
Saat ini Ray, Lily dan Mellisa sedang berdiri didepan altar gereja mendengarkan perkataan seorang pendeta dan kemudian diikuti oleh oleh mereka masing-masing sebagai tanda janji dan sumpah setia mereka sebagai pasangan suami istri yang diberkati,
"Lily Conway dan Mellisa Conway saya Ray Debeur mengambil kalian berdua sebagai istriku dan menjaga serta akan selalu bersama kalian berdua dalam susah maupun senang, dari sekarang sampai selama kita masih bernafas!, dan cincin ini sebagai tanda ikatan cinta dan pernikahan kita!" ucap Ray dengan sungguh-sungguh kemudian memasangkan cincin pernikahan dimasing-masing jari manis tangan kanan Lily dan Mellisa.
"Ray Debeur saya Lily Conway..., saya Mellisa Conway..., mengambil mu sebagai suamiku, dan akan tetap bersamamu dalam susah dan senang selamanya dan cincin ini sebagai tanda ikatan cinta dan pernikahan kita!" kata Lily dan Mellisa secara bersamaan kemudian bekerjasama yang kompak keduanya memakaikan cincin pernikahan kejari manis tangan kanan Ray.
Setelah mendapatkan berkat dari sang pendeta pasangan suami istri yang baru itu bersama semua anggota keluarga dan para sahabat Ray serta kekasih mereka kembali ke hotel, 3 buah sedan mewah Mercedez S Class Limousine serta 10 buah Mercedez S Class series yang kesemuanya berwarna hitam beriringan memasuki halaman hotel dan satu persatu menurunkan para penumpangnya itu di pintu utama loby hotel. Mobil pertama ditumpangi oleh Tomy dan Bella kemudian disusul Jeff dan Anna yang keluar dari mobil kedua dan di Limousine ketiga dengan hiasan pita berwarna biru, putih dan merah muda serta ada sebuah buket bunga mawar segar di kap bagian depannya turun sosok Ray, Lily dan Mellisa.
Mereka semua kemudian masuk kedalam loby hotel dan di sana terlihat sudah ada sebuah meja besar dan seorang petugas pencatat kependudukan sedang menunggu kedatangan pengantin itu bersama orang tua mereka, acara pencatatan kependudukan itu berlangsung singkat dan sebagai tanda resminya Ray, Lily dan Mellisa sebagai pasangan suami istri secara sah oleh Hukum yang berlaku di Negara State.
Ray, Lily dan Mellisa kembali ke kamar pengantin bertempat di sebuah president suite yang sudah dihias sebagaimana kamar pengantin untuk beristirahat setelah menjalani 2 proses penting dalam suatu pernikahan, demikian juga dengan kedua orang tua dan para sahabat serta beberapa orang terdekat dengan mereka seperti Albert Debeur, Jonathan Baker dan Max Dorigan yang saat ini telah mendatangkan istrinya Jessica Parker dan putranya Nicholas Dorigan berusia 14 tahun dan putrinya Jessica Dorigan yang berusia 10 tahun dari Kota Zarklando.
__ADS_