Putra Sulung

Putra Sulung
Kebersamaan Bertiga


__ADS_3

Dengan wajah bahagia sambil tersenyum sumringah Lily menatap wajah tampan penuh kepuasan sang kekasih walau ada sedikit kelelahan disana, masih dengan keadaan tubuh polos dibawah selimut keduanya berpelukan erat menenangkan saraf-saraf sensitif mereka yang tegang agar kembali normal.


"Aku sangat mencintaimu Hon...!, apakah kamu sudah memberikan yang pertama buat adikku Mell?, itu sudah banyak tanda miliknya diperutmu!" bisik Lily ditelinga Ray sambil menyesap daun telinga itu.


"Ya Hon...!, aku melakukannya sama seperti saat pertama kali denganmu dulu" jawab Ray dengan masih menutup matanya sambil mendekap erat tubuh Lily.


"Emm..., bersabarlah Hon..., kamu baru bisa melakukannya seperti yang tadi kita lakukan setelah kita bertiga sudah menikah nanti, hei...!, tinggal 2 bulan lagi oke...?"


"Mmm..., aku akan mematuhi komitmennya kali ini, aku tidak mau membuat kedua pasangan orang tua kita kecewa lagi!, ayo mandilah sana!, kamu sudah tidak merasakan perih lagi disini khan?" kata Ray sambil menyentuh bibir goa surgawi Lily.


"Ahh..., tanganmu jangan nakal Hon...!, tubuhku sekarang sangat sensitif jika mendapat sentuhan darimu, ingat itu...!, iya benar yang ada sekarang hanya kenikm4t4an yang tiada tara?, uunnmm...?" kata Lily sambil menatap tajam kearah sang kekasih seakan ingin menerkamnya.


"Terimakasih Hon...!, aku mencintaimu, ayo segeralah mandi, aku mulai merasa lapar sekarang" kata Ray kemudian mengajak Lily kekamar mandi untuk membersihkan diri mereka.


Keduanya keluar dari kamar dengan masing-masing mengenakan pakaian santai yang ringkas dan turun karena melihat ada aktivitas diruangan makan, mereka mendapati Mellisa yang sedang mengatur hidangan diatas meja.


"Kebetulan kalian sudah turun, ayo sarapan!, aku sudah memesannya lewat online, ayah dan ibu tidak pulang semalam!, mereka ternyata pergi berakhir pekan kesebuah resort dipinggir pantai bersama ayah Tomy dan ibu Bella!" kata Mellisa menjelaskan.


"Hmm..., mereka memang sangat pengertian!, mereka sengaja membiarkan kita bertiga saling membiasakan diri bersama!, apakah mereka memberitahu kapan akan kembali?" tanya Ray.


"Besok pagi!, ini pesan ayah yang dikirimnya kepadaku" kata Mellisa sambil menyodorkan ponselnya kepada Ray dan Lily.

__ADS_1


"Hmm..., bagaimana kalau kita bertiga pergi melihat-lihat perhiasan?, sekaligus mencari cincin pernikahan yang cocok untuk kita!" kata Lily mengusulkan.


"Ide bagus!, ayo bersiap!" kata Mellisa penuh antusias.


"Hon...!, nanti gunakan saja kartu milikku ya?"


"Tidak sayang...!, sesuai kesepakatan kita, tabungan itu sudah menjadi hak anak-anak kita nantinya, ayah sudah mengatakan bahwa kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Conway jadi kartu yang diberikan ayah kepadamu yang akan kita gunakan nantinya! oke...?" kata Lily menjelaskan.


"Iya Beb...!, ayah dan ibu juga sudah menyampaikannya kepadaku, dan bahkan mereka sempat kecewa karena melihat saldo dikartu itu tidak bergerak setelah 2 bulan diserahkan kepadamu!, kamu tahu Beb...?, ayah sudah mengatur semuanya untukmu dan untuk kami berdua!, jadi gunakanlah kartu itu sebagai penghargaan kepada mereka yang sudah bekerja keras selama ini untuk kita anak-anak mereka, terlebih kita hanya menggunakannya yang memang untuk kebutuhan kita bukan menghamburkannya dengan berfoya-foya!" kata Lily menambahkan.


"Tapi aku...", belum selesai Ray mengatakan sesuatu mulutnya telah dibekap dengan 2 buah tangan halus milik Lily dan Mellisa untuk menghentikan ucapan Ray selanjutnya.


"Jangan mengeluh lagi!" kata Mellisa.


Segera mereka naik kelantai 2 dan berganti pakaian, Mellisa menuju kamarnya sendiri sedangkan Ray masuk kekamar Lily karena pakaiannya memang berada dilemari pakaian Lily. Lily memilihkan pakaian casual yang akan dikenakan Ray yang warnanya senda dengan pakaian yang akan digunakan Lily dan Mellisa, dia ingin mereka bertiga terlihat serasi saat jalan bersama nanti.


Dengan Porsche Sport berwarna merah maron mereka bertiga meluncur ke Mall terbesar yang berada di Kota Brashington, Lily mengendari mobilnya sementara Ray duduk disampingnya sambil memangku tubuh munggil Mellisa diatas kedua pahanya. Kondisi itu terjadi karena tempat duduk untuk mobil sport biasanya hanya tersedia 2 tempat duduk saja, satu untuk pengemudi dan disampingnya untuk seorang penumpang sementara mereka pergi bertiga jadi mau tidak mau salah satu tempat duduk harus digunakan berdua.


