Putra Sulung

Putra Sulung
Undangan Resmi


__ADS_3

Acara makan malam berlangsung dengan meriahnya karena diisi dengan candaan dari Kenny, Jim dan Ronald serta beberapa pertanyaan serius yang datang dari para kekasih ketiga sahabat Ray itu, dengan tenang dan jujur Ray meladeni semua pertanyaan itu sambil sesekali menatap wajah kedua tunangannya Lily dan Mellisa yang selalu mengangguk tanda persetujuan mereka seiring dengan jawaban Ray yang mengalir begitu lancar.


"Saya salut dengan keberuntungan mu Ray, karena bisa menggandeng dua gadis cantik seperti Lily dan Mellisa sekaligus kedalam pelukanmu!" kata Kathrine.


"Hmm..., saya kira itu bukan karena keberuntungan tapi takdir lah yang sudah mempertemukan kami sampai hubungan kami bisa berada pada tahap ini, dan juga sikap dan kepribadian kami masing-masing yang memang mempunyai niat untuk saling memberi dan menerima dengan tulus dan saling terbuka dan jujur!, Niat yang tulus, saling terbuka dan kejujuran, ya...!, itu adalah kunci hubungan kami bertiga selama beberapa bulan ini!" jawab Ray dengan elegannya.


"Wah...!, apakah itu memang sudah ada sejak kamu lahir atau didapat karena kamu belajar?" tanya Diane yang sangat berantusias mendengar penjelasan Ray.


"Semua manusia sejak lahir pada dasarnya adalah orang baik dan polos, kebiasaan dan lingkungan disekitarnya yang membentuk jati diri seorang anak manusia ketika mulai bertumbuh, setelah menginjak remaja situasi itulah yang mempengaruhi kepribadian diri kita, dan akan kembali mulai diasah dan tertanam dengan dalam saat memasuki usia dewasa dan selanjutnya tinggal kita yang memilih mana yang terbaik dan mengasahnya terus, dan itu diperoleh dengan belajar dan membiasakan diri!" kata Ray menjelaskan karena dia belajar dari perjalanan hidupnya serta cerita ayah dan ibunya.


"Benar apa yang dikatakan Ray, kami sudah terbiasa dimanja dengan kemewahan, tapi kami tetap berusaha mandiri seperti saya hidup jauh dari kedua orang tua yang walaupun mendapat uang saku setiap bulan tapi di sana aku berusaha sendiri dengan berjualan bunga segar untuk mendapatkan uang tambahan atau untuk ditabung!" kata Lily menambahkan penjelasan Ray.


"Aku juga banyak belajar dari Ray, Kenny, Jim dan Ronald saat kami bersama-sama selama 3 tahun dari kelas 10 sampai lulus dari kelas 12, gaya hidup sederhana dan apa adanya yang aku tiru dalam keseharian mereka dan akhirnya aku terbiasa dan tetap berteman akrab dengan mereka!" kata Mellisa.

__ADS_1


"Hmm..., apa yang kalian katakan memang benar dan kami yang awalnya tidak melihat sisi itu dan akhirnya kami sadar walaupun dengan banyak keterbatasan tapi dalam keseharian Ray dan Kenny khususnya karena kami satu fakultas selalu menunjukkan keceriaan dan tanpa beban, sedangkan kami sepertinya merasa kekurangan terus kalau tidak menampilkan sesuatu yang lebih dari hari yang kemarin" ungkap Sandra.


"Tapi sekarang aku melihat kalian bertiga mulai terbiasa dengan keadaan sahabat-sahabatku itu!" kata Ray.


"Umm..., mau tidak mau kami harus menyesuaikan diri setelah kami terpikat oleh pesona mereka, kalau tidak cinta kami yang akan terabaikan!, tapi jangan kuatir itu bukan karena keterpaksaan tapi sebuah proses untuk kami belajar dan saling menerima seperti yang katakan tadi" kata Kathrine.


"Baguslah..., aku senang mendengarnya dan berharap hubungan kalian akan naik ketingkat yang lebih serius lagi!" kata Lily.


"Ya..., kami mulai serius!" kata Kathrine dan diiyakan dengan anggukan oleh Diane dan Sandra.


"Wow..., kami pastikan akan datang!, kalian jangan kuatir, apalagi saat itu kita sudah selesai dengan ujian semester dan hitung-hitung sebagai liburan juga!, betulkan sayang?" kata Kathrine senang mendengar undangan tersebut sambil meminta persetujuan kekasihnya Kenny.


