Putra Sulung

Putra Sulung
Sandiwara


__ADS_3

Malam harinya Ray turun kekantin untuk makan malam, sementara itu ketiga temannya tidak ikut karena mereka akan makan ditempat lain. Kenny, Jim dan Ronald berencana akan pergi kewarung makan yang berada dijalan raya depan asrama mereka sedangkan Ray sudah terlanjur memesan makanan dari kantin asrama, karena hari sudah malam dan waktunya untuk makan malam maka Ray segera turun menuju kantin yang berada dilantai 1.


Malam hari itu ada beberapa mahasiswa yang ikut makan di kantin dan dari pengamatannya semua yang saat itu sedang makan di kantin adalah para penghuni asrama, dan rata-rata diantara mereka adalah penerima beasiswa yang latar belakangnya tidak jauh berbeda dengan dirinya.


Selesai makan malam di kantin Ray langsung naik kembali kekamarnya dan mulai melakukan panggilan telepon secara Video dengan Lily,


Tuutt..., tuutt..., tuutt...


3 kali bunyi dering yang tersambung diponsel milik Lily kemudian terdengar sambungannya sudah diangkat,


"Hai sayang...!, maaf terlambat mengangkatnya, barusan aku sedang mengedit skripsiku di laptop tapi saat ini bisa aku tunda dulu karena panggilanmu ini lebih berharga, unmm...?"


"Hehehe..., kamu bisa saja Hon...!, jangan sampai karena panggilan teleponku ini terus akan menghambat penyelesaian skripsimu?"


"Ahh..., tidak sayang, semuanya terkendali dan aku pastikan skripsiku akan selesai tepat pada waktunya!, ehh..., temanmu yang lain pada kemana? itu terlihat sepi didalam kamarmu!"


"Ohh..., mereka pergi makan malam diluar, dan tadi aku makan di kantin jadi seperti yang kamu lihat aku tinggal sendiri"

__ADS_1


"Sayang...!, kamu kangen tidak denganku?"


"Ly..., kalau aku tidak rindu padamu maka aku tidak akan menghubungimu saat ini!, uhh... kalau kamu ada disini saat ini sudah kumakan habis leher dan gunung kembarmu itu!"


"Hahaha..., sifat mesummu itu kembali terlihat sayang!, dan itu salah satu yang aku sukai darimu karena selain aku merasa nyaman kamu juga pintar membuatku mend3s4h sampai enak!"


"Hmm..., sepertinya kamu yang selalu lebih dulu beraksi saat kita sedang berdua?, apalagi kalau sudah menjelajahi bagian-bagian kesukaanmu ini, mmm..."


"Ishh..., memalukan itu sayang!, jangan disebut ahh..., aku boleh melihatnya sayang?"


"Apaan sih..., itu hanya boleh kalau kita berdua sedang bersama!"


"Ehh..., kamu nekad sekali menunjukkan kesukaanku itu ya!"


Ray dengan senang menikmati pemandangan dalam layar ponsel miliknya, karena Lily dengan tindakannya yang menggoda mulai mengelus bukit kembar miliknya dan diperlihatkan kepada Ray secara close up. Demikian juga dengan Ray akhirnya memberikan tontonan sesuai dengan keinginan Lily yang rindu dengan si tampan kecil, akhirnya Lily bisa menikmati puncak hasratnya dengan memainkan kedua tangan dan jarinya di semua tempat sensitif miliknya sedangkan Ray harus berusaha sendiri merasakan kenikmatan itu didalam kamar mandi dengan disaksikan Lily lewat video call. Setelah selesai video call dengan sang kekasih Ray turun dari kamarnya dan berjalan-jalan disekitar asrama sambil menghirup udara malam.


Melewati gedung asrama tanpa sengaja dia melihat bayangan seseorang yang sedang melakukan panggilan telepon, karena tidak ingin mengganggu Ray mencoba untuk menghindar dengan mengambil jalan berputar untuk melewati sosok tersebut. Tapi saat akan melewati sosok tersebut dari jarak 10 meter dia mendengar dan mengenali suara yang sedang melakukan panggilan telepon tersebut adalah suara temannya Kenny, dalam hatinya Ray bertanya-tanya kenapa Kenny melakukan panggilan telepon secara sembunyi-sembunyi. Kemudian dia fokus untuk mencoba mendengar percakapan Kenny dan dari apa yang dia dengar sepertinya Kenny sedang diajak oleh seseorang untuk memata-matainya saat akhir pekan, kemana dan apa yang sedang dikerjakan oleh Ray adalah tujuan mereka dan juga mereka akan dilengkapi dengan sebuah kamera zoom seperti yang dimiliki oleh seorang paparazi.

