Putra Sulung

Putra Sulung
Suasana Perkuliahan


__ADS_3

Hari pertama kuliah Ray dan Kenny datang ke kampus dengan mengendarai sepeda motor listrik milik Kenny, sedangkan Jim dan Ronald masing-masing menuju fakultas mereka dengan kendaraan mereka sendiri.


Suasana yang baru dan teman-teman yang baru membuat semua mahasiswa baru semangat pada perkuliahan pertama mereka, padahal jam dipintu utama fakultas ekonomi baru menunjukkan pukul 07:30 dan waktu kuliah dalam kelas baru akan dimulai pada jam 08:00 dengan mata kuliah Dasar-dasar Ekonomi tapi semua mahasiswa baru sudah berada didalam kelas dan saling mengakrabkan diri. Ray seperti biasanya hanya menyapa teman-teman seangkatannya difakultas tersebut dan kemudian diam atau menyibukkan diri dengan membaca buku yang berhubungan dengan mata pelajarannya hari ini, kebetulan buku yang sedang dia lihat adalah pemberian Lily dan didalamnya banyak catatan penting hasil penjelasan dari dosen dan ada beberapa coretan yang tidak ada artinya.


Awal-awal perkuliahan selama seminggu Ray mulai dikenal sebagai mahasiswa dingin dan kutu buku, dia hanya akan berbaur dengan yang lainnya jika memang diharuskan seperti menerima materi dalam kelas dari dosen. Beda halnya dengan Kenny yang mudah bergaul dengan siapa saja baik itu mahasiswa atau mahasiswi bahkan dengan anak-anak dari fakultas tetangga, sementara Ray akan tetap didalam kelas atau ke perpustakaan atau mencari tempat yang dirasanya nyaman jauh dari godaan dan kebisingan celoteh para mahasiswi yang mencoba mendekatinya.


Setiap akhir pekan Ray senantiasa berkunjung ke Mansion orang tua Lily walaupun saat ini Anna telah kembali, sedangkan Lily mulai berkosentrasi penuh dalam menyusun skripsinya dengan mendapat dukungan moril setiap malam dari Ray walupun hanya lewat sambungan Video Call.


Minggu kedua masa perkuliahan angkatan baru fakultas ekonomi hampir semua mahasiswa telah saling mengenal dengan baik, dan mereka sudah tahu ada seorang mahasiswa tampan yang hanya bicara seperlunya tanpa berbasa-basi. Sifat Ray yang dingin bahkan telah menyebar hampir diseluruh kampus Universitas Fenesvile karena Ray juga terkenal sebagai salah satu mahasiswa favorit karena ketampanannya serta memiliki tubuh yang atletis, keberadaannya sebagai si manusia dingin tapi menjadi salah satu favorit para mahasiswi membuat para mahasiswa yang berlatar belakang dari kalangan atas dan kaya mulai merasa tersisih dan kehilangan pamor di kampus mereka. Gaya mewah yang mereka tampilkan mulai dari pakaian, aksesoris serta kendaraan yang mereka gunakan seakan-akan lenyap jika para gadis mulai membicarakan sosok seorang Ray Mound, hal ini juga terjadi di fakultas ekonomi tempat Ray berkuliah karena disana ada 3 orang mahasiswa dari keluarga kelas atas di Kota Bronxvile.


Maikel, Ronny dan Dany adalah anak-anak orang kaya dan dari keluarga tingkat atas di Propinsi Fenesvile, Maikel Howard anak seorang pengusaha Real Estate ternama dari Kota Bronxvile dan Ronny Tomphson putra seorang pejabat bagian pengembangan daerah di propinsi Fenesvile dan tinggal di Kota Bronxvile kemudian Danny Lang putra seorang pengusaha terbesar dipropinsi Fenesvile dan tinggal di Kota Barderra berjarak 50 kilometer dari Kota Bronxvile. Mereka menunjukkan jatidiri mereka sebagai anak keluarga tingkat atas dengan mengenakan pakaian mewah dan mengendarai mobil sport keluaran terbaru dari merek terkenal, popularitas ketiga mahasiswa fakultas ekonomi tersebut terkenal karena gaya hidup mereka yang glamour dan suka berfoya-foya serta mengganggap semua aspek kehidupan di Kota Broxvile dapat mereka beli dengan kekayaan orang tua mereka.


