
Kenny, Jim dan Ronald kembali ke Asrama Putra Universitas Fenesvile dengan membawa mobil Mercedez Maybach SUV yang dipinjamkan oleh Ray untuk mereka gunakan menjemput kekasih-kekasih mereka, sementara itu mulai terlihat kesibukkan di Mansion dimana Lily dan Mellisa mulai berdiskusi dengan para pelayan menu apa saja yang akan mereka buat untuk acara makan malam Ray dan teman-temannya.
"Kak...!, sepertinya suasana malam nanti akan menjadi sebuah ujian buat Ray apakah dia sudah bisa menerima kenyataan hidupnya sebagai seorang kalangan tingkat atas atau belum!" kata Mellisa sambil berharap.
"Ya..., nanti juga kita bisa melihat bagaimana sikap dan pembawaannya dalam berinteraksi dengan para kekasih teman-temannya itu yang notabene berasal dari keluarga tingkat atas, mmm..., semoga saja dia bisa menyesuaikan diri karena hal itu akan menjadi salah satu pengalamannya yang terbaik setelah dia benar-benar sudah terjun dan mengendalikan perusahaan!" kata Lily menambahkan.
Didalam kamar yang berada dilantai 2 terlihat sosok yang sedang dibicarakan oleh dua orang gadis cantik itu sedang berguling di atas ranjang untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda, Ray masih merasa kelelahan akibat dari perjalanannya yang panjang dan dilanjutkan dengan pergumulannya dengan kedua calon istrinya dari pagi sampai siang hari. Dia merasa agak bebas sekarang karena acara nanti malam sudah dipersiapakan oleh kedua tunangannya dengan para pelayan di Mansion, dan dia menggunakan kesempatan sampai berapa jam ke depan untuk melanjutkan istirahatnya yang tertunda itu.
Menjelang malam Ray terbangun dari tidurnya karena merasa sesak dikedua sisinya dimana tangan dan kaki kiriya sedang berada dalam pelukan dan tindihan tangan dan kaki Lily demikian juga yang sebelah kanan berada dalam rangkulan Mellisa, dia melihat kedua tunangannya itu sedang terlelap di kedua sisinya dan sudah tidak mengetahui lagi bahwa kedua tunangannya itu menyusulnya tidur siang tadi.
Dia memandang bergantian wajah-wajah cantik mempesona dikedua sisinya itu sambil tersenyum bahagia, dia bersyukur bisa mendapatkan hati kedua gadis kakak beradik itu yang walaupun terbiasa dimanjakan dengan kekayaan oleh ayah dan ibu mereka tapi pada dasarnya keduanya adalah gadis rendah hati dan mau menerima dirinya yang sejak awal diketahui sebagai sosok berlatar belakang dari keluarga tingkat bawah.
Karena banyak para gadis jaman sekarang yang tetap memandang seorang pria dari kantong yang dimilikinya tidak lagi melihat wajah dan penampilan serta gaya hidupnya, banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa terdapat orang-orang yang sengaja menyembunyikan identitas kekayaan mereka hanya untuk belajar menempa hidup menjadi yang terbaik. Hidup yang berangkat dari titik terendah kemudian mengalami penempaan dalam proses merangkak naik akan membuat kaki sebagai tumpuan menjadi sangat kuat dan kokoh untuk menahan beban tubuh yang semakin berat terlebih saat sudah berada di ketinggian akan mampu menghalau terpaan angin kencang yang berhembus menerpa tubuh kita. Falsafah hdup yang membentuk kepribadian dan menjadikannya sebagai landasan hidup ini diajarkan oleh Tomy kepada Ray dengan melihat dan merasakan perjalanan hidupnya bersama Bella saat diawal pertemuan mereka selanjutnya menikah dan kemudian terusir dari keluarga Debeur.
Setelah puas menatap wajah kedua calon istrinya dia memberikan kecupan hangat di kening masing-masing sosok langsing yang sedang terlelap itu dan beranjak dari atas ranjang kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dengan masih menggunakan bathrobe Ray keluar dari dalam kamar mandi dan menuju ke tempat tidur untuk membangunkan kedua kekasihnya itu.
"Hon..., Beb...!, ayo bangun, hari sudah gelap sebentar lagi teman-teman kita akan tiba!" kata Ray sambil menggoncang tubuh kedua gadis itu dan melihat keduanya mulai membuka mata mereka.
