Putra Sulung

Putra Sulung
Memberikan Penjelasan


__ADS_3

Jim dan Ronald larut dengan kesenangan berdansa dengan pasangan dadakan mereka masing-masing terlebih dengan Kenny yang sedang asyik berduaan bersama Kathrine, sementara itu Ray yang acuh sendiri disudut restoran tidak sadar sedang diperhatikan oleh seorang pemuda dengan tatapan tajam penuh rasa tidak suka.


Danny Lang seorang anak Pengusaha Besar dari Kota Barderra yang jaraknya tidak jauh dari Kota Bronxvile adalah juga teman kuliah Empat Sekawan di Fakultas Ekonomi, dia sedang berusaha untuk mendapatkan Cindy Mudrow pemimpin kelompok bidadari kampus untuk menjadi kekasihnya. Karena walau mereka sudah akrab dan sering berjalan bersama tapi hubungan keduanya masih sebagai pertemanan biasa, Danny yang melihat kedekatan Empat Sekawan yang berlatar belakang dari keluarga tingkat bawah merasa tersingkirkan karena didepan matanya dia melihat empat sekawan bisa menarik hati 2 anggota bidadari kampus yaitu Kathrine dan Sandra dan berlaku ramah kepada mereka.


Pada acara pesta ulang tahun Sandra kali ini Danny Lang datang tanpa 2 teman dekatnya sesama glamour, karena saat ini Maikel Howard dan Ronny Tomphson sedang pergi bersama Claudia Collins dan Isabella Stampthon keluar kota. Seperti kehilangan taring Danny hanya bisa mengumpat sendiri dan menatap Ray, Kenny, Jim, dan Ronald dari tempatnya duduk, Danny kemudian pergi menemui para pria paruh baya yang sedang bersantai disudut terdalam restoran mewah itu. Terlihat Danny dan keempat sosok pria dewasa itu berbincang dengan akrab dan sepertinya mereka sudah saling mengenal dengan baik, kemudian Danny kembali ketempat duduknya dan berbaur dengan kalangan para gadis dan anak muda lainnya sambil menikmati pesta.


Pesta berlangsung sampai menjelang tengah malam, mobil-mobil mewah satu-persatu meninggalkan halaman parkir restoran dan menyisakan empat sekawan yang sedang menunggu taxi online yang mereka pesan serta pemilik pesta bersama teman-teman dekatnya yang masih berada didalam restoran. Didalam Restoran masih ada Sandra Lockwood dan saudara kembarnya Diane Lockwood, Cindy Mudrow dan Kathrine Wills, mereka ditemani Danny Lang yang selalu menempel kepada Cindy dan sementara itu empat sekawan sudah berada dihalaman parkir restoran sambil berbincang pengalaman mereka masing-masing saat pesta sambil menunggu datangannya taxi online yang mereka pesan.


"Ken...!, kenapa kamu tidak pergi bersama Kathrine?" tanya Ray.


"Kath sudah menyuruhku untuk meninggalkannya bersama Sandra dan Diane, karena mereka akan kembali bersama setelah menyelesaikan urusan dengan restoran" kata Kenny.


"Hmm..., tapi sepertinya masih ada orang lain?, karena aku melihat masih ada hampir 10 orang didalam sana!" kata Jim menjelaskan.


"Iya di sana masih ada juga Cindy dan Danny serta paman Danny dan 3 orang teman bisnisnya yang kebetulan sedang makan malam di restoran ini membicarakan bisnis mereka" kata Kenny menambahkan.


"Terus kalian Jim dan Ronald apakah kalian mendapatkan pasangan malam ini?" tanya Ray.


"Lumayan paling tidak sudah mulai pendekatan, walau malam ini hanya sebagai pasangan dadakan saja dan kamu?, siapa yang kau dekati tadi?" tanya Ronald.

__ADS_1


"Hehehe..., kalian tidak seperti mengenalku saja, aku sampai sekarang masih berpacaran dengan ibuku!, biar dia setia mengirimkan uang kepadaku setiap bulannya, kalau tidak bagaimana aku membiayai kuliahku dan hidupku disini?" kata Ray beralasan.


"Ngomong-ngomong uang sebanyak itu dari mana?, sehingga kamu bisa membeli sebuah tas tangan mewah seharga hampir 10.000 dollar?, Ray...!, bukankan uang yang kita kumpulkan berempat hanya sebesar 1.200 dollar?" tanya Kenny dengan berapi-api karena penasaran.


"Minggu kemarin sebenarnya aku mendapat upah lembur 2 kali lipat, dan saat akan membeli tas itu sebagai kado ulang tahun Sandra, saya pergi bersama tuan dan nyonya besar dimana tempat saya bekerja, kami pergi di toko langganan mereka dan saat membeli kado itu aku mendapatkan potongan harga karena berbelanja bersama mereka!" kata Ray menjelaskan, tapi terlihat wajah penuh keraguan dari ketiga temannya itu.


