
Selama acara bulan madu di pantai Wailea pulau Maui Hawaii selama 1 minggu, Jonathan telah menyiapkan beberapa acara untuk Ray dan kedua istrinya itu juga bersama anggota keluarga yang lainnya. Acara tersebut termasuk sebuah rangkaian perjalanan menyusuri pesona alam perbukitan yang berada disekitar hotel mereka menginap, tempat-tempat tersebut memang sudah disediakan oleh pihak hotel sebagai salah satu objek wisata untuk menarik arus wisatawan datang berkunjung ketempat mereka.
Di subuh hari Ray telah bangun dari tidurnya dan keluar dari dalam kamar tidur menuju kearah halaman suite yang disewanya itu, dia mulai bermeditasi untuk mengembalikan kekuatan dan staminanya yang terkuras setelah semalaman beraktivitas sakral bersama kedua istrinya.
Selama hampir 2 jam dua bermeditasi kemudian dia melanjutkan dengan merenggangkan otot-ototnya dengan berlatih ringan dihalaman depan suite tempat dia dan kedua istrinya menginap, setelah itu dia kembali masuk kedalam suite nya yang berbentuk sebuah rumah kecil dengan sebuah kamar tidur besar dan mewah lengkap dengan segala fasilitasnya didalam serta ruangan bersantai dengan beberapa sofa empuknya dan ada sebuah meja makan lengkap dengan kursi-kursi di bagian tengah ruangan tersebut.
"Hmm..., kalian berdua sudah bangun?" tanya Ray ketika masuk dan melihat kedua istrinya sedang menikmati segelas susu hangat dengan wajah sumringah tapi masih ada jejak kelelahan di sana.
"Kamu mau Hon...?, aku siapkan segelas untukmu!" kata Lily menawarkan.
"Boleh...!, enmm..., tambahkan coklat sedikit Hon...!" kata Ray sambil duduk dengan hanya mengenakan celana pendek dan tanpa baju atau kaos atasan karena baru selesai berlatih sehingga menunjukkan otot-otot tubuhnya yang menonjol terutama bagian perut yang bisa membuat para wanita tidak bisa berkedip jika memandang bagian tersebut.
"Beb...!, tadi Jona memberitahu bahwa hari ini kita ada kegiatan jalan-jalan ke bukit dibelakang sana!, dan acaranya akan berlangsung sampai siang hari dan kita juga akan makan siang di sana" kata Mellisa.
"Mmm..., memang Jona sudah memesan tempat ini secara paket dan sekaligus termasuk dengan berbagai acara wisata milik hotel ini!" kata Ray.
"Ayo mandi...!, karena sebentar lagi sarapan akan datang" kata Mellisa yang segera mengajak kakak dan suaminya itu.
"Ehh Hon...!, itu..., habiskan dulu minumannya, kami sudah selesai maka kami duluan, kamu segera menyusul kami berdua setelah menghabiskan susu coklat mu itu!" kata Lily.
"Baiklah!, duluan lah kalian aku akan menyusul nanti" kata Ray kemudian kembali menikmati minuman hangatnya yang dibuatkan oleh Lily.
Keluarga kecil itu terlihat harmonis dan kompak menjalani hari-hari pertama mereka setelah pernikahan, tidak pernah ada terlihat wajah kecemburuan atau saling iri diantara kedua istri Ray dan yang ada adalah wajah-wajah penuh keceriaan dan penuh kebahagiaan terlebih saat sedang bersama dengan menggandeng lengan sang suami tercinta disisi kiri dan kanannya.
__ADS_1
Mereka bertiga meninggalkan suite mereka dan menuju loby hotel dimana Jonathan dan team wisata hotel sudah menunggu mereka, saat ini mereka akan berkeliling hutan kecil diperbukitan bagian belakang hotel tersebut untuk menikmati panorama alam. Dengan mengendarai motor ATV masing-masing dilengkapi dengan jacket, sarung tangan, sepatu khusus dan helm pengaman, mereka akan dipandu oleh 4 orang guide yang sudah disiapkan oleh pihak hotel untuk berkeliling kawasan hutan perbukitan itu.
Di daerah itu sudah terdapat rute jalur kendaraan ATV yang akan melintasi beberapa titik pemandangan alam yang indah juga ada beberapa spot alam yang bisa dijadikan tempat berswafoto bersama pasangan, mereka juga bisa beristirahat di beberapa tempat yang sudah disiapkan yang juga adalah sebuah arena permainan dan diakhir lintasan terdapat sebuah kolam renang yang tepat berada disamping hotel tempat mereka menginap.
Di bagian depan ada 2 sepeda motor ATV yang dikendarai oleh 2 orang guide dan kemudian diikuti oleh Ray, Lily dan Melisa, selanjutnya disusul oleh Jonathan, Nicholas dan Jessy Dorigan putra dan putri pasangan Max Dorigan dan Jessica Parker serta di bagian belakang ada 2 orang guide dengan sepeda motor ATVnya masing-masing.
