
Acara makan malam mereka berlangsung meriah sampai menjelang tengah malam, keakraban antara ketiga temannya dengan para kekasih mereka bertambah mesra dan hal ini membuat Ray sangat senang melihatnya. Demikian juga keakraban Kathrine, Sandra dan Diane terhadap Ray dan ketiga temannya, mereka semakin terpesona dengan gaya mereka berinteraksi terlihat seperti kakak beradik dalam sebuah keluarga.
Ketiga gadis tersebut semakin yakin dengan pilihan mereka karena menyadari hubungan mereka dengan Kenny, Jim dan Ronald yang tidak banyak menuntut dan berjalan apa adanya dengan perhatian yang sangat mendalam tanpa adanya pengekangan atau batasan. Ray juga melihat suasana tersebut karena memperhatikan sikap dan cara dari ketiga gadis itu terhadap ketiga temannya, Ray melihat mereka saling mendukung antara pasangan mereka masing-masing dan tanpa paksaan semua yang terjadi terlihat secara spontanitas seperti sudah terjalin ikatan batin diantara pasangan tersebut.
Mereka berpisah dihalaman parkir gedung Central Tower Kathrine, Sandra dan Diane kembali ketempat mereka dengan menggunakan mobil BMW milik Diane dan empat sekawan kembali ke asrama putra dengan diantar oleh Ray. Saat akan keluar dari halaman parkir gedung Central Tower Ray melihat sosok mencurigakan dengan berpakaian hitam dan memakai topi terlihat sedang mengawasinya dari kejauhan, sosok tersebut berada di seberang jalan utama yang memiliki 2 ruas jalan sehingga jarang orang akan memperhatikan sesuatu yang berada diseberang jalan tersebut.
Dengan mata awas Ray dia sempat melihat gerak-gerik sosok misterius tersebut seperti sosok yang sama dengan sosok yang sedang mengintai di asrama putra tempat Ray tinggal saat awal perkuliahan, Ray mencatat kejadian itu dalam pikirannya karena hal ini bukan suatu kebetulan lagi karena sudah terjadi sebanyak 2 kali. Hal ini memang disengaja oleh seseorang untuk mengamati kehidupannya atau ada suatu maksud tertentu dengannya, sikap waspada Ray bangkit dari dalam alam bawah sadarnya dan ini karena latihan pengendalian jiwa dan emosi yang selalu dilakukan Ray saat bermeditasi.
Dengan sikap yang tidak mencurigakan Ray mengemudikan mobilnya dengan normal menuju asrama putra Universitas Fenesvile tempat ketiga temannya tinggal, mereka berbincang tentang makan malam yang baru saja mereka lewat bersama.
"Terimakasih Ray!, makan malam ini sangat berkesan karena tadi Kathrine mengungkapkan perasaan terdalamnya kepadaku dan meminta aku jangan pernah meninggalkannya karena dia sudah sangat mencintaiku Ray!, mmm..., makan malam paling berkesan yang pernah aku alami selama ini" kata Kenny dengan tulus dan ada wajah kegembiraan di sana.
"Aku juga Ray...!, Sandra terkesan semakin lengket denganku bahkan dia meminta aku untuk melakukan French Kiss tadi saat mengantarnya ke kamar mandi!" kata Ronald.
__ADS_1
"Hmm..., kalian ini hanya seperti itu? aku bahkan sudah diminta Diane untuk segera melamarnya sampai aku bingung dan mengatakan untuk bersabar dan menunggu kita selesai kuliah" kata Jim lebih heboh.
Perbincangan mereka dalam mobil Ray yang sedang menuju ke asrama putra memunculkan sebuah ide dibenak Ray untuk ketiga temannya tersebut, kemudian dia menceritakan rencananya tersebut kepada Kenny, Jim dan Ronald yang mungkin akan sedikit membantu mereka.
"Kalian bertiga bisa bekerja sampingan sambil kuliah dan hitung-hitung kegiatan seperti itu adalah kegiatan magang untuk menerapkan ilmu yang sudah kalian pelajari!, aku akan coba mengatakannya kepada majikanku kalau boleh kalian diijinkan ikut magang di perusahaannya karena selain belajar menerapkan ilmu kalian di perusahaan itu kalian juga akan memperoleh gaji walau tidak sebesar para pekerja perusahaan yang lainnya" kata Ray memberikan penjelasan tentang rencananya.
