Putra Sulung

Putra Sulung
Kejutan Lainnya


__ADS_3

Di Bandara Kota Bronxvile Kenny, Jim dan Ronald sedang menunggu kedatangan para kekasih mereka di terminal keberangkatan, sesuai kesepakatan mereka akan datang sendiri dan bertemu ditempat itu paling lambat setengah jam sebelum boarding. Ketiga sahabat Ray itu juga menunggu kedatangan Jonathan yang menurut pesan teks dari Ray bahwa Jonathan telah menyiapkan semua keperluan perjalanan mereka ke Kota Brashington termasuk tiket perjalanan, waktu sudah menunjukkan pukul 08:05 pagi tapi Kathrine, Sandra dan Diane belum juga terlihat berada di terminal dimana mereka berada saat ini demikian juga dengan sekretaris pribadi Ray yaitu Jonathan Baker membuat ketiga sosok itu terlihat gelisah.


"Tinggal 25 menit lagi boarding nih!, itu yang dikatakan Ray melalui pesan teks yang dikirimkannya kepadaku kemarin sore!" kata Kenny dengan wajah cemas.


"Tenanglah pasti mereka sudah dalam perjalanan kesini, yang terpenting saat ii adalah tuan Jonathan yang memegang tiket keberangkatan kita, dan kita juga belum mengetahui akan menumpang maskapai penerbangan apa?" kata Ronald menambahkan.


"Itu mereka...!" kata Jim yang melihat Kathrine, Sandra dan Diane turun dari sebuah mobil carteran.


"Hai sayang...!, apakah kalian sudah lama menunggu?, maaf kami agak terlambat karena mencari mobil carteran sebelumnya, sebab semua mobil kami tidak ada yang akan membawanya pulang ke rumah kalau kami pakai kesini!" kata Kathrine beralasan.


"Benar!, sopir keluargaku sedang diajak ayah dan ibu pergi urusan bisnis mereka!, maafkan kami ya?" kata Diane.


"Tidak masalah, sekarang kita tinggal menunggu tuan Jonathan!" kata Kenny yang akhirnya terlihat mulai tenang.


Ditempat lain dalam Bandara itu Jonathan sedang memastikan semua kelengkapan dokumen penerbangan yang akan ditanda tanganinya sebagai perwakilan perusahaan Db & C Air Service di Kota Bronxvile, bersama dengan kapten pilot pesawat Jonathan menyelesaikan semua dokumen tersebut dan bersiap untuk melakukan penerbangan.


2 orang ground staff Db & C Air Service di Bandara Bronxvile telah mendapat konfirmasi dari kapten pilot bahwa mereka telah siap untuk melakukan penerbangan ke Brashington dan mereka diminta untuk mengantar para sahabat Ray untuk menuju pesawat yang terparkir didepan hanggar pribadi milik Db & C Air Service, kedua karyawan tersebut segera menyiapkan 2 buah mobil Van khusus penumpang pesawat dengan logo Db & C Air Service di body mobil tersebut untuk menjemput Kenny dan teman-temannya di terminal keberangkatan.


"Tuan Kenny Mason?" tanya seseorang kearah kelompok Kenny yang sedang berkumpul.


"Ya saya Kenny!, ada apa nona?" Tanya Kenny yang mengalihkan pandangannya kearah seorang karyawan wanita sebuah maskapai penerbangan pribadi yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Tuan beserta 5 teman-teman tuan diminta untuk segera naik ke pesawat!, silahkan ikuti saya dan dengan menumpang kedua mobil Van itu!, tuan Jonathan sudah menunggu anda sekalian didalam pesawat!" kata ground staff Db & C Air Service itu.


Kenny dan kelima temannya itupun segera naik kedalam Van dan menuju ke hanggar pribadi Db & C Air Service yang masih berada didalam kawasan Bandara Kota Broxvile, Kenny dan yang lainnya terlihat bingung karena baru sekarang mereka melakukan penerbangan dengan tidak melalui ruang tunggu penumpang di terminal keberangkatan bandara tetapi langsung dibawa kearah landasan dimana pesawat sedang terparkir.


Mereka tiba di hanggar milik Db & C Air Service dan melihat sebuah pesawat Jet pribadi berwarna Deep Sky Blue dengan sebuah logo dan bertuliskan Db & C Air sedang terparkir dan menunggu kedatangan mereka,


"Silahkan naik ke pesawat tuan-tuan dan nona-nona, untuk semua koper silahkan tinggalkan dan akan dimasukkan oleh ground staff kami kedalam pesawat!" kata ground staff wanita yang menjemput mereka di terminal keberangkatan sebelumnya.


"Baik terimakasih nona!" kata kenny kemudian mengajak teman-temanya yang lain masuk kedalam badan pesawat jet pribadi tersebut dengan tertib.


"Hei kalian...!, ayo ambil tempat duduk sesuka kalian dan nikmati penerbangan ke Brashington, ini adalah pesawat pribadi milik Boss Besar yang baru dibelinya beberapa minggu yang lalu, dan kalian adalah penumpang kedua setelah Boss Besar yang telah melakukan penerbangan perdananya pada hari senin yang lalu!" kata Jonathan yang menyambut kedatangan kenny dan teman-temannya kemudian menjelaskan tentang keberadaan pesawat jet pribadi tersebut.


"Apa...?, ini pesawat jet pribadi milik Ray? ahh..., sialan tu anak...!, kejutan lain apa lagi ini!" kata Kenny yang terkejut dengan perkataan Jonathan.


