Putra Sulung

Putra Sulung
Rencana Ray


__ADS_3

Hari pertama pelaksanaan ujian semester dilalui oleh Ray dan ketiga sahabatnya dengan baik, Ray kembali ke Mansion untuk beristirahat karena merasa lelah setelah hampir seharian memeras otak. Jadual ujian masih akan berlanjut pada besok hari dengan 2 materi di pagi hari dan 1 materi di sore hari demikian juga pada hari ketiga dengan waktu dan materi yang sama seperti hari kedua sehingga total 10 materi ujian akan selesai pada hari itu, setelah pelaksanaan ujian Ray dan sahabat-sahabatnya mendapat waktu bebas sampai waktu pengumuman hasil ujian semester 7 hari kemudian. Dalam rentang waktu itu Ray hanya memiliki sisa waktu selama 3 hari sampai waktu acara pernikahannya, untuk itu dia telah meminta kepada assisten pribadinya saat ini Jonathan Baker untuk tetap memberitahu semua progress persiapan yang dilakukannya bersama Max Dorigan dan kedua orangtuanya di Kota Brashington.


Ray juga telah mendapat berita dari Max bahwa 2 buah pesawat helikopter telah tiba di hanggar pribadi milik Db & C Int. Co. yang lokasinya berada didalam kawasan bandara Internasional Kota Brashington, tempat itu disewa oleh Max mewakili Db & C International Company yang baru saja resmi didaftarkan sebagai perusahaan baru yang nantinya akan menjadi perusahaan induk gabungan dari 2 perusahaan besar yaitu Debeur Corporation dan Conway Group.


Sementara itu pesanan 2 buah pesawat jet pribadi Falcon akan tiba dalam beberapa hari lagi, tapi sudah dipastikan oleh Max bahwa pesawat itu sudah siap digunakan sebelum acara pernikahan Ray dengan Lily dan Mellisa nanti. Proses rekrutmen para awak pesawat tersebut juga sudah dilakukan dengan membuat anak perusahaan dengan nama Db & C Air Private Service untuk menjalankan keempat armada pesawat itu, Tomy Debeur sudah mengundurkan diri dari perusahaan Happylive Mart dan membantu sepenuhnya proses pendirian perusahaan baru itu bersama Jefferson Conway dan Max Dorigan di Kota Brashington yang juga akan menjadi Kantor Pusat Db & C International Company.


Ray juga menyempatkan dirinya untuk memantau semua proses itu lewat laporan-laporan yang dikirim oleh Jonathan maupun Max lewat email atau melalui pesan teks di ponsel miliknya, Ray juga telah meminta Jonathan untuk menyiapkan sebuah ruangan untuk menjadi tempat magang bagi ketiga sahabatnya dan kemudian berencana untuk membujuk ketiga sahabatnya itu mengajak kekasih mereka agar mau ikut magang bersama mereka selama masa liburan semester ini di perusahaan yang akan dipimpin oleh Ray.


Divisi Strategi, Analisa dan Intelejen Pemasaran adalah ide Ray untuk dibentuk dalam perusahaanya yang baru itu, dan dia hanya akan merekrut orang-orang kepercayaannya untuk bergabung didalamnya sebagai tulang punggung perkembangan Db & C International Company dimasa depan. Karena Ray telah melihat keahlian para sahabatnya bersama para kekasihnya di bidang masing-masing sangat mendukung divisi bentukannya yang baru itu, Kenny berprestasi di bidang ekonomi manajemen bersamanya, Jim mengkhususkan diri untuk menekuni hukum perdagangan internasional dan sementara itu Ronald walaupun mengambil ilmu teknik mesin tapi konsentrasi ilmu yang ditekuni Ronald berhubungan dengan perekonomian yaitu mesin produksi pabrik.


Demikian juga dengan ketiga kekasih sahabatnya itu, Kathrine di jurusan ekonomi manajemen sama seperti Kenny dan Ray dan sementara itu Diane dan Sandra menempuh jurusan Informatika dengan Sandra berkosentrasi pada teknologi jaringan komputer, software, dan programming sementara Diane berkosentrasi pada Kecerdasan Komputasi yang mendalami teknik-teknik canggih rekayasa perangkat lunak untuk memberikan solusi terkait bidang Internet, komputasi, dan pemrosesan informasi. Semua keahlian mereka itu sangat diperlukan dalam mengelola perusahaannya di era persaingan global saat ini.

