Putra Sulung

Putra Sulung
Pesta Lajang 3


__ADS_3

"Perjalanan cinta aku dan Ray seperti biasa saja sebagaimana sepasang kekasih dan bahkan kalian terlihat lebih romantis dari kami yang berada di dua kota yang berbeda!" kata Mellisa.


"Kisahmu belum masuk pada inti pertanyaannya Mell...!" sela Kenny.


"Mmm..., kami juga melakukan seperti yang kalian lakukan sebagai sepasang kekasih, dan Ray adalah orang yang mengambil kep3r4wa4 nan bibirku ini, saat kami berdua sedang berada tepat ditempat kamu berdiri itu Ken!, kemudian bergantian kami berdua memberikan tanda cinta jika Ray akan kembali ke Kota Bronxvile, dan sampai hari ini aku masih tetap virgin karena menjaga komitmen kami sampai resmi menikah nanti besok!" kata Mellisa menjelaskan lebih rinci tentang hubungan percintaannya bersama Ray.


"Wah..., apa benar Mell?, bagaimana kamu dan Ray bisa menahannya sat sedang berduaan?" kata Kathrine yang kurang yakin dengan apa yang dikatakan Mellisa.


"Hihihi..., aku diajarkan oleh Ray bagaimana caranya menahan emosi, dan hal itu bisa kita peroleh dengan rutin bermeditasi!, dan kalau tidak bisa menahan sampai harus meraih puncak ada banyak caranya dengan tidak melakukan penyatuan tubuh, selanjutnya cari tahu sendiri bagaimana caranya itu!" kata Mellisa menambahkan penjelasannya.


"Saya salut kepadamu dan Ray yang bisa menjaga mahkota milikmu itu!, oke..., kami terima jawabanmu dan selanjutnya disesi akhir pesta Bridal Shower ini!, saya persilahkan semua gadis-gadis memberikan hadiahnya!" kata Kenny dan satu persatu Kathrine, Sandra dan Diane maju kearah Lily dan Mellisa kemudian memberikan masing-masing kepada mereka berdua kotak hadiah yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Ly..., Mell...!, hadiah kami itu mungkin tidak seberapa!, tapi semua itu adalah tanda kasih kami kepada kalian berdua dengan ucapan selamat berbahagia atas pernikahan kalian bersama Ray!" kata Kathrine mewakili para kekasih sahabat-sahabat Ray.


"Terimakasih, Kath..., San..., dan Diane!, kalian memang sahabat yang terbaik" kata Lily yang juga mewakili Mellisa kemudian mereka saling berpelukan sebagai tanda persahabatan yang sejati.

__ADS_1


"Oke yang terakhir adalah giliranmu Ray!" kata Kenny yang melanjutkan acara pesta lajang tersebut.


Daarrr...


Balon terakhir yang berwarna biru akhirnya dipecahkan oleh Ray dan melakukan hal yang sama seperti yang sudah dilakukan oleh Lily dan Mellisa sebelumnya, pertanyaan yang didapatkan oleh Ray berbunyi.


"Kamu terlahir sebagai seorang pria yang tampan dan cerdas, dan juga telah membuat perasaan dan isi hati dua orang kakak beradik yang cantik menjadi terpesona sampai jatuh cinta kepadamu!, apa yang akan kamu lakukan sebagai tanda terimakasih kepada kedua orangtuamu yang sudah melahirkan mu? dan kepada kedua orang tua yang telah melahirkan kedua wanita yang mencintaimu yang juga akan menjadi istri-istrimu?"


Setelah membaca pertanyaan tersebut Ray langsung menatap wajah kedua tunangannya kemudian meraih salah satu tangan mereka dan membawa mereka berdua bersamanya menuju kearah dimana ada 4 sosok Tomy, Bella, Jeff dan Anna sedang duduk disalah sudut area tempat pesta lajang itu dilakukan, dengan spontan keempat sosok orang dewasa itu berdiri menyambut putra dan putri-putri mereka.


"Terimakasih Ayah..., Ibu...!" kata Ray, Lily dan Mellisa bersamaan dengan posisi berlutut dan menundukkan kepala mereka.


"Kalian bertiga memang anak-anak yang penuh hormat dan berbakti, sekarang kalian sudah dewasa dan saatnya kalian berjalan berdampingan bersama meraih dunia kalian!, ayah ingatkan...!, kejujuran dan saling setia adalah modal utama kian bertiga saat mulai mengarungi bahtera rumah tangga kalian!" kata Jefferson Conway kepada anak-anaknya itu.


