Putra Sulung

Putra Sulung
Keindahan Kota Model Dunia


__ADS_3

Keesokan harinya mereka check out dari Hotel dan langsung menuju Bandara International Kota Zurich dimana pesawat jet pribadi sewaan mereka telah menunggu untuk mengantar mereka menuju Kota Paris Perancis, lama penerbangan menuju Kota Paris akan mereka tempuh selama 1 jam dan 20 menit dan tidak ada perbedaan waktu antara Kota Zurich Swiss dan Kota Paris Perancis.


Keceriaan di wajah Lily dan Mellisa mendapat tatapan senyum sekaligus kecurigaan dari kedua ibu mereka, dan saat penerbangan sudah normal dan berada diketinggian lebih dari 30.000 kaki dari atas permukaan laut mereka mulai berbincang dan menyantap hidangan ringan yang sudah disediakan oleh satu-satunya Pramugari didalam jet pribadi itu.


"Ray...!, apakah kalian bercinta sepanjang malam tadi?" tanya Anna disela-sela perbincangan ringan mereka.


"Sedikit ibu..., tapi aku melakukannya dengan Mellisa masih tetap dalam batas komitment kami!, beda saat melakukannya dengan Lily karena kami sudah terlanjur lebih dalam!" kata Ray menjelaskan dengan jujur.


"Baguslah kalau kalian masih mengingat akan komitmen kalian!, tahan diri kalian sampai acara pernikahan dan setelah itu ibu berharap kalian segera memberikan cucu buat kami!" kata Bella dengan senyum penuh arti.


"Hmm..., mungkin Lily yang dapat merealisasikan harapan kalian, dan untuk Mellisa masih akan menundanya sampai kami selesai dengan kuliah kami!" kata Ray kembali menjelaskan rencana mereka dalam berkeluarga.


"Kenapa?, kan bisa juga bagi Mellisa untuk mempunyai bayi walaupun masih berkuliah, karena kalian sudah resmi menikah saat itu jadi tidak akan ada halangan!" kata Anna.


"Tapi bu, kehamilan akan menghambat proses kuliahku nanti! masa aku ke kampus dengan berbadan dua?" sanggah Mellisa yang wajahnya telah berubah kemerah-merahan karena berbicara vulgar didepan kedua ibunya itu.

__ADS_1


"Kamu bisa kuliah privat di rumah, dengan memberikan bayaran ekstra kepada dosen-dosen selama masa kehamilanmu!" kata Anna.


"Nanti kami pikirkan kembali bu, yang jelas kami tidak akan mengecewakan ayah dan ibu semua!" kata Ray menengahi perbicangan para tunangannya itu dengan kedua ibunya.


Tanpa terasa waktu selama 1 jam 20 menit telah lewat dan pilot pesawat telah memberitahukan kepada mereka untuk bersiap karena pesawat akan segera mendarat di Bandara Internasional Paris, dari atas ketinggian langit mereka melihat Keindahan Kota Model tersebut yang dipenuhi banyak gedung-gedung berarsitektur tua dan bersejarah tapi tetap terawat dengan sangat baiknya.


Setelah mendarat mereka menuju kesebuah hotel mewah dan terkenal di Kota Paris, Kota yang mendapat banyak julukan mulai dari Kota Cahaya, Kota Cinta, Kota Seni Dunia dan masih ada lagi julukan yang diberikan kepada Kota ini termasuk Kota Pusat Model Dunia. Julukan terakhir itu yang akan menjadi sasaran Bella, Anna dan kedua calon istri Ray Lilyana dan Mellisa, karena mereka akan berburu mode terbaik gaun pengantin yang akan dikenakan Lily dan Mellisa dihari pernikahan mereka dengan Ray.


Hotel George V sebuah hotel dengan segala kemewahan dan kenyamanannya menjadi tempat Ray dan keluarga menginap selama 2 hari penuh, sebuah Penthouse menjadi tempat untuk Ray dan kedua tunangannya, sementara itu Bella dan Anna menempati sebuah Suite Room mewah dengan nama Suite Menara Eiffel. Dari Penthouse Ray dan Suite kedua ibunya itu sama-sama menghadap kearah menara Eiffel yang adalah salah satu dari 7 keajaiban dunia, setelah beristirahat sejenak mereka mendapat service makan siang dari pihak hotel dan Jonathan juga sudah menyiapkan daftar rumah model yang akan mereka kunjungi.


