Putra Sulung

Putra Sulung
Meluluskan Keinginan Melisa


__ADS_3

Setelah puas memandangi 2 keindahan yang masih terlelap dengan mimpi indah mereka, Ray keluar dan menuju sebuah ruangan yang berada dibagian belakang lantai 2 tersebut. Ruangan itu sudah dijadikan sebagai tempat untuk mereka berlatih sejak kedatangan Ray dikediaman Lily beberapa bulan lalu, tempat itu juga sudah dilengkapi dengan beberapa alat untuk melatih bagian-bagian otot kaki, tubuh bagian depan dan belakang dan tampak sekilas ruangan tersebut sudah berubah menjadi sebuah mini gym.


Ray melakukan perenggangan otot kemudian melanjutkan dengan bermeditasi untuk mengolah energi hawa murninya yang berada didalam tubuh, latihan ini sudah rutin dia lakukan sebagai bentuk persiapannya untuk naik ketingkat yang lebih tinggi yaitu Ranah Kekuatan Spiritual. Kekuatannya sekarang sudah berada ditingkat puncak Kekuatan Hawa Murni (tenaga dalam), dan sebagai syarat naik ketingkat yang lebih tinggi lagi maka dia harus secara sempurna menggunakan kekuatan Hawa Murninya itu secara cepat dan menjaga kestabilannya. Latihan Beladiri Cina Kuno ini sudah dilatih Ray sejak usia anak-anak melalui bimbingan ayahnya sebagai pelatih atau guru, ketiga teman sekolahnya yaitu Kenny, Jim dan Ronald ikut bergabung berlatih dengannya saat mereka duduk dikelas 10. Satu tahun kemudian Mellisa ikut juga tertarik dan bergabung dalam latihan yang dibimbing oleh Tomy di Dojo yang dibuat dibasement Happylive Mart Kota Bronxvile, dan terakhir Lily yang tertarik untuk ikuti berlatih beladiri ini ketika mereka bertemu saat liburan di Villa dan secara diam-diam mengikuti dan melihat Ray yang sedang berlatih di dermaga kecil pinggiran danau Fenesvile.


Selama kurang lebih 1 jam Ray bermeditasi dan kemudian melanjutkan melatih beberapa jurus pukulan dan tendangan yang sudah dikuasainya, setelah merasa cukup dia kembali kekamar untuk membersihkan dirinya dan saat melewati kamar Mellisa yang berada dibagian sebelah kanan lantai 2 tersebut dia melihat pintunya dalam keadaan terbuka. Dia masuk untuk melihat keadaan didalam kamar mellisa dan mencari tahu apabila ada yang mencurigakan, karena dia tahu saat ini sang pemilik kamar masih tertidur dikamar kakaknya Lily.


"Kena kau...!, bruukkk..."


Ray terkejut mendapat sebuah pelukan hangat dari arah belakangnya dengan tiba-tiba,


"Uhh..., bikin kaget aja...!, sudah lama bangunnya?, perasaan aku tinggal tadi masih mendengkur?" kata Ray yang masih dalam pelukan tangan dan tubuh mungil tapi proporsional milik Mellisa yang hanya mengenakan piyama tidur.


"Sudah sejak tadi bahkan sempat melihatmu berlatih diruang gym!, kok nggak ngajak-ngajak latihan bersama sih, beb...?" kata Mellisa masih dengan sikapnya sedang bermanja ria.


"Hmm..., aku pikir kalian masih lelah dan malas bangun dari mimpi kalian, makanya aku pergi keluar dan berlatih sendiri!, ayo sudah..., aku mau mandi dulu, bau nih!, beb..." kata Ray sambil memutar badannya menghadap kearah Mellisa.


"Beb...!, aku juga mau mandi, bareng ya...?,"


"Mmm..., ada apa sih beb...!, kok wajahmu kek gitu?, bikin gemes aja!" kata Ray yang tidak bisa menolak melihat wajah permohonan sang kekasih seperti orang mau menangis, kemudian mengiyakan keinginan Mellisa.

__ADS_1


"Yeayy..., ayo buruan!, pakaian gantinya ntar aja ngambilnya kalo udah selesai mandi!" kata Mellisa penuh antusias dan menarik tangan Ray dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


Keceriaan nampak diwajah Mellisa yang dengan manjanya bergelayut manja ditubuh Ray dalam keadaan tubuh keduanya polos, dibawah siraman air hangat yang keluar dari corong shower mereka berdua saling menyabun ditubuh mereka. sebenarnya Mellisa ingin mandi sambil berendam dalam bathtub tapi menurut Ray hal itu akan menjadi lama apalagi jika Mellisa mendesaknya untuk bercumbu, akhirnya mereka hanya mandi dibawah guyuran shower dan tetap saja Mellisa meminta kehangatan dari Ray karena dia merasa harus mendapatkannya diawal-awal hubungan mereka berdua resmi sebagai pasangan kekasih.


Dipertengahan jalan proses mandi mereka, Ray mulai memberikan penetrasi ditubuh Mellisa yang terlihat mulai kepanasan. Hal itu juga memang menjadi permintaan dan harapan Mellisa selama ini, dia selalu membayangkan kemesraan Ray dan kakaknya Lily saat mereka sedang berdua dan hal itu pula yang mendorongnya untuk meminta lebih kepada Ray saat ini.


