Putra Sulung

Putra Sulung
Bulan Madu


__ADS_3

2 buah Private Jet Falcon Db & C Air Service mendarat berturut-turut di Bandara Kahului pulau Maui Hawaii setelah melewati penerbangan yang memakan waktu hampir 10 jam dari Kota Brashington, selanjutnya rombongan Ray melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju pantai Wailea dimana terdapat sebuah Hotel mewah dengan berbagai fasilitas yang sudah disewa oleh Ray selama 1 minggu.


Hotel Fairmont yang terletak di tepi pantai Wailea yang sangat bersih dan indah, ditempat ini berbagai fasilitas mewah dan romantis telah menanti Ray, Lily dan Mellisa serta anggota keluarga yang lainnya. Sebuah kolam renang khusus dewasa dengan cabana teduh pribadi, spa dengan pijat pasangan di tepi pantai serta suite room yang tenang menjadi tempat mereka menginap selama acara bulan madu itu.


Rombongan tersebut disambut dengan segelas Moet & Chandon Champagne saat tiba di loby hotel tersebut, selanjutnya masing-masing pasangan diantar ke suite room yang sudah dipesan dan pengaturannya oleh Jonathan. Ray kemudian memberitahu Jonathan agar tidak ada yang mengganggunya sampai Ray sendiri yang akan memanggil jika dia memerlukan sesuatu, hal ini diminta oleh Ray karena merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan udara selama hampir 10 jam dari Kota Brashington.


Suite tempat Ray dan kedua istrinya menginap menghadap kearah pantai dan disekelilingnya pemandangan hutan kecil dengan pohon kelapa yang mendominasi, dengan sisa tenaganya yang sudah terkuras sejak malam hari akhirnya Ray ikut membaringkan tubuhnya ditengah 2 sosok tubuh ramping Lily dan Mellisa yang sudah lebih dulu terlelap dalam mimpi dengan masih mengenakan pakaian lengkap mereka sejak dari Kota Brashington.


Kelelahan Ray saat ini juga karena dia harus menggendong Mellisa yang tidak bisa berjalan sejak dari Hotel di Kota Brashington dan setiap harus berpindah dari mobil ke pesawat atau sebaliknya saat menuju ke pulau Maui ini, dan saat tiba di hotel ini pun Mellisa masih tetap berada dalam gendongan Ray sampai dibawa Ray ke suite mereka kemudian tertidur.


Pukul 21:00 malam Lily dan Melisa akhirnya bangun dari tidur mereka dan menggeliat gerah karena belum sempat membersihkan diri mereka saat tiba di hotel karena kelelahan, masih duduk di atas ranjang keduanya memandang sosok sang suami yang masih terlelap dengan wajah kelelahan terpampang jelas dari wajahnya.


"Kak..., kamu mandilah lebih dulu, aku akan menunggu Ray bangun untuk memapahku ke kamar mandi nanti!" kata Mellisa.


"Hmm..., baiklah, kalau sempat hubungi Jona untuk mengantarkan makan malam kita kesini, karena aku masih merasa lelah setelah perjalanan jauh dan agak malas untuk pergi ke restoran lebih baik kita makan malam disini saja!" kata Lily.


"Baik akan aku lakukan!"


Jonathan segera menyiapkan makanan untuk para pasangan yang sedang berbulan madu itu dan meminta kepada pelayan hotel untuk mengantarnya ke suite tempat dimana Ray dan kedua istrinya itu menginap, sementara itu Lily telah selesai mandi dan dengan perlahan membangunkan Ray yang masi terlihat tertidur dengan lelapnya.

__ADS_1


"Hon...?, ayo bangun..., makan dulu terus lanjutkan tidurnya" kata Lily pelan.


"Uumm..., ya sedikit lagi..." kata sosok Ray yang tetap tidur tanpa membuka matanya.


"Beb..., gendong aku ke kamar mandi...!, aku gerah belum mandi sejak sore tadi" kata Melisa sambil merengek agar suaminya itu bangun.


"Hah..., apa apa sayang...?, kamu tidak bisa bergerak?, yang mana yang cedera?" kata Ray sambil berteriak panik kemudian secara spontan bangkit dari tidurnya dan bergerak menuju kearah Mellisa yang sedang duduk bersandar ditempat tidur selanjutnya seperti memeriksa keadaan istrinya itu.


