Putra Sulung

Putra Sulung
Penyelidikan Lanjutan


__ADS_3

Ray terkejut mendengar penjelasan Master Bao Ming perihal kalung yang senantiasa terikat dilehernya itu, dia tidak menyangka bahwa kalung tersebut ternyata mempunyai kisah lain selain tanda sah kepemilikan warisan dari kakeknya Frank Debeur dan dari neneknya Julia Hoffman.


Padahal selain disibukkan untuk mengurus perusahannya juga saat ini Ray sedang melakukan tugas penyelidikan sebagai seorang Agen Shadow, belum lagi dengan tuntutan dari kedua orangtuanya serta kedua mertuanya yang berkeinginan untuk segera menimang cucu kemudian sudah ditambah lagi dengan tugas barunya sebagai pemegang barang pusaka milik Klan Black Dragon.


Klan Black Dragon adalah sebuah komunitas perguruan beladiri kuno yang berada di daratan besar Negara China, ratusan tahun silam keberadaan Klan ini sangat disanjung oleh masyarakat di daratan besar karena menjadi pimpinan dari semua Klan yang berada di sana. Para pemimpin dan anggota Klan Black Dragon juga yang menjadi ujung tombak ketika negara itu bergolak menghadapi penjajah, sehingga banyak pahlawan dari Klan tersebut yang menjadi idola bagi masyarakat negara itu sampai saat ini.


"Aku rasa tidak akan rugi jika kamu juga melihat-lihat negara itu Ray, karena sepengetahuanku di sana juga terdapat banyak peluang bisnis yang bagus antar negara, walaupun saat ini hubungan negara kita dengan negera tersebut kurang terjalin dengan baik, tapi masih ada beberapa jenis bisnis yang bisa dilakukan termasuk jenis bisnis investasi!" kata Albert.


"Akan aku pikirkan kakek Albert!, hanya saja hal ini harus sepengetahuan ayah dan ibu serta kedua mertuaku serta mendapatkan ijin dari kedua istriku, kita lihat saja perkembangannya nanti setelah kita kembali!" kata Ray.


"Hmm..., dalam pikiran kalian hanya ada bisnis semuanya, sama seperti Frank dulu, ahh..., saya sampai tak habis pikir untuk apa semua harta kekayaan kalian itu, lihat saja aku ang hanya memiliki sedikit uang tapi sudah hampir seluruh negeri ini aku datangi sambil menikmati semua panorama alam yang berada di setiap tempat yang ku datangi tanpa harus banyak berpikir tentang bagaimana menimbun uang?" kata Bao Ming.


"Heh..., kakek tua itulah perbedaan kita!, kamu menikmati hidup hanya untuk dirimu sendiri, sedangkan kami bekerja dan membuat lapangan pekerjaan untuk menghidupi banyak orang, dan coba bayangkan kalau saja satu negara tidak mempunyai pebisnis seperti kami?, apa yang akan terjadi dengan negera tersebut?" kata Albert yang menyangkal cara pemikiran dari Bao Ming.


"Ya...ya..., memang kalian para pebisnis melakukannya untuk banyak orang, tapi setidaknya kalian mengambil banyak untung dari usaha tersebut, dan mudah-mudahan saja untuk kalian sampai tidak memanfaatkan para pekerja itu dan memeras mereka!" kata Bao Ming.


"Oh..., tidak Master!, dibawah kepemimpinan ku perusahan saya banyak memberikan bantuan dan fasilitas kepada para pekerja dan bahkan keluarga mereka!, karena prinsip saya dalam menjalankan perusahaan ini adalah untuk mensejahterakan banyak orang apalagi bagi mereka yang ikut terlibat langsung didalamnya!" kata Ray menjelaskan tujuan perusahaan terkait dengan hubungan kerja serta lingkungan dimana perusahaannya berada.

__ADS_1


"Syukurlah jika perusahaan milikmu memikirkan juga nasib para pekerja dan keluarga mereka, karena aku banyak mendengar perselisihan hubungan kerja antara buruh dengan para pemilik perusahaan?" kata Bao Ming menambahkan.


Setelah mereka selesai dengan makan malam mereka kembali ke kamar mereka masing-masing, Albert dan Bao Ming sudah memiliki rencana sendiri untuk berkeliling Kota Los Princes memanfaatkan waktu tersisa sebelum kembali ke Kota Bronxvile pada malam harinya, demikian juga dengan Ray yang akan menggunakan waktunya mulai malam ini untuk melakukan penyelidikan lanjutan terhadap sosok pelayan Bar yang dicurigai oleh organisasi sebagai sosok perantara antara para t3r0r1s dengan organisasi pergerakan bawah tanah di Kota Los Princes.


Dia kembali segera bersiap melakukan penyamarannya untuk pergi ke lokasi Bar tersebut karena Bar tersebut beroperasi selama 24 jam, kali ini Ray merubah penampilannya menjadi seorang turis yang sedang menikmati kehidupan malam. Dengan menggunakan taxi dari hotel tempat dia menginap dia menuju ke Bar yang berada ditepi pantai tersebut, suasana Bar masih terlihat sangat ramai walau waktu telah menunjukkan pukul 23:50 tengah malam.


