Putra Sulung

Putra Sulung
Tak Percaya


__ADS_3

Mercedes Maybach SUV berwarna Biru metalik bersama sebuah BMW Coupe seri 8 berwarna silver memasuki parkiran Mall terbesar di Kota Bronxvile, Gedung Mall tersebut beserta semua toko branded dan barang mewah didalamnya adalah merupakan bisnis Conway Group dan Ray telah menghubungi Jonathan untuk memberitahu manager store Mall bahwa dia akan pergi berbelanja ke Mall tersebut. Ray sudah berbisik kepada Kathrine untuk mengarahkan kedua temannya untuk pergi melihat butik gaun dan toko perhiasan langganan Lily dan Mellisa dan kepada mereka Ray juga meminta untuk membantu ketiga sahabatnya untuk mendapatkan setelan pakaian resmi yang akan digunakan dalam acara pernikahan Ray nanti.


"Ray toko-toko itu menjual barang-barang branded dan harganya sangatlah mahal!, kami tidak bisa melakukannya karena akan menguras isi dompetmu, nanti apa yang akan dikatakan Lily dan Mellisa jika mengetahuinya?" kata Kathrine yang terkejut dengan perkataan Ray.


"Tenanglah!, aku sudah mendapatkan ijin dari kedua tunanganku itu, dan juga semua barang yang akan kalian beli bisa digunakan dalam acara pernikahanku nanti!, pergilah dan pilihkan yang terbaik untuk kekasih kalian dan akan ada yang mengantar kalian saat berbelanja" kata Ray untuk meyakinkan Kathrine.


"OMG Ray...!, kamu membuatku terkejut dan berkeringat dingin saat ini" kata Kathrine yang masih merasa ragu.


"Ayolah, itu adalah hadiah kesetiaan kalian bertiga terhadap ketiga sahabatku, dan juga kalian bisa menebusnya dengan bekerja dengan baik selama magang di perusahaan keluarga Conway nantinya!, oke?" kata Ray untuk menghilangkan keraguan di hati Kathrine.


Sementara itu Kenny, Jim, Ronald, Sandra dan Diane telah berjalan lebih dulu memasuki lift yang menuju lantai 3 dimana toko-toko itu berada, beberapa langkah Ray dan Kathrine yang sengaja memperlambat jalan mereka terlihat sosok pria dewasa bergegas menghampiri Ray dan langsung menyapanya.


"Maaf tuan muda Ray, saya agak terlambat menyambut anda, saya store manager mall ini dan mendapat tugas dari tuan Jonathan untuk mengantar tuan berbelanja!" kata sosok pria tersebut menyapa Ray dan Kathrine.


"Oh iya..., terimakasih, tolong antarkan teman-teman saya untuk semua keperluan mereka, masukkan dalam tagihan saya semuanya nanti, saya akan menunggu kalian di coffee shop lantai 5" kata Ray kepada sang manager toko itu.


"Baik tuan muda!, mari nona silahkan berjalan didepan tunjukkan dimana toko yang akan nona dan teman-teman datangi!" kata sang manager toko mempersilahkan Kathrine menuntunnya sementara itu Ray menuju lantai 5 dimana tempat semua gerai makanan dan tempat minum berada.

__ADS_1


Butik untuk pakaian wanita adalah tempat pertama yang mereka datangi, para gadis itu mulai memilih pakaian terbaik yang mereka sukai yang rencananya akan mereka kenakan saat acara pernikahan Ray dengan Lily dan Mellisa, setelah itu mereka menuntun Kenny, Jim dan Ronald untuk memilihkan setelan resmi mereka disebuah toko pakaian pria yang hanya menjual merek-merek terkenal setelan resmi pria dari Italy dan Perancis.


Kathrine yang telah diarahkan Ray membawa mereka didampingi oleh manajer toko mall tersebut yang mengumpulkan semua bukti belanjaan untuk dimasukkan kedalam rekening tagihan atas nama Ray, toko terakhir yang mereka datangi adalah toko perhiasan langganan Lily dan Mellisa. Mata Kathrine, Sandra dan Diane membulat melihat harga setiap perhiasan yang terpajang di sana apalagi untuk ketiga sahabat Ray yang baru pertama kali melihat barang-barang tersebut yang nilainya seharga sebuah rumah sederhana ditempat tinggal mereka, tapi karena Ray telah meyakinkan Kathrine maka mereka pun mengambil masing-masing sebuah kalung berlian untuk para gadis dan sebuah cincin berlian untuk para pria.


"Kath..., apakah ini tidak berlebihan?" tanya Sandra.


"Aku juga sudah mengkonfirmasi kepada Ray sebelumnya tapi Ray malah meminta manager toko mall ini untuk mendampingi kita berbelanja!" kata Kathrine menjelaskan.


