Putra Sulung

Putra Sulung
Pertama untuk Mellisa


__ADS_3

Acara pesta pernikahan Ray bersama Lily dan Mellisa berlangsung sampai malam hari, banyak dari para tamu dan undangan yang bersalaman sambil memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan milik Ray dan ada juga yang mengenalkan diri mereka sebagai salah satu direktur perusahaan yang berada dibawah Db & C International Company.


Ray, Lily dan Mellisa banyak mendapat bisikan dari Max Dorigan dan Jonathan yang berada dibelakang mereka sebagai tambahan informasi dari sosok sosok yang sedang berjabat tangan dengan ketiga pengantin itu, selesai acara pemberian ucapan selamat itu terlihat para tamu dan undangan mulai meninggalkan tempat acara pesta dan tersisa hanyalah anggota keluarga dan para sahabat Ray.


"Saatnya kita mengambil foto dengan pasangan pengantin!" kata Kathrine kepada sahabat-sahabatnya itu.


"Ya ayo...!" kata Sandra kemudian berjalan mendahului menuju pelaminan pengantin.


"Ray, Lily dan Mellisa..., ayo kita foto bersama!" kata Sandara sesampainya didekat pasangan pengantin itu.


Disisi lain terlihat para orang tua duduk mengelilingi sebuah meja makan yang masih penuh dengan berbagai hidangan, mereka membicarakan rangkaian acara yang baru saja mereka lewati bersama dan sesekali menyinggung acara selanjutnya dimana mereka semua akan ikut berlibur ke Hawai dalam rangka bulan madu anak-anak mereka. Dua buah jet pribadi telah siap di Bandara Internasional Kota Brashington untuk menunggu mereka semua yang rencananya akan berangkat pada pukul 11:00 besok hari, 1 pesawat akan ditumpangi oleh pasangan Jeff dan Anna kemudian Tomy dan Bella serta Max Dorigan bersama keluarganya juga ada Albert yang akan langsung terbang menuju ke Hawai. Sedangkan untuk 1 pesawat lainnya akan singgah sebentar ke Kota Bronxvile untuk menurunkan ketiga sahabat Ray dan para kekasihnya kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Hawai dengan membawa Ray, Lili dan Mellisa serta Jonathan, acara bulan madu dan liburan bagi anggota keluarga Conway dan Debeur itu rencananya akan berlangsung selama seminggu.


Di atas pelaminan terlihat para anak muda itu bergantian membuat foto bersama pasangan pengantin dengan berbagai pose,


"Ayo sudah cukup...!, nanti para pengantin akan kehabisan tenaga disini, dan kita bisa kena semprot dari kedua nyonya muda ini karena suami mereka tidak lagi memiliki tenaga saat berada di atas ranjang!" kata Ronald memperingati para sahabatnya itu dengan wajah serius.


"Apa yang kamu katakan Nald...?, suami kami ini tidak selemah itu!" kata Lily sambil memberikan tatapan tajam kearah Ronald.


"Ohh..., maafkan saya nyonya pertama!, hehehe..., Ray memang kuat tapi..., untuk menghadapi nyonya berdua aku tidak yakin!" kata Ronald yang masih mencandai Ray dan kedua istrinya itu.

__ADS_1


Bukkhh...


"Aduhh...!" suara erangan Ronald sambil membungkuk memegang perutnya yang terkena bogem mentah dari Ray.


"Dasar sahabat tidak punya akhlak...!, rasakan itu" kata Ray yang telah memberikan sebuah pukulan telak diperut Ronald.


"Hahaha..., makanya kamu jangan usil Nald..., belum tahu kau jika Beruang Es ini murka?" kata Mellisa yang tergelak tertawa melihat tingkah suaminya bersama ketiga sahabat sejatinya itu.


"Eh..., kalian jangan bangun kesiangan, pukul 10:00 pagi besok sudah haus bersiap, kaena pesawat take off tepat pukul 11:00, yang terlambat cari tumpangan sendiri untuk pulang ke Bronxvile" kata Lily menegaskan.


"Iya nyonya pertama...!, kami akan tepat waktu, kami hanya khawatir jika kalian bertiga lah yang akan bangun kesiangan, hehehe...!" kata Kenny sambil menaik turunkan kedua alis matanya.


Sementara itu terlihat Mellisa menarik tangan Kathrine dan Sandra untuk duduk bersamanya di kursi pelaminan pengantin, mereka bertiga terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan serius dan bahkan sesekali Kathrine membisikkan sesuatu ditelinga Mellisa. dan kemudian saat yang sama Mellisa mengacungkan pergelangan tangannya kehadapan wajah Kathrine.


"Astaga..., itu besar sekali Mell...!, dan aku pastikan kamu tidak akan bisa berjalan besok bahkan sampai 3 hari ke depan" kata Sandra.