"Ihh..., apaan sih Beb...?, mmm..., kamu pasti bermimpi ya...!, tadi aku bilang, tolong gendong aku ke kamar mandi, karena aku mau mandi, perasaan tubuhku sudah sangat gerah saat ini!" kata Mellisa.


"Ohh..., aku kira kamu bilang tadi tak bisa bergerak karena cedera..., ayo sini aku bawa ke kamar mandi" kata Ray kemudian turun dari atas ranjang dan menggendong istrinya Mellisa kedalam kamar mandi.


"Masih perih nggak Beb...?"


"Masih Ray...!, ini aku mau mecoba melangkah saja sakitnya terasa sampai di pinggangku, entah mungkin semua di bagian dalamnya sudah kau koyak-koyak hingga terluka dengan si Ray kecil ini!" kata Mellisa yang sejak didalam kamar mandi senantiasa memanjakan si Ray kecil yang sedang berada dalam posisi siap bertarung itu.


"Ahh..., itu harusnya harus sering mendapat kunjungan dari si Ray kecil Beb..., biar bisa segera menyesuaikan diri dengan ukuran adik kecil ini!, eeuunmm..., bagaimana...?, mau coba lagi" kata Ray menawarkan diri karena gejolak hasratnya sudah naik dan tak tahan dengan keusilan sang istri yang mengganggu si Ray kecil dengan tangan dan bibirnya yang lembut itu.


"Nggak ah..., Beb...!, takut di sana tambah kau bikin koyak tak berbentuk dan tambah sakit, besok aja ya...?, kalau sudah tidak sakit lagi!, malam ini kamu bisa arahkan meriam artileri beratmu itu kepada kak Lily...!, oke...?" kata Mellisa dengan masih memainkan batang tubuh si Ray kecil dengan mesra.

__ADS_1


"Ahh..., aku sudah tidak bisa menahannya lagi Beb..., tolong kamu panggilkan Lily untuk membantuku" kata Ray yang sudah terbaring dan nafasnya yang memburu.


"Kak Lily...!, kakak...!, teriak Mellisa dari dalam kamar.


"Ada apa Mell...?, ehh..., suami kita itu kenapa?" tanya Lily yang melihat Ray sedang berbaring menahan sesuatu yang sedang memberontak marah.


"Bantuin aku kak...!, tuh si Ray kecil nggak bisa ditenangkan lagi, dan sejak dari dalam kamar mandi sudah marah dan ingin bertarung, sedangkan aku belum bisa!, nih masih sakit semua!" kata Mellisa menjelaskan


"Hihihi..., ya sudah kau mau makan apa, kakak ambilkan dan setelah itu baru kakak akan mengurusi si Ray kecil!" kata Lily kemudian keluar lagi mengambilkan makanan untuk adiknya Mellisa.


Kesepakatan diantara kedua istri-istri Ray itu terjadi secara spontan dan hal itu membuat Ray senang, karena masing-masing mereka tidak mau mementingkan diri sendiri tapi secara kompak bekerjasama untuk menyenangkan orang yang mereka cintai. Mereka bertiga tidak keluar dari kamar suite mereka itu sampai keesokan harinya dan semua kebutuhan mereka diantarkan oleh para pelayanan hotel, dan kondisi Mellisa semakin membaik dengan pagi hari ini dia sudah berjalan sendiri menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai sarapan pagi sosok ketiga pengantin baru itu terlihat keluar dari dalam suite mereka dan menemui anggota keluarga lainnya yang sedang duduk bersantai menghadap pantai,


"Wah..., pengantin baru sudah bosan ya mengurungkan diri bertiga didalam kamar terus!" sambut Anna dengan senyum kearah datangnya Ray, Lily dan Mellisa.


"Ibu ini bicara apa sih...?, tidak lihat aku masih susah berjalan?, Ray dan kakak tidak bisa keluar dan meninggalkan aku sendiri di sana jadi kami bertiga sepakat untuk tidak akan keluar kamar jika aku belum bisa berjalan dengan baik!" kata Mellisa menjelaskan situasinya walaupun tidak semuanya itu benar.


"Ya..., ya..., kami mengerti!, ayo kesinilah dan duduklah beristirahat sambil menikmati pemandangan pantai, aku sudah dihubungi oleh pihak hotel dan beberapa saat lagi kita akan disuguhi dengan sebuah hiburan!" kata Jonathan.

__ADS_1


Mereka semua duduk didepan kawasan hotel tersebut yang dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang sambil menikmati beberapa tarian dan atraksi oleh tim kesenian milik hotel tersebut.


__ADS_2