Putra Sulung

Putra Sulung
Menerima Hukuman


__ADS_3

Malam harinya Ray menghubungi Lily kembali lewat panggilan video, dan sesuai apa yang dikatakan Lily sore tadi bahwa saat ini dia sudah berada di rumah Tomy dan Bella.


"Hai Ray...!, apa kabarmu nak!" kata ibunya sambil melambaikan tangannya dilayar ponsel Ray.


"Saya baik-baik saja bu...!, tapi kenapa ponsel Lily ada ditangan ibu?"


"Hehehe..., Lily lagi kedapur mengambil minum dan sebelumnya dia sudah mengatakan bahwa kamu akan menghubungi kami malam ini, jadi ketika ada panggilan masuk ibu langsung mengangkatnya karena sudah mengetahui panggilan itu berasal darimu!"


"Ohh begitu ya!, bagaimana kabar ayah?" tanya Ray dan melihat goncangan dilayar ponsel Lily yang ternyata ponsel tersebut telah berganti tangan.


"Ouw kamu masih ingat ayahmu ini!, setelah apa yang kamu lakukan terhadap anak gadis orang?"


"Maaf ayah...!, apakah Lily sudah menceritakannya semua?"


"Memang apa yang bisa kau sembunyikan dari kami?, ternyata masih Lily yang lebih berani mengakui kesalahan dari pada kamu yang terlihat seperti tidak jantan mau mengakui kesalahan!"


"Iya saya mengakuinya ayah...!, maafkan aku sudah tidak menepati janji, dan aku siap bertanggung jawab dan menerima hukuman dari ayah dan ibu!"


"Hmm..., kami masih memikirkan hukuman apa yang pantas diberikan kepadamu sebagai orang yang melanggar janjinya sendiri, tunggulah ayah dan ibumu akan memberi kabar kepada mu nanti!" kata Tomy kemudian mengalihkan ponselnya kepada Bella.


"Nak...!, apakah kamu sudah siap bertanggung jawab?, ingat!, kamu mau kasih makan apa anak gadis orang sementara kamu masih kuliah?"


"Maafkan aku Ibu!, Ray akan berusaha sekuat mungkin untuk segera bekerja sambil menyelesaikan kuliah"

__ADS_1


"Bagus...!, tunjukkan kepada kami tekadmu itu, terlebih kepada Jeff dan Anna, buktikan bahwa kamu bisa, jangan permalukan kami nak!"


"Iya ibu, aku akan berusaha dan membuktikannya, Lily mana bu?, apakah dia sudah berada didekat ibu? aku mau bicara dengannya sekarang!" kata Ray kemudian kembali terlihat layar ponselnya berganti gambar.


"Whats up Hon...!, aku tadi lagi kedapur mengambil minum, kami belum lama selesai makan malam bersama, kamu sendiri apakah sudah makan?"


"Apa kamu juga kena marah dari ayah dan ibuku?, atau dari ayah Jeff dan Ibu Anna?"


"Yang namanya kita sudah salah pasti kena marahlah sayang!, tapi aku sudah menyampaikan bahwa kita berdua siap menerima hukuman dan aku sudah mengakuinya dihadapan mereka, tinggal kamu yang belum mengakuinya kepada ayah dan ibuku!"


"Baiklah, ini sudah malam dan tidak sopan menghubungi mereka, aku akan menghubunginya besok pagi sebelum berangkat kuliah!"


"Hmm..., baguslah, aku juga akan menghadap dosen pembimbingku besok jam 11:00, dan aku berangkat kesana dari sini, aku akan menghubungimu besok sore, baik-baiklah disana karena ada aku disini!, aku mencintaimu!"


"Aku juga, sampai bertemu besok sore cintaku!"


Disisi lain Ray masih tetap berniat untuk tetap menyembunyikan situasinya yang sekarang dari ketiga temannya maupun teman-teman sekampusnya, dia belum ingin menampilkan dirinya yang sudah menjalin kasih dengan Lily dan menjadi calon pengganti CEO sebuah perusahaan besar di Kota Bronxvile dan propinsi Fenesvile. Walau sempat menjadi trending topik di media sosial selama beberapa hari namun Ray masih bisa menghindari kecurigaan teman-temanya itu dan menganggap Ray masih tetap seperti dulu, Ray juga masih tetap mendapat bantuan dari Albert bekas bawahan ayahnya di Happylive Mart untuk tetap sesekali bersandiwara dan berada digudang dan bahkan pos pengamanan digudang dapat dia gunakan sebagai tempat tinggal jika dibutuhkan dalam sandiwaranya.


