
Hari berikutnya Ray masih menjalankan misinya untuk mengelabui para bidadari kampus yang dibantu oleh teman sekamarnya Kenny, berkat bantuan Rocky misi Ray selama 2 hari berhasil dengan sukses. Para bidadari kampus saat ini telah yakin dengan apa yang dikerjakan Ray, demikian juga dengan Kenny yang sebelumnya ragu dengan apa yang dilakukan Ray yang selalu menghilang pada setiap akhir pekan.
Ray menunjukkan sikap yang seperti biasanya saat bersama dengan ketiga temannya, dia hanya menganggap bahwa Kenny hanya terjebak dengan perasaannya saja sehingga mau diajak bekerjasama dengan Cindy dan Claudia untuk menyelidiki kegiatan Ray diakhir pekan itu, Ray juga mulai melihat keakraban yang terjadi antara Kenny dengan salah satu bidadari kampus karena Kenny akan selalu datang pada setiap ada acara pesta yang mereka selenggarakan.
Ray mulai merasa bebas dan senang dengan situasinya sekarang ini, dia tidak kuatir lagi dengan kejaran para bidadari yang tertarik kepadanya. Ray mulai menjalani kehidupan kampusnya dengan normal walau merasa mulai ada jarak dengan para mahasiswa glamour, tapi dia tidak memperdulikannya karena dia juga memang tidak berkeinginan untuk bergaul akrab dengan mereka.
Dalam pikiran Ray hanya ada tujuan untuk segera menyelesaikan kuliahnya dan segera mendapatkan Lily sebagai pendamping hidupnya, tapi dia tidak menduga bahwa jalan menuju kearah sana terdapat banyak rintangan dan bahkan akan sangat mengganggu proses meraih tujuannya itu.
Watu menunjukkan jam 07:15 tapi Ray dan Kenny sudah diatas sepeda motor milik sahabatnya itu menuju kampus, hari ini sengaja mereka bersiap pada pagi sekali karena materi pertama mereka adalah dari dosen killer yang mereka takuti, walaupun mendapat prostes dari Kenny tapi Ray tetap memaksanya untuk datang lebih pagi dari biasanya ke kampus. Parkiran kampus masih sepi dan sepeda motor Kenny adalah satu-satunya kendaraan yang terparkir disana, setelah memarkirkan kendaraan mereka berjalan santai menuju ruangan kelas dan bersiap untuk menerima materi dengan membaca kembali pokok-pokok materi yang diberikan dosen minggu sebelumnya.
Satu persatu para mahasiswa mulai berdatangan, hal itu mereka ketahui dengan adanya suara derungan sepeda motor dan raungan mobil sport yang memasuki halaman parkir. Kelompok kedua yang memasuki ruangan kelas adalah 3 orang mahasiswa glamour Maikel, Ronny dan Danny kemudian disusul dengan kedatangan 3 bidadari fakultas ekonomi Cindy, Kathrine dan Diane, mereka berenam langsung duduk berkelompok sendiri disisi yang berbeda dengan tempat duduk Ray dan Kenny.
"Hei Kenny...!, bergabunglah kesini, ada sesuatu yang akan aku bicarakan denganmu!" kata Cindy yang tiba-tiba memanggil.
"Ehh Cin..., ada apa?" kata Kenny kemudian meninggalkan Ray dan menuju kelompok glamour tersebut sambil melirik Kathrine yang juga sedang memandangnya.
"Setelah materi pertama selesai, maukah kamu ikut dengan kami pergi ke danau Fenesvile?, disana ada villa milik keluarga Maikel dan kita akan berpesta sampai malam hari!, bagaimana?"
"Ohh..., tentu saja aku ingin ikut karena ada Kathrine!, tapi bolehkan aku mengajak Ray juga untuk ikut?"
__ADS_1
"Untuk apa kau mengajak anak dingin itu, biarkan saja dia membeku diperpustakaan sana!, kami hanya mengajakmu karena Kathrine juga akan ikut kesana!" kata Maikel menyela percakapan antara Cindy dan Kenny, dan semua pembicaraan mereka didengar oleh Ray karena mereka berbicara dengan suara keras.
"Ya Maikel benar!, kalau kamu mengajak temanmu itu, bisa-bisa kami ketularan menjadi orang miskin seperti dirinya, sudahlah lupakan dia dan kamu ikut kami saja!" kata Cindy menambahkan.
"Hmm..., baiklah aku akan ikut, tapi bukankah masih ada 2 materi lagi setelah materi pertama pagi ini?"
"Ahh..., sudahlah 2 materi berikutnya tidak terlalu penting, itu bisa kita pelajari sendiri dari buku-buku!, tidak usah kau pikirkan yang penting nanti kita akan bersenang-senang di Villa Maikel!, oke?" kata Ronny menambahkan.
