
"Benar om, saya dan Lily sudah menjadi sepasang kekasih itu karena saya sangat menyukai Lily dan demikian juga sebaliknya!"
"Apa kamu tidak merasa terpaksa karena dorongan sesuatu maksud terhadap anakku atau kamu ada maksud lain dibalik hubungan kalian ini?" kata Jeff menyelidik lebih dalam.
"Saya dan Lily menjalin hubungan kasih karena datangnya dari dalam hati kami, tidak ada paksaan atau suatu maksud tersembunyi"
"Bagaimana kamu akan membahagiakan anakku? sementara kamu masih kuliah dan belum ada penghasilan, kan tidak mungkin kamu akan minta terus kepada orangtuamu!, sementara itu mereka juga masih membiayai kuliahmu!"
"Saat ini saya baru bisa memberikan kebahagiaan non materi kepada Lily, dan itu juga merupakan dasar yang kuat bagi hubungan kami dimasa depan!, dan setelah selesai kuliah saya akan berusaha memenuhi semua kebutuhan materi Lily dengan usahaku sendiri tanpa bergantung lagi dari kedua orangtuaku!"
"Hehehe..., saya salut denganmu Ray!, orang lain kalau ditanya seperti itu akan gugup dan menjawab dengan terbata-bata, sedangkan kamu tetap tenang dan dapat menjawab semua pertanyaanku!, baiklah, aku hanya memastikan saja bagaimana hubungan kamu dan Lily!, aku tidak pernah melarang anak-anakku untuk berhubungan dengan siapa saja asalkan mereka bergaul dengan orang yang baik!"
"Saya tidak akan berjanji om, tapi saya akan berusaha yang terbaik untuk menjaga Lily dengan segenap kemampuanku, terlebih jika mendapat dukungan restu dari ayah dan ibuku dan juga mengharapkan restu dari om dan tante sebagai orang tua Lily, karena perjalanan kami masih panjang dan banyak tantangan dimasa depan!"
"Hmm..., apa kamu yakin bahwa kami sebagai orang tuanya Lily akan memberikan restu?, dan apa yang akan kamu lakukan jika kami tidak merestuimu!"
"Saya sangat berharap om!, dan akan sangat bersyukur jika mendapatkan restu dari om dan tante, dan jika saya belum mendapatkannya maka tetap akan bermohon sambil menunjukkan yang terbaik bahwa saya benar-benar mencintai Lily!, dan sanggup menjaganya dengan memberikan kebahagiaan"
"Aku senang dengan orang yang optimis sepertimu, sepertinya putri sulungku tidak akan susah dimasa depan!, dan sudah tepat dia memilihmu, ingat Ray!, jangan kau sia-siakan kepercayaan kami, tolong jaga Lily dan jangan pernah menyakitinya!, karena selama hidupnya dia tidak pernah merasakan apa yang namanya sakit hati!, mulai saat ini aku serahkan Lily kepadamu tapi kami akan tetap mengawasi kalian berdua sampai kalian sudah resmi menjadi pasangan sehidup semati!"
"Terimakasih om...!" kata Ray sambil mendekat kearah Jeff dan jongkok didepannya kemudian mencium kedua tangan Jeff.
__ADS_1
"Baiklah..., duduklah kembali dan mulai saat ini kamu bisa memanggilku ayah sama seperti bagaimana Lily memanggil kami"
"Terimakasih ayah...!"
"Ini..., salinlah nomor ayah, kalau nomormu sudah aku dapatkan dari Lily, kita akan sering berhubungan karena disamping kuliah?, kamu akan mulai ayah ajarkan bagaimana menjalankan perusahaan dan sementara kalau kamu kerumah ini kamu bisa tidur dikamar Lily" kata Jeff yang akhirnya merestui hubungan Ray dan Lily kemudian saling bertukar nomor ponsel.
"Baik ayah...!"
Ray masih berada dirumah Lily sampai malam hari, setelah menemani calon ayah mertuanya makan malam dia kembali keasrama. Setelah sampai dikamar no.7, Ray segera melakukan panggilan Video Call dengan Lily untuk menceritakan semua yang dialaminya saat bertemu dengan ayah Lily.
"Hai sayang...!" suara Lily terdengar saat sambungan itu tersambung.
"Halo sweet heart!, bagaimana kabarmu?"
"Hehehe..., sama aku juga kangen padamu sayang!"
"Ehh..., bagaimana masa orientasi khusus yang kamu alami tadi?"
