
Tepat pukul 10:00 pesawat Jet Falcon milik Db & C Air Service lepas landas dari Bandara International Kota Vallas, pesawat Jet tersebut membawa Ray, Lily, Megan dan Steave serta seorang pramugari tetap perusahaan penerbangan milik Ray tersebut.
Selama dalam perjalanan menuju ke Kota Bronxvile, tak henti-hentinya Megan mengagumi pesawat jet pribadi milik Ray yang sedang dia tumpangi itu. Megan yang sejak kecil hidupnya berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya mengikuti kedua orang tuanya untuk menghindari kejaran petugas imigrasi, dan dia jarang keluar dari kediamannya karena kuatir dengan persoalan keimigrasian tersebut. Apalagi setelah kedua orangtuanya dideportasi dan dia tinggal sendiri dan jarang keluar rumah, dan dia masih beruntung karena tetap diijinkan tinggal setelah dia diterima bekerja disebuah hotel di Kota Vallas.
"Megan...!, nanti sesampainya di Kota Zarklandao aku akan segera mengurus dokumen kewarganegaraan mu, aku yang akan menjamin kepada pemerintah karena kamu adalah saudaraku, dan pastinya ayah dan ibu juga akan mendukungku!" kata Ray.
"Terimakasih Ray, nanti setelah aku sah menjadi warganegara?, maka selanjutnya aku akan memanggil ayah dan ibuku kembali kesini, dan aku yang akan menjadi jaminan mereka!" kata Megan penuh harap.
"Tenang saja, aku juga yang akan mengurus paman dan bibi agar bisa kembali ke negara ini, karena tinggal mereka keluarga kami, dan apakah selama ini kamu masih ada hubungan komunikasi dengan mereka di Mexico?"
"Tidak pernah lagi Ray!, hanya pernah ada 2 tahun yang lalu aku menerima sebuah surat dari mereka dan mengatakan keadaan mereka baik-baik saja dan sementara ini mereka tinggal di Kota Tijuana!, mereka tidak kembali lagi ke desa karena takut masih ada perang antara petani Marijuana di sana!" kata Megan.
"Hmm..., aku akan mencoba mencari tahu keberadaan dari kedua orang tuamu itu!, istirahatlah..., perjalanan kita masih ada 1 jam lagi" kata Ray.
"Kak Megan bersantai lah, dan nikmati perjalanan kita ini, dan aku berharap nanti kakak Megan akan memulai hidup baru sesampainya di Kota Bronxvile bersama kami!" kata Lily.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, pesawat jet pribadi milik maskapai penerbangan Db & C Air Service mendarat dengan mulus di bandara Kota Bronxvile. Mereka sudah dijemput oleh 2 orang sopir keluarga yaitu Juan dan Bruno yang kemudian akan membawa mereka kembali ke Mansion, melihat semua penyambutan yang seperti seorang Raja dan Ratu terhadap Ray dan Lily membuat Megan semakin terkagum-kagum.
"Ray..., Lily...!, apakah mereka semua itu karyawan kalian?" tanya Megan.
"Ya..., mereka itu adalah karyawan dari maskapai penerbangan milik Ray yaitu Db & C Air Service!, dan bukan hanya itu saja, masih ada perusahaan lainnya yang bernaung di bawah Db & C International Company!" kata Lily mejelaskan.
"Hmm..., banyak sekali perusahaan kalian?, tentunya orang tua kalian sudah bekerja keras selama hidup mereka!"
Sesampainya di Mansion terlihat Tomy dan Bella sudah menunggu didepan Mansion untuk menyambut kedatangan salah seorang anggota keluarganya, masih dengan kekagumannya Megan melihat sebuah kediaman yang menyerupai sebuah Istana dan ada sepasang suami istri yang sedang menanti kedatangan mereka didepan pintu masuk Mansion.
"Ayah..., Ibu...!" kata Lily memberikan salam ketika dia turun dari mobil kemudian diikuti oleh Ray.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kandunganmu nak?, apakah baik-baik saja?, mmm..., itu pasti Megan!" kata Bella yang menyambut kedatangan mereka.
"Iya..., saya Megan Castello!, apakah ini bibi Bella Castello?" kata Megan sambil menyapa Bella dan Tomy.
"Ahh..., wajahmu memang ada kemiripan dengan ibuku Adelle Castello, ahh..., sayang dia sudah tiada!" kata Bella sambil merangkul Megan.
"Kakek Jose juga sudah meninggal 10 tahun yang lalu Bibi Bella, dan ayah dan ibuku saat ini tinggal di Kota Tijuana Mexico!"
"Ayo masuklah dulu, dan kita akan berbicara banyak didalam!" kata Tomy mengajak mereka semua masuk.
Mereka semua masuk dan Tomy mengajak Bella dan Megan untuk duduk di ruangan keluarga sementara Ray dan Lily langsung naik ke lantai 2 dimana tempat kediaman pribadi mereka, didalam kamar tidur mereka mendapati Mellisa yang sedang tertidur dan ditemani oleh Anna.
