Putra Sulung

Putra Sulung
Orientasi Khusus 2


__ADS_3

Selesai sarapan Jeff dan Ray masih duduk bersantai diruangan keluarga dan sementara itu para pelayan di Mansion telah disuruh pergi oleh Jeff menuju Villa, para pelayan tersebut diperintahkan oleh sang tuan besar untuk menyiapkan seluruh peralatan memancingnya dan speed boat yang akan dipakai oleh Ray dan Jeff memancing di danau. Selain itu mereka juga akan menyiapkan perbekalan selama memancing serta makanan ringan selama Ray dan Jeff berada di Villa, dan mereka mendahului Ray dan Jeff dengan mengendarai sebuah mobil Van.


"Ayo nak...!, kita berangkat sekarang!" kata Jeff yang bangkit dari sofa dan berjalan menuju garasi mobil.


"Mmm..., maaf saya lupa, kamu naiklah kelantai 2 dan ambilkan kunci mobil Lily dikamarnya!, itu yang disebelah kiri!"


"Baik ayah...!" kata Ray kemudian naik kelantai 2 mansion keluarga Conway dan masuk kedalam kamar Lily untuk mengambil kunci mobil sport milik sang kekasih, dan sekilas Ray melihat suasana dalam kamar Lily yang walaupun jarang ditinggali oleh sang pemilik sejak Lily kuliah di Kota Brashington selama 3 tahun belakangan ini, tapi kamar tersebut tetap terawat dan dalam keadaan rapi dan bersih. Kemudian dia bergegas turun, dan segera menyusul sang calon ayah mertua yang sudah berada digarasi.


"Ini kunci mobilnya ayah...!"


"Ya..., kamu yang nyetir!, kamu masih ingat route jalan yang menuju Villa kan?"


"Masih ayah...!, aku ingat dengan benar jalan kearah sana!"


"Baik...!, ayo berangkat!, usahakan mengendarai lebih cepat dari biasanya, karena hari semakin siang!"


"Baik!, mudah-mudahan jalanan sudah sepi, karena biasanya diakhir pekan seperti ini banyak pelancong yang menuju danau!"


"Ya..., kita berharap saja demikian!"

__ADS_1


Sejak sarapan bersama dengan calon ayah mertuanya sampai saat ini sedang dalam perjalanan menuju Villa, Ray merasakan sosok berwibawa tersebut masih dengan orientasinya kepada Ray. Hal ini diketahui Ray karena hampir semua tugas dan pekerjaan inti selalu meminta Ray yang melakukannya, seperti mengambilkan makanan saat sarapan dan disuruh menyetir mobil yang mereka berdua tumpangi saat ini menuju Villa. Ray juga mulai membayangkan nanti saat akan pergi dan sedang memancing apa lagi yang akan disuruh dia kerjakan?, karena walau bagaimanapun Ray akan tetap menunjukkan kesetiaannya kepada sang calon ayah mertua dan akan melaksanakan semua perintahnya dengan tulus dan benar.


Sesampainya di Villa Ray dan Jeff langsung menuju ke dermaga yang berada ditepi danau, dan disana telah menunggu 2 orang pelayan yang telah bersiap dengan peralatan memancing dan sebuah speed boat berukuran sedang telah siap menunggu untuk mereka gunakan.


Ray dan Jeff menaiki speed boat tersebut dan diikuti oleh 2 orang pelayan yang akan membawa mereka kesebuah spot dimana telah mereka ketahui terdapat banyak ikan, Ray dan Jeff duduk dibagian dalam speed boat sementara itu seorang pelayan mengendalikan speed boat tersebut kelokasi spot pemancingan.


Kegiatan memancing mereka lakukan sampai menjelang sore hari, setelah itu mereka beristirahat di Villa sambil menikmati beberapa hidangan ringan yang sudah disiapkan oleh para pelayan. Disela-sela istirahat mereka Jeff juga mengajak Ray untuk melihat beberapa koleksi tanaman langka yang dia tanam mengelilingi Villa, tanaman-tanaman itu ada yang dia datangkan dari Asia dan Afrika dan selebihnya adalah tanaman khas Negara State.


Dalam interaksi mereka selama berada di Villa maupun saat memancing, selalu Ray merasa bahwa Jeff sedang melakukan orientasi kepadanya baik dalam hal pengetahuan umum maupun dalam soal ketangkasan dan ketabahan Ray dalam melakukan semua tugas yang diberikan Jeff. Padahal disisi lain Jeff melakukan semua hal tersebut dalam rangka melakukan pendekatan kepada Ray agar mereka berdua lebih akrab dan lebih mengenal pribadi Ray, karena bagaimanapun Ray telah dianggap oleh Jeff sebagai anaknya karena selama pernikahannya dia sangat ingin mendapatkan seorang anak laki-laki. Tapi dengan kondisi saat ini dia yang hanya memiliki 2 orang anak dan kedua-duanya adalah perempuan, maka keinginannya itu akan dia berikan kepada calon menantunya dan dalam hal ini adalah Ray yang sudah dekat dan berhubungan dengan putri sulungnya Lilyana.