10 menit kemudian mereka diminta duduk dan mengenakan sabuk pengaman karena pesawat akan segera lepas landas dan saat ini sedang menuju ke landasan pacu bandara, dan beberapa saat kemudian pesawat telah berada diposisi normal dengan ketinggian di atas 50.000 kaki dan terlihat satu-satunya pramugari yang berada didalam badan pesawat mulai menyiapkan hidangan di atas sebuah meja berada didepan kursi penumpang.


Pesawat itu memiliki 10 kursi penumpang dan 2 buah kursi untuk awak cabin dan di bagian belakangnya ada sebuah kamar tidur mewah yang dapat digunakan untuk 2 orang, kamar tidur itu memang disiapkan untuk perjalanan jarak jauh sesuai permintaan Lily dan Mellisa untuk Ray selain itu terdapat juga fasilitas kamar mandi didalamnya.


Kenny dan Kathrine serta dua pasangan lainnya memperhatikan dengan teliti semua fasilitas dalam jet pribadi milik Ray tersebut, mereka membayangkan semua rasa kenyamanan dalam suasana kemewahan kemudian membayangkan kejutan apa lagi yang akan disuguhkan sahabat mereka itu kepada mereka saat tiba di Kota Brashington. Kemudian otak cerdas Kenny dan Kathrine mendapatkan sebuah ide yang sangat cocok untuk membuat kejutan balasan terhadap Ray yang selama ini selalu membuat mereka terperangah dengan kejutan-kejutannya.


"Tuan Jonathan!, bisakah kami mendapatkan bantuan tuan untuk memberikan kejutan kepada Ray nanti malam?" tanya Kenny kepada Jonathan yang sedang menikmati sarapannya.

__ADS_1


"Hmm..., bantuan seperti apa yang kalian inginkan?, tapi kejutan untuk Boss Besar? mmm..., coba jelaskan padaku!" kata Jonathan yang selanjutnya terlihat serius menanggapi ide Kenny tersebut.


"Begini...!, kan selama ini kami yang selalu mendapat kejutan dari Ray, nah..., besok adalah hari pernikahannya dan orang seperti Ray selalu tidak memperdulikan adat istiadat yang berlaku di daerah kita ini, kami berencana memberikan kejutan padanya dengan membuat sebuah pesta melepas lajang untuknya!, bagaimana?" kata Kenny menjelaskan rencananya kepada Jonathan.


"Iya kalian benar, Ray memang orangnya tidak suka berpesta dan makan malam saja sudah dianggapnya sebagai pesta, aku setuju dengan ide itu dan aku akan membantu kalian, silahkan kalian bicarakan dan bantuan apa yang kalian perlukan akan kusiapkan semuanya!" kata Jonathan menegaskan.


"Tuan Jonathan!, kita akan menginap dimana?" tanya Kenny selanjutnya.


"Kalian akan menginap di hotel dimana pesta pernikahan besok akan diselenggarakan, dan Ray telah memesan semua suite room dan president suite room untuk semua anggota keluarga dan para sahabatnya!" kata Jonathan menjelaskan.


"Hmm..., itu artinya malam nanti paman Tomy dan bibi Bella juga sudah akan menginap di hotel? demikian juga dengan tuan Jeff dan nyonya Anna, nah saat itu kediaman mereka sedang kosong, kira-kir ditempat mana dari kedua kediaman itu yang bisa kita gunakan untuk tempat pesta itu?" tanya Kenny untuk memastikan.


"Sepertinya kediaman keluarga Conway yang cocok karena ukuranya besar dan berlantai 2, kalau kediaman keluarga Debeur adalah sebuah rumah tinggal yang diberikan sebagai fasilitas perusahaan dimana tuan Tomy bekerja sebelumnya tapi memiliki halaman yang luas karena di bagian belakangnya terdapat kebun bunga milik nyonya Bella!" kata Jonathan memberikan penjelasan tentang kondisi kedua kediaman tersebut.


"Bagaimana teman-teman!, apa pendapat kalian dengan kedua lokasi tersebut?" tanya Kenny kepada teman-temanya.


"Kalau kami perempuan lebih nyaman dan santai jika pesta itu dilakukan diluar rumah atau gedung dan kediaman paman Tomy dan bibi Bella itu sangat cocok!" kata Diane mengomentari ide lokasi rencana pesta mereka untuk Ray.


"Iya..., itu tempat yang cocok menurut saya, dan juga akan mudah membujuk tuan Tomy dan nyonya Bella untuk mendapatkan ijin mereka menggunakan tempat itu karena sebentar lagi kediaman itu akan dikembalikan kepada perusahaan tuan Tomy sebelumnya!" kata Jonathan menambahkan.


"Oke kita sepakat, nanti sesampainya di Kota Brashington kita akan segera menghubungi sebuah perusahaan penyelenggara pesta taman untuk segera mempersiapkan tempat tersebut!" kata Kenny.

__ADS_1


Mereka akhirnya mendarat di Bandara Internasional Kota Brashington dan langsung menuju Hotel tempat pesta pernikahan Ray dengan Lily dan Mellisa akan diselenggarkan, dan atas bantuan Jonathan mereka sudah mendapatkan ijin dari Tomy dan Bella serta menemukan sebuah EO yang akan mempersiapkan pesta kejutan untuk Ray nanti malam.


__ADS_2