"Ehh..., kalian sudah sampai?" kata Anna setelah melihat Ray dan Lily masuk kedalam kamar tidur.
"Iya Bu..., baru saja kami sampai!" kata Lily.
"Baik bu!" kata Lily.
Ray ikut terkejut mendengar keterangan ibu mertuanya itu tentang Mellisa yang belum menjamah makan siangnya, dengan perlahan Ray naik keatas ranjang dan duduk disamping sang istri yang masih tertidur pulas.
"Beb...!, bangun..., makan yuk!" kata Ray sambil membelai rambut Melisa.
"Uuhh..., kalian sudah kembali ya!, mmm..., iya..., aku itu memang sengaja menunggu kalian untuk makan bersama, tapi aku lemas nggak kuat jalan, gendong aku ya Beb...?" kata Mellisa dengan manja.
Ray kemudian menggendong Mellisa dan mengajak Lily juga untuk ikut keluar dari kamar tidur dan menuju keruangan makan yang juga berada di lantai 2 tempat kediaman pribadi mereka, mereka makan siang bersama dan Lily menceritakan perjalanannya bersama Ray ke Kota Vallas dan juga memberikan boneka-boneka beruang yang mereka beli untuk tambahan koleksi Mellisa.
Ray juga menceritakan pertemuan Lily dengan Megan dan menjelaskan sosok Megan kepada Mellisa,
__ADS_1
"Wah..., ternyata masih ada keluarga ibu Bella di Mexico?, ahh... Beb..., kamu harus mencari tahu keberadaan mereka, jangan buat ibu Bella bersedih hanya kaena memikirkan saudaranya yang belum jelas kehidupan mereka seperti apa!, kamu bisa minta bantuan para detektif kakek Albert untuk mencari keluarga ibu Bella di Negara Mexico!" kata Mellisa dengan penuh antusias.
"Ya aku juga sudah memikirkannya?, dan mudah-mudahan kakek Albert juga memiliki koneksi di negara itu!, karena kalau tidak kita akan kesulitan karena urusannya sudah ditingkat atas?" kata Ray yang mulai memikirkan cara yang terbaik.
Selesai makan siang bersama Ray mengajak kedua istrinya untuk beristirahat sekaligus melepas kerinduannya dengan Mellisa yang ditinggalnya selama 2 hari, selanjutnya sore hari dia melakukan rutinitas latihan di gedung latihan bersama para bawahan Albert juga oleh Master Bao Ming.
Ray juga sudah menghubungi Jonathan agar datang ke Mansion untuk bertemu dengannya dan akan membahas beberapa pekerjaan, dia bermaksud memberikan tambahan pekerjaan kepada Jonathan untuk membimbing dan mengarahkan Megan dengan salah satu jenis bisnis yang berada dibawah perusahaannya.
Kedatangan Jonathan di Mansion langsung diarahkan oleh Dominic untuk langsung naik ke lantai 2 karena sudah ditunggu Ray ditempat pribadinya, dan di ruangan santai lantai 2 tersebut sudah ada Lily, Melisa, Megan dan Ray yang sedang menikmati sore hari mereka sambil melihat pemandangan sunset.
"Hai Jona...!, ayo duduk sini!" kata Lily yang melihat sang assisten pribadi suaminya itu tiba di ruangan dimana mereka sedang bersantai.
"Selamat sore tuan muda Ray, nyonya Lily dan nyonya Mellisa, juga nyonya atau nona?, maaf saya belum menge..." kata Jonathan terputus karena melihat sosok asing bersama tuan dan nyonya-nyonya junjungannya.
"Kenalkan Jona..., ini Megan Castello kakak sepupu saya, karena dia lebih tua 5 tahun dari saya, kakek Megan adalah adik kandung dari nenek saya Adelle Castello!" kata Ray menjelaskan.
"Ohh..., maaf nyonya Megan!" kata Jonathan.
"Jangan panggil saya nyonya...!, saya masih single, panggil saja saya Megan" kata Megan.
"Baik, nona Megan!" kata Jonathan dengan ramah.
"Nah Jona, aku ingin kamu membantu Megan secara pribadi untuk menunjukkan beberapa jenis bisnis yang dia sukai!, kemudian bimbing dan arahkan sampai dia bisa menguasai operasional sebuah jenis bisnis milik perusahaan kita!, bagaimana?" kata Ray men jelaskan maksud pertemuannya dengan Jonathan.
"Oke..., saya akan berusaha tuan muda Ray!" kata Jonathan.
Mereka kemudian berbincang seputar pekerjaan yang diinginkan oleh Megan, dan sesuai dengan keahlian Megan dalam bidang perhotelan maka mereka sepakat untuk Jonathan menunjukkan semua bisnis perhotelan yang dimiliki oleh Db & C International Company yang berada di Negara State.
__ADS_1