Putra Sulung

Putra Sulung
Tidak Harus Memilih


__ADS_3

"Duduklah kalian berdua!, tuh..., nikmati kopi panas kesukaanmu Ray dan untukmu Mell, orange juice favoritmu!, nah..., sambil minum dengarkan perkataan ibu!" kata Bella mulai menjelaskan semua perbincangan yang telah beberapa kali mereka lakukan pertemuan baik dirumah ini, atau dirumah keluarga Conway maupun beberapa kali saat makan malam bersama dengan saling mengundang.


Diawal-awal pertemuan kedua keluarga memang terjadi ke salah pahaman, pertama disisi Jeff dan Anna yang tidak menginginkan salah satu anak gadis mereka menderita karena cinta. Tapi dalam kondisi yang keduanya sama-sama mencintai satu orang yang sama membuat mereka bingung, dan kemudian mereka memastikannya kembali dengan baik terhadap pendirian Lilyana maupun Mellisa yang ternyata tetap masih dengan kata hati mereka bahwa masing-masing tetap mencintai Ray dan telah menjatuhkan pilihan mereka berdua kepada Ray seorang. Disisi Tomy dan Bella yang merasa bahwa perlakukan anak mereka Ray telah melebihi batas kewajaran dengan membuat 2 anak gadis orang mendapat masalah perasaan, Tomy dan Bela berandai-andai apakah memang hal ini sengaja dilakukan oleh Ray dengan mencintai 2 orang gadis yang kebetulan kakak beradik?, atau perasaan itu datangnya dari kedua gadis tersebut.


Jika mereka manarik garis lurus dengan kebiasaan dan tingkah laku Ray selama ini yang mereka kenal, bahwa anak mereka itu tidak akan melakukan hal seperti itu dengan menduakan cinta seorang gadis, apalagi terhadap kakak dan adik dan hal itu sangat diyakini oleh Tomy maupun Bella.


Setelah Jeff dan Anna memberikan kesempatan bicara kepada kedua anak gadis mereka dari hati kehati, kembali mereka mengundang Tomy dan Bella untuk makan malam bersama disebuah restoran untuk membicarakan masalah percintaan anak-anak mereka. Dengan penuh keakraban kedua pasangan orang tua itu mulai saling mengerti dan mengenal watak anak-anak mereka, terutama Jeff yang telah mendengar pengakuan anak-anak gadisnya awal pertemuan mereka dan saat benih-benih cinta itu tumbuh dalam hati mereka.


##Flash Back On## (pertemuan ke-2 antara keluarga Conway Stuard dan keluarga Mound Young disebuah restoran)


"Memang anakku yang sulung itu dari dulu agresif, dia selalu mendahului mengajukan pertanyaan kepada kami jika dalam keadaan kebingungan apalagi terdesak jika sedang menginginkan sesuatu yang berada diluar jangkauannya!" kata Jeff membuka pembicaraan kedua keluarga.


"Iya..., dan ada kalanya Lily sudah mengambil keputusan atau tindakan baru mengutarakannya kepada kami, sepertinya kebiasaan itu menurun dari sifat Jeff waktu muda dulu!, hehehe..., like daughter like father!" kata Anna menambahkan.


"Ya..., itulah anak-anak muda jaman sekarang tidak seperti kita dijaman 30 tahun lalu, hanya saja aku menyangsikan apakah mereka sudah siap atau belum walaupun aku sudah tidak melihat tingkat kelabilan terhadap mereka, apakah kamu juga melihatnya Jeff?" kata Tomy.


"Kamu benar Tom, justru akan dapat memastikannya terlebih terhadap Mellisa, walaupun dia sudah memendam perasaannya sebegitu lama, tapi dia tidak menunjukkannya bahkan saat kami berbicara masalah pertunanganan antara kakaknya Lily dengan Ray, dia seperti biasa saja menanggapinya bahkan dia memberikan beberapa ide cemerlang dalam pelaksanaan acara tersebut nantinya!" kata Jeff.