Jeff menaruh harapan besar terhadap Ray dan juga sudah membuat rencana akan mewariskan bisnis yang dia kelola saat ini kepada calon menantunya itu, hal ini tidak diketahui oleh Ray maupun Lily dan Jeff akan memberitahukan kepada mereka saat hubungan mereka telah resmi secara hukum.


Ray dan Jeff kembali ke Mansion saat menjelang malam, dan Jeff juga mengajak Ray untuk menginap dan makan malam bersamanya di Mansion karena saat ini Jeff hanya seorang diri sedangkan Anna istrinya sedang menemani Lilyana dan Mellisa di Kota Brashington. Mendengar permintaan sang calon ayah mertua Ray pun menyetujuinya, untungnya saat datang ke Mansion Ray telah membekali dirinya dengan 2 stel pakaian ganti jadi dia segera mandi dan berganti pakaian di Mansion sambil menunggu waktunya makan malam.


Ray tidak mengetahui latar belakang keluarga ayahnya Tomy yang sebenarnya karena memang sampai saat ini Tomy dan Bella belum menceritakan yang sebenarnya kepada Ray, hal itu memang disengaja karena sampai saat ini keluarga Debeur masih mengejar dan mencari keberadaan Tomy dan Bella setelah mengetahui bahwa wasiat asli dari Frank Debeur telah ditanda tangani oleh Frank dan sah secara hukum sebelum dia meninggal dan saat ini surat wasiat asli tersebut dipegang oleh notaris keluarga Debeur yaitu Max Dorigan. Surat wasiat itu menyatakan bahwa Tomy Debeur adalah satu-satunya ahli waris karena dia ternyata adalah anak kandung dari Frank Debeur dan Julia Hoffman sedangkan Jason dan Clara hanyalah anak adopsi, hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi saat Frank meninggal, saat itu Jason dan Clara membuat surat wasiat palsu dengan menyatakan bahwa Tomy adalah anak punggut dan mereka berdualah anak kandung dari pasangan Frank Debeur dan Juliana Hoffman.


Setelah lama berbincang Jeff mengatakan bahwa untuk malam ini Ray menginap dan diijinkan untuk tidur dikamar Lily, dan Ray dapat kembali menginap pada setiap akhir pekan atau saat Jeff sedang sendiri. Saat didalam kamar Ray melakukan panggilan Video Call dengan Lily,


"Hai sweet heart!, apakah aku sudah membangunkanmu?" kata Ray yang melihat dilayar ponselnya sang kekasih sedang tiduran dan sedang mengusap kedua matanya.

__ADS_1


"Hai sayang...!, iya aku sudah tidur, tadi sampai malam aku melakukan koreksi terhadap skripsiku!, kamu sedang apa?'


"Aku baru mau tidur, karena barusan habis berbincang banyak bersama ayahmu!, coba lihat aku sedang tidur dimana?"


"Ehh..., itu sepertinya meja riasku!, apakah kamu sedang berada didalam kamarku?, hei..., awas jangan kau acak-acak kamarku itu!"


"Hehehe..., aku sedang tiduran dan memeluk bantal guling milikmu dan serasa aku sedang memeluk dirimu sayang!"


"Hahh..., benarkah?, eemm..., jangan kau tambah kerinduanku kepadamu Ray...!"


"Hmm..., chuupphh..., aku juga merindukanmu Ly...!, tapi sayang semakin hari kita semakin sibuk"


"Iya kamu benar sayang!, aku akan segera menuntaskan skripsiku agar cepat bertemu denganmu!, aku sangat rindu dengan pelukanmu honey...!,"


"Aku juga sayang...!, tapi ada kabar gembira buatmu, sepertinya aku lulus dari orientasi ayahmu, dan kami semakin akrab sekarang!, dan salah satu buktinya ayah Jeff mengijinkan aku menginap dan tidur dikamarmu!, apakah kamu senang mendengarnya?"


"Yeayy..., apakah itu benar?, kamu memang hebat Ray bisa menundukkan ayah secepat ini, uumm..., aku semakin sayang kepadamu Ray!"


"Aku juga sayang!, baiklah kamu istirahat saja sekarang, biar besok dapat bangun dengan tubuh yang lebih segar, aku juga sudah mau tidur"

__ADS_1


"Oke..., besok aku yang akan menghubungimu, selamat tidur dan mimpikan aku ya...!, aku selalu mencintaimu!"


"Aku juga mencintaimu, mimpi yang indah dan sampai bertemu besok!"


__ADS_2