Ray dan Kenny yang setiap hari datang ke kampus dengan pakaian seadanya tapi bersih dan rapi serta mengendarai sepeda motor listrik, dalam kesederhanan mereka tetap menjadi target lirikan para mahasiswi sehingga membuat 3 top mahasiswa glamour menjadi iri dan sakit hati. Ketiga top glamour merasa popularitas mereka seketika hilang jika sosok Ray hadir disekitar mereka, perasaan iri hati itu semakin menjadi seiring berjalannya waktu. Hal itu tanpa disadari oleh Ray dan Kenny yang berada dilingkungan fakultas ekonomi, mereka tetap beraktivitas seperti biasa dengan gayanya masing-masing dan tidak merasa sedikitpun menyinggung teman-temannya yang lain.


"Hai Kenny! dimana si tampan yang dingin temanmu itu?" tanya Cindy seorang gadis cantik anak salah satu keluarga konglomerat di propinsi Fenesvile.


"Biasa, mungkin dia lagi membeku didalam perpustakaan, ada apa kamu mencarinya Cin? bagaimana denganku? apa yang bisa aku lakukan untukmu"

__ADS_1


"Hmm..., ada...!, luangkan waktu kalian diakhir pekan dan kamu harus mengajak Ray untuk datang bersamamu diacara yang akan aku buat, dan saat itu aku akan mengenalkan seorang temanku yang cantik kepadamu!, bagaimana?"


"Hahh...!, mengajak Ray?, maaf Cin, dia sudah ada kesibukan saat akhir pekan dan kami sendiri yang sudah menjadi sahabatnya sejak lama tidak bisa mengganggunya!"


"Ohh begitu?, mmm..., coba kamu usahakan dan aku akan berjanji untuk membuat pertemuan khusus untukmu dengan temanku itu" kata Cindy yang berusaha membujuk Kenny.


"Baikah, aku akan memberimu kabar secepatnya!, mudah-mudahan si dingin itu mau diajak!"


Ditempat lain Ray sedang melakukan panggilan telepon kepada Lily yang saat itu baru saja selesai berkonsultasi dengan dosen pembimbing skripsinya dan berada didalam ruangan kelas yang sedang sepi, sementara itu Ray sedang berada taman kampus tempat biasa dia datangi saat sedang merindukan sang kekasih.


"Sedang apa sayang?"


"Sudah pasti sayang!, pikiranku hanya ada padamu, dan bahkan sekarang aku sudah mendapat gelar baru lagi!"


"Hahh, gelar apalagi itu?"


"Si Tampan yang Dingin!, hehehe...!"

__ADS_1


"Ihh..., gayanya, tapi saat sedang bersamaku tidak dingin bahkan terkesan liar, buktinya hampir seluruh bagian leher dan dadaku menjadi merah karena kebuasanmu!"


"Hahaha..., itu karena kau yang memancingku duluan!, ehh..., aku jadi ingin melakukannya sayang!"


"Hihihi..., otakmu mulai mesum sayang!, buang jauh-jauh pikiran itu jika sedang disana!, nanti bahaya kamu bisa mencari pelampiasan kepada yang lain, awas...!, aku peringatkan kamu sayang!"


"Hehehe..., jangan kuatir aku tidak pernah kemana-mana selain ke Mansion dan tidur di kamarmu!, dan hal itu sudah kubuktikan bukan?"


"Iya..., iya...!, aku hanya memperingati kamu agar waspada oke? aku percaya kepadamu dan sangat mencintaimu!"


"Aku juga honey..., dan sangat merindukanmu!"


"Baiklah, aku akan segera pulang kerumah karena urusanku hari ini di kampus telah selesai, kalau ada waktu hubungi aku lagi nanti malam dengan video call, aku ingin menatap wajahmu dan melihat kondisi si tampan kecilmu!, eenmm...?"


"Baiklah, aku akan menghubungimu nanti malam dan juga aku akan kembali ke kelas karena 10 menit lagi ada materi!, hati-hati dijalan saat kembali, sampai bertemu lagi, aku mencintaimu!"


Ray kemudian kembali kekelas dan duduk disamping Kenny yang sudah lebih dulu tiba didalam kelas, meeka kembali bersiap untuk menerima materi dari seorang dosen perempuan yang terkenal galak dan tidak segan-segan mengusir mahasiswanya yang tidak mengikuti peraturan seperti terlambat masuk dalam kelas.

__ADS_1


Pelajaran mereka berakhir pada jam 11:45, kemudian Ray dan Kenny segera bergegas kembali keasrama dan akan makan siang di kantin asrama saja, empat sekawan memang sudah terbiasa dengan menu kantin asrama yang bagi mereka terasa enak dan cocok dilidah serta harganya yang murah sesuai isi kantong mereka.


__ADS_2