Mellisa yang gemar mengkoleksi perhiasan sama seperti ibunya Anna membawa mereka bertiga kesebuah toko perhiasan terkenal yang juga sudah menjadi tempat langganan Anna,


"Selamat datang nona Mellisa...!, ahh..., apakah mereka teman-temanmu?" kata pelayan toko menyambut kedatangan mereka bertiga dan juga sudah mengenal Mellisa dengan baik.

__ADS_1


"Ohh..., itu kakak perempuanku dan yang pria adalah tunangan kami, 2 bulan lagi kami bertiga akan menikah!, untuk itu kami mau melihat-lihat cincin pernikahan yang cocok untuk kami bertiga pakai!" kata Mellisa menjelaskan status hubungan mereka bertiga.


"Wow..., amazing and fantastic!, seorang laki-laki tampan dan macho akan bersama dua bidadari kakak beradik yang cantik-cantik, sangat-sangat serasi!, hmm..., sepertinya kami harus menyediakan yang khusus untuk kalian bertiga, begini saja berikan saja disain cincin yang tuan dan nona-nona inginkan, kami akan membuatnya dari emas khusus dari timur tengah dan berlian langka kualitas tertinggi dari afrika!, untuk pembuatannya tidak akan lebih dari sebulan! bagaimana?" kata pelayan itu memberikan usulannya.


"Apakah ada jaminannya tentang kualitas bahan-bahan tersebut?" tanya Ray.


"Tentu tuan!, pengrajin dan bahan-bahan spesial kami mendapat lisensi dari assosiasi perhiasan Negara State, dan pengerjaannya juga berada dibawah pengawasan assosiasi ini!" kata sang pelayan menjelaskan.


"Hmm..., Hon..., Beb...!, bagaimana pendapat kalian?"


"Aku setuju Beb...!, dan juga ini hanya sekali dalam hidup kita?, sudah sewajarnya jika kita memiliki cincin yang spesial juga!" kata Mellisa.


"Aku juga setuju Hon...!, jangan kuatir isi dalam kartumu tidak akan terkuras dengan hal itu, oke...?" kata Lily menambahkan.


"Oke..., kita cari contoh disain dari cincin-cincin yang sudah jadi disana!" kata Ray.


Lily dan Mellisa kemudian mulai memilih-milih cincin yang desainnya sesuai dengan hati mereka dibantu sang pelayan toko tersebut, sementara itu Ray hanya melihat dan mengikuti kemauan kedua kekasihnya itu. Selama 30 menit Lily dan Mellisa memilih yang sesuai dengan keinginan mereka dan menentukan desain untuk Ray secara bersama, setelah mampir kesebuah restoran untuk makan siang ketiganya kembali kerumah untuk beristirahat.


Lily dan Mellisa mendapat kabar dari Jeff dan Anna bahwa mereka memastikan akan kembali kerumah saat siang hari besok, mereka juga menyampaikan bahwa saat ini mereka sedang melihat-lihat lokasi bakal tempat berlangsungnya pernikahan mereka 2 bulan depan. Pada saat itu juga Lily menyampaikan bahwa mereka bertiga telah memesan cincin pernikahan di toko langganan ibunya, dan diperkirakan akan selesai pengerjaannya dalam 40 hari kedepan.


Karena tidak ada lagi yang akan mereka kerjakan sedangkan hari mulai menjelang sore karena waktu sudah menunjukan pukul 15:20, Ray kemudian mengajak kedua kekasihnya itu untuk beristirahat tidur siang. Dia mulai akan membiasakan diri untuk tidur bertiga dengan mereka berdua, karena dia merasa tidak lengkap jika nantinya setelah menikah kedua istrinya itu harus tidur dikamar mereka masing-masing dan dia yang harus berpindah-pindah menggilir mereka berdua. Ray menginginkan mereka berdua untuk berada dalam satu kamar dengannya dan akan mulai membiasakan diri sambil memanjakan keduanya secara bersamaan, Ray merasa mampu melakukannya karena type kedua calon istrinya itu sama-sama agresif saat berada diatas ranjang hanya saja Lily lebih favorit berada dibagian dada bidang Ray sedangkan Mellisa sering mengeksplorasi bagian sixpack perut Ray.

__ADS_1


Pakaian casual bermerek yang mereka kenakan sebelumnya mulai terlihat beterbangan kesegala arah, Ray dikeroyok oleh 2 bidadari yang cantik dengan tubuh mereka yang putih mulus dan s3xy membuat jakunnya naik turun menatap 2 keindahan yang berada didepan mata. Sementara itu Lily dan Mellisa tidak terlihat risih dengan keadaan keduanya yang sudah polos dan sedang bergelayut manja ditubuh sang kekasih ditempat favorit masing-masing, tanda cinta mulai bertaburan disekujur tubuh Ray akibat perbuatan Lily dan Mellisa sementara itu kedua tangannya tak berhenti beraktifitas dengan lembut digunung kenyal masing-masing para kekasihnya. D3s4han gelora cinta bersahut-sahutan keluar dari mulut Lily dan Mellisa saat Ray m3r3m4s keras salah satu gunung kenyal mereka.


Pendakian mereka bertiga kepuncak gelora asmara berakhir setelah pergulatan berlangsung selama hampir 3 jam, masing-masing mereka sampai 2 kali merasakan kenikm4t4n duniawi sampai membuat ketiganya terkulai lemas dengan tubuh polos dan hanya ditutupi selimut hangat sore hari itu. Mereka masih melanjutkan kegiatan mereka itu setelah makan malam bersama, sampai ketiganya tidak lagi memiliki tenaga untuk bangun dan turun dari atas ranjang saat hari sudah menjelang subuh.


__ADS_2