Manajer pemasaran itu juga menjelaskan bahwa di Negara state terdapat perwakilan perusahaan mereka untuk melayani pemeliharaan pesawat secara rutin, jadi para pelanggan pemilik pesawat produksi mereka di Negera State tidak perlu lagi mendatangi Negara Produsen untuk melakukan service berkala. Kontrak pembelian 2 buah pesawat jet pribadi itu telah ditanda tangani oleh Ray dan pihak perusahaan pembuat, setelah menyelesaikan pembayaran biaya uang muka Ray dan Max kembali ke hotel untuk beristirahat karena tugas mereka di Negara ini telah selesai dan tinggal menunggu selama beberapa bulan sampai pesanan mereka tiba di Kota Brashington.


Sementara itu para wanita yang ditemani Jonathan sedang sibuk berkeliling menyusuri jalan-jalan kuno dipusat Kota Paris mengunjungi rumah-rumah model milik para desainer terkenal, sudah ada 2 rumah model yang mereka datangi tapi belum menemukan sesuatu yang cocok dengan yang mereka cari.


"Tempat berikut adalah rumah model yang khusus menyediakan gaun dan keperluan pengantin lainnya serta hal-hal yang berhubungan dengan sebuah acara pernikahan, saya berharap nona-nona mendapatkan gaun yang sesuai" kata Jonathan yang mulai kelelahan mengikuti Bella, Anna, Lily dan Mellisa yang sangat selektif dalam memilih.

__ADS_1


"Terimakasih Jona..., kami akan berusaha untuk secepatnya menemukan perpaduan model dan bahan yang cocok dengan selera kami, tenang saja!" kata Mellisa sosok yang paling sensitif dengan jenis bahan dari gaun yang dia cari.


"Baik nona Mellisa, saya juga berharap demikian agar besok tidak lagi berburu gaun tapi kalian akan saya arahkan untuk menikmati keindahan Kota Paris ini, karena sangat sayang jika datang ke Kota ini tapi tidak mengunjungi tempat-tempat terindah yang berada disini!" kata Jonathan menjelaskan maksudnya.


"Bagus Jona...!, kami berdua sangat setuju dengan niatmu itu, ayo anak-anak..., segera tuntaskan tujuan kalian berdua datang kesini!" kata Bella dan Anna kepada kedua putri mereka itu.


"Baik ibu akan kami usahakan!" kata Lily.


Mereka tiba di rumah model yang hanya menyediakan gaun untuk sebuah acara pernikahan, ditempat itu menyediakan gaun pengantin, gaun para pendamping mempelai dan gaun orang tuan wanita dari pengantin berserta asesorisnya yang tersedia lengkap, para wanita itu memilih mulai dari jenis bahannya dan setelah cocok dengan bahannya mereka melanjutkan dengan modelnya sesuai keinginan para calon pengantinnya.


Hampir 3 jam mereka berada di rumah model khusus pengantin itu tapi akhirnya Lily dan Mellisa mendapat model yang cocok dengan selera mereka dan tentunya sesuai dengan keinginan calon suami mereka, mereka menetapkan gaun berwarna putih dengan corak warna biru navy sesuai dengan jas pengantin Ray yang sudah lebih dulu dipesan dengan warna Admiral Dark Blue.


Karena stok bahannya tersedia maka lama pembuatnya hanya membutuhkan waktu seminggu, dan dengan kelengkapan yang dimiliki rumah model tersebut Lili dan Mellisa menandatangani kontrak pembelian 2 buah gaun tersebut beserta aksesorisnya dan akan diantar langsung oleh pihak rumah model ke kediaman keluarga Conway di Kota Brashington.


Para wanita itu kembali ke hotel saat Ray dan Max sedang bersiap untuk makan malam, sedangkan Jonathan dengan wajah kusutnya terlihat mengikuti para perempuan tersebut dari belakang. Walau dalam keadaan lelah tapi Jonathan puas karena kedua nona muda yang akan menjadi nyonya junjungannya sebentar lagi terlihat sangat senang dan gembira dengan buruan mereka hari ini di Kota Paris, seakan sudah kenyang Jonathan segera kemabli ke Suite Room tempatnya menginap bersama Max untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2