-tiba ada lonjakan selama 3 bulan terakhir sampai perusahaan harus meningkatkan produksi sampai 2 kali lipat!, dan setelah kami identifikasi ternyata kebutuhan itu datangnya dari para distributor besar yang mendapat pesanan dari beberapa negara lain!"


"Hmm..., apakah kalian sudah mendapatkan data negara mana saja yang membutuhkan produk kita itu?"


"Ya..., ada 2 negara yang menjadi prioritas kami, dan kedua negara tersebut juga memiliki populasi yang tertinggi di dunia ini, ini dokumennya!, silahkan kamu yang tentukan dari mana kita akan memulainya!" kata Kenny kemudian menyerahkan dokumen yang terkait dengan hasil kajian mereka tentang perluasan bisnis perusahaan.


"Oke!, aku akan mempelajarinya, dan setelah itu aku akan menghubungi kalian"

__ADS_1


Ray kemudian mempelajari dokumen hasil kajian Tim Khusus yang dibentuknya tersebut, dan didalamnya dia sangat tertarik dengan Negara Tiongkok yang adalah salah satu negara berpenduduk terbanyak di Dunia. Selain itu dia juga mempunyai kepentingan di daratan besar negara itu karena berhubungan dengan Klan Naga Hitam, untuk itu dia akan berdiskusi dengan Master Bao Ming yang berasal dari negara itu dan tentu saja pasti lebih banyak mengetahui tentang seluk beluk Negara Tiongkok tersebut.


Sore harinya setelah selesai melakukan latihan fisik bersama Bao Ming di gedung latihan, Ray mulai menanyakan tentang keadaan Negara Tiongkok serta perilaku penduduknya.


"Master!, sejak usia berapa master meninggalkan Negara Tiongkok?" tanya Ray memulai pembicaraan mereka disaat mereka sedang beristirahat dari latihan.


"Aku sudah dewasa saat meninggalkan tanah kelahiranku itu, karena aku sudah selesai dari sekolah dan tinggal melanjutkan ke perguruan tinggi!, tapi aku tidak mau menetap di sana saat itu karena kami diharuskan untuk mengikuti wajib militer!, dan akhirnya aku datang ke negara ini dan bertemu dengan kakekmu Frank Debeur!" kata Bao Ming menceritakan kisahnya.


"Kami sempat kuliah bersama dengan dibiayai oleh kakekmu itu!, dan kami mulai berlatih bersama dengan sesekali dikunjungi oleh guru saya dari daratan tiongkok, dan disaat itulah dia sempat memberikan kalung Naga Hitam yang saat ini berada padamu dan mengangkat Frank sebagai muridnya juga!"


"Guruku berharap, bahwa nantinya ada salah satu diantara kami berdua yang kembali ke daratan Tiongkok, dan menjadi penerus dari Klan Naga Hitam, yang mulai ditinggalkan oleh para muridnya yang kemudian berkelana ke seluruh dunia!" kata Bao Ming menambahkan.


"Hmm..., orang-orang Tiongkok memang terkenal dengan kehebatan dalam soal mempertahankan diri dengan berlatih ilmu beladiri, dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan berusaha secara mandiri diberbagai bidang terutama dalam hal berdagang, dan hal itu sudah menjadi kebiasaan turun temurun sejak dahulu kala!"


"Apakah mereka yang hidup di sana saat ini juga masih memelihara kebiasaan tersebut?"

__ADS_1


"Setahu saya sebagian besar dari antara kami masih memelihara kebiasaan tersebut, tapi kami juga senantiasa menyesuaikan diri dengan kemajuan dunia saat ini, tapi prinsipnya masih tetap mengikuti kebiasaan para nenek moyang kami, seperti tetap berhemat dan tidak mengkonsumsi seperti yang ada didalam keinginan pikiran kami!" kata Bao Ming menjelaskan.


"Hmm..., sepertinya aku tertarik untuk melebarkan sayap bisnis perusahaanku di sana!" kata Ray.


"Sebaiknya kamu kesana dulu untuk melihat-lihat suasananya, dan sekaligus kita bisa pergi ke propinsi Hunan untuk melihat bagaimana keadaan Klan Naga Hitam yang berada di sana!" kata Bao Ming mengusulkan.


"Ya, itu juga adalah salah satu tujuanku!, aku akan melakukan persiapan dulu dan setelah itu aku akan memberi kabar kepada master, kapan kita akan berangkat kesana!"


Setelah melakukan beberapa persiapan dengan Jonathan maupun Max, seminggu kemudian Ray dan Bao Ming berangkat ke Negara Tiongkok dengan mengajak Kenny. Rencananya mereka akan melakukan kunjungan selama 1 minggu dan sekaligus akan mendatangi propinsi Hunan dimana Klan Naga Hitam berada, selain itu Ray juga akan mengunjungi tempat-tempat pusat bisnis dan industri di negara itu seperti Kota Guangzhou, Kota Shanghai, Kota Shenzen dan Kota Wuhan.


Bao Ming sebagai orang yang mengenal dengan baik Negara Tiongkok akan menjadi penunjuk jalan bagi Ray dan Kenny yang datang sebagai turis, perjalanan mereka dimulai dari Kota Guangzhou yang berada di propinsi Guangdong wilayah bagian selatan daratan besar Negara Tiongkok.


Banyak informasi yang Ray dan Kenny dapatkan sebagai bahan kajian mereka untuk menentukan jenis bisnis dan tempat yang tepat untuk mendirikan perusahaan, mereka juga mendengar banyak kemudahan dan jaminan yang diberikan oleh pemerintah Tiongkok bagi para investor asing.


Selama 4 hari Ray dan Kenny yang juga ditemani Bao Ming mendatangi Kota-kota yang menjadi pusat bisnis dan industri di negara tersebut, dan sudah banyak informasi yang berhasil mereka dapatkan untuk dikaji lebih dalam lagi oleh Tim Khusus bentukan Ray.

__ADS_1


Kemudian Kota terakhir yang akan mereka datangi adalah Kota Changsha yang adalah ibukota propinsi Hunan, dan dari sana mereka masih juga harus menempuh perjalanan kurang lebih selama 2 jam dengan mobil menuju kesebuah kota kecil bernama Ningxiang. Dipinggiran kota Ningxiang berdiri markas dari Klan Naga Hitam yang dahulunya menjadi tempat kediaman dari Bao Ming, dia adalah anak yatim korban perang saat daratan Tiongkok diserbu oleh tentara Jepang. Kemudian diangkat anak oleh sesepuh keluarga Ming dan mendidiknya dalam lingkaran Perguruan Naga Hitam milik keluarga tersebut, dan seiring perjalanan waktu Perguruan tersebut berkembang pesat dan menjadi terkenal di seluruh daratan Tiongkok dengan nama Klan Naga Hitam.


Hari sudah sore saat Ray, Kenny dan Bao Ming tiba di Kota Ningxiang, dan mereka segera mencari sebuah hotel untuk beristirahat setelah berjam-jam melakukan perjalanan udara maupun darat. Rencananya baru besok pagi mereka akan mendatangi tempat Klan Naga Hitam, Bao Ming merasa takjub dengan perkembangan kota kecil tersebut setelah hampir 50 tahun dia meninggalkannya. Didepan matanya saat ini adalah sebuah kota modern yang tidak kalah dengan kota-kota yang berada di Negara State, bahkan dia melihat suasananya lebih nyaman di kota Ningxiang karena tidak ada kemacetan dan polusi.


__ADS_2