
Saat selesai makan malam berdua, Ray meminta waktu sebentar kepada Lily untuk mengantarnya ke asrama karena ada beberapa buku pelajaran yang dia butuhkan untuk kuliah besok pagi, Lily kemudian menyetujuinya dan hanya menunggu sebentar Ray terlihat telah keluar dari gerbang asrama dan berlari ketempat terparkirnya mobil Lily. Mereka bergegas kembali ke Mansion untuk melewati malam terakhir mereka karena Lily akan kembali ke Brashington besok pagi untuk menyelesaikan skripsinya yang tinggal 3 bulan lagi akan memasuki tahap ujian, kebersamaan mereka berdua malam itu dirasakan sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya oleh Ray.
Setelah melewati makan malam dengan sengaja Lily meninggalkan Ray diruang keluarga dan bergegas naik kekamarnya yang berada di lantai 2, dia beralasan akan mempersiapkan barang-barang bawaannya yang akan dia masukkan kedalam koper. Ray masih berada diruang keluarga sambil nonton TV dari sebuah stasiun yang selalu menayangkan acara talk show dengan para narasumber para selebritis terkenal di Negara State ini, hingga 30 menit kemudian dia mulai merasa bosan dengan tayangan tersebut dan beranjak ikut naik kelantai 2 menyusul sang kekasih yang sudah lebih dulu.
Ray terkejut dengan apa yang dilihatnya didepan mata, karena sosok sang kekasih hati yang sudah berbaring diatas ranjang dengan pakaian yang tidak biasanya. Sebelum-sebelumnya Lily selalu mengenakan piyama tidur sama seperti yang selalu Ray kenakan juga, tapi saat ini dengan beraninya dia mengenakan lingerie tipis dan sangat seksi tanpa underwear karena memang sudah kebiasannya tidak mengenakan underwear pada saat tidur. Pemandangan didepan mata Ray membuat sesuatu yang berada dibawah pusarnya menegang kemudian mengeras seketika, Ray segera bergegas menganti pakaiannya dengan piyama tidur dan ikut berbaring disamping Lily.
"Honey..., ada apa dengan dirimu!, lihatlah kamu membuat si kecil mengamuk dibawah sana!"
"hehehe..., aku hanya ingin mencoba mengenakan lingerie ini saat tidur!, apa kamu suka?"
"Uumm.., mendekatlah kesini!"
Keduanya mulai saling memberikan kemesraan kepada pasangannya tercinta, seperti sebelum-sebelumnya mereka melakukan hal itu sampai menggapai puncak hasrat tanpa menyatukan tubuh mereka.
"Aku ingin melakukannya sekali ini saja Hon...!, dan bersama kita akan menghadapi dan mempertanggungjawabkannya kehadapan ayah dan ibu serta kehadapan kedua orangtuamu, kalau perlu aku akan mengatakan aku yang memaksamu melakukannya!, bagaimana...?"
"Sayang...!, aku masih berani melanggar batasan yang sudah kita sepakati sebelumnya, dan juga besok kamu akan berangkat ke Brashington kamu akan kesana dengan membawa rasa perih didalam sana bahkan menurut cerita, kamu tidak akan bisa berjalan dengan baik!, apa kamu mau seperti itu?"
"Aku akan melakukannya walaupun akan seperti itu, kamu tahu sendiri kan?, betapa merindunya aku jika berada jauh darimu! jadi pliiss mari kita lakukan!" kata Lily yang terlihat sudah tidak sabaran kemudian menarik dan lebih mengeratkan pelukannya ketubuh Ray dan memberikan stimulan dibeberapa tempat sensitif ditubuh Ray.
__ADS_1
Ray yang mendapat serangan bertubi-tubi tidak tinggal diam, dia membalas pergerakan Lily dengan lebih intens. Dia sudah menyerah dengan komitmen yang mereka buat dan akhirnya mengalah mengikuti keinginan gejolak asmara yang ditimbulkan oleh aktivitas Lily dan dirinya sendiri, pergulatan mereka menuju puncak akhirnya dengan melalui penyatuan tubuh keduanya yang ditandai dengan jeritan tertahan Lily yang merasakan perih akibat sobeknya penghalang yang tertembus dengan sebuah benda tumpul yang berukuran besar dan keras berurat.