Hari Kamis siang setelah pulang dari kuliah, Ray langsung makan siang yang sudah disiapkan oleh para pelayan dalam mansion dan kemudian bersiap untuk kembali pergi magang kekantor perusahaan Conway Group. Sambil menunggu Jonathan yang akan menjemputnya dia bolak balik dihadapan cermin meja rias Lily untuk melihat penampilannya, dia masih ingat dengan benar petunjuk Lily dalam mengenakan assesoris pakaian resmi yang sedang dia kenakan saat ini. Tetap dengan menggunakan kacamata hitam dan jam tangan edisi terbatas merek terkenal dia turun dari kamarnya menuju ruang tamu Mansion, dimana Jonathan Baker sang assisten pribadi Jefferson Conway sudah menunggunya.


Sesampainya dikantor perusahaan Ray langsung menuju ruang kerjanya yang sudah selesai dibuat dan bersebelahan dengan ruang kerja calon ayah mertuanya, diatas meja kerjanya telah tersusun dengan rapi beberapa dokumen yang akan dia pelajari dan mencoba untuk menganalisanya. Disela-sela kegiatannya itu dia menyempatkan diri menghubungi Jeff lewat sambungan telepon, sesuai dengan janjinya kepada Lily untuk meminta maaf dan sekaligus melaporkan kegiatannya kepada ayah Lily.


Tuutt..., tuutt..., tuutt...

__ADS_1


"Ya..., hallo Ray...!"


"Selamat sore ayah...!, bagaimana kabar kalian disana?"


"Sangat baik Ray...!, bagaimana perkembangan magangmu dikantor perusahaan?, ayah mendengar dari Jona bahwa kamu mulai rutin datang kekantor sambil belajar menganalisa neraca perusahaan, bagus...!, aku senang mendengarnya!"


"Benar ayah...!, walaupun aku masih harus banyak belajar dari Jonathan, dan aada satu hal penting yang saya harus sampaikan kepada ayah dan juga kepada ibu, sebelumnya saya mau minta maaf karena saya sudah salah dengan mengingkari janji saya terhadap ayah dan ibu, saya dan Lily sudah terlanjur melewati batas komitmen yang kami buat, untuk itu saya siap menerima hukuman dari ayah dan ibu!"


"Hmm..., sebenarnya Lily sudah menyampaikan hal itu kepada kami, dan kami sudah menentukan hukumannya yaitu pertama!, kamu sudah harus menguasai semua alur bisnis Conway Group sebelum Lily lulus ujian sarjananya, kedua!, kalian berdua akan segera dinikahkan setelah Lily diwisuda, ketiga!, kamu harus tinggal dan menetap di Mansion!, apakah kamu menerimanya?"


"Baik ayah!, aku menerima semuanya dan setelah pulang dari kantor perusahaan saya akan singgah diasrama untuk mengambil barang-barang saya dan melapor untuk keluar dari asrama"


"Bagus!, dengan disetujuinya semua hukuman itu maka kamu telah kami maafkan, dan akhir pekan ini kamu boleh datang kesini untuk berbicara dengan kedua orangtuamu, gunakan saja fasilitas perusahaan yang akan diatur oleh Jona, Oke?"


"Baik ayah, terimakasih sudah memaafkan kami, dan saya berjanji untuk berusaha melakukan yang terbaik untuk Lily!"


"Ya..., kita lihat saja nanti, silahkan kamu lanjutkan magangmu, ingat!, sebelum Lily lulus ujian!"


Akhirnya Ray merasa lega setelah menyampaikan permohonan maaf kepada calon ayah mertuanya itu, dan kembali dia fokus dengan dokumen-dokumen yang berada diatas mejanya. Diakhir aktivitasnya hari itu, Ray memanggil Jonathan dan memberitahu bahwa hari jumat malam dia akan terbang ke Brashington dan akan kembali lagi ke Bronxvile pada hari minggu malam, tanpa dia ketahui Jonathan telah mendapat tugas dari Jeff untuk segera menyiapkan semua keperluan Ray tentang kepulangannya diakhir pekan ini.


Ray singgah diasramanya untuk berpamitan kepada ketiga temannya dan mengambil barang-barangnya, dimana sebelumnya dia mengganti pakaian resmi yang dia kenakan dengan pakaian rumahan yang sudah dia siapkan didalam mobil Mercedes S Class.


"Guys maafkan aku!, aku harus pindah dan akan tinggal ditempat kerjaku, karena pekerjaan disana semakin banyak dan aku harus bekerja sampai larut malam!, aku akan mengambil semua barang-barangku dan setelah itu melapor kebagian administrasi asrama perihal kepindahanku ini, aku harap kalian mau mengerti dengan keadaanku!" kata Ray kepada ketiga temannya.

__ADS_1


"Baiklah Ray, kami berharap kamu baik-baik saja ditempat kerjamu itu, tolong kabari kami jika kamu membutuhkan bantuan!" kata Kenny melepas kepergian sahabatnya itu.


Setelah melapor kebagian administrasi, Ray segera berlari dengan menjinjing kopernya menuju tempat parkir yang berada diseberang jalan raya, dia sengaja menyuruh sopir keluarga Conway untuk menunggunya diseberang jalan depan asrama agar teman-teman kampusnya tidak melihat dia datang dengan mobil mewah tersebut.


__ADS_2