Ray yang mendengar percakapan mereka hanya berharap agar Kenny tidak terjebak dengan gaya hidup anak-anak orang kaya tersebut, karena dia sangat tahu bahwa Kenny walaupun anak dari seorang pejabat pemerintahan tapi dalam kesehariannya dia dan keluarganya hidup dengan sederhana. Ray juga mulai melihat sebuah situasi yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya, para bidadari mulai terlihat membuat jarak dengannya setelah mengetahui semua kegiatan Ray diakhir pekan.
Ray dengan tenang mengikuti seluruh materi hari itu sampai sore, sedangkan Kenny dengan para glamour telah pergi sebelum siang hari. Dia bergegas kembali ke asrama dengan mengendarai sepeda motor milik Keny yang ditinggalkan oleh sang pemilik dihalaman parkir kampus, ditengah perjalanan dia berpapasan dengan Jim dan Ronald yang masing-masing dengan sepeda motor listrik mereka dan sedang menuju kampus.
"Iya, dan kalian mu kemana sudah sore begini malah mengarah kekampus?"
"Aku ada keperluan dibengkel fakultas dan Jim akan membantu saya disana!, kalau kamu belum lelah, bisa ikut membantuku disana!" kata Ronald.
"Ahh..., maaf aku lelah, 3 materi harus aku lalui hari ini dan Kenny sedang pergi dengan teman-temannya mungkin akan pulang malam!"
"Baiklah kalau begitu, kamu kembalilah keasrama dan istirahat, kami akan melanjutkan perjalanan menuju bengkel"
__ADS_1
"Ok..., sampai nanti!"
Ray kembali melajukan sepeda motor yang dikedarainya menuju asrama, sesampainya didepan asrama putra dia melihat sosok seorang laki-laki dengan jaket kulit berwarna hitam dan memakai topi pet warna hitam juga, sosok tersebut terlihat seperti sedang mengawasi sesuatu didalam asrama dengan santai. Kemudian Ray melewati sosok tersebut dan memperhatikan bahwa orang tersebut tidak mencurigakan karena terlihat hanya mencari sesuatu yang kemungkinan mencari temannya, sdegera Ray naik kelantai 2 dimana kamarnya berada.
Setelah membersihkan diri, Ray menyempatkan diri untuk mengirim pesan teks kepada Lily sekedar menanyakan kabarnya kemudian dia langsung tidur karena merasa lelah, malamnya dia terbangun karena suara ribut dari 2 orang temannya Jim dan Ronald.
"Kamu sudah bangun Ray?, tadi kami dapat pesan dari Kenny bahwa kemungkinan dia tidak pulang malam ini dan akan menginap di Villa Maikel!"
"Ohh..., begitu?, tidak apa-apa karena besok juga hanya ada 1 materi dan itupun nanti jam 13:00 siang, jadi masih banyak waktu untuk dia kembali besok hari dan mengikuti materi saat siang harinya!" kata Ray menjelaskan kepada 2 orang temannya itu.
"Baiklah Ray, kami kekamar dulu ada pekerjaan rumah yang harus saya selesaikan dan entah apa yang akan dilakukan Jim, kamu segeralah turun dan hadapi makan malammu dikantin" kata Ronald kemudian kembali kekamar mereka sementara itu Ray masuk kekamar mandi dan mencuci mukanya untuk bersiap pergi kekantin asrama untuk makan.
Setelah selesai dengan makan malamnya Ray masih duduk-duduk didalam kantin dan mendengar bunyi dari ponselnya, segera dia mengambil p nsel dari dalam saku celananya dan melihat ada sebuah pesan teks dari Jeff ayah Lily.
"Ray!, hari jumat malam saya dan Anna akan berangkat ke Brashington, tolong nanti kamu datang dan menginap saja di Mansion sambil menjaganya, karena kami baru akan kembali pada hari minggu malam, beritahu kami atas kesediaanmu menjaga Mansion agar kami memberitahukannya kepada para pelayan disana, sampai jumpa. \= Jeff \="
Setelah membaca isi pesan teks itu, Ray langsung membalasnya agar membuat calon ayah mertuanya itu tidak menunggu lama.
"Baik ayah, aku akan datang ke Mansion pada Jumat sore setelah selesai kuliah, selamat menikmati perjalanan kalian ke Brashington, sapai bertemu lagi. \= Ray \="
__ADS_1
Selesai menekan tombol send, Ray memasukkan ponselnya kedalam saku dan bergegas naik kelantai 2 untuk kembali kekamarnya, dan malam itu dia tidur sendiri dalam kamarnya karena Kenny memang benar-benar tidak pulang ke asrama dan pasti menginap bersama para glamour di Villa Maikel.