
Pada etape kedua perjalanan wisata mereka, rombongan Ray disuguhkan dengan sebuah pemandangan alam hutan yang terdapat sebuah air terjun kecil yang juga menjadi sumber air yang mengaliri sebuah sungai di pulau Maui tersebut, lokasi itu juga menyimpan banyak spesies tanaman yang didatangkan dari benua Asia dan Afrika.
Lily yang adalah seorang penggemar bunga juga sangat tertarik dengan pemandangan alam tersebut, dengan antusiasnya dia mengajak Ray dan Mellisa untuk membuat foto bersama dengan latar belakang air terjun dan juga dibeberapa spot yang menampilkan pemandangan hutan alami serta kawasan yang banyak terdapat berbagai jenis tanaman bunga. Setelah puas membuat buat banyak foto kenangan ditempat tersebut mereka kembali melanjutkan perjalanan wisata mereka menuju rest area kedua sekaligus untuk makan siang di sana, perjalanan kali selain medannya yang datar juga mulai terdapat beberapa jalus lintas yang menurun walaupun tidak terlalu curam.
30 menit kemudian mereka sampai ditempat beristirahat kedua yaitu sebuah tempat yang berada di lokasi punggung bukit yang berada diketinggian 400 meter dari atas permukaan laut dan dihadapan mereka terpampang pemandangan laut dan pantai dibawahnya, lokasi ini juga adalah sebuah tempat wisata milik hotel dimana mereka menginap jadi tidak bercampur dengan orang lain selain para tamu yang menjadi pelanggan hotel. Ray dan rombongannya akan beristirahat selama kurang lebih 1 jam untuk sekaligus menikmati makan siang yang terlah disiapkan oleh pihak hotel ditempat rest area tersebut.
Petualangan wisata mereka masih akan berlanjut dengan sebuah tantangan bagi pengendara ATV untuk melewati sebuah tempat yang menyerupai sebuah sirkuit off road, medan berlumpur degan berbagai jenis jalur lintasan ada yang menanjak, melewati bedengan gundukan tanah juga ada jalur yang berbelok-belok dengan sudut yang tajam. Semuanya terlihat mudah untuk dilalui tapi yang menjadi hambatan besar adalah kondisi jalur lintasan yang dipenuhi oleh lumpur, dengan diawali oleh 2 orang guide sebagai pemandu maka rombongan Ray mulai melintas sirkuit tersebut dengan penuh keceriaan.
"Hon..., Beb...!, ikuti jalur yang aku lalui, tidak perlu cepat perlahan saja jalannya dan kendalikan kendaraan ATV kalian berdua dengan stabil!" kata Ray mengarahkan kedua istrinya itu.
"Kamu tenang saja Beb...!, aku mau menikmati tantangan ini sambil bersenang-senang, hehehe..." kata Mellisa yang kemudian menjalankan kendaraan ATVnya dengan cepat.
Brruunnnggg...
"Ais...!, ni orang terlalu bersemangat, biar aku susul dia Hon...!, kamu ikuti kami dari belakang" kata Lily kemudian melakukan hal yang sama dan membuntuti Mellisa yang sudah lebih dahulu melaju dengan cepat di jalur lintasan yang berlumpur itu.
Brruunnnggg...
"Hati-hati Hon..., Beb...!, astaga dua orang itu benar-benar tidak mau mendengar!"
__ADS_1
Ray akhirnya mengikuti kedua istrinya itu dari belakang sambil memperhatikan gerak laju kendaraan ATV yang mereka kendarai, beberapa kali terlihat kendaraan ATV yang dikemudikan Mellisa tergelincir ditikungan tajam dan licin tapi masih bisa dia kendalikan agar tidak terbalik.
Keseruan mereka diikuti oleh putra dan putri Max Dorigan yang ikut dalam petualangan wisata ini, hanya saja belum setengah dari seluruh jalur lintasan mereka tempuh terdengar suara raungan sepeda motor trail yang ikut memasuki sirkuit tersebut. Terlihat juga beberapa petugas sirkuit mencoba untuk menghalangi 4 sosok pengendara sepeda motor trail itu untuk masuk kedalam sirkuit yang dikhususkan hanya untuk kendaraan jenis ATV saja, tapi dengan lincahnya mereka menghindari hadangan para petugas tersebut dan mulai menjelajahi area sirkuit berbaur dengan para pengendara ATV lainnya termasuk rombongan Ray.
Ray mulai mengkhawatirkan tindakan arogan dari para pengendara sepeda motor trail tersebut, karena dengan kesalahan sedikit saja mereka akan membahayakan para pengendara kendaraan ATV yang jelas ukuran dan kecepatannya yang jauh lebih kecil dan pelan, dengan sigap dan cepat akhirnya Ray memutuskan untuk menghentikan tindakan keempat pengendara sepeda motor trail tersebut ditengah area sirkuit.
