
Ray mendapat Free Day selama 2 hari setelah mengikuti pretest selama 3 hari dan kesempatan itu dia gunakan untuk pergi ke Brashington untuk melepas rindu kepada kedua orangtuanya terutama kepada kedua kekasihnya Lily dan Mellisa, dengan penerbangan pagi dia menumpang sebuah maskapai Nasional Negara State yang melayani route di seluruh propinsi. Dengan gayanya sebagai pebisnis muda Ray turun dari SUV Mercedez Maybach miliknya yang diantar oleh Juan di terminal keberangkatan, dia kemudian memasuki lounge atau ruang tunggu khusus penumpang Executive Class di bandara setelah melewati loket pemeriksaan tiket dan selanjutnya dia masih harus menunggu beberapa menit lagi sebelum boarding.
Beberapa saat kemudian Ray mendengar pemberitahuan lewat announcer yang memanggil para penumpang transit untuk lebih awal naik ke pesawat dan kemudian akan disusul oleh para penumpang yang berasal dari Kota Bronxvile, didalam lounge Ray hanya bersama seorang pria tua yang kebetulan juga adalah seorang penumpang transit yang menggunakan maskapai penerbangan yang sama dengan pesawat yang dinaiki Ray saat ini ke Brashington. Albert Debeur sebagai penumpang transit dari Kota Zarklando segera keluar dari dalam lounge dan menuju kearah tempat boarding setelah mendengar panggilan announcer, Albert melewati Ray yang masih duduk sambil menunggu giliran boarding dan sekilas dia termenung karena merasa familiar dengan wajah anak muda yang baru saja dilewatinya itu.
Sementara itu disisi Ray melihat ada sosok pria tua yang sekilas sedang memperhatikannya merasa aneh karena tidak biasanya ditempat umum seperti ini apalagi tempat berkelas akan ada orang yang saling memperhatikan, yang biasanya terjadi adalah mereka akan sibuk dengan urusan bisnisnya masing-masing yang seakan-akan sedang dikejar oleh waktu. Akhirnya tiba giliran para penumpang dari Kota Bronxvile untuk masuk kedalam pesawat dan Ray segera bergegas menuju pintu boarding sambi menenteng sebuah Travel Bag, saat sudah berada di cabin pesawat Ray diarahkan oleh seorang pramugari untuk menuju cabin yang diperuntukkan bagi penumpang Exevutive Class. Di sana kembali Ray bertemu dengan sosok orang tua yang memperhatikannya di lounge dan duduk dalam deretan kursi yang sama hanya dipisahkan oleh sebuah kursi kosong.
Perjalanan menuju ke Kota Brashington membutuhkan waktu selama 2 jam penerbangan, didalam cabin Executive Class tersebut hanya terdapat 4 orang penumpang dari kapasitas 12 kursi yang tersedia. Ray merasa penasaran karena orang tua tersebut masih saja memperhatikannya, Ray akhirnya menyapa orang tua tersebut lebih dulu untuk mencari tahu sebab dia memperhatikannya.
"Maaf tuan, apakah ada sesuatu yang aneh dengan diriku ini sampai-sampai sejak kita berada di lounge anda terus memperhatikan saya?" tanya Ray dengan sopan.
__ADS_1
"Ya...!, tapi maafkan orang yang sudah tua ini sebelumnya, saya sejak tadi memang sedang memperhatikan kamu anak muda!, karena wajahmu sangat mirip dengan keponakanku yang sudah lama menghilang!, sekali lagi maaf!, ahh iya..., perkenalkan nama saya Alber Debeur dari Kota Zarklando propinsi di bagian selatan!" kata Albert memperkenalkan dirinya sambil terus menatap wajah Ray dengan penuh selidik.
"Tidak apa-apa, Raymound Young!" kata Ray singkat.
"Bolehkah aku duduk disebelah mu?, aku berniat berbincang-bincang denganmu karena melihat sepertinya kamu seorang pebisnis muda, ya hitung-hitung sambil kita melewati kejenuhan dalam perjalanan selama 2 jam nanti!" kata Albert mencoba lebih dekat karena terlihat Ray agak curiga dengannya.