10 buah sepeda motor ATV itu melaju dengan kecepatan pelan saat mulai menanjak kearah bukit dengan melalui kawasan hutan yang terpelihara dengan baik karena banyak tumbuhan dan pohon-pohon kecil sampai yang berukuran besar terdapat disekitarnya, dan disepanjang jalan tersebut tak henti-hentinya Ray mengingatkan Lily dan Mellisa agar berhati-hati karena ada beberapa lokasi yang tanjakannya agak sulit untuk dilewati sehingga kedua istri Ray tersebut harus mendapatkan bantuan dorongan dari para guide yang menuntun perjalanan mereka.
Memasuki rest area pertama rombongan Ray berpapasan dengan rombongan sepeda motor trail yang dikendarai oleh 4 orang anak muda yang terlihat juga sedang menuju rest area tersebut, dan dengan kencangnya mereka melewati rombongan Ray sambil meninggalkan asap kendaraan mereka serta debu yang beterbangan.
Uhhuukk..., Uhhuukk...
Aduhh...
"Berhenti...!", kata Ray dengan cepat sambil menghentikan laju kendaraan ATVnya dan juga mengentikan perjalanan rombongannya.
"Hon...!, mataku kemasukan debu!" kata Lily.
"Aku juga Beb...!, ini yang sebelah kiri terasa sakit!" kata Mellisa.
"Stop...!, jangan dikucek begitu, nanti debunya tambah masuk kedalam!" kata Ray kemudian meniup mata kedua istrinya itu sampai debu didalamnya keluar.
"Bagaimana sekarang?" tanya Ray setelah meniup mata kedua istrinya itu yang kemasukan debu.
__ADS_1
"Mmm..., sudah..., tidak sakit lagi!" kata Lily
"Ya aku juga sudah agak mendingan" kata Mellisa.
"Kedip-kedipkan mata kalian yang kemasukan debu itu, agar jika masih ada debu yang tersisa didalam, itu akan keluar bersama air mata yang keluar dari mata kalian!" kata Ray menjelaskan.
Kedua istrinya itu mengikuti perkataan sang suami dengan mengedip mata mereka berulang-ulang sampai mengeluarkan air mata dan kemudian sampai merasa nyaman dengan mata mereka, setelah kembali normal mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju rest area yang sudah berada didepan mata dan tinggal beberapa meter lagi jaraknya.
Rest area tersebut terlihat sangat luas dan didalamnya banyak terdapat kios-kios penjual makanan dan minuman ringan dan ada juga bengkel yang siap memperbaiki kendaraan ATV atau sepeda motor yang mengalami gangguan, disebuah kios Ray melihat empat 4 sosok anak muda yang sedang duduk santai di atas motor trail mereka sambil menikmati minuman ringan dari kios dimana mereka beristirahat itu.
Ray melihat tingkah dan gaya anak-anak muda tersebut tidak berbeda dengan para remaja di Kota Branshington yang ingin merasakan kebebasan mereka, dengan berlaku seenaknya terhadap orang lain sambil memamerkan kekayaan dan kekuasaan milik orang tua mereka.
Ray duduk diantara Lily dan Melisa sambil menikmati hidangan ringan yang sudah disiapkan oleh pihak hotel untuk mereka, beberapa saat kemudian terdengar raungan motor-motor trail milik para anak muda tersebut dan juga terdengar samar umpatan seorang wanita paruh baya pemilik kios.
Bruunnggg..., Bruunnggg...
"Hei...! bajingan-bajingan kecil!, bayar dulu minuman kalian sebelum pergi!"
"Hehehe..., terimakasih bibi, kapan-kapan kami datang lagi minum gratis di kiosmu ini!" kata seorang pengendara sepeda motor trail itu kemudian menarik tali gas motornya dengan kencang dan berlalu dari tempat itu dengan cepatnya.
Ruuunnnggg...
Rombongan Ray yang melihat kejadian itu hanya bisa mengelus dada dan merasa simpati kepada sang pemilik kios yang barang dagangannya tidak dibayar oleh para pengendara sepeda motor trail tersebut, Ray sendiri sudah menyimpan perasaan tidak suka terhadap para remaja tersebut karena sebelumnya telah membuat kedua istri tercintanya mengeluh kesakitan dimata mereka.
__ADS_1
Ray berharap tidak akan bertemu mereka lagi karena sekarang dia dan keluarganya sedang menikmati masa bulan madu jadi dia tidak mau mengusik kenyamanannya saat ini, jadi Ray mengabaikan saja kejadian tersebut dan menunggu semua anggota rombongannya selesai berisitirahat kemudian akan melanjutkan perjalanan wisata mereka di kawasan hutan perbukitan itu sampai selesai.