Ray menunggu keempat pengendara sepeda motor tersebut disebuah tanjakan jumping setelah semua anggota rombongannya dan 2 orang guide terakhir melewatinya, dengan pelan dia mengendarai ATVnya itu sambil menunggu kedatangan para pengendara sepeda motor trail tersebut yang dianggapnya sudah melewati batas dengan memasuki area sirkuit yang bukan diperuntukkan bagi mereka.
Para remaja pengendara sepeda motor trail tersebut memang sengaja melakukan hal tersebut untuk mencari perhatian dan membuat keonaran di kawasan wisata umum tersebut, mereka mengandalkan kekayaan dan kekuasaan orang tua mereka untuk berbuat semau mereka tanpa melihat kenyamanan dan keamanan orang lain yang berada disekitar mereka.
Hal itu sudah dipikirkan oleh Ray kemudian dia memikirkan sesuatu yang dapat memberikan pelajaran kepada 4 remaja tersebut, dia melihat kedatangan para pengendara sepeda motor itu yang semakin mendekat dengan lokasinya berada dengan menggunakan semua perlengkapan keamanan sebagaimana seorang pembalap motocross. Ray juga telah menyiapkan 2 buah batu yang seukuran genggaman tangannya untuk melancarkan aksinya dalam usahanya untuk menghentikan kegiatan ugal-ugalan dari keempat remaja pengendara sepeda motor trail tersebut, dengan kemampuan dan tenaga Hawa Murni yang dimilikinya Ray melempar batu-batu tersebut kearah roda depan sepeda motor pertama dan ketiga sebelum mereka melewati rintangan jumping dimana posisi Ray berada saat ini.
Bruuunnnggg...
Bruuunnnggg..., Bruuunnnggg...
Bleduukkk..., Bleduukkk...
Aaahhhkkkk...
__ADS_1
Aduuhhh...
Sepeda motor yang pertama terbang melewati rintangan jumping dengan posisi miring dan akhirnya bertabrakan di udara dengan sepeda motor yang kedua sehingga keduanya jatuh bebas kebawah, hal tersebut juga dialami oleh sepeda motor ketiga dan keempat yang membuat keempat pengendara sepeda motor tersebut mendarat di atas tanah dengan keras dan mengakibatkan beberapa tulang ditubuh mereka ada yang patah dan bahkan pengendara sepeda motor yang pertama ikut tertindih motornya sendiri saat jatuh dan membuat remaja tersebut langsung tak sadarkan diri.
Kejadian tersebut terlihat terjadi secara alami seperti kecelakaan biasa karena kondisi lintasan yang licin dan memang bukan lintasan yang diperuntukkan untuk sepeda motor tapi untuk kendaraan ATV, beberapa orang petugas sirkuit lintasan itu terlihat berlarian datang ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama. Sementara itu Ray tetap tenang dan menjauhi lokasi kejadian dengan santai menyusul kedua istrinya dan anggota rombongannya yang sudah jauh berada didepannya.
Diakhir jalur lintasan tersebut Ray disambut oleh Lily dan Mellisa serta Jonathan dan kedua putra putri Max Dorigan,
"Hon...!, apakah kamu baik-baik saja?" kata Lily.
"Beb...!, kamu tidak mengalami kecelakaan bukan?" kata Mellisa.
"Ahh..., tidak Hon.., Beb...!, aku berada 20 meter didepan lokasi kecelakaan itu, hanya saja aku berhenti saat terdengar suara tabrakan, tapi aneh kenapa ada sepeda motor trail ikut masuk didalam sirkuit khusus kendaran ATV?, ini sangat membahayakan!" kata Ray yang berpura-pura melakukan protes atas insiden tersebut.
"Maaf tuan!, kami akan melaporkan kejadian ini kepada pemilik arena sirkuit ATV ini, dan para pengendara sepeda motor itu yang sebenarnya ingin membuat keonaran ditempat ini sebelumnya sudah dicegah dan dihadang oleh petugas keamanan di pintu masuk, tapi mereka memaksa dengan memberikan ancaman!" kata salah seorang guide yang menjadi pemandu rombongan Ray.
"Hmm..., begitu ya...?, sudahlah, ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita!" kata Ray kepada para guide.
Mereka akhirnya meninggalkan arena sirkuit tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka melalui jalur lintas ATV yang mulai menurun menuju kembali ke hotel tempat mereka menginap, petualangan wisata hari ini sangat menyenangkan bagi mereka walaupun sempat mengalami beberapa hal yang tidak menyenangkan saat bertemu dengan para remaja pengendara sepeda motor trail yang ugal-ugalan.
__ADS_1