"Benar kata suamiku ini!, dan bahkan dia yang berbicara mewakili kakaknya dan dirinya sendiri setelah mereka berdua berbicara dari hati kehati, kami juga terkejut mendengar keputusan mereka berdua tapi aku dan Jeff merasa senang dan bahagia jika pernyataan mereka berdua dapat diterima oleh keluargamu terlebih Ray!" kata Anna dengan senyum kebahagiaan.


"Ehh..., apa keputusan mereka? cepat katakan kepada kami, jangan buat kami penasaran!" kata Bella yang cemas dan penasaran dengan keputusan yang dibuat oleh Lily maupun Mellisa karena kedua anak gadis itu telah mengisi hatinya yang merindukan seorang anak gadis dalam kehidupannya.

__ADS_1


"Hah...!, Tom lihat wajah istrimu itu seperti wajah yang ingin orgasme saja!, hehehe..." kata Tomy mencandai Bella yang terlihat sangat antusias.


"Hihihi..., Bell..., sabar...!, akan aku lanjutkan ceritanya tapi minumlah dulu sedikit anggur merah didepanmu itu, uumm...?"


"Ahh..., kalian ini bikin aku penasaran saja!"


"Ya, siapa suruh kamu mempunyai anak yang tampannya kelewatan!, membuat kedua anak gadisku berebutan!, hahaha..." tambah Jeff menggoda Bella.


"Hahaha...", Tomy juga ikut tergelak tertawa bersama Jeff.


"Hahh..., dasar kalian ini laki-laki...!" kata Bella dan Anna bersamaan melihat tingkah kedua suami mereka, kemudian saling berbisik diantara keduanya melanjutkan cerita keputusan kedua anak gadis keluarga Conway itu.


Tomy yang akhirnya penasaran melihat kedua wanita paruh baya itu berpelukan dengan penuh perasaan senang dan bahagia setelah Anna mengatakan keputusan dari kedua anaknya kepada Bella.


"Hmm..., mereka berdua bersedia berbagi!, dan menjadikan anakmu suami mereka berdua, dan berencana akan menikah bersamaan, nah...!, bagaimana pendapatmu?, dipihakku sudah setuju dan menerima keputusan yang dibuat kedua putriku itu, hehehe..., aku juga senang karena tidak repot-repot membagi-bagi harta warisanku kepada 2 orang karena hanya seorang yang akan mewarisinya yaitu Ray menantuku yang hebat!, hehehe..." kata Jeff dengan bangga.


"Hei..., siapa juga ayahnya?, jangan bangga begitu kamu Jeff, ini aku Tomy Debeur asli ayah dari Ray Debeur!, hahaha..." kata Ray sambil menunjukkan dadanya.


"Iya..., iya...!, tapi ngomong-ngomong kamu harus kembali mengambil yang menjadi hakmu itu Tom, sayang itu dibiarkan kepada mereka yang tidak bisa mengurusnya, karena aku melihat perusahaan peninggalan ayahmu itu sudah menjadi yang kesepuluh besar sekarang, padahal dulu itu adalah perusahaan nomor 1 di negara ini!" kata Jeff mengingatkan Tomy.


"Ahh..., lupakan saja tentang hal itu Jeff, aku sudah tidak memperdulikannya, aku sudah senang dengan keadaanku sekarang dan jangan kau anggap remeh kepadaku, karena seluruh biaya pernikahan anakku nantinya harus menjadi tanggung jawabku, oke?"

__ADS_1


"Ya..., tapi setidaknya berilah aku sedikit sponsor, toh aku menikahkan anakmu dengan kedua putriku, ingat aku 2 dan kamu hanya 1, jadi berikan aku kesempatan untuk menyenangi anak-anakku biar mereka merasakan kebahagiaan dari orang tua sepertiku kemudian secepatnya memberikan kita beberapa orang cucu yang lucu!, benar tidak hehh...?" kata Jeff sambil memainkan kedua alis matanya keatas dan kebawah.


"Kamu benar Jeff, aku juga sudah membayangkan dan merindukan akan saat-saat seperti itu, hehehe...", kata Tomy yang mengaminkan perkataan calon besannya itu.


