
Ray sudah menetapkan dirinya untuk lebih serius lagi mendalami proses magang di Kantor Perusahaan Conway Group tanpa mengesampingkan kuliahnya, hal ini semata dia lakukan untuk menunjukkan kepada kedua orang tua Lily dan kedua orangtuanya bahwa dia bisa dan sanggup memenuhi harapan mereka. Untuk itu dia sudah mengambil keputusan untuk pindah dan menetap di Mansion keluarga Conway selama masa magangnya di perusahaan Conway Group, hal ini juga akan memudahkan dirinya dalam mengatur waktu antar waktu kuliah dan saat berkunjung kekantor perusahaan.
Jeff merasa sangat senang dengan keputusan Ray tersebut dan bahkan dia segera menghubungi assisten pribadi yang merupakan orang kepercayaannya Jonathan Baker untuk menyiapkan sebuah hadiah untuk Ray, di Mansion Ray sedang sibuk mengatur barang-barangnya didalam kamar Lily yang sebagian besar adalah buku-buku pelajaran pemberian Lily sebelumnya dan ada beberapa lembar pakaian rumahan serta sebuah kotak berisikan album foto keluarga dan foto-foto miliknya saat sekolah.
Besok adalah hari jumat dia hanya akan mengikuti 2 materi pada pagi hari dan selanjutnya sesuai permintaan sang calon ayah mertua bahwa dia harus ke Brashington untuk menemui Tomy dan Bella untuk membicarakan rencana pernikahannya dengan Lily 2 bulan kedepan, melalui pemesanan secara online Ray telah membeli tiket pergi pulang antara Bronxvile ke Brashington dan sebaliknya.
Setelah menyiapkan segala sesuatunya dia turun untuk makan malam dan akan segera beristirahat karena mengingat dia akan menjalani hari panjang pada besok hari, pada kesempatan makan malam itu Ray mengumpulkan semua pelayanan dan penjaga pintu gerbang masuk Mansion untuk ikut makan malam bersamanya. Para abdi keluarga Conway itu sangat terkejut dengan tindakan Ray yang mengumpulkan mereka semua dan ikut makan malam bersama tuan muda mereka, didalam hati mereka bertanya-tanya tentang maksud tuan mudanya itu sehingga semua menjadi jelas ketika Ray menjelaskannya saat akan malam telah selesai.
"Maaf..., saya mengumpulkan paman dan bibi sekalian karena ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan!, pertama mulai malam ini saya akan sepenuhnya tinggal di Mansion ini, kedua tolong perlakukan saya dengan biasa-biasa saja karena saya juga berasal seperti paman dan bibi sekalian, hanya kebetulan saja saya bertemu dengan Lily dan saling jatuh cinta dan sudah merencanakan masa depan kami, berikutnya tolong diperhatikan karena hal ini yang sangat penting, saya mohon untuk tidak menceritakan kepada orang lain selain yang berada didalam mansion ini tentang jati diri saya, kalau ada yang menanyakan tentang siapa saya katakan saja bahwa saya hanya seorang tukang yang merawat taman di Mansion ini dan kalau mereka menanyakan tentang calon suami Lily, katakan saja dia bermarga Young berasal dari Brashington, bagaimana apa kalian sudah mengerti?"
"Kami mengerti tuan muda, dan maaf kami harus memanggil nama tuan muda dengan sebutan apa?"
"Ahh iya..., kalau ada yang menanyakan tentang calon suami Lily sebutkan namaku sebagai Raymound Young dan kalau sebagai tukang yang merawat taman sebut saja namaku Ray, demikian juga dalam keseharian kalian semua bisa memanggilku Ray, oke...?"
"Baik tuan muda Ray" kata kepala pelayan mewakili mereka semua.
"Baik, besok sore setelah kembali dari kampus saya akan ke Brashington untuk menemui ayah Jeff dan akan kembali hari minggu malam, untuk paman sopir akan saya hubungi jam berapa menjemput saya dibandara nanti, yang pasti besok siang tolong antarkan saya kebandara"
__ADS_1
"Baik tuan muda saya siap mengantarkan tuan muda!"
Para pelayan Mansion sangat senang mendapat perlakuan dari Ray karena selma mereka bekerja di Mansion baru malam ini mereka semua diajak makan malam bersama tuan mudanya, mereka juga melihat sifat yang rendah diri dari penampilan Ray dan saat berinteraksi sehari-hari dengan mereka. Setelah mengarahkan semua pelayan dan penjaga gerbang Ray segera naik kekamar Lily dan melakukan panggilan video kepada ayah dan ibunya,
"Haloo ayah...!, bagaimana kabar kalian disana?"