__ADS_1


Ray jadi bertanya-tanya dengan siapa Kenny berhubungan hingga akan menyelidiki kegiatan Ray diakhir pekan?, Ray akhirnya menghubungkan kunjungan 6 bidadari kampus tadi siang di kantin asrama dengan percakapan Kenny ditelepon barusan. Ray menarik kesimpulan sementara bahwa alasan dia tidak mau ikut acara pesta ulang tahun Cindy telah membuat para bidadari kecewa dan mereka akan mencari tahu yang sebenarnya, karena alasan yang disampaikan Ray siang tadi tidak mereka percayai oleh sebab itu mereka berusaha menyelidikinya dan mengajak Kenny. Ray hanya tersenyum dan kemudian merencanakan sebuah ide untuk lebih mengelabui mereka, dan juga Ray akan berpura-pura tidak mengetahui tentang rencana Kenny dengan orang misterius yang meneleponnya.


Sebelum akhir pekan Ray mendatangi dojo yang dibentuk ayahnya yang berada di basement Happylive Mart, walaupun Tomy sudah dipindahkan kekantor pusat tapi semua anggota dojo yang berlatih masih menganggap Tomy adalah sebagai guru kepala mereka. Demikian juga dengan Ray yang tetap mereka anggap sebagai teman seperguruan dan bisa datang berlatih kapan saja, Ray datang ke dojo untuk menemui paman Rocky yang dulunya adalah seorang Satpam yang berjaga dikompleks perumahan karyawan Happylive Mart dan sangat dekat dengan keluarga Tomy dan Bella termasuk Ray.


"Ada apa kamu mencariku nak!, apakah ada yang menyakitimu!"


"Ahh... tidak paman Rocky, saya mendapat tugas dari kampus untuk meneliti proses aliran barang di gudang dan mengukur waktunya, nah..., sekarang kan paman Rocky bertugas di bagian Gudang Persediaan, saya mau minta tolong paman nanti hari sabtu dan minggu saya diperbolehkan untuk ikut bekerja menurunkan barang dan memasukkannya dalam gudang, dan supaya saya nyaman dalam melakukan tugas penelitian ini, nanti katakan saja kepada karyawan gudang dan yang lainnya atau kepada siapa saja bahwa saya adalah seorang pekerja harian, bagaimana paman apakah bisa?"


"Ahh..., kalau masalah itu gampang nak Ray!, bahkan paman bisa buatkan kartu karyawan sementara untukmu, dan gajinya lumayan!, setiap selesai bekerja ada upah 30 dollar setiap hari dan paman rasa itu cukup untuk jajanmu setiap hari!"


"Wah..., gajinya aku tidak perlu paman, yang penting adalah hasil penelitianku nanti, biar gajinya bisa diambil paman Rocky saja, tapi tolong berikan saya akses keluar masuk gudang saat jam kerja"


"Beres nak Ray!, hari jumat sore kamu bisa datang menemui paman di pos jaga untuk mengambil kartu tanda masuk dan kartu karyawan sementara, paman akan menunggumu nanti!"


"Baiklah paman, dan satu hal lagi yang terpenting paman!, tolong sembunyikan identitasku sebagai anak dari Tomy Mound, karena saya melihat orang-orang yang mengenalku dengan baik sudah pindah semuanya yang ada hanya paman saja!, oke...! aku pergi dulu paman, sampai nanti!" kata Ray kemudian kembali keasramanya.


Ray sampai diasrama dan langsung naik kekamarnya dan mendapati ketiga temannya sedang berkumpul didalam kamar sambil bersenda gurau, Ray ikut bergabung dengan mereka dan membicarakan beberapa hal termasuk acara pesta hari ulang tahun Cindy pada hari sabtu malam. Ray hanya menanggapinya dengan bias karena memang tidak ingin hadir dan hal itu sudah sangat dipahami oleh ketiga temannya itu, dan Ray juga mengatakan bahwa hari sabtu dia banyak pekerjaan dan sementara ini dipindah tugas ke Happylive Mart bukan lagi dipabrik.

__ADS_1


Setelah mengambil kartu karyawan sementara dan pakaian seragam karyawan gudang, keesokan harinya Ray memulai sandiwaranya yang dia rancang dengan sangat baik dan akan membuat orang yang melihatnya benar-benar percaya bahwa saat ini Ray hanyalah seorang karyawan harian biasa. Saat sedang melakukan pekerjaannya beberapa kali Ray melirik kearah jalan raya dimana ada terparkir 2 buah mobil dengan sesekali memancarkan kilatan cahaya lampu blitz kamera, dia meyakini bahwa saat ini dia sedang diintai oleh Cindy atau Claudia bahkan mungkin oleh teman sekamarnya sendiri yaitu Kenny.


Ray melakukan sandiwaranya sampai sore hari seperti yang berlaku bagi karyawan yang sebenarnya, kemudian dia menghilang dan menuju Mansion orang tua Lily tanpa ada yang mengetahuinya. Dia akan melakukan sandiwara tersebut sampai para pengintainya benar-benar percaya dengan alasan yang disampaikannya saat di kantin asrama beberapa hari yang lalu, dan hal itu juga Ray ceritakan semua kepada Jeff dan Anna tanpa ada yang dia tutupi. Hal ini dilakukannya untuk membangun kepercayaan yang lebih dalam kepada orang tua Lily, dan dengan berterus terang seperti itu Ray mendapat pujian dari kedua orang tua Lilly karena bisa membuat sandiwara untuk mengelabui orang-orang disekitarnya.


__ADS_2