
Keesokan harinya Ray kembali terbang ke Kota Brashington untuk menghadiri acara wisuda Lily, dia akan berada di sana selama 3 hari penuh karena sekaligus menghabiskan waktu akhir pekan bersama kedua istrinya. Jonathan dan Albert tidak ikut menyertainya kali ini dan mereka berdua diminta Ray untuk mengawasi proses pekerjaan pembangunan gedung latihan di Mansion serta operasional perusahaan yang berada di Kota Bronxvile, didalam pesawat jet pribadi Falcon Ray ditemani oleh seorang pramugari yang juga sudah menjadi karyawati dari maskapai Db & C Air Service.
Hampir 2 jam mereka terbang dan mendarat dengan mulus di Bandara International Kota Brashington, di hangar pribadi milik DB & C Air Service terlihat sebuah Mercedez S Class berwarna Hitam telah menanti kedatangan Ray. Beberapa saat kemudian mobil mewah tersebut meluncur membawa Ray menuju pinggiran Kota Brashington dimana Mansion keluarga besarnya berada, sesampainya di Mansion Ray disambut oleh Jeff dan Anna serta Tomy dan Bella yang tentu saja bersama kedua istri tercintanya Lily dan Mellisa.
"Hon...!" kata Lily menyambut hangat sang suami tercinta.
"Beb...!" sambut Mellisa dengan pelukan.
"Hai..., Hon..., Beb...!, bagaimana keadaan kalian berdua?, hai, ayah...,ibu...!, apa kabar kalian semua?" kata Ray menyapa kedua istrinya serta para orangtuanya.
"Kami lumayan baik!, kamu sendiri?" kata Jeff yang terlihat kurang bersemangat.
"Saya sangat baik!, ahh..., iya aku tahu penyebabnya, hehehe..., bersabarlah ayah..., ibu...!, saya akan berusaha..., eennmm...?" kata Ray yang menghibur perasaan para orangtuanya, karena sudah hampir 2 bulan menikah tapi belum ada kabar dari kedua putri mereka itu yang menyatakan bahwa mereka sudah hamil.
"Ayo masuklah kalian...!, Ray pasti kelelahan setelah menempuh perjalanan, kami akan melihat-lihat taman dan kebun bunga dulu" kata Bella kemudian mengajak Jeff dan Anna serta Tomy untuk pergi ketempat yang dia maksudkan.
Ray, Lily dan Mellisa segera berjalan masuk dan langsung menuju ketempat pribadi mereka yang berada di lantai 2, bukannya beristirahat tapi Ray mendapat serbuan gejolak asmara dari kedua istrinya yang merasa kesepian setelah selama 3 minggu lebih ditinggal oleh Ray.
"Hon...!, lakukan denganku sekarang, aku sudah nggak tahan!" kata Lily seraya memohon.
__ADS_1
"Beb...!, kesinikan tanganmu!, Uhh..., ya terus Sayang..." kata Mellisa yang mulai terbuai dengan permainan nakal dari jari jemari Ray.
Pertempuran mereka berlangsung sampai beberapa kali dengan posisi kemenangan berada ditangan Ray, hal ini ditandai dengan tumbangnya Lily dan Mellisa di atas kasur empuk ranjang mewah mereka sambil terkulai lemas dan nafas mereka yang masih tersengal-sengal.
Ray bangkit dari atas rajang kemudian menutup tubuh kedua istrinya itu yang masih terkulai lemas dengan selimut dan dia sendiri menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri ia kembali keatas ranjang dan membaringkan tubuhnya diantara tubuh Lily dan Mellisa yang sudah lelap tertidur.
Sepanjang siang sampai sore hari itu Ray memanjakan Lily dan Mellisa dan memberikan mereka berdua kepuasan batin sebagaimana tugas dan kewajibannya sebagai seorang suami, dan dia berharap dalam beberapa hari kebersamaannya bersama kedua istrinya itu akan ada benih kehidupan miliknya yang bersarang dengan tepat didalam rahim Lily maupun Mellisa karena hal itu sudah menjadi tuntutan dari kedua orang tuanya maupun dari kedua mertuanya.
Ray, Lily dan Mellisa hanya turun kelantai bawah hanya pada saat makan malam bersama keluarga besarnya, selebihnya dia selalu bersama Lily dan Mellisa diruang pribadi mereka dilantai 2.
"Hon..., besok acara wisudanya jam berapa?"
"Jam 09:00 pagi, tapi sebaiknya kita pergi kesana 30 menit sebelum acara dimulai, karena akan ada banyak orang yang datang!" kata Lily menjelaskan.
"Tenang saja Beb..., aku sudah menyalakan alarm, jadi biarpun kita bergulat sampai lewat tengah malam dapat dipastikan kita akan terjaga saat pagi hari besok!, eennmm...?" kata Mellisa dengan semangat.
"Hmm..., terserah kalian berdua saja!, aku tetap akan melayani permintaan kalian berdua dengan memberikan yang terbaik, hehehe..." kata Ray sambil memainkan kedua alis matanya keatas dan kebawah.