"Jangan asal kamu Ray, tolong jelaskan yang sebenarnya kepada kami!" kata Kenny mendesak agar Ray mengaku yang sebenarnya.


"Aku harus menjelaskan bagaimana lagi?, kalau kalian tidak percaya nanti datangi saja toko dimana aku membeli kado itu dan tanyakan kepada pelayan toko bagaimana aku membelinya!" kata Ray dengan sungguh-sungguh agar ketiga temannya itu percaya.


Dengan perasaan was-was Ray memikirkan bagaimana seandainya ketiga temannya itu benar-benar mendatangi toko dan menyelidikinya?, dia segera memutar otaknya untuk mencari jalan keluar agar mereka tidak sampai mendatangi Toko tersebut.


"Ya benar juga, tapi Ray...!, lain kali janganlah terlalu membuang banyak uangmu, ingat kedua orangtuamu juga sudah bekerja keras untukmu demikian juga dengan dirimu!, kami salut dan bangga dengan kerja kerasmu itu makanya kami marah ketika kamu menghamburkan uang hasil kerja kerasmu!" kata Kenny yang terlihat sudah bisa menerima penjelasan Ray yang ditambah oleh Jim dan Ronald.


"Baiklah lain kali aku akan diskusikan dengan kalian, bagaimanapun juga malam ini aku merasa senang melihat kalian bergembira dalam acara pesta tadi!" kata Ray kemudian.


Perbincangan mereka terhenti saat melihat para bidadari kampus keluar dari dalam restoran dan akan pulang, terlihat juga Danny Lang yang berjalan berdampingan dengan Cindy diikuti empat sosok pria dewasa dibelakangnya.


"Hei Ken..!, kalian belum kembali?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Iya Kath..., jemputan kami belum tiba, dan masih menunggu, mungkin sebentar lagi" jawab Kenny.


"Apa kalian butuh tumpangan?, itu ada mobil saudara kembarku yang bisa muat untuk 3 orang penumpang dan Kenny bisa bersama Kathrine di mobilnya!" kata Sandra memberikan solusi kepada empat sekawan.


"Iya, jika hanya untuk mengantar kalian ke asrama putra bisa saja, juga arahnya sama dengan jalan ulang kami!" kata Diane menambahkan.


"Baiklah aku akan membatalkan pesanan taxi online, dan ikut dengan kalian!" kata Kenny akhirnya mengambil keputusan.


Disisi lain Danny dan Cindy menatap tajam kearah Sandra, Diane dan Kathrine yang begitu rela memberikan tumpangan kepada Ray dan teman-temanya itu, pasangan itu selalu menganggap bahwa empat sekawan itu sebagai orang-orang tingkat bawah yang tidak pantas bergaul dengan kalangan atas seperti mereka.


"Huhh..., kalau saja Maikel, Ronny, Claudia dan Isabella ada disini sudah pasti kita bantai empat orang rendahan itu!" bisik Danny dengan pelan kepada Cindy agar tidak terdengar oleh yang lainnya.


"Iya kamu benar Dan..., aku juga jijik melihat tingkah keempat orang itu!" balas Cindy berbisik kearah Danny.


"Ayo kita tinggalkan saja mereka!" kata Danny dengan masih berbisik.


"Sandra, Diane, Kath!, kami duluan ya!, terimakasih pestanya, selamat malam!" kata Cindy kemudian menggandeng lengan Danny dan pergi kearah mobil mewah mereka yang terparkir dihalaman restoran disusul oleh empat pria dewasa dibelakang mereka.


Ray melihat gelagat tidak suka dari wajah pasangan itu kepada dirinya dan 3 temannya, tapi dia mengacuhkan sikap Danny dan Cindy itu karena memang sudah sejak awal pertemuan mereka dimasa orientasi kampus pasangan itu dan teman-temanya yang lain sudah menunjukkan sikap seperti itu. Tapi Ray juga melihat perubahan sikap yang ditunjukkan Sandra, Diane dan Kathrine saat ini yang mulai ramah kepada mereka berempat, dan Ray sangat mengapresiasi sikap ketiga gadis cantik itu terlebih melihat Kenny yang sedang berusaha mendekati Kathrine.

__ADS_1


Mereka akhirnya pulang ke asrama putra dengan Kenny yang naik di mobil Kathrine, Sandra bersama Ronald dan di mobil Dianne ada Jim dan Ray, sesampainya di asrama Ray langsung berpamitan dan pulang mengendarai mobil listriknya.


__ADS_2