Ray berdiam untuk beberapa saat sambil memberikan penetrasi agar Lily teralihkan dari rasa sakitnya, setelah mendapat persetujuan dari Lily dia melanjutkan pendakian mereka menuju puncak hasrat gejolak asmara. Dari rasa perih yang amat sangat kini Lily mulai merasakan geli yang memicu datangnya sebuah kenikmatan yang tiada tara, tubuhnya mengejang sampai melengkung dibawah kungkungan tubuh sang kekasih sementara itu Ray kembali berhenti memberikan waktu untuk Lily mengatur kembali alur pernafasannya yang tersengal-sengal setelah mengalami rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Keduanya merasakan puncak secara bersamaan saat ronde ketiga selesai, Lily yang terlihat lemas sudah tidak bisa bergerak lagi dan hanya membiarkan Ray yang membersihkan dirinya dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat serta semua bekas pergulatan mereka termasuk seprei yang sudah kusut dan ada beberapa noda merah di sana yang dikelilingi bercak ****** ***** milik mereka berdua kemudian terakhir membantu Lily mengenakan piyama tidurnya. Ray kembali ikut berbaring disi Lily setelah membersihkan dirinya dari dalam kamar mandi, dia mendapat sang kekasih sudah terlelap dengan mimpinya dan kemudian membawa tubuh sang kekasih dalam dekapannya dan ikut tidur.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07:15, tapi pasangan kekasih itu masih terlelap dan saling berpelukan. Lily yang pertama membuka matanya dan melihat wajah Ray yang teduh dalam tidurnya, dia merasa senang bisa memberikan satu-satunya yang dia jaga sampai usianya 20 tahun ini hanya untuk sang pujaan hati yang sedang memeluknya erat saat ini. Dengan masih dalam lamunannya dia dikejutkan dengan sura Ray yang menyapanya,
"Selamat pagi cintaku...!, chuupphh..." kata Ray sambil memberikan sebuah kecupan hangat di kening sang kekasih.
"Selamat pagi sayang...!, chuupphh..." kata Lily sambil membalas kecupan sang pujaan hati.
"Ada sedikit, tidak tahu nanti kalau aku berjalan, belum kucoba!"
"Ayo coba berjalan sambil kutuntun kekamar mandi!,"
Keduanya kemudian turun dari ranjang dan berjalan kekamar mandi, walaupun berjalan dengan tertatih-tatih Lily akhirnya bisa mencapai kamar mandi. Setelah membersihkan diri keduanya bersiap, Lily akan segera kebandara untuk kembali ke Kota Brashington dan Ray akan kekampus. Dengan diantar sopir keluarga Ray mengantar Lily kebandara setelah itu dia diantar oleh sopir kekampusnya, tak lupa Ray meminta tolong kepada sopir keluarga Conway untuk mengantarkan mobil listriknya kekampus.
Materi kuliah hari itu sebanyak 2 mata pelajaran dimulai dari jam 08:00 dan yang kedua dimulai pada jam 10:00, setelah menyelesaikan kuliahnya dari pagi sampai siang Ray kembali ke Mansion untuk merapikan kamar yang berantakan akibat pergulatannya dengan Lily termasuk mencuci sendiri seprei kusut yang ada noda merahnya itu.
__ADS_1
Saat istirahat di sore hari Ray mencoba menghubungi sang kekasih,
Tuutt..., tuutt..., tuutt...
"Halo sayang...!, aku sudah dirumah sejak jam sebelas tadi, aku mau menghubungimu tapi aku tahu kau lagi dikampus, jadi tidak mau menganggu!"
"Bagaimana keadaanmu?, apakah baik-baik saja?"
"Iya..., seperti yang kamu dengan sekarang!, jangan kuatir aku baik-baik saja, hanya saja masih ada rasa penuh milikmu didalam sana, sepertinya harus sering-sering melakukannya supaya terbiasa sayang!"
"Apa...!, mmm..., baiklah kalau itu keinginanmu, akhir pekan berikut aku yang akan kesana!, sekalian mau laporan sama ayah Jeff tentang kunjunganku ke perusahaan"
"Itu tadi aku sudah ditanyakan sama ayah dan ibu bagaimana progress magangmu diperusahaan!, dan aku jawab kamu terus mendapatkan latihan dari Jona!"
"Baiklah kalau begitu aku mau mandi dulu dan beristirahat, nanti malam aku hubungi lagi, salam untuk ayah dan ibumu!"
"Iya memang kamu harus menghubungiku nanti malam, karena aku akan berada dirumah ayah Tomy dan Ibu Bella untuk menginap, sekaligus melapor sudah melanggar komitmen kita!"
"Hmm..., ya sudah sampai nanti malam, aku mencintaimu!"
__ADS_1
Ray mengakhiri panggilan teleponnya dan segera pergi mandi kemudian dia beristirahat sejenak, karena dari semalam sampai menjelang subuh dia tidak tidur dengan benar apalagi telah berlanjut degan mengantar sang kekasih ke bandara dan dia sendiri ikut kuliah sampai siang hari.