"Maaf tuan Debeur, saya tidak ada selera membicarakan bisnis saat ini karena aku merasa lelah, sebaiknya kita manfaatkan 2 jam ini untuk istirahat dan sebisa mungkin untuk tidur agar tubuh kita segar kembali saat tiba di ibu kota!" kata Ray mencoba menghindar.
"Baiklah...!, lakukanlah apa yang menjadi keinginanmu, aku tidak akan mengganggu lagi!" kata Albert kemudian dengan cepat mengirim pesan teks singkat kepada Max Dorigan sebelum penggunaan ponsel dilarang untuk dihidupkan saat pesawat akan muju ke runway.
__ADS_1
"Check seorang pengusaha muda bernama Raymound Young di Kota Bronxvile, Albert"
Itulah pesan singkat yang sempat dikirim Albert kepada max sebelum pesawat lepas landas dari bandara Fenesvile Kota Bronxvile menuju Kota Brashington, baru 10 menit mengudara terlihat kesibukan para cabin crew yang akan memberikan pelayanan kepada para penumpang Executive Class, Ray yang sedang berusaha untuk tidur tersadar dan menegakkan kembali sandaran kursinya dan penopang kaki untuk menerima makanan ringan dan minuman yang diberikan oleh seorang pramugari.
Disisi lain Albert juga melakukan hal yang sama tanpa lagi memperhatikan kearah Ray, namun beberapa saat yang lalu dia memperhatikan dengan jelas kearah Ray yang sedang mencoba untuk tidur itu. Sasarannya adalah bagian leher kemeja Ray dimana ada sebuah mata kalung giok menyerupai kepada Naga berwarna Hitam, Albert mengenal betul benda tersebut adalah milik Tomy Debeur sosok yang sedang dicarinya selama ini. Albert tinggal menunggu kesempatan untuk mencoba kembali bertanya kepada Ray tentang siapa nama kedua orang tuanya untuk memastikan analisanya bahwa Ray adalah anak dari Tomy Debeur dan Bella Castelo, dari sudut usia Albert juga memperkirakan bahwa sosok anak muda yang sedang diperhatikannya itu belumlah berusia 20 tahun dan mencocokkan dengan lamanya Tomy dan Bella menghilang selama ini sudah sejak 18 tahun yang lalu.
Berbagai perkiraan mulai berputar dalam pikiran Albert dan selanjutnya dia berharap selama 2 jam penerbangannya ini Max sudah membaca pesan singkatnya dan mulai menyelidiki keberadaan sosok anak muda yang bernama Raymound Young, Albert kemudian mencari cara agar Ray mau berbicara dengannya walau tidak lama karena dia hanya akan memastikan nama dari kedua orangtuanya apakah benar sesuai dengan perkiraan Albret. Dari wajahnya Albert melihat ada sosok Tomy Debeur di sana dan jika melihat dari bentuk bibir dan dagu milik Ray ada sosok Bella yang terlihat, ditambah lagi dengan kepemilikan kalung wasiat pemberian Julia Hoffman istri dari Frank Debeur kepada Tomy Debeur yaitu sebuah mata kalung giok berbentuk kepala Naga dan berwarna hitam. Kesemua analisa yang dipikirkan Albert sepertinya terhubung secara pasti dengan keberadaan Tomy dan Bella saat ini, sambil berharap mendapat kesempatan itu Albert duduk dengan tenang sambil memikirkan beberapa alternatif agar bisa berbicara dengan Ray setibanya mereka di Bandara Brashington.
Disisi lain Ray mulai tertidur setelah tadi tertunda karena mendapat pelayanan dari para cabin crew, dia berpikiran santai membayangkan pertemuannya dengan kedua orangtuanya terlebih dengan kedua calon istrinya. Dia juga memikirkan tentang rencana pernikahan mereka yang tinggal sebulan lagi dan sudah sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan oleh ayah dan ibunya juga apa yang dilakukan oleh kedua calon mertuanya, kemudian terlintas dalam pikirannya tentang persiapan Lily dalam menghadapi ujian akhirnya dan Mellisa yang baru saja selesai pretest dan akan menghadapi ujian semester sama sepertinya.
__ADS_1