
Ray sedang tiduran dengan kedua tangannya yang dalam posisi memeluk Lily dan Mellisa dikedua sisinya, terkejut mendengar suara sang ibu mertua dari balik pintu kamar mereka. Segera dia bangkit dan beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu kamar, demikian juga dengan Lily dan Mellisa yang segera merapikan pakaian mereka yang terlihat berantakan.
"Ehh..., ibu berdua sudah datang?, ayo masuk...!, tuh..., mereka berdua masih lemas karena dari pagi terus memuntahkan isi perut mereka!" kata Ray menyambut kedatangan Anna dan Bella.
"Ly..., Mell...?, bagaimana keadaan kalian berdua?, apa masih merasa mual-mual?" tanya Bella yang langsung naik keatas tempat tidur mendekati kedua menantunya yang sedang berbaring.
"Sekarang sudah tidak terasa lagi bu..., karena tadi sudah minum obat dari dokter!, hanya masih ada sedikit rasa pusing, ibu berdua dapat kabar dari siapa?, secepat ini sudah mengetahuinya dan langsung datang kesini?" kata Lily.
"Kami diberitahu Albert tadi pagi, terus ayahmu langsung saja menghubungi Max untuk menyiapkan penerbangan untuk datang kesini!" kata Anna menjelaskan.
"Ehh..., nanti kalian berdua harus banyak makan yang bergizi dan juga harus minum susu, tidak apa-apa badan kalian agak terlihat sedikit gemuk, yang penting calon bayi yang harus diutamakan!" kata Bella mulai membuat pengaturan.
"Iya..., nanti ibu juga akan minta si Flora pergi membeli bahan sayur-sayuran yang cocok untuk ibu-ibu hamil seperti kalian berdua!" kata Anna menambahkan.
Kedua calon nenek itu mulai banyak membuat aturan yang harus diikuti oleh Lily maupun Mellisa, sehingga membuat Ray tertegun melihat kendali atas keluarganya diambil alih sementara oleh kedua ibunya itu.
"Ibu...!, kami sudah mendapat bantuan dari 2 orang ahli gizi yang setiap hari akan mengontrol semua makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh Lily dan Mellisa setiap hari!, jadi ibu berdua tidak perlu sibuk lagi ya?" kata Ray mencoba memberi pengertian.
"Hee..., Ray..., ibu kalian berdua ini sudah pengalaman melahirkan dan membesarkan kalian!, jadi kami lebih berpengalaman dari para ahli gizi itu yang kebanyakan teori!, jadi demi kesehatan kedua calon cucu kami dan kedua istrimu ini maka kalian harus mengikuti saran kami!, kalau tidak kamu tinggal sendiri disini kemudian Lily dan Mellisa akan ibu bawa ke Brashington!" kata Anna yang tetap dengan pendiriannya untuk mengurus kedua putrinya itu.
"Ehh... bukan begitu bu...!, tapi kami hanya berusaha untuk mengikuti saran dari dokter?" kata Ray yang tidak bisa lagi berbuat apa-apa dengan ketegasan kedua ibunya itu.
__ADS_1
"Ya...!, tapi kamu juga Ray, harus mendengar apa kata ibu, karena ibumu ini sendiri yang merawat mu dari lahir, dan tidak ada bantuan dari ahli gizi, jadi jangan meremehkan pengalaman ibu!" kata Bella sambil menatap tajam kearah sang putra.
Kehebohan didalam kamar tersebut membuat dua sosok pria dewasa yang sudah berada di depan pintu akhirnya mundur kembali dan turun ke lantai 1, Jeff dan Tomy menghindari celotehan dari para istri mereka itu karena sudah mengetahui dengan pasti bagaimana kalau Bella dan Anna sudah berpendirian.
"Sebaiknya kita tunggu mereka selesai dulu!" kata Jeff kepada Tomy.
"Ya... kalau kita ikut campur bisa-bisa kita yang kena imbasnya?, jadi biarkan singa-singa itu mengaum sampai bosan!" kata Tomy menambahkan sambil mengikuti Jeff keruangan keluarga yang berada di lantai 1.
"Dominic...!, Flora...!, terdengar suara teriakan Anna yang asalnya dari lantai 2 Mansion tersebut.
"Ya..., nyonya besar!" kata Dominic dan Flora berlarian mendapati sang nyonya besar.
