Putra Sulung

Putra Sulung
Kesempatan yang Terbatas


__ADS_3

Ray merasakan sebuah perubahan yang sangat besar dari dalam dirinya, dia merasakan pergerakan tubuhnya yang lebih ringan dan kekuatannya yang bertambah lebih besar dari sebelumnya.


"Kamu harus mulai berhati-hati dalam menggunakan kekuatanmu sekarang nak!, karena bagi yang tidak memiliki keahlian beladiri akan langsung tewas seketika saat menerima pukulanmu yang disertai dengan Kekuatan Energi Spiritual!" kata Bao Ming.


"Apakah sekuat itu pukulan ku sekarang Master?" kata Ray yang sepertinya belum yakin dengan keadaannya sekarang.


"Untuk membuktikannya?, bisa kamu mencoba memukul dinding tembok pembatas ruangan itu!, konsentrasikan dan pusatkan Energi Kekuatan yang berada didalam tubuhmu terutama Energi yang berada dibawah pusar untuk diarahkan ke tangan yang akan kau gunakan untuk memukul!, kemudian lesatkan sebuah pukulan, nah cobalah...!" kata Bao Ming mengarahkan Ray untuk membuktikan kekuatannya saat ini.


Ray kemudian melakukan seperti yang dikatakan oleh Master Bao Ming, dan setelah memusatkan kekuatannya ditangan sebelah kanan dia melesatan pukulan tinjunya kearah dinding tembok tersebut.


Hiiyyaattt...


Braaakkk...


Dinding tembok yang terbuat dari campuran beton tersebut seketika amblas dan berlobang sebesar 2 kepalan tangan manusia,


"Nah lihat sendiri bukan?" kata Bao Ming sambil tersenyum puas.


"Ahh..., rasanya aku hanya mengerahkan setengah dari seluruh kekuatanku Master...!, tapi bagaimana mungkin aku bisa menghancurkan dinding beton ini?" kata Ray yang juga masih belum yakin dengan apa yang dilakukannya.


"Itu adalah kekuatan yang dinamakan dengan Kekuatan Spiritual!, sebuah tingkatan yang berada diatas kekuatan Hawa Murni atau tenaga dalam!, dan dengan kecepatan gerak yang kau miliki saat ini?, maka sebuah peluru yang ditembakkan dari senjata api bisa kau hindari bahkan kau tangkap dengan menggunakan kedua jarimu!, gerakanmu juga akan seperti bayangan dan tidak akan bisa diikuti oleh pandangan mata orang biasa, hanya orang-orang yang juga memiliki kekuatan spiritual sepertimu yang bisa melihat pergerakanmu" kata Bao Ming menambahkan.

__ADS_1


"Hmm..., terimakasih Master, sudah membantuku mendapatkan semua kekuatan ini, aku akan menggunakan kekuatanku saat ini hanya untuk kebaikan dalam saat terdesak saja!" kata Ray.


"Kekuatanmu akan lebih meningkat lagi ketika kamu sudah menerima warisan pusaka dari Klan Naga Hitam!, untuk itu segera ambil keputusan dan persiapkan dirimu jika benar-benar kamu sudah memutuskan untuk menjadi pewaris pusaka tersebut!, pikirkan dan tenang karena masih ada waktu banyak untuk kamu mengambil keputusan itu" kata Bao Ming.


"Baik Master, aku pasti akan memikirkannya!"


Menjelang malam Ray dan Bao Ming menyelesaikan latihan mereka dan kembali kedalam Mansion, waktu sudah menunjukkan pukul 18:10 dan hari sudah mulai gelap ketika Ray masuk kedalam kamar pribadinya yang berada di lantai 2. Di sana dia melihat kedua istrinya masih mendapat proteksi dari Anna dan Bella yang tidak pernah meninggalkan kamar tersebut kalau tidak ada urusan penting, Lily dan Mellisa mengetahui dengan pasti kekecewaan sang suami dari raut wajahnya saat memasuki kamar mereka tersebut.


Kemudian mereka mulai memikirkan sesuatu yang bisa membuat Anna dan Bella untuk melonggarkan pengawasan terhadap mereka, karena mereka juga sudah mulai merasa seperti seorang pesakitan yang harus selalu mengikuti keinginan dan aturan dari kedua ibu mereka itu.


"Ibu...?, sebaiknya ibu berdua meninggalkan kami sebentar dan memberikan kesempatan kepada Ray untuk membersihkan dirinya!" kata Lily.


"Hmm..., iya tapi kalian berdua harus menghabiskan makanan ini dulu dan minum vitaminnya!, nanti ibu akan kembali melihat keadaan kalian berdua 2 jam kemudian!" kata Anna yang diiyakan oleh Bella.


