Putra Sulung

Putra Sulung
Kebingungan di Pagi Hari


__ADS_3

Ray segera kembali ketempat pribadi mereka yang berada dilantai 2 untuk membersihkan dirinya dan kemudian beristirahat sejenak, karena dia merasa sangat lelah setelah menerima latihan-latihan berat dari Master Bao Ming.


Sesampainya didalam kamar tidur dia melihat hanya ada Lily yang masih tertidur dan tidak melihat sosok Mellisa di sana, padahal dari kebiasaan kedua istrinya itu Mellisa adalah orang yang sering dan paling terakhir bangun dan turun dari atas ranjang mereka.


Uhhuukkk..., Uhhuukkk..., Hooeekkhhh...


Ray terkejut mendengar ada suara terbatuk-batuk yang datang dari arah kamar mandi, kemudian segera melihat kedalamnya dan mendapati sang istri Mellisa sedang membungkukkan badannya kearah wastafel yang berada didalam kamar mandi tersebut.


"Beb...!, kenapa denganmu?, apa kamu sakit perut sampe muntah-muntah begitu?, ayo sini aku bantu!" kata Ray kemudian memapah sang istri yang mulai terlihat lemas karena habis memuntahkan banyak cairan dari mulutnya.


"Uhh..., perutku nggak sakit Beb...!, hanya saja aku merasa mual, dan kalau tidak dipaksa keluar akan terasa sangat pusing!" kata Mellisa mengeluh dengan sakitnya.


"Hmm..., sepertinya kamu masuk angin atau asam lambungmu sedang tinggi!, ahh..., kamu harus berhati-hati sekarang kalau mau makan, tidak boleh lagi sembarangan makan yang berminyak dan yang asam-asam!, bagaimana apa masih merasa mual?" kata Ray sambil memijit-mijit bagian tengkuk Mellisa.


"Sudah mulai berkurang Beb...!, tapi kepalaku masih pusing nih!"


"Baiklah, sekarang kita ketempat tidur agar kamu bisa beristirahat!, aku akan menghubungi Jonathan agar bisa mencarikan seorang dokter untuk datang memeriksamu disini!" kata Ray kemudian menggendong Mellisa dan membawanya kembali ketempat tidur.


"Sepertinya tidak perlu beb...!, aku sudah merasa baikkan sekarang, mungkin hanya masuk angin saja dan hanya perlu istirahat!" kata Mellisa.


"Ya sudah, kalau begitu aku beritahu bibi Flora saja untuk menyiapkan makanan yang lembut-lembut diperut untuk kamu!" kata Ray kemudian segera keluar kamar untuk menemui bibi Flora.


Uummm..., Hoeekkhh...


Uhuukkk..., Hoeekkhh...


Belum sempat Ray melewati pintu kamar dia mendengar kembali suara batuk dengan tanda sedang mual ingin muntah, tapi suaranya bukan dari Mellisa tapi dari Lilyana yang sebelumnya sedang tertidur. Ray kemudian berbalik untuk melihat dan mendapati Lily sedang berlari menuju kearah kamar mandi dan langsung memuntahkan isi perutnya di wastafel,


Hooeekkhh..., Hooeekkhh...,


Uhhuukkk..., Hooeekkhh...,

__ADS_1


"Hon...?, kamu kenapa?" kata Ray yang kemudian membantu Lily dengan mengurut bagian belakang lehernya.


"Ahh..., aku merasa pusing dan perutku terasa mual!, Hooeekkhh..." kata Lily dan masih sering muntah di wastafel.


"Aduh...! kalian berdua semalam makan apa sih?, kok jadinya begini" kata Ray yang mulai ikut pusing melihat kedua istrinya mengeluh sakit yang sama.


Kebingungan Ray bertambah ketika sedang menangani Lily dan Mellisa seorang diri kemudian mendengar ada panggilan masuk di handphonenya yang berada di atas meja rias sang istri, dia segera mengangkat teleponnya karena melihat nama pemanggil yang berada dilayar tertera nama sang assiten pribadinya yaitu Jonathan.


"Jona jangan bicara dulu dan dengarkan!, cari dokter perempuan dan segera bawa ke Mansion sekarang, Lily dan Mellisa sedang sakit!" kata Ray kemudian mematikan sambungan tersebut.


Dia juga segera menghubungi bibi Flora yang berada di lantai 1 untuk segera membawa naik beberapa pelayan lainnya untuk membantunya menangani Lily dan Mellisa yang berulang-ulang mengalami mual dan muntah, keadaan tempat tidur dan sekitarnya terlihat sudah sangat berantakan karena berulang-ulang Lily dan Mellisa mengalami muntah-muntah dan tidak sempat lagi pergi ke kamar mandi.


Kedatangan bibi Flora berama 2 orang pelayan lainnya sedikit mengurangi kebingungan Ray, para pelayan itu segera membersihkan kamar tersebut dan menyediakan loyang besar dan ditempatkan dikedua sisi tempat tidur dimana Lily yang sedang berbaring disebelah kanan dan Mellisa berbaring disebelah kiri. Ray secara bergantian memeriksa keadaan Lily maupun Mellisa.


"Hon..., tahan sebentar ya!, Jona sedang membawa dokter kesini!, bibi Flora..., semalam mereka berdua makan apa?" kata Ray.


