Putra Sulung

Putra Sulung
Janji Setia Ketiga Sahabat


__ADS_3

Terkesima wajah Kenny, Jim dan Ronald beserta ketiga kekasih mereka ketika melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di samping mobil BMW milik Diane, dengan perasaan tak percaya mereka berjalan mendekati kedua mobil tersebut karena melihat Ray yang sedang mengarah ke mobil yang dikendarainya itu.


"Ray...!, apakah mobil itu yang kamu bawa?" tanya Kenny dengan wajah penuh keraguan.


"Iya..., ini mobil milik tuanku yang disuruh aku jaga dan rawat, kenapa? apa ada yang salah?"


"OMG Ray...!, apakah benar?, ahh..., kamu tahu tidak!, mobil ini adalah keluaran terbaru dari pabrikan Mercedez dan salah satu type yang sangat mahal harganya, hanya orang-orang kelas atas dan terkaya yang bisa memilikinya karena harganya di atas 1 juta dollar!" kata Kathrine menjelaskan.


"Ahh..., aku baru mengetahuinya!, tapi tidak masalah, toh..., aku juga merawatnya dengan baik dan pastinya tuanku akan senang karena kendaraan mewahnya selalu bersih dan terawat dengan baik" kata Ray berkilah.


"Hmm..., apakah tidak apa-apa kami ikut naik kedalamnya, kami ingin merasakan berada didalam mobil mewah seharga 1 juta dollar!" kata Sandra dengan antusias.


"Silahkan saja, siapa yang mau ikut dengan mobil ini dan siapa yang ikut dengan mobil Diane!" kata Ray kepada ketiga pasangan kekasih itu.


"Sayang...!, kamu kendarai mobilku bersama Ronald dan Kenny ya?, aku akan bersama Kathrine dan Sandra naik mobil yang dibawa Ray, pliiss...!" kata Diane memohon kepada pacarnya Jim.


"Mmm..., Ray antar dan jaga kekasih kami dengan baik!, Hei...!, jangan kau goda mereka dengan mobil pinjamanmu ini, awas kau...!" kata Jim sambil mencandai dan menunjuk wajah Ray dengan jari telunjuknya.


"Hehehe..., beres Jim, aku ini mana berani menggoda mereka, aku ini kan pria yang baik!, ayo gadis-gadis silakan naik dan kita akan segera berangkat!" kata Ray mengajak Kathrine, Sandra dan Diane sementara itu Kenny dan Ronald mengikuti Jim menuju mobil Diane.

__ADS_1


Dua mobil mewah itu meluncur kearah pusat Kota menuju kearah Central Tower yang adalah gedung tertinggi dan termegah di Kota Bronxvile, didalam mobil Kathrine, Sandra dan Diane sangat mengerti dengan arah yang sedang dituju Ray karena dipusat kota itu hanya di gedung Central Tower yang ada terdapat sebuah restoran dengan kategori Restoran Bintang 5.


"Ray apa kamu yakin menuju kearah sini? di daerah ini hanya ada Central Tower Restoran satu-satunya tempat makan malam, tapi tempat itu sangat eksklusif dan termahal di Kota Bronxvile!, apa kamu yakin?" tanya Diane yang juga sudah pernah diajak orangtuanya untuk makan malam ditempat itu.


"Iya restoran itu tujuan kita, dan aku sudah mereservasi sebuah tempat untuk kita, tenanglah tempat itu adalah bisnis milik nyonya teman tuanku dan aku sudah pernah bertemu dengannya dan dia mengenaliku sebagai anggota keluarga tuanku!" kata Ray menjelaskan kepada ketiga gadis itu.


"Kamu memang beruntung mendapat majikan seperti tuanmu itu Ray, kalau boleh tau siapakah tuanmu itu?" tanya Sandra.


"Tuanku bernama Jonathan Baker, dan dia sangat baik terhadapku!"


"Sepertinya aku mengenal nama majikanmu itu, dan salah satu bisnisnya adalah tempat ayahku bekerja sebagai salah satu direktur pelaksana!" kata Kathrine.


Ray memarkirkan Mercedez Maybach SUV miliknya disebuah tempat parkir khusus yang berada tepat didepan pintu masuk Gedung Central Tower kemudian diikuti oleh mobil sedan BMW yang dikendarai oleh Jim, mereka bertujuh turun dari dalam mobil dan berjalan memasuki Gedung dan menuju lift yang akan membawa mereka ke-lantai 100 yang juga adalah lantai tertinggi dari gedung tersebut dimana restoran mewah itu berada.


"Selamat datang di Central Tower Restoran tuan muda Ray...!, silahkan ikuti kami keruangan yang sudah tuan muda pesan!" kata sang manager kemudian berjalan didepan rombongan Ray untuk mengarahkan para tamu istimewanya itu keruangan VVIP.


"Terimakasih!, tolong antarkan kami kemeja yang sudah saya pesan sebelumnya!" kata Ray dengan penuh wibawa dan aura pesonanya.