"Ayah juga berpesan untuk untuk tetap merendahkan diri dan jangan memandang remeh terhadap siapapun dan dalam situasi apapun, jangan terbius oleh sesuatu yang terlihat mudah atau lemah seperti yang dilihat oleh mata tapi selami dan rasakan dengan lebih dalam dengan menggunakan hati dan perasaan kalian untuk sesuatu yang tidak terlihat oleh mata, itu adalah kunci untuk menjaga nafsu dan emosi tetap stabil dari gejolak darah muda kalian bertiga!" kata Tomy Debeur menambahkan.

__ADS_1


"Terimakasih anak-anakku, aku hanya berpesan agar tumbuhkan saling percaya diantara kalian bertiga karena itu adalah kunci kelangsungan rumah tangga kalian dengan penuh kedamaian, dan itu juga yang ibu lakukan selama ini bersama ayah kalian!" kata Anna.


"Semua nasihat yang kami berikan itu?, ibu yakin dapat kalian lakukan jika berbeda pendapat maka saling terbukalah dengan isi hati kalian masing-masing dan selalu lakukan secara bersama, dan satu yang terpenting bagi kami orang tua kalian agar setelah menikah segera berikan kami cucu-cucu yang cantik dan tampan, ingat itu...!, jangan ditunda!" kata Bella dengan tegas.


"Terimakasih ayah dan ibu, kami akan mengikuti semua nasihat-nasihat yang kalian berikan, dan kami akan berusaha untuk segera menghadirkan anggota keluarga Debeur Conway Junior, untuk itu kami mohon restu dan doanya!" kata Ray yang diiyakan dengan anggukan kepala oleh kedua calon istrinya.


Sementara disisi lain tempat acara itu terlihat ketiga sahabat Ray bersama dengan pasangan kekasih mereka masing-masing larut dengan perasaan mereka dan terharu dengan apa yang sedang mereka dengar dan lihat didepan mata mereka, demikian juga dengan sosok Jonathan yang mulai merasa ada yang kurang dengan hidupnya yang diusia 38 tahun saat ini belum juga memiliki seorang istri. Hal ini dikarenakan dia sibuk dan sangat menikmati pekerjaannya dan lupa dengan sosok seorang wanita, walaupun dilingkungan pekerjaannya banyak berhamburan sosok berparas cantik sehingga dia dijuluki sosok Batu Karang oleh Jefferson Conway.


Pesta Lajang tersebut berlanjut dengan acara makan malam bersama sambil menikmati anggur merah yang sudah disediakan oleh EO yang merancang pesta tersebut secara lengkap, musik romantis mengalun dengan syahdu hingga membawa para pasangan itu mulai turun satu persatu berdansa ditengah arena tempat pesta. Ray menggandeng pinggang ramping kedua calon istrinya itu dan mengajak mereka berdua berdansa dengan sesekali mengecup kening Lily dan Mellisa secara bergantian sebagai tanda kasih dan sayangnya kepada mereka berdua, disisi lain terlihat seorang Jonathan Baker duduk menyendiri melihat para pasangan suami istri, pasangan kekasih dan tiga sosok calon pengantin yang sedang berdansa sambil menikmati gelas anggurnya.


Pesta Lajang itu akhirnya berakhir pada pukul 23.30 malam dan mereka semua kembali ke hotel dimana mereka menginap saat ini, khusus Ray dan Lily serta Mellisa sudah diharuskan untuk segera beristirahat karena mereka sudah harus bersiap-siap sejak pagi hari karena mengingat untuk berdandan saja akan membutuhkan waktu berjam-jam bagi kedua calon pengantin wanita itu.


Waktu pelaksanaan acara pesta pernikahan itu akan dimulai pada pukul 11:00 dan diawali dengan pergi ke gereja untuk mendapatkan pemberkatan nikah dari seorang pendeta, kemudian kembali ke hotel untuk acara proses pencatatan nikah secara hukum oleh petugas pencatat kependudukan agar mereka sah secara hukum terdaftar sebagai pasangan suami istri di Negara State.


Malam harinya acara pesta pernikahan akan digelar dengan jumlah undangan yang hampir seribu orang, para undangan berdatangan dari Kota Bronxvile yang adalah para mitra bisnis Conway Group dan sahabat-sahabat Jeff dan Anna kemudian dari Kota Brashington adalah para rekan kerja Tomy Debeur di Kantor Pusat Perusahaan Happylive Mart.

__ADS_1


__ADS_2