"Makanan seperti biasanya tuan, kalau nyonya Lily ayam goreng sedangkan nyonya Mellisa udang goreng, dan itu adalah menu yang sudah sering dipesan oleh kedua nyonya!" kata bibi Flora menjelaskan.


Uumm..., Hoeekkhh..., Hoeekkhh...


Uhuukk..., Hoeekkhh..., Hoeekkhh...


Kembali Lily maupun Mellisa diserang rasa mual sampai muntah-muntah, padahal hampir di sekujur tubuh mereka berdua sudah digosok dengan cairan Safe Care aromatherapy oleh bibi Flora maupun oleh Ray.


Beberapa saat kemudian Ray mendengar suara Dominic dari balik pintu kamar,


"Tuan Ray, ada tuan Jonathan di ruangan tamu!, katanya ada hal penting dan ingin bertemu dengan Tuan!" kata suara Dominic dari balik pintu kamar.


Segera Ray keluar dari dalam kamar dan langsung turun mendapatkan Jonathan,


"Selamat pagi Tuan, ini dokter Fransiska salah satu dokter senior yang bekerja di rumah sakit milik perusahaan!" kata Jonathan melihat kedatangan bosnya yang terlihat berantakan dan terburu-buru.

__ADS_1


"Oh iya, Dominic, tolong antarkan dokter Fransiska keatas, Dok..., tolong periksa kedua istri saya tiba-tiba pagi ini mengalami pusing dan muntah-muntah, keadaan mereka sudah sangat lemas sekarang dok...!" kata Ray memberitahu keadaan kedua istrinya itu.


"Tuan Ray tenang, saya akan memeriksa mereka terlebih dahulu, dan kalau diperlukan saya sudah menyiapkan tim dokter lengkap di rumah sakit sekarang, ambulance juga sedang menuju kesini" kata dokter Fransiska yang juga merupakan dokter kepala di rumah sakit milik perusahaan Db & C International Company.


"Baiklah, silahkan dokter mengikuti Dominic, dan ada apa kamu menghubungiku tadi Jona?" kata Ray.


"Hanya menanyakan tentang hasil kunjungan bisnismu di Los Princes saja, karena aku melihat ada dokumen yang harus ditanda tangani, tapi lupakan, urus dulu kedua istrimu, sementara perusahaan akan aku tangani!" kata Jonathan yang melihat kecemasan Ray.


"Ahh..., bagus kamu sangat membantuku saat ini, nanti tolong sampaikan juga kepada Kenny tentang kuliahku, katakan saja tentang keadaan yang sebenarnya seperti yang kau lihat sendiri disini!" kata Ray.


"Beres Bos..., tenang saja!, tapi bersihkan dulu dirimu, kamu terlihat berantakan sekali pagi hari ini!" kata Jonathan.


"Iya..., aku belum sempat mandi setelah berlatih, kemudian menghadapi keluhan kedua istriku yang tiba-tiba bersamaan pusing dan mual sampai muntah-muntah!"


"Ya sudah!, kamu naik lihat kondisi mereka, biarkan aku menunggu disini saja"


Ray kemudian segera naik kembali kelantai 2 untuk melihat hasil pemeriksaan dokter Fransiska, dan sesampainya di sana dia melihat Lily sedang diperiksa dan sementara itu Mellisa masih terkulai lemas disisi lain tempat tidur tersebut.


"Hmm..., nyonya Lily sepertinya terlalu lelah ya!, istirahat saja dulu nanti akan saya berikan obat untuk mengurangi rasa mual dan juga vitamin untuk kebugaran tubuh nyonya, saran saya harus banyak beristirahat mulai sekarang, ini obat untuk mengurangi rasa mual dan minum dengan air hangat, sedangkan untuk vitamin diminum setelah sarapan nanti!" kata dokter Fransiska kemudian beralih memeriksa keadaan Mellisa.


Pemeriksaan terhadap Mellisa tidak berbeda jauh dengan saat memeriksa keadaan Lily dan saran dokter Fransiska juga sama demikian juga dengan obat dan vitamin yang diberikan sama persis, setelah mendiagnosa jenis penyakit yang dialami Lily maupun Mellisa dokter Fransiska mulai menjelaskan situasinya setelah meminta para pelayan keluar dari kamar tersebut.


Dihadapan Ray, Lily dan Mellisa dokter Fransiska mulai menjelaskan kenapa mereka pusing dan mual sampai muntah-muntah,


"Sudah berapa lama kalian menikah?"


"Sudah hampir 4 bulan dok...!, kenapa apakah ada hubungannya dengan pernikahan kami?" kata Lily.


"Apakah nyonya berdua pernah periksa ke dokter kandungan atau setidaknya menggunakan alat test kehamilan yang banyak dijual dipasaran?"


"Hmm..., belum pernah Dok...!, apakah kami hamil dok?" tanya Mellisa yang terlihat antusias.

__ADS_1


"Eennmm...!, ini baru diagnosa awal saya, karena gejalanya sama persis dengan kehamilan seseorang yang berada diusia kehamilan 6 minggu sampai dengan 12 minggu!, tapi untuk lebih jelasnya saya menyarankan tuan Ray membawa kedua istri tuan ini ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan mereka!" kata dokter Fransiska sambil membuat surat pengantar ke rumah sakit.


__ADS_2