"Sebagai sahabat kami pasti akan hadir!" kata Kenny menegaskan.

__ADS_1


Ray melihat bahwa ketiga temannya benar-benar telah mendapatkan pasangan yang cocok dan serasi, hal ini terlihat jelas dimeja makan dimana Kathrine sesekali membersihkan sudut mulut Kenny yang terdapat sisa makanan dengan tissue dan di pihak lain Sandra yang sering mengambilkan makanan tambahan buat Ronald kemudian disisi lainnya terlihat Diane yang sesekali menyuapi Jim dengan makanan kesukaannya.


Acara makan malam telah selesai dan para anak muda itu berpindah tempat keruangan keluarga dan ada beberapa yang duduk diruang tamu, mereka lebih mengakrabkan diri terlebih untuk Lily dan Mellisa terhadap Katrine, Diane dan Sandra yang saat ini baru pertama kali bertemu. Keceriaan diantara mereka membuat mereka lupa dengan waktu yang telah menjelang tengah malam, dan atas kesadaran mereka sendiri akhirnya mereka pamit pulang dengan Kenny yang masih membawa mobil Ray untuk mengantar para kekasih mereka pulang kerumahnya. Ketiga sahabatnya itu berjanji akan kembali ke Mansion besok pagi untuk mengantarkan mobil milik Ray karena motor listrik mereka juga masih terparkir dihalaman Mansion milk keluarga Conway tersebut.


Lily dan Mellisa akan kembali ke Brashington pada siang hari besok dengan mencadangkan 1 hari tersisa sebelum pada hari senin Mellisa dan Ray akan mengikuti ujian semester dan Lily pada hari kamis yang akan menjalani sidang ujian skripsinya, malam ini sebelum beristirahat kedua gadis itu telah menyiapkan semua barang bawaan mereka agar besok tidak perlu sibuk lagi.


Sementara itu Ray menyempatkan diri bermeditasi sebelum tidur dan akan mengulanginya lagi pada subuh esok hari ditambah dengan melatih beberapa beberapa jurus sambil merenggangkan otot-ototnya agar tidak kaku, sudah sebulan ini kegiatan latihan beladiri Ray sudah diikuti oleh Dominic dan 4 orang penjaga keamanan Mansion serta 2 orang sopir pribadi keluarga Conway. Sementara untuk bermeditasi Dominic dan teman-temannya itu masih dalam tahap belajar memusatkan konsentrasi mereka, tapi Ray merasa yakin mereka bisa melakukannya asalkan dilakukan secara rutin dan terus menerus.


Setelah selesai bermeditasi Ray masuk ke kamar dan membersihkan diri, dia melihat 2 sosok tubuh yang tertutup selimut masing-masing sudah terlelap dengan mimpi mereka masing-masing. Perlahan dia naik keatas ranjang dan membaringkan tubuhnya diantara kedua sosok tubuh langsing itu, dia memberikan kecupan selamat malam di kening kedua tunangannya itu kemudian menyusul kedua calon istrinya itu ke alam mimpi.


Subuh harinya Ray sudah bangun dan turun dari atas ranjang untuk melakukan aktivitas rutinnya dengan berolah raga kemudian berlatih beladiri cina kuno dan diakhiri dengan bermeditasi selama 1 jam, sebelum keluar dari kamar dia melihat layar ponselnya yang berada di atas nakas sedang menyala pertanda ada pesan teks yang masuk atau barusan mendapat panggilan tapi tidak sempat diangkatnya karena Ray menyetel semua panggilan atau teks masuk dalam mode getar.


Sepintas dia melihat bahwa ada pesan teks yang masuk dengan nomor yang tidak dia kenal, ada 2 pesan teks yang baru di sana dan dia melihat kedua pesan tersebut masuk pada malam hari sebelumnya saat dia sedang dalam acara makan malam bersama teman-temannya.

__ADS_1


Ray memeriksa kedua pesan dari orang yang tidak dikenal tersebut dan melihat waktu pesan-pesan itu masuk, pesan pertama masuk pada pukul 20:15 dan pesan kedua masuk pada pukul 21:30 dari nomor yang sama dan sebelum membacanya dia menyimpan nomor tersebut dengan memberi nama sebagai 'panggilan misterius'.


__ADS_2