
Saat waktunya makan siang Ray dan Kenny segera turun dari lantai 2 dan menuju kantin asrama yang berada dipojokan sayap sebelah kiri lantai 1, tempat tersebut juga saling berhadapan dengan halaman parkir asrama dimana terdapat banyak mobil dan sepeda motor milik para mahasiswa. Kendaraan-kendaraan yang terparkir disana tidak hanya milik para penghuni asrama tapi kebanyakan adalah milik para mahasiswa yang tinggalnya diluar asrama, mereka hanya datang untuk sekedar berkunjung kepada temannya atau untuk belajar bersama dengan temannya yang berstatus penghuni asrama.
Setiap asrama mempunyai aturan tetap bahwa tidak diperbolehkan bagi pengunjung dan mahasiswa putra masuk kedalam kamar asrama putri dan begitupun sebaliknya, para pengunjung hanya diperbolehkan sampai diruangan tamu asrama atau dikantin yang berada dilantai 1 setiap asrama.
Ray dan Kenny sudah sampai dikantin asrama dan memesan makan siang favorit mereka kemudian duduk dekat dengan jendela kantin yang menghadap kearah jalan raya, sambil menunggu pesanan makan siang mereka datang keduanya berbincang seputar perkembangan perkuliahan mereka yang masih panas-panasnya.
"Bagaimana menurutmu tentang semua materi pelajaran yang kita hadapi saat ini?, apakah sulit atau biasa-biasa saja?" tanya Ray kepada Kenny.
"Jelas berbeda dengan mata pelajaran kita waktu dikelas 12 dulu!, semua materi saat ini perlu pendalaman dan kebanyakan dari semua materi harus kita yang menganalisanya, para dosen hanya memberi saja tanpa menerangkannya sedetail mungkin!"
"Ya, tapi memang harus begitu, sebagai mahasiswa kita harus aktif dan kreatif, kalau tidak mengerti ya harus langsung ditanyakan kepada dosen saat pertemuan berikutnya!, ditambah juga kita harus rajin mencari referensi materi tersebut dari beberapa sumber yang berbeda dan hal itu hanya bisa kita dapatkan diperpustakaan" kata Ray menjelaskan.
"Ahh..., aku paling tidak suka berlama-lama didalam perpustakaan, hal itu akan mematikan kreatifitasku nantinya!, tidak sepertimu yang kutu buku dan tahan berjam-jam disana"
"Hehehe..., itu sebuah keharusan Ken, dan jadikan itu sebagai hobby jangan dianggap sebagai beban!"
Percakapan mereka terhenti setelah melihat seorang petugas kantin datang membawa pesanan mereka,
"Silahkan dinikmati hidangannya tuan-tuan!" kata sang petugas kantin.
"Terimakasih bibi!"
__ADS_1
Ray dan Kenny mulai menikmati hidangan makan siang mereka dengan kondisi didalam kantin yang sepi karena hanya ada mereka berdua disana, saat ini memang sudah melewati waktu makan siang tapi karena Ray dan Kenny sudah terlambat turun dari kamar mereka yang berada dilantai 2 maka kejadian sepi seperti ini harus mereka alami.
Tidak ada pembicaraan yang terjadi selama mereka berdua makan dan hal itu sudah menjadi etika saat makan, dengan sesekali meneguk minuman segar yang mereka pesan keduanya mulai menghabiskan hidangan diatas meja.
Belum juga hidangan mereka habis dari arah parkiran terdengar deru mesin mobil sport yang sahut menyahut sehingga terdengar sangat bising ditelinga, secara otomatis kepala Ray dan Kenny berpaling dan melihat kearah parkiran dimana ada 3 buah mobil sport dengan merek berbeda tapi ketiganya adalah mobil keluaran terbaru dari pabrikan terkenal di dunia. Dari dalam mobil masing-masing turun 2 orang gadis, dan ada 3 orang yang dikenali Ray dan Kenny sebagai teman satu fakultas dengan mereka. Keenam gadis cantik dengan body seksi karena mereka semuanya mengenakan pakaian ketat sehingga menampilkan lekuk tubuh mereka yang proporsional, terlihat sedang menuju kearah meja Ray dan Kenny duduk.
"Hai..., bolehkan kami duduk dimeja sebelah kalian?" kata seorang diantara mereka berenam.
"Silahkan saja, meja itu kosong dan siapa saja berhak untuk duduk disitu" kata Kenny.
"Terimakasih, kenalkan aku Claudia dan yang berambut pirang adalah Isabell dan disebelahnya adalah Sandra dan kami dari fakultas sastra selebihnya kalian pasti sudah mengenal Cindy, Kathrine dan Diane karena kalian satu fakultas!" kata Claudia memperkenalkan rombongan 6 bidadari kampus tersebut.
"Ahh..., tidak...!, kami sudah makan siang barusan dan kami kesini hanya ingin minum juice yang katanya sangat enak ditempat ini" kata Cindy yang mengambil tempat duduk bersebelahan dengan posisi Kenny.