__ADS_1


Dengan rencana merekrut mereka Ray memulainya dengan melakukan orientasi awal melalui proses magang, dia akan meminta bantuan ayahnya Tomy Debeur, kakeknya Albert Debeur dan tentu saja dari Max Dorigan sang pakar hukum bidang bisnis dan Jonathan Baker seorang pakar pengendali perusahaan besar untuk membimbing keenam sosok anak muda itu.


Proses ujian semester sudah pada tahap terakhir dan tinggal 1 materi ujian lagi yang akan mereka hadapi pada siang hari ini, Ray bersama ketiga pasangan kekasih itu sedang menikmati makan siang mereka di kantin asrama putra dan pada kesempatan itu Ray mengutarakan rencananya kepada mereka semua.


"Bagaimana apa kalian sudah menetapkan hati untuk ikut magang bersama di perusahaan milik keluarga Conway?" tanya Ray kepada mereka berenam.


"Iyalah Ray...!, kemanapun kekasih kami pergi kami akan mengikuti mereka, demikian juga dengan keinginan Kenny, Jim dan ronald yang akan magang di perusahaan keluargamu itu maka kami akan ikut dengan mereka sekalian menjaga agar mata mereka tidak tercemar dengan karyawan-karyawan cantik di sana!" kata Kathrine dengan tegas disertai candaan.


"Hahaha..., ternyata para bidadari tidak mau milik mereka lepas direbut cewek lain!, kalau begitu kenapa tidak dipatenkan sekalian saja?" kata Ray mencandai para kekasih dari ketiga sahabatnya itu.


"Wah..., Ronald dan Sandra sudah dalam tahap serius, entah dengan yang dua pasangan yang lainnya!" tanya Ray menyelidiki tingkat hubungan para pasangan itu.

__ADS_1


"Apaan..., baru segitu...?, orang tua Kenny sudah datang ke rumahku untuk melamar ku menjadi istri Kenny, tapi saya dan Kenny sudah membuat kesepakatan sendiri untuk bertunangan dulu dan akan menikah jika kami sudah selesai kuliah nanti!" kata Kathrine yang sudah resmi bertunangan dengan Kenny.


"Selamat untuk kalian berdua Ken..., Kath...!, aku akan memberikan kalian berdua hadiah nanti setelah ujian kita selesai sore nanti!" kata Ray yang senang mendengar pertunangan mereka.


"Jangan hanya mereka dong Ray...!, kami juga sudah bertunangan dan berhak menerima hadiah darimu!" kata Diane menuntut keadilan.


"Hehehe..., oke..., oke...!, selesai ujian nanti kita jalan-jalan ke Mall untuk membelikan hadiah untuk kalian semua dengan syarat besok pagi kalian sudah harus berada di kantor perusahaan keluarga Conway dan bertemu dengan Jonathan Baker!, bagaimana?" kata Ray.


"Oke deal...!" kata mereka serempak.


Kegembiraan itu menambah semangat mereka untuk segera menyelesaikan 1 materi terakhir dalam ujian semester itu, kemudian mereka segera kembali ke kampus masing-masing setelah menyelesaikan makan siang dan perbincangan mereka di kantin asrama putra itu.

__ADS_1


Kegembiraan terpancar dari wajah seluruh mahasiswa yang sedang berebutan keluar dari ruang ujian, mereka melemparkan kertas-kertas sisa lembaran pertanyaan saat ujian yang menandai selesainya masa perkuliahan tahap semester pertama. Hal itu juga terlihat di wajah Ray, Kenny dan Kathrine yang keluar bersamaan dan mereka segera menuju asrama putra yang menjadi tempat pertemuan mereka menunggu Jim, Ronald, Sandra dan Diane yang berbeda gedung fakultas dengan mereka bertiga, sesampainya di asrama putra itu mereka melihat Sandra dan Diane sudah tiba terlebih dahulu dan tinggal menunggu Jim dan Ronald kemudian mereka akan pergi bersama ke Mall sesuai dengan janji Ray siang tadi.


Juan telah dihubungi oleh Ray sebelumnya untuk mengantarkan Mercedez Maybach SUV miliknya ke asrama putra Universitas Fenesvile, dan 5 menit setelah kedatangan Jim dan Ronald mobilnya itupun terlihat memasuki halaman parkir asrama putra itu. Ray meminta Juan untuk membawa mobil listriknya kembali ke Mansion sedangkan dia akan bersama Kenny dan Kathrine serta Ronald dan Sandra akan mengendarai mobil mewahnya itu ke Mall sedangkan Jim dan Diane akan pergi berdua di mobil BMW milik Diane.


__ADS_2