"Beb..., yang ini kok dianggurin?" bisik Mellisa ditelinga Ray dengan suara sendu sambil menunjuk gunung kenyalnya sebelah kiri dan sementara itu tangan kanannya bermain dengan nakal dibagian bawah perut Ray.


"Uumm..." Ray hanya bisa mengangguk karena mulutnya masih dipenuhi pucuk gunung kenyal Mellisa yang sebelah kanan.


Ray melihat gejolak hasrat Mellisa telah naik sampai hampir kepuncaknya karena penetrasi yang dia berikan, segera dia menyudahi permainan nakal mereka kemudian mengeringkan tubuh sang kekasih dan juga dirinya. Melihat kekecewaan diwajah sang kekasih Ray tersenyum kemudian segera menggendong tubuh mungil putih dan mulus itu ala bridal style, dia membawa tubuh sang kekasih kepinggiran ranjang dan mendudukannya disana sementara itu dia duduk selonjoran dilantai dan mulai melancarkan aksinya membantu Mellisa meraih puncak hasrat pertamanya bersama Ray.


Chuupphh...!


"Istirahatlah dulu sebentar beb..., aku mau membangunkan Lily supaya ia tidak kesiangan!" bisik Ray ditelinga Mellisa yang masih menutup kedua matanya dan mengatur pernafasannya yang sedang memburu.


"Hmm... mm..., beb..., nanti kita ulangi lagi ya?, ternyata rasanya enaaakkk...!, banget, kalau tau begitu aku dah maksa kamu dari dulu untuk jadi kekasihku!" kata Mellisa yang terlihat sangat senang.


"Apakah hanya karena itu sampai kamu tertarik denganku sayang?" tanya Ray yang masih tetap memeluk tubuh polos itu.

__ADS_1


"Ya enggak lah!, beb..., aku melihatmu sebagai sosok pelindung karena kamu jago beladiri, kamu aku anggap sebagai tempatku berteduh saat dalam kesulitan karena tubuh kekarmu itu yang macho dan jantan, terus aku melihatmu bisa menjadi seorang pemimpin karena suaramu kamu selalu didengar oleh ketiga temanmu!" kata Mellisa menjelaskan ketertariknnya kepada sosok Ray.


"Hehehe..., berarti aku tidak tampan ya dimatamu!" kata Ray menggoda sang kekasih.


"Uhh..., ge er banget...!, ketampananmu lenyap seketika saat bersanding dengan putri-putri dari keluarga Conway tahu...?" kata Mellisa sambil memanyunkan bibirnya.


"Hahaha..., dah aku kekamar sebelah dulu, takutnya kakakmu masih pulas tidurnya!"


"Eumm..., beb...!, jangan lama-lama aku belum mau berpakaian dan masih menunggumu!"


"Iya..., ya..., sebentar aja kok!" kata Ray kemudian mengenakan bathrobenya dan pergi kekamar Lily yang berhadapan dengan kamar Mellisa.


Perlahan tanpa menimbulkan suara dia masuk dan menutup pintu kamar tersebut, dia melihat tubuh sang kekasih masih terbalut selimut dan selanjutnya membaringkan tubuhnya yang sudah polos itu karena bathrobe yang dikenakannya sudah berada diatas lantai kamar. Dia sudah sangat berharap untuk segera melepaskan hasratnya yang barusan masih dia tahan dan hanya memberikan kenikm4t4n puncak kepada Mellisa dengan cara or4l, Lily yang masih terlelap tidak menyadari ada 2 tangan halus namun kekar yang sedang merayap didadanya kemudian dia tersadar karena tubuhnya terasa ditarik dan diputar menghadap kearah sosok yang sudah polos didepannya.


Dengan mata yang masih membuka dan keadaan piyama tidur yang sudah berantakan, kesadarannya mulai merasakan 3mut4n lembut dari bibir sang kekasih disalah satu gunung kenyalnya. Lily juga merasakan sebuah benda yang sudah mengeras dan pucuknya menempel dengan tepatnya dibibir goa sorgawinya walaupun masih terhalang kain piyama tidur yang dia kenakan.


Kesadaran Lily seketika kembali dengan sempurna, semua syaraf sensitifnya bangkit dan sambil tersenyum bahagia dia berinisiatif sendiri melepas semua kain penghalang yang berada ditubuhnya karena melihat lawannya telah polos.


"Ouwh..., Hon...!, ayo kita lakukan yang benar..., aku menginginkanmu sekarang sepenuhnya" kata Lily yang terlihat seperti singa liar yang bangkit dari tidur kemudian menunjukkan kebuasannya, dia mulai mengaum, menj1l4t bahkan sesekali mengigit dengan pelan dan lembut pada bagian-bagian favoritnya ditubuh Ray.

__ADS_1


"Aku akan memberikannya tanpa rasa sakit saat pertama kali kita melakukannya sayang, karena aku juga menginginkannya!, eennmm?" kata Ray lembut sambil tetap melancarkan serangannya ditempat terfavoritnya dan tangan kanannya mulai melakukan penetrasi dibibir goa surgawi Lily yang sudah mulai kebanjiran.


__ADS_2