Ray masih menikmati hidangannya dengan santai tapi Kenny terlihat menghabiskan makan siangnya dengan terburu-buru, dia tidak mau menyia-nyiakan keberadaan dari 6 bidadari kampus terbuang sia-sia karena ada salah satu diantara mereka yang menjadi incaran Kenny. Dia adalah Kathrine Wills teman satu fakultas dengannya dengan tinggi 170 cm dan berbadan langsing terlihat sangat proporsional sehingga membuat Kenny terpesona, tapi dari situasi yang terlihat saat ini di kantin asrama sepertinya Kenny tidak mendapat perhatian dari Katrine.
Setelah selesai makan terlihat Cindy kembali mendekat kearah Kenny untuk mendapatkan berita tentang pembicaraan mereka sebelumnya,
"Bagaimana Ken?, apakah sudah ada kepastian?" tanya Cindy.
"Belum Cin!, aku baru mau menanyakan kepada yang bersangkutan, tapi kamu sudah berada disini lebih baik coba kamu tanyakan sendiri"
__ADS_1
"Baiklah aku akan mencobanya" kata Cindy kemudian mendekat kearah Ray.
"Hai Ray!, hari sabtu nanti aku akan merayakan ulang tahunku, untuk itu aku mengundangmu bersama Kenny datang kepestaku tersebut, acaranya sendiri akan dilangsungkan di hotel Clarion, aku berharap kamu dapat meluangkan waktu untukku, bagaimana Ray?" tanya Cindy yang mulai menunjukkan sikap sukanya kepada Ray, dan hal itu sudah diketahui oleh Ray karena setiap hari didalam kelas hampir selalu Cindy berusaha untuk mendekatinya.
"Hmm..., bagaimana ya?, sebenarnya aku sangat ingin untuk hadir Cin!, tapi pada setiap akhir pekan aku harus bekerja untuk menutupi pinjaman orang tuaku, jadi aku mohon maaf karena tidak bisa hadir dipestamu!" kata Ray menjelaskan.
"Ohh..., kalau hanya itu aku bisa membantumu Ray, katakan kepadaku berapa banyak pinjaman orang tuamu itu, aku akan membantu melunasinya, bagaimana?"
"Maaf Cindy, kontrak pinjaman itu mengharuskan aku untuk selama 1 tahun harus bekerja membantu pemberi pinjaman itu di pabriknya mereka tidak mengijinkan aku membayar secara cash karena yang mereka butuhkan adalah tenagaku, jadi sekali lagi aku minta maaf ya!"
"Ahh..., mana ada hal seperti itu?, itu namanya pemerasan tenaga kerja!, apakah ini hanya alasanmu saja Ray?" kata gadis berambut pirang Isabella Stampthon anak seorang pebisnis kelas atas di Kota Bronxvile.
"Maaf..., kesepakatan itu adalah kewenangan kami sebagai peminjam dan orang yang memberi pinjaman, hal itu tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun dan juga saya menikmati pekerjaanku walau hanya sebagai petugas kebersihan di pabrik"
"Hmm..., tampan sih tampan, tapi ketampanan tidaklah cukup untuk hidup sebagai mahasiswa di Universitas terkenal Kota Bronxvile seperti ini, Cindy..., lebih baik kita tinggalkan saja mahasiswa miskin seperti dia, ayo kita cabut...!" kata Claudia dengan ketus.
Cindy terlihat kecewa tapi masih berusaha untuk tetap tinggal dan membujuk Ray agar hadir dalam pestanya, tapi Claudia menarik dan memaksa Cindy agar ikut kelompoknya itu untuk pergi meninggalkan kantin asrama putra tersebut.
Kenny terlihat kecewa karena tidak bisa membujuk Ray dan otomatis ia juga tidak bisa dekat dengan gadis idamannya karena pasti akan dihalangi oleh Cindy dan teman-temannya terutama Claudia, sedangkan disisi Ray dia tetap santai saja karena memang dia tidak berniat dan ingin pergi karena didalam pikirannya lebih baik dia lebih mendekatkan diri dengan Jeff dan Anna di Mansion dari pada berpesta yang hanya akan menimbulkan masalah hubungannya dengan Lily.
Ray memang selama ini menyembunyikan hubungannya dengan Lily dari Kenny, Jim dan Ronald, dan ketiga temannya itu hanya tahu bahwa Ray setiap akhir pekan akan pergi bekerja disebuah pabrik untuk mendapatkan gaji tambahan agar dapat melunasi pinjaman keluarganya saat dia membeli mobil listrik. Ray sengaja menutupi keadaan yang sebenarnya karena tidak ingin merusak hubungannya dengan ketiga temannya yang sudah 3 tahun hidup bersama, dalam kehidupannya di asrama tidak ada satupun barang mewah yang dia miliki karena semua barang pemberian Lily dan ayahnya Jeff semua dia simpan didalam lemari pakaian Lily di Mansion keluarga Conway. Hal ini juga sudah diketahui oleh Lily dan kedua orang tuanya dan menganggap Ray sedang dalam tahap penyesuaian dengan kehidupan mewah, dan mereka berharap Ray dapat dengan cepat menyesuaikan diri karena seperti penuturan Jeff bahwa Ray akan dia persiapkan untuk menggantinya sebagai pemimpin diperusahaan keluarga Conway di Kota Bronxvile.
__ADS_1