"Dengarkan kalian berdua!, ini ada daftar belanjaan bahan-bahan makanan!, segera kalian cari dan beli untuk persediaan selama seminggu, dan untuk minggu berikutnya saya akan memberikan daftar yang baru!, dan daftar yang kedua ini adalah daftar menu sarapan, maka siang sampai makan malam yang harus kamu siapkan Flora...!, ingat jangan sampai keliru semua itu khusus untuk Lily dan Mellisa, untuk buah-buahan beli yang segar-segar agar tahan untuk jangka waktu seminggu!" kata Anna yang telah membuat daftar yang harus dikerjakan oleh para pelayan Mansion tersebut.
Akhirnya dia menyerah dan turun kelantai 1 dan ikut bergabung di ruangan keluarga bersama Jeff dan Tomy,
"Ayah..., apakah sudah bertemu dengan Master Bao Ming?"
"Jack Heart maksudmu?, ahh..., dimana beliau?, apakah dia ada di Mansion ini juga?" tanya Tomy.
"Iya ayah..., aku menemukan Master Bao Ming yang sedang berkelana di Kota Los Princes, sekarang dia sedang bersama kakek Albert, hmm..., sepertinya mereka sedang melihat-lihat gedung latihan yang aku bangun dibelakang Mansion!" kata Ray.
__ADS_1
"He..., kamu membangun sebah gedung lagi Ray?" kata Jeff yang terkejut mendengar perkataan Ray.
"Iya ayah..., itu untuk tempat latihanku juga untuk para penjaga keamanan di Mansion ini!, kalau begitu sebaiknya kita melihat kesana" kata Ray kemudian mengajak kedua ayahnya itu kebagian belakang Mansion.
Di sana masih terlihat ada beberapa pekerja yang sedang melakukan pekerjaan terakhir bagian luar gedung, dan di bagian dalam ada juga beberapa teknisi yang sedang membuat pekerjaan listrik. Mereka melihat keberadaan Albert dan Bao Ming yang sedang berbincang dengan 3 sosok orang asing yang belum pernah dilihat Ray sebelumnya, 3 sosok pria dewasa itu terlihat sangat akrab dengan Albert sehingga Ray menyimpulkan bahwa mereka adalah para detective swasta para bawahan Albert yang akan memberikan latihan kepadanya.
"Kakek..., Master...!" kata Ray.
"Ehh..., Ray...!" kata Albert.
"Salam Master Jack!" kata Tomy sambil memberi hormat dengan gaya seorang murid terhadap guru ketika melihat sosok Bao Ming.
"Tomy...!, ahh..., sudah sangat lama tidak melihatmu!, tapi aku senang bisa bertemu dengan putramu ini, hehehe..., dia layak menjadi seorang Black Dragon masa kini!" kata Bao Ming.
"Ehh..., apakah Master sudah memberitahu kepada Ray tentang kalung itu?" tanya Tomy.
"Ya..., semua sudah diketahuinya dan tinggal menunggu keputusannya!" kata Bao Ming.
"Ray...!, ini..., aku perkenalkan dengan ketiga pelatih mu yang akan membimbing mu selama 3 bulan ke depan, ini Steave, Brandon dan George, mereka adalah mantan pasukan elit yang sudah mengundurkan diri, dan mereka bertiga masing-masing memiliki keahlian khusus dalam hal pertempuran kelompok maupun perorangan, juga dalam hal penyamaran serta penyelidikan dan investigasi!" kata Albert memperkenalkan ketiga bawahannya tersebut.
"Baik kakek Albert, dan selamat datang di tempatku ini paman-paman sekalian!" kata Ray menyambut ketiga detective senior tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih tuan muda Ray!, jangan sungkan dengan kami bertiga, karena walaupun kami seorang ahli?, tapi kami bekerja dibawah perintah tuan Albert karena kami diberi makan oleh beliau!" kata sosok pria dewasa pemilik tubuh kekar yang bernama Steave.
Didalam ruangan gedung latihan tersebut terlihat ada 2 kelompok yang terdiri dari Tomy, Bao Ming dan Jeff disisi sebelah kanan, sementara Ray, Albert, Steave, Brandon dan George sedang berbincang disisi lainnya. Banyak yang mereka perbincangkan terutama Bao Ming dan Tomy yang kembali saling mengungkapkan kenangan masa lalu mereka ketika berada di Kota Zarklando, demikian juga dengan ketiga detective swasta yang menceritakan pengalaman-pengalaman mereka semenjak masih menjadi tentara sampai ketika sudah bergabung dengan tim detective dibawah Albert.