"Mari ikuti saya tuan muda...!" kata manager restoran itu.

__ADS_1


Ketiga teman Ray dan para kekasihnya bertambah heran setelah sebelumnya Ray datang dengan sebuah mobil mewah dan saat ini ada kata panggilan Tuan Muda dan sebuah acara penyambutan walaupun terlihat samar tapi mereka melihat seperti penyambutan seorang tamu istimewa karena disambut langsung oleh seorang Manager Restoran.


Berbagai pertanyaan kembali muncul dalam benak Kenny, Jim dan Ronald sementara itu Kathrine, Sandra dan Diane sangat senang mendapat perlakuan seperti itu dan mereka tambah bersimpati dengan kekasih-kekasih mereka yang memiliki seorang teman seperti Ray.


Mereka tiba disebuah ruangan khusus dengan sebutan Private Room kelas VVIP, ruangan cukup luas dengan kapasitas 10 orang dengan pemandangan yang menampilkan sisi barat Kota Bronxvile. Berbagai fasilitas terdapat didalamnya sebuah TV Flat berukuran besar untuk menikmati film dan juga untuk berkaraoke ria, sebuah tempat untuk makan yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berdompet tebal atau setidaknya memiliki Silver Black Card apalagi pemilik Platinum Black Card seperti Ray saat ini.


"Ray apa kamu sudah gila membawa kami ketempat seperti ini?, OMG...!, biaya makan untuk satu orang ditempat ini paling murah sebesar 10.000 dollar Ray...!, dari mana uangmu untuk membayar semua ini?" kata Kenny yang sudah terlihat ketakutan karena mengkhawatirkan Ray tidak bisa membayarnya.


"Kalian tenang saja dan nikmati makan malam kita!, semua yang akan kita nikmati malam ini sudah aku bayar saat melakukan reservasi tadi sore, jadi...?, enjoy saja..., oke...!" kata Fay meyakinkan mereka semua.


Hidangan mulai berdatangan dan pasangan-pasangan kekasih itu ada yang sedang berkaraoke sambil menikmati berbagai buah-buahan, makanan dan minuman ringan sudah tersedia sebelumnya disebuah meja kecil yang terletak disudut ruangan itu, dan sementara itu para pelayan masih berdatangan silih berganti mengantar hidangan makan malam dan mengaturnya di atas sebuah meja bundar berukuran besar.


Beberapa menit kemudian Manger restoran kembali masuk keruangan tersebut diikuti 2 orang pelayan yang sedang membawa masing-masing sebotol anggur merah ditangan mereka,


"Tuan muda Ray...!, ini adalah hadiah dari Central Tower Restoran untuk tuan muda dan para tamu sekalian yang sudah datang ke Restoran kami, silahkan dinikmati...!, dan silahkan menghubungi pelayan kami yang akan tetap berada diluar ruangan jika masih ada yang dibutuhkan, selamat menikmati makan malamnya, tuan-tuan dan nona-nona...!, saya pamit undur diri dulu" kata sang Manager Restoran tersebut kemudian keluar setelah kedua pelayannya meletakkan kedua botol anggur merah berkelas tersebut di atas meja.


"Wah..., Anggur merah berkelas dari Italy, ini sangat cocok dengan hidangan daging sapi di atas meja itu, mmm..., tapi harga sebotolnya lebih mahal dari mobil listrik milikmu Ray!, apakah ii tidak berlebihan?" kata Diane yang sedang memegang dan melihat botol anggur merah tersebut.


"Ya..., itukan hadiah dari restoran ini untuk kita!, jadi apa yang dipermasalahkan?, ayo jangan bingung nikmatilah hidangan yang sudah tersedia di atas meja, kalau masih ada yang membutuhkan sesuatu silahkan saja menghubungi pelayan yang sedang berjaga diluar!" kata Ray kemudian mengajak mereka untuk segera menyantap hidangan yang sudah tersedia.

__ADS_1


"Hahh..., Ray...!, siapapun dirimu saat ini dan nanti?, kami akan tetap menjadi temanmu, karena kita sudah sejak lama bersama dan menderita bersama dan apa salahnya hari ini kita bersenang-senang bersama menikmati gaya hidup orang kaya!, hehehe.., ayo toast...!, kami empat sekawan berjanji akan tetap bersama selamanya baik dalam susah maupun dalam senang!" kata Kenny mengajak semuanya mengangkat gelas yang telah berisi sedikit anggur merah dan melakukan toast sebagai tanda setuju dengan ikrar mereka.


Walaupun dalam keadaan penuh tanda tanya Kenny, Jim dan Ronald serta para kekasihnya mulai menikmati hidangan dan bersenang-senang, dan Ray tersenyum puas bisa menyenangkan ketiga temannya bersama kekasih mereka sambil berharap mereka akan berlanjut sampai ketingkat hubungan yang lebih serius apalagi setelah mendengar ikrar yang disampaikan Kenny barusan dan mendapatkan respon yang baik dari mereka semua.


__ADS_2