"Owh..., jadi yang dari tadi mengikuti kita itu adalah manager toko gedung mall ini?, astaga...!, apa sebenarnya posisi Ray di perusahaan keluarga Conway itu sampai bisa mendatangkan seorang manager toko untuk mendampingi kita?" kata diane tak percaya apa yang didengarnya dari perkataan Kathrine.


"Bukan itu saja, aku tadi mendengar pembicaraan mereka bahwa sang manager toko itu mendapat perintah dari tuan Jonathan yang adalah salah satu Boss Besar di perusahaan keluarga Conway, nah artinya posisi Ray lebih tinggi dari tuan Jonathan!" kata Kathrine menambahkan.


"Ya..., aku juga yakin dengan hal itu, lihat saja dia sudah tinggal di Mansion keluarga Conway walaupun belum resmi menjadi suami Lily dan Mellisa, begitu juga dengan mobilnya, dan juga apa kalian tidak menghitung jumlah total belanjaan kita semua saat ini?, benar-benar Ray telah menyembunyikan identitas yang sebenarnya dari kita semua!" kata Diane yang masih tak percaya dengan apa yang sedang mereka alami karena mengetahui jumlah belanjaan mereka sekarang sudah hampir mencapai 1 juta dollar.


"Apa...!, benar dari tadi aku menghitungnya juga, astaga...!, hampir menyentuh angka 1 juta dollar, OMG..., beruntunglah kita bisa berteman dekat dengannya" kata Sandra sambil membelalakkan kedua matanya.


"Sayang...!, apa kalian sudah selesai?, ini sudah malam dan besok kita harus bersiap pagi-pagi sekali, nanti boss kecewa kalau kita sampai terlambat" kata Kenny memperingatkan Kathrine dan kedua temannya itu.

__ADS_1


"Ehh..., iya sayang...!, kami sudah selesai dan dari sini kita akan menyusul Ray di coffee shop lantai 5" kata Kathrine kepada mereka semua.


"Ahh..., baguslah dari tadi aku sudah sangat haus, ayo kita kesana!" kata Jim ikut menimpali percakapan Kenny dengan Kathrine.


"Baiklah kalau tuan-tuan dan nona-nona sudah selesai berbelanja mari kita menemui tuan muda Ray, karena saya sudah diperintahkan untuk mendampingi kalian sampai selesai dan melapor kepadanya!" kata sang manager store mall tersebut.


Ray tersenyum melihat kedatangan teman-temannya yang sudah selesai berbelanja dan didampingi oleh sang manager store yang terlihat setia mengikuti keenam sahabatnya itu dari belakang, Ray kemudian mengajak mereka untuk minum kopi bersama sebelum kembali pulang dan menerima laporan dari sang manager toko.


"Oke terimakasih sudah membantu saya dan teman-teman saya, silahkan anda kembali menjalankan tugas anda dan akan ada bonus dari Jonathan nantinya!" kata Ray kepada sang manager toko tersebut.


"Sama-sama tuan muda Ray, kalau begitu saya undur diri dulu!" kata manager toko tersebut kemudian berlalu.


"Dan untuk kalian semua, aku berharap besok sudah siap tepat pukul 08:00 di ruangan kerja Jonathan Baker, karena dia akan mengantarkan kalian keruangan kerja yang sudah disiapkan dan memberi arahan apa yang harus kalian kerjakan di sana!" kata Ray menjelaskan.


"Siap boss..., kami akan tepat waktu!" kata Kenny.


Mereka kembali bersama ke asrama putra dan dari sana mereka berpisah kembali ke rumah mereka masing-masing, demikian juga dengan Ray yang kembali ke Mansion untuk beristirahat dan akan memulai kegiatan besarnya selama liburan semester kali ini. Mulai dari menguasai semua dokumen penting tentang perusahaan Conway Group kemudian persiapan sampai pelaksanaan acara pernikahannya, kemudian dilanjutkan dengan bulan madu ke Hawaii dan sekembalinya dia sudah diharuskan untuk ke Kota Zarklando tempat kelahiran ayahnya Tomy Debeur untuk mengambil alih perusahaan Debeur Corporation kemudian akan digabungkan dengan Conway Group menjadi Db & C International Company.

__ADS_1


Setelah itu mulai menjalankan perusahaan besar tersebut sebagai CEO dengan kantor pusat yang berada di Kota Brashington, walaupun nantinya saat operasional sementara waktu masih akan dijalankan oleh kedua ayahnya yaitu Tomy Debeur dan Jeffersson Conway yang akan dibantu oleh Albert Debeur dan Max Dorigan serta Jonathan Baker sampai Ray selesai dan lulus dengan perkuliahannya.


__ADS_2