Didepan Bar tersebut saat malam seperti ini mulai banyak terlihat para wanita malam mencari mangsanya, tapi Ray mengacuhkan mereka dan langsung masuk kedalam Bar setelah dia turun dari taxi yang ditumpanginya. Dia langsung menuju ke meja bar yang terlihat ada tempat yang kosong karena melihat sosok targetnya yang sedang bertugas bersama seorang bartender melayani pesanan makanan dan minuman dari para pengunjung, Ray langsung dilayani oleh sosok pelayan Bar tersebut dengan menanyakan pesanan ang diinginkan oleh Ray.


"Sendirian Tuan?" kata sosok pelayan yang menjadi target penyelidikannya.


"Mau pesan apa Tuan?, dan kalau untuk teman minum saya bisa merekomendasikan beberapa wanita muda koleksi Bar kami jika tuan menginginkannya!" kata sang pelayan yang mulai menawarkan jualannya.


"Boleh saja!, tapi harus yang sesuai dengan seleraku?, tolong berikan Jack Rose untukku sebagai minuman pembuka!" kata Ray sambil memesan sebuah jenis minuman yang terkenal.


"Oke!, selamat menikmati malam indah di Los Princes!" kata sang pelayan kemudian memberitahu bartender tentang jenis minuman pesanan Ray.


Malam semakin larut dan Ray masih melihat sosok pelayan Bar targetnya itu masih dengan kesibukannya melayani para pengunjung padahal waktu telah menunjukkan pukul 00:40, belum terlihat ada tanda-tanda waktunya bekerja akan berakhir sementara Ray telah memesan sloki keduanya dengan jenis minuman yang sama. Ray juga telah menelan sebutir pil anti mabuk sebelum keluar dari suite nya sehingga alkohol yang masuk kedalam perutnya akan langsung dinetralisir oleh obat tersebut, hal ini tidak membuat Ray kuatir dengan berapa banyak alkohol yang akan dia minum selama penyelidikannya malam ini.

__ADS_1


Setelah menghabiskan 2 sloki Jack Rose Ray kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan-jalan dalam Bar sambil sesekali memperhatikan sosok pelayanan yang menjadi targetnya, Ray menuju ketempat dimana ada sebuah mesin pemutar musik dengan menggunakan sebuah koin untuk setiap lagunya. Setelah memilih sebuah lagu dia memasukkan sebuah koin untuk mulai mendengarnya, hal ini hanyalah sebuah trik kecil Ray agar menghilangkan kecurigaan dari sang pelayan Bar bahwa dia sedang menjadi target penyelidikan oleh Ray.


Trik kecilnya itu berhasil mengelabui pelayan Bar tersebut yang tidak lama kemudian datang mendekatinya di tempat mesin musik,


"Bagaimana Tuan?, apakah sudah mendapat teman minum?" kata sang pelayan Bar.


"Ahh..., saat ini saya belum beruntung, mungkin lain waktu saya akan kembali dan berharap keberuntungan akan datang, hehehe..." kata Ray yang senantiasa bersikap sewajarnya saat berinteraksi dengan targetnya.


"Tuan harus melakukan sebuah usaha untuk mendapatkan mereka jika Tuan menginginkan, karena jika yang berkeliaran diluar tidak akan diperkenankan untuk masuk kedalam Bar kami ini, kecuali koleksi kami yang berada di bagian dalam Bar ini, dan sebagai informasi masih ada 2 teman minum yang belum tersentuh sampai saat ini!, kalau Tuan menginginkan akan saya antar Tuan melihat mereka berdua" kata pelayan Bar tersebut menawarkan.


"Baiklah, silahkan tunjukkan jalannya, dan aku akan mengikutimu dari belakang!" kata Ray yang mencoba lebih dekat dengan targetnya.


Sang pelayan tersebut kemudian membawa Ray masuk kebagian dalam Bar tersebut yang ternyata memiliki sebuah lorong sempit yang menuju kesebuah ruangan lain dan juga memiliki banyak kamar seperti sebuah penginapan murah, mereka tidak berhenti sampai disitu tapi berbelok ke kanan menuju kesebuah ruangan lainnya yang berukuran lebih kecil dimana terlihat didalamnya hanya ada sebuah sofa yang mengelilingi dinding ruangan tersebut dan sebuah meja ditengahnya.


Ruangan tersebut tertutup oleh sebuah kaca di bagian depan dan sebuah pintu masuk disamping kanan, sang pelayan mengajak Ray untuk ikut masuk kedalam karena suasana didalamnya terlihat sepi karena hanya ada 2 wanita muda yang sedang duduk sambil menikmati softdrink mereka.


"Perkenalkan Tuan, ini Layla sedangkan yang mengenakan pakaian berwarna putih itu adalah Sonya, mereka berdua baru berusia 18 tahun tapi sangat cocok untuk menjadi teman minum, saya akan meninggalkan Tuan dan silahkan berbincang-bincang dulu dengan mereka berdua!" kata sang pelayan kemudian pergi meninggalkan Ray didalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2