"Hei...!, kalian berdua sedang mabuk ya?, masa hanya sebotol anggur merah saja sudah seperti itu?" kata Anna yang memergoki Jeff dan Tomy berbincang sendiri tanpa menghiraukan keberadaanya bersama Bella yang berada didepan mereka.


##Flash Back Off##


"Nah dari cerita ibu tadi, sekarang ibu ingin mendengar darimu langsung apa keputusanmu, tapi tunggu...!, Lily sayang keluarlah!" kata Bella memanggil Lily yang sudah sejak tadi berada dirumah itu tapi dia sedang bersembunyi dikamar Tomy dan Bella tanpa sepengetahuan Ray dan hanya diketahui oleh Bella dan Mellisa bahkan rencana ini sudah mereka bertiga buat 2 hari yang lalu sebelum kedatangan Ray ke Kota Brashington ini.


"Honey...!, i really miss you...!" kata Lily yang sudah tidak tahan lagi berlama-lama bersembunyi, dan seketika mendengar panggilan sang calon ibu mertuanya dia langsung keluar dan berlari memeluk sang pujaan hati sambil menuntut keadilan karena sebelumnya dia mendengar perkataan Bella bahwa Mellisa dicium oleh Ray di kebun bunga miliknya. Raypun memberikan ciuman hangat yang durasinya kurang lebih sama lamanya saat dia mencium Mellisa dengan liar saat dikebun bunga.


"Ehh ada ibu...!, kalian berdua saling nyosor aja" cegah Melisa yang melihat tingkah Ray dan kakaknya Lily didepan Bella, tapi kerinduan keduanya sudah tak tertahan lagi dan mereka berdua tetap berpelukan dan saling berpagutan bertukar saliva seperti yang dialami Mellisa saat dikebun bunga sebelumnya.


"Duduklah kalian bertiga, dan kalian dua anak gadis duduk disamping ibu, sedangkan kamu Ray duduk didepan kami dan jawab pertanyaan ibu tadi dengan jujur dihadapan kedua wanita ini!" kata Bella yang memisahkan kerinduan Ray dan Lily kemudian menanti jawaban putra tunggalnya itu.


"Maaf ibu, sebelumnya aku ingin memastikan keputusan yang dibuat dari dua bidadari didepanku saat ini, Ly..., Mell..., tolong jawab aku dengan jujur apakah benar keputusan kalian itu datangnya dari hati kalian yang terdalam, tidak karena desakan rasa ingin memiliki saja?, karena suara yang datangnya dari hati yang paling dalam berdasarkan ketulusan dan keikhlasan, sedangkan yang datangnya secara spontanitas karena keadaan itu hanya karena desakan hawa nafsu saja dan yang kedua itu hanya akan mendatangkan masalah terhadap hubungan kita nantinya, diantara kalian hanya akan ada saling cemburu dan iri hati sampai membuat sakit hati, jawablah pertanyaanku, kamu yang pertama Mell...!" kata Ray sambil menatap keduanya dengan intens.


"Iya..., kami sudah saling bertukar pikiran sebelumnya dan mendapatkan jawaban itu saat kami berbicara dari hati kehati, dan akhirnya kami menetapkan satu hati kemudian mengambil keputusan yang sudah disampaikan Mellisa kepada ibu, dan aku yang mengatakannya kepada ayah, dan saat itu penyampaian kami secara bersamaan hanya saja waktu itu ayah sedang berada ditaman depan dekat kios bungaku sementara Mellisa mengatakannya kepada ibu yang sedang berada didalam rumah.


"Kalau kamu Mell..., bagaimana?"

__ADS_1


"Hmm..., aku mengatakan kepada Lily bahwa aku siap berbagi dengannya asalkan aku juga menjadi pendamping hidupmu, dan Lily juga menerimaku dan bersedia berbagi denganku tanpa syarat, dan kami sudah berjanji akan memperlakukanmu dengan baik dan sepenuh hati kami, kamu tidak harus memilih lagi satu diantara kami, tapi kami berdua sudah sepakat dan ikhlas menjadi milikmu, kamu hanya perlu menyetujuinya dan menjalaninya bersama kami berdua, benarkan Ly...!" kata Mellisa menjelaskan dan meminta persetujuan kakaknya.


__ADS_2