__ADS_1
"Uumm..., kamu sudah selesai mandi Hon?, kenapa tidak membangunkan dan mengajak kami sekalian mandi bersama?" kata Lily yang pertama bangkit dari tidur.
"Aku nggak tega membangunkan kalian yang terlihat pulas tidurnya, ayo sekarang segera mandi karena sebentar lagi Kenny dan yang lainnya akan tiba di Mansion ini untuk acara makan malam!"
"Baiklah..., kamu turunlah lebih dulu setelah selesai berpakaian, kami akan menyusul mu setelah bersiap nanti" kata Lily sementara itu sang adik Mellisa masih terlihat bermalas-malasan di atas ranjang.
"Beb..., bantu aku berdiri!" kata Mellisa dengan manja sambil mengulurkan kedua tangannya Kearah Ray.
"Hmm..., ayo sini..., hati-hati!"
Bruukkkhhh...
Dengan wajah senang dan penuh kepuasan Mellisa bangkit dari ranjang dan pergi menyusul Lily ke kamar mandi untuk membersihkan diri, di pintu kamar mandi dia berpapasan dengan kakaknya yang sudah selesai mandi dan akan berganti pakaian.
"Astaga Hon..., kenapa belum berpakaian?, ehh..., itu kenapa si Ray kecil bangun?" kata Lily yang melihat sang kekasih belum berpakaian dan turun kebawah.
"Emm..., lagi menunggumu selesai mandi dan memilihkan pakaian yang akan aku kenakan!" kata Ray beralasan sambil membuat gerakan yang menggoda kearah Lily.
__ADS_1
"Dasar mesum...!, ayo kesini aku pilihkan pakaian untukmu!" kata Lily sambil berjalan menuju lemari pakaian milik Ray.
Ray mengikuti Lily dan berjalan perlahan mengikutinya, kemudian dengan penuh kemesraan memeluk Lily dari arah belakang dan mulai memberikan penetrasi. Tanpa dia ketahui gejolak Lily juga sudah mulai naik ketika melihat tubuh polos Ray saat dia keluar dari dalam kamar mandi, dan dia juga mengetahui apa yang dilakukan Ray dan Mellisa saat dia sedang mandi dan saat ini Lily hanya membiarkan Ray sibuk dengan kegiatannya dibelakang tubuh Lily dalam keadaan mereka sedang berdiri didepan lemari pakaian.
Aktivitas pasangan itu berhenti setelah keduanya mengeluh panjang secara bersamaan dan terkulai lemas bersandar di pintu lemari, setelah membersihkan tubuh mereka dengan tissue basah keduanya mulai berpakaian dengan Ray mengenakan pakaian yang dipilih oleh Lily.
Ray turun ke bawah meninggalkan Lily yang masih berdandan dan Mellisa yang baru selesai mandi, dia melihat meja makan telah di set sesuai dengan jumlah orang yang akan ikut makan malam dan melihat Dominic yang datang dari arah gudang sambil membawa 2 botol anggur merah simpanan keluarga Conway yang selalu tersedia dan tersimpan di ruang penyimpanan bawah tanah.
Beberapa saat kemudian sebuah Mercedez Maybach SUV memasuki halaman Mansion dan berturut-turut turun dari dalam mobil pasangan Kenny dan Kathrine dan disusul pasangan Jim dan Diane dan terakhir turun pasangan Ronald dan Sandra,
"Selamat datang semuanya di Mansion keluarga Conway!" kata Ray yang menyambut kedatangan ketiga sahabatnya itu bersama kekasih mereka masing-masing.
"Terimakasih Ray atas undangannya!" kata Kathrine.
"Dimana kedua tunanganmu?" tanya Diane yang terlihat penasaran karena belum pernah bertemu degan Lily dan Mellisa.
"Ahh..., itu..., mereka masih sedang bersiap dan sebentar lagi akan turun menemui kalian, ayo silahkan duduk dan buatlah diri kalian nyaman" kata Ray mengajak para tamunya untuk duduk di ruangan tamu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terlihat Lily dan Mellisa dengan gaun mereka yang sesuai dengan tubuh langsing mereka turun dari lantai 2 dan ikut duduk bergabung di ruangan tamu, para gadis itu mulai berkenalan satu dengan lainnya dan saling mengakrabkan diri karena sudah saling mengetahui bahwa mereka adalah pasangan dari empat sekawan.