"Kalau menurutmu bagaimana Kath?" tanya Mellisa.


"Saat pertama aku dan Kenny melakukannya?, aku bahkan sampai pingsan karena tidak bisa menahan perihnya ditempat itu!, menurutku milik Kenny sudah besar tapi ternyata milik suamimu itu lebih super jumbo, bersiaplah kamu nanti malam berteriak menahan sakit saat dia masuk menembus selaput pertahananmu itu, tapi selanjutnya selamat menikmati puncak gunung ken1km4 t4n, hihihi...!" kata Kathrine menceritakan pengalaman pertamanya bersama Kenny.

__ADS_1


"Ishh..., kalian ini..., aku serius...!, kalau hanya rasa enak-enakan begitu aku sudah biasa, tapi untuk yang begitu kami belum pernah melakukannya!, kan aku sudah bilang bahwa aku masih segel" kata Mellisa menjelaskan karena untuk memastikan semua yang pernah dibacanya dalam beberapa artikel di sosial media.


"Bilang saja kepada suamimu itu untuk melakukannya dengan perlahan dan diamkan beberapa saat setelah menembus penghalang itu, aku jamin perihnya hanya sesaat dan selebihnya nikmati saja" kata Sandra.


Percakapan mereka terhenti ketika Diane memanggil mereka untuk segera naik ke suite mereka untuk beristirahat, terutama kepada pasangan pengantin yang akan bekerja keras di malam pertama meraka setelah resmi menikah. Waktu masih menunjukkan pukul 22.00 tapi terlihat semua orang sudah kembali ke kamar mereka masing-masing dan hanya tersisa Jonathan Baker yang sibuk mengurus semua kesiapan transportasi mereka pada besok hari untuk menuju bandara dan menyelesaikan semua tagihan di hotel itu serta beberapa EO yang telah mensukseskan penyelengaraan acara pesta pernikahan Ray bersama Lily dan Mellisa.


Ray yang sudah berada di president suite bersama kedua istrinya terlihat sedang duduk di atas ranjang menanti Lily dan Mellisa yang sedang membersihkan diri mereka didalam kamar mandi, dengan hanya menggunakan piyama tidur Ray menyambut kedatangan kedua istrinya yang cantik itu dengan masing-masing mengenakan lingerie s3xi.


"Kesinilah kalian berdua!" kata Ray sambil merentangkan tangannya menyambut kedua istrinya itu dengan pakaian mereka yang sangat kekurangan bahan.


"Euumm...!" suara Lily


"Hmmm...!" suara Mellisa


"Kalian berdua lelah atau tidak tapi maaf...!, aku akan menunaikan tugas dan kewajibanku sebagai seorang suami kepada istri-istriku, jadi bersiaplah!, aku akan mulai denganmu Mell...!" kata Ray kemudian menarik tubuh Mellisa keatas ranjang empuk itu dan mulai melakukan penetrasi.


Hanya beberapa menit saja terlihat satu persatu kain penutup tubuh mereka bertiga mulai beterbangan ke segala arah didalam kamar pengantin itu, sasaran utama Ray memang terarah ke tubuh Mellisa tapi ada sebelah tangannya yang juga secara bersamaan melakukan penetrasi terhadap Lily. Tapi dengan kesadarannya Lily tetap memberikan waktu untuk Ray berkosentrasi penuh untuk menghadapi adiknya Mellisa, hal ini karena Lily tahu bahwa ini adalah yang pertama kali buat adiknya Mellisa merasakan si Ray kecil memasuki gua surgawi nya yang masih tersegel itu.


15 menit telah berlalu dan walaupun Ray telah berusaha untuk melakukannya dengan perlahan tapi karena ukuran si Ray kecil yang memang seperti sebuah jumbo jet sehingga memaksa Mellisa memekik nyaring sambil meneteskan air mata saat si Ray kecil sepenuhnya bersarang dengan kokohnya didalam gua surgawi milik Mellisa, ada aliran darah segar yang keluar dari sela-sela gua surgawi yang sedang tertutup penuh oleh sosok si Ray kecil dan juga ada goresan kuku jari Mellisa yang membekas dalam dipunggung Ray.

__ADS_1


Ray mendiamkan aktivitasnya selama kurang lebih 5 menit dan kemudian mulai menaikkan tempo irama dan mulai terdengar isak tangis Mellisa berubah menjadi suara aneh yang hanya menyebutkan beberapa huruf vokal dari barisan alfabet, hal yang sama juga terlihat dari arah tubuh Lily yang sedang berbaring dengan sebelah tangan Ray yang sedang mengoyak seluruh titik peka miliknya.


Suara-suara aneh dari dalam resident suite pengantin itu masih terdengar sampai hari telah menjelang subuh, dan sepenuhnya berhenti setelah sang surya mulai menampakkan dirinya dari ufuk sebelah timur.


__ADS_2