"Wah..., apakah boleh seperti itu Ray?, kalau bisa kami tidak akan menolaknya bahkan akan sangat mengharapkan bantuanmu untuk itu!" kata Kenny penuh antusias setelah mendengar penjelasan Ray.
"Ya..., jangan dulu terlalu berharap banyak, karena aku masih harus menanyakannya kepada majikanku apakah bisa atu tidak"
"Oke..., akan aku usahakan" jawabnya singkat.
Beberapa saat kemudian Mercedez Maybach SUV itu memasuki halaman parkir asrama putra Universitas Fenesvile, setelah Kenny, Jim dan Ronald turun dari mobil, Ray segera berpamitan dan meluncur pergi ke Mansion keluarga Conway.
__ADS_1
Dengan santai Ray melajukan kendaraannya sambil bersiul senang dan pikirannya berputar dan melayang membayangkan ketiga temannya itu akan membantunya dalam mengelola perusahaannya kelak, dan tanpa dia sadari ada sebuah mobil sedan berwarna hitam sedang bergerak cepat untuk mendahului mobil Mercedez Maybach SUV yang sedang dikendarainya kemudian berhenti didepan secara tiba-tiba.
Ciiiiitttt...
Bunyi suara rem berdecit dengan sangat keras karena Ray menginjak rem mobilnya dengan sangat dalam dan membuat ban mobil berhenti berputar dan bergesekan dengan aspal jalan sehingga menimbulkan suara yang sangat memekakkan telinga, mobil Ray bergerak sejauh 5 meter kemudian berhenti tepat 30 centimeter dengan mobil sedan yang menghadangnya.
Ray turun dari mobilnya dan seketika aura bertarungnya keluar dari dalam tubuhnya karena terpicu oleh keterkejutannya mendapat penghadangan ditengah malam dan ditempat yang sepi, dengan mata awas dan tangan terkepal kuat dia menuju mobil yang menghadangnya kemudian melihat sosok berpakaian hitam dengan mengenakan topi keluar dari dalam mobil. Sosok yang sama seperti yang dilihatnya saat didepan asrama putra juga sama seperti yang dilihatnya diseberang jalan Central Tower beberapa menit yang lalu, dengan mengangkat tangannya menandakan niat baik sosok tersebut mendekat kearah Ray.
"Maaf anak muda!, saya sengaja menghentikan mu untuk menyerahkan surat penting ini, bacalah di rumah dan hubungi nomor yang tertera didalamnya jika kamu setuju dan bersedia bergabung, saya Shadow Zero akan selalu menunggu keputusanmu, terimakasih dan selamat malam!" kata sosok tersebut dengan sangat jelas dan singkat sambil menyerahkan selembar kertas yang dilipat kepada Ray.
"Apa urusannya denganku, dan kenapa anda membuntuti ku selama ini, aku tahu anda telah mengikuti ku sejak lama!" tanya Ray tapi sosok tersebut telah lebih dulu masuk kedalam mobilnya dan kemudian segera pergi meninggalkan Ray yang masih berdiri didepan mobilnya sambil tercengang.
Ray kemudian memasukkan lipatan kertas surat yang diberikan sosok misterius tersebut kedalam saku celananya dan kembali masuk kedalam mobilnya untuk melanjutkan perjalananya ke Mansion, Ray masih dalam keadaan terkejut dengan yang barusan dia alami karena selama ini dia belum pernah mengalai pertarungan yang sebenarnya dan selama ini dia melakukan pertarungan hanya dalam konteks latihan bersama para anggota murid beladiri cina kuno di dojo yang didirikan oleh ayahnya.
__ADS_1
Selama 10 menit Ray berdiam didalam mobilnya sambil menenangkan perasaannya dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dan akan membaca surat dari orang misterius itu di Mansion, dia masih bingung karena selama ini jarang berinteraksi dengan orang asing diluar urusannya dengan perusahaan dan perkuliahannya tapi malam ini benar-benar Ray mendapat sebuah pengalaman baru dicegat oleh orang asing yang menimbulkan aura bertarungnya keluar secara otomatis dari dalam tubuhnya.
Sebuah perasaan yang hanya akan timbul jika mendapatkan ancaman yang serius dari pihak luar, dan Ray juga sempat merasakan aura yang begitu kuat dari sosok misterius tersebut menandakan sosok misterius tersebut juga memiliki kekuatan dan sepertinya tingkatan mereka tidak berbeda jauh walau Ray merasa dia masih berada di atas tingkat kekuatan sosok misterius tersebut.