"Kami baik-baik saja Ray!, kamu sendiri bagaimana dengan kuliahmu? dan juga mengenai magangmu diperusahaan ayah Lily?"
"Semua berjalan dengan baik ayah, hanya saja saya harus membagi waktu dengan ketat untuk menjalani keduanya!, ibu kemana ayah?"
"Mungkin mereka ada keperluan sesuatu dan langsung makan malam diluar, oh iya ayah..., besok siang aku akan ke Brashington, ayah Jeff memanggilku untuk urusan sebuah dokumen penting perusahaan yang harus ditanda tanganinya segera!"
'Oh ya...?, apakah kamu juga sudah mulai mengurusi persoalan strategis perusahaan keluarga Conway?, wah...!, kamu sudah belajar banyak ternyata sehingga sudah mendapat kepercayaan yang begitu besar"
"Ahh..., tidak ayah, saya hanya disuruh mengantarnya saja dan sekalian bisa bertemu dengan kalian berdua disana selama 2 hari!"
"Hmm..., baiklah ayah tunggu kamu nanti, karena ada sesuatu hal penting yang perlu ayah sampaikan kepadamu, sampai bertemu besok dan berhati-hatilah selama perjalananmu kesini!"
__ADS_1
"Baik ayah, salam untuk ibu, aku selalu merindukan kalian!"
Ray mengakhiri panggilan video tersebut dan kembali berpikir tentang sesuatu hal penting yang akan disampaikan ayahnya itu, apakah tentang rencana pernikahannya dengan Lily? atau ada hal lain. Padahal rencana pernikahannya baru diketahui oleh Lily dan kedua orang tuanya, kepergiannya ke Brashington kali ini justru dengan maksud menyampaikan hal tersebut kepada ayah dan ibunya serta membicarakan hal-hal detail yang menyangkut rencana tersebut.
Ray bangun pagi saat waktu masih menunjukan pukul 05:00, segera dia turun dan mulai melakukan pemanasan dan perenggangan otot-ototnya. Dia juga melatih beberapa jurus beladiri kuno yang sudah dia kuasai untuk sekedar mengasah kembali agar ketangkasannya siap dipergunakan jika menghadapi situasi yang mendesak, setelah berolah raga dan bermeditasi sebentar dia kembali kekamarnya untuk membersihkan diri untuk bersiap pergi kuliah. Setelah sarapan Ray pergi kekampus dengan mengendarai mobil listriknya, pagi ini dia akan mengikuti 2 materi pada jam 08:00 dan jam 10:00, Ray memasuki halaman kampus Fakultas Ekonomi tempat dia menuntut ilmu kemudian memarkirkan mobil listriknya. Sebelum turun dari mobil dia melihat bayangan sebuah mobil sport ikut parkir disamping mobilnya, dia turun sambil melirik mobil sport mewah tersebut kemudian mendengar suara seseorang yang dia kenal.
"Ohh sayang..., ada yang melirik mobil sportmu yang mewah ini!" suara Claudia dengan manjanya kepada seseorang yang masih berada didalam mobil sport tersebut.
Ceklek...
Suara pintu mobil terbuka secara otomatis dan bergerak keatas dengan sosok tampan berkelas keluar dari dalamnya,
"Wah..., ada mahasiswa merangkap pekerja gudang ternyata, aku pikir siapa?, ayo sayang, kenapa memperhatikan seorang pekerja sampah?, hanya membuang-buang energi saja!" kata Maikel kemudian mengajak Claudia agar secepatnya berlalu dari parkiran itu.
Ray tetap berjalan kearah gedung kampus dan tidak menoleh kearah datangnya suara-suara itu, memang selama ini setiap kali bertemu atau berpapasan dengan para glamour ini mereka selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak enak kepada Ray. Tapi semua itu bisa dihadapi dengan kepala dingin karena Ray dari dulu sudah terbiasa dengan hal semacam itu, hanya saja dia akan bertindak jika orang-orang seperti itu sudah menyentuh kulitnya karena baginya kalau hanya suara akan berlalu seperti angin tapi kalau sudah menyentuh maka akan memberikan bekas dikulitnya makanya harus diberikan pelajaran agar jangan berani menyentuh kulitnya dengan maksud yang tidak baik.
Ray menyelesaikan pelajaran 2 materi saat jam sudah menunjukkan pukul 11:30, dia segera bergegas kembali ke Mansion untuk makan siang dan mempersiapkan dirinya untuk segera kebandara. Setelah selesai makan siang Ray segera bersiap dan menurunkan kopernya kebawah, dia akan diantar sopir keluarga menuju bandara karena penerbangannya akan take off pada pukul 13:15.
__ADS_1