"Ayo kalau begitu, jangan ditunda-tunda lagi, karena sekarang kami berdua sudah memiliki tenaga kembali?" kata Lily yang juga mulai bersemangat seperti saudarinya Mellisa.
__ADS_1
Kembali pertempuran sengit segera berlangsung didalam kamar tidur mewah tersebut dan Ray berusaha keras untuk melakukan dan memberikan yang terbaik kepada kedua istrinya itu, dan sementara itu di ruangan keluarga Jefferson Conway, Anna Stuard, Tomy Debeur dan Bella Castelo sedang bercakap-cakap sambil berharap banyak kepada anak-anak mereka agar segera memberikan kabar baik.
Keesokan harinya mereka bertiga bangun bersamaan sesuai bunyi alarm yang disetel oleh Mellisa, dengan segera mereka membersihkan diri mereka untuk bersiap pergi ke kampus Lily dimana hari ini dia akan menjalani prosesi wisuda program S1 setelah selama kurang lebih 4 tahun dia mengikuti perkuliahan di universitas ternama di Kota Brashington tersebut.
Dengan menggunakan sebuah mobil mewah merek kebanggaan keluarga Conway mereka bertiga pergi ke kampus Lily dengan diantar oleh seorang sopir keluarga, sementara itu Jeff, Anna, Tomy dan Bella tidak ikut pergi ke acara prosesi wisuda Lily karena mereka menganggap bahwa saat ini tanggung jawab mereka sebagi orang tua sudah berada ditangan Ray sepenuhnya sebagai seorang suami.
Mereka hanya menunggu di Mansion saja sambil mempersiapkan sebuah pesta kecil sebagai perayaan atas keberhasilan Lily yang sudah menyelesaikan kuliahnya, pesta kecil tersebut hanya berupa sebuah acara makan bersama dan pemberian ucapan selamat dari mereka berempat sebagai orang tua kepada Lily.
Menjelang siang sebuah Mercedez S Class berwarna Hitam memasuki halaman Mansion yang membawa Ray, Lily dan Mellisa dari tempat acara wisuda, Lily yang masih mengenakan toga wisudanya disambut oleh kedua orang tuanya Jefferson Conway dan Anna Stuard serta kedua mertuanya Tomy Debeur dan Bella Castelo dan menyempatkan membuat foto bersama didepan Mansion mereka. Setelah itu Anna mengajak mereka semua untuk mengadakan pesta kecil yang sudah disiapkan di ruangan makan Mansion keluarga tersebut, kemeriahan pada siang hari itu juga dihadiri oleh Max Dorigan bersama istrinya dan kedua putra putrinya.
"Apa rencanamu selanjutnya Lily?" tanya Tomy sang ayah mertua.
"Saya akan berkonsentrasi untuk membantu Ray mengurus perusahaan, dan mungkin saya langsung akan ikut bersama Ray kembali ke Bronxvile dua hari didepan" kata Lily menjelaskan.
"Hmm..., lebih baik kamu berdiam diri dulu sampai kamu hamil Ly...?, sebab kalau kamu langsung disibukkan dengan pekerjaan perusahaan maka ibu yakin kesempatanmu untuk hamil akan tertunda-tunda terus, demikian juga dengan kamu Mell!, sebaiknya kamu mengambil cuti selama 1 semester, ingat...! kami orang tua tidak meminta banyak kepada kalian bertiga, permintaan kami hanya segeralah kalian memberikan cucu kepada kami" kata Jefferson Conway kepada mereka.
"Apa yang dikatakan oleh ayahmu itu benar Ly..., Mell....!, apa kalian bertiga tidak kasihan melihat kami berempat kebingungan tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan didalam Mansion ini seharian?, masih lebih baik untuk Jeff dan Tomy yang sesekali membantu di perusahaan!, tapi aku dan Anna?, bagaimana?" kata Bella menegaskan.
"Iya.., kami mengerti bu...!, dan kami juga sudah berusaha dengan baik, tapi mungkin belum waktunya, jadi untuk itu kami mohon ayah dan ibu semua bersabar, karena kami juga sudah memeriksakan semua kondisi kesehatan kami yang oleh dokter dinyatakan sehat dan dapat hamil secepatnya" kata Lily
__ADS_1
"Ya, sebaiknya hal itu benar, dan setelah hari ini kalian berdua harus istirahat penuh, kami melarang kalian berdua beraktivitas diluar Mansion ini lagi demikian juga kalau kalian kembali Ke Bronxvile, atau kalau perlu saya dan bella akan ikut bersama kalian bertiga kesana, bagaimana?" kata Anna.
"Hmm..., itu tidak perlu ibu, begini saja...!, berikan kami waktu sebulan!, dan anggap saja waktu sebulan itu adalah lanjutan bulan madu kami, hehehe..., dan sebaiknya waktu itu hanya ada kami bertiga! oke?" kata Ray mencoba mengambil hati para orangtuanya itu.