Ray yang sementara mandi tidak mengetahui kalau kedua istrinya itu sudah mengusir kedua ibu secara halus, dan dalam acara mandinya dia masih melihat-lihat keadaan tubuhnya yang semakin terbentuk dan ada beberapa tonjolan otot tangan dan bagian kaki yang dimulai dari bagian paha sampai betis kaki yang semakin menonjol yang menunjukkan adanya aliran Energi Kekuatan di sana. Bentuk tubuh Ray sekarang terlihat tidak berbeda jauh dengan seorang binaragawan profesional, apalagi kalau dalam keadaan tubuh polos seperti ini kemudian dia mengerahkan kekuatannya di seluruh tubuh maka akan membuat lawan jenis yang melihatnya meleleh.


Dibawah kucuran air shower Ray masih berlagak seperti seorang binaragawan dan tanpa dia sadari sudah ada dua pasang mata yang sedang menatapnya dengan intens dengan g41r4h yang mulai bangkit, apalagi sudah hampir seminggu kedua sosok gadis cantik yang sedang hamil muda itu tidak disentuh oleh sang suami akibat proteksi yang dilakukan oleh ibu dan ibu mertua mereka.


"Beb...!" kata Mellisa yang langsung mendapatkan tubuh perkasa didepannya dan berbasah-basahan dibawah air shower.


"Hon...!" kata Lily yang ikut bergelayut manja disisi lain tubuh polos Ray.

__ADS_1


"Ehh..., kalian berdua kenapa ikut masuk kesini?, nanti bagaimana dengan kedua ibu?" kata Ray yang bingung mendapat serangan dari kedua sisinya.


"Mereka sudah kami singkirkan sementara, dan waktu kita hanya ada 2 jam saja, ayo cepatlah sayang!, aku sangat membutuhkan sentuhanmu!" kata Lily yang mulai bergerak liar dan melepaskan seluruh kain yang menutup tubuhnya.


"Ohh..., Beb...!, kenapa tubuhmu tambah menggoda seperti ini?" kata Mellisa yang juga tangannya sudah bergerilya ke seluruh bagian tubuh Ray sambil satu persatu melepaskan semua pakaian yang dikenakannya.


Energi Ray yang masih meletup-letup seketika membangkitkan gelora asmaranya, sang junior segera bangkit sempurna dengan ukuran yang lebih fantastis seiring dengan peningkatan kekuatan dari sang pemilik. Pertarungan ronde pertama didalam kamar mandi tersebut berlangsung sampai mereka bertiga masing-masing mencapai puncaknya dan kemudian mereka melanjutkan lagi babak keduanya diatas ranjang, dan dengan penuh kesadaran Ray melakukannya dengan perlahan dan berhati-hati agar tidak menganggu kehamilan kedua istrinya itu. Walaupun demikian semua perlakuan yang ditunjukkannya tidak mengurangi kualitas hubungan intim seperti biasanya, pergulatan mereka akhirnya harus berakhir ketika mendengar suara panggilan dari Anna dan Bella dari balik pintu kamar pribadi mereka.


Dengan senyum kepuasan mereka kembali berbenah diri dan mengenakan pakaian yang baru diambil dari lemari pakaian masing-masing, setelah pakaian sebelumnya sudah basah dan berserakan didalam kamar mandi.


"Beb...!, nanti subuh-subuh sebelum kamu pergi latihan, datang dulu menyelinap kesini, kita bisa melakukannya dengan pelan, karena kedua ibu pasti tidur terlelap ditempat tidur sebelah itu!" kata Melissa yang sedang mengenakan pakaiannya.


"Iya sayang...!, kalau sudah subuh itu kami tidak bisa tidur nyenyak lagi?, karena mendengar dengkuran dari kedua ibu yang bersahut-sahutan!" kata Lily menambahkan.


"Iya aku akan melakukannya, tapi bagaimana dengan kalian berdua?, apakah masih sering merasa mual dan pusing?" tanya sang suami dengan serius.


"Perasaan sudah tidak lagi sekarang?, dan kalau kami juga merasakan akan hal itu?, pasti kami langsung meminum obat yang sudah diberikan oleh dokter, hanya saja kedua ibu terlalu memproteksi kami, padahal sebenarnya tidak ada yang perlu dikuatirkan!" kata Lily.


"Mmm..., itu sudah biasa bagi seorang calon nenek yang sudah lama merindukan kehadiran cucunya!, kalian juga harus mengerti akan hal ini, dan harus siap menerima perlakuan tersebut, tapi yakinlah lama kelamaan mereka akan juga melonggarkan pengawasan mereka terhadap kalian berdua!" kata Ray meyakinkan kedua istrinya itu.


"Baiklah, kalau sudah beres?, cepat sana bukakan pintu agar mereka tidak teriak-teriak lagi, kami berdua mau pura-pura tidur!" kata Mellisa.

__ADS_1


Setelah melihat kedua istrinya sudah berbaring dan menutup tubuh mereka dengan selimut hangat, Ray kemudian menuju kearah pintu untuk membuka agar kedua bunya itu bisa masuk.


__ADS_2