"Orientasi khusus?, apa itu Ly...?, yang ada tadinya aku bertemu ayahmu di mansion dan sempat membuatku gugup dan tidak bisa banyak bergerak, tapi semuanya sudah berlalu dan baik-baik saja, kita sudah mendapat restu dari mereka, bahkan besok aku harus menemai ayah ke Villa untuk mancing bersamanya didanau!"
"Hihihi..., itu yang aku maksudkan Ray, ayah mengajakmu bertemu untuk melakukan orientasi khusus sebelum kamu menjadi menantunya!, dan itu sudah kuketahui saat aku membicarakannya kepada ayah dan ibu!, bagaimana? apa kamu dikerjai sama ayah?"
__ADS_1
"Tidak, kami hanya saling berbicara dan aku menjawab semua pertanyaannya seperti apa yang sudah terjadi terhadap kita!"
"Ehh..., apa termasuk juga yang sudah kita lakukan saat bersama itu Ray!, ohh..., tidak...!, sayang kamu jangan terlalu polos seperti itu!, aduh..., bagaimana aku menjelaskannya kepada ibu!"
"Hahaha..., tidak seperti itu sayang!, hal itu privasi kita sendiri!, aku hanya memberi jawaban kepada ayah bahwa cinta kita datang dari hati dan kita menjalin hubungan ini buka untuk coba-coba atau main-main tapi mempunyai tujuan dimasa depan!" kata Ray menjelaskan karena melihat Lily yang sudah uring-uringan dilayar ponselnya seperti takut karena sudah beberapa kali melakukan hubungan oral bersama Ray.
"Huhh..., aku kira kamu telah menceritakan semuanya kepada ayah, bikin aku ketakutan saja seperti ini!, mmm..., sayang aku semakin mencintaimu!"
"Aku juga Ly...!, ehh..., bagaimana pengajuan judul skripsimu?, apakah sudah ada perkembangan?"
"Iya..., minggu depan mudah-mudahan sudah bisa diajukan untuk mendapatkan persetujuan, doakan aku berhasil ya sayang!"
"Pasti itu sayang!, baiklah aku sudahi dulu ya!, besok aku hubungi lagi setelah tiba di Villa, salam buat ibu dan Mell, aku merindukanmu hon!"
"Aku juga hon...!, sampai besok, i love you!"
Ray memutuskan sambungan telepon tersebut dan segera beristirahat, karena besok dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap kembali menuju mansion keluarga Conway untuk menemani calon ayah mertuanya pergi memancing di danau Fenesvile. Sementara itu Kenny sedang keluar asrama bersama Jim dan Ronald, mereka pergi kepusat perbelanjaan karena ada beberapa kebutuhan harian yang mereka perlu beli disana.
Keesokan harinya Ray bangun dan segera mandi, setelah itu dia bergegas pergi dan hanya meninggalkan pesan yang dia tulis pada selembar kertas, pesannya menggambarkan kemana dia pergi dan apa urusannya kepada ketiga temannya agar mereka tidak mencari dan mengkhawatirkan dirinya dan tidak sepenuhnya pesan yang dia tinggalkan kepada ketiga temannya itu adalah sepenuhnya benar.
Ray melajukan mobil listriknya menuju mansion keluarga Conway, dia harus secepatnya tiba agar tidak membuat calon ayah mertuanya itu menunggu. Sesampainya di mansion Ray langsung mendapat akses masuk dari Satpam yang menjaga pintu gerbang masuk, dan juga langsung disambut oleh pelayan rumah ketika dia sampai didepan pintu masuk mansion. Dan sesuai informasi dari bibi pelayan mansion bahwa kebiasaan tuan besarnya bangun pada jam 07:00 dan Ray sudah berada disana pada jam 06:15, akhirnya Ray dengan tenang menunggu sang calon ayah mertua bangun dan mendapatkan pelayanan minum serta camilan yang dibawakan oleh pelayan mansion.
__ADS_1
Setengah jam kemudian terlihat kesibukkan para pelayan dalam mansion yang sedang menyiapkan hidangan dan mengatur meja makan, ada juga yang segera pergi membersihkan dan memanaskan mesin 3 buah mobil didalam garasi mansion yang salah satunya adalah mobil sport milik Lily. Bibi pelayan yang sebelumnya mengantarkan minuman untuknya memberitahu Ray bahwa sebentar lagi tuan besarnya akan bersiap untuk sarapan, untuk itu dia minta kepada Ray untuk menunggu tuan besarnya itu dimeja makan kemudian menemaninya sarapan bersama.
Ray mengikuti apa yang dikatakan bibi pelayan karena dengan sendirinya dia mulai mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga Conway didalam mansion tersebut, dan hanya 3 menit dia menunggu dimeja makan sampai sang calon ayah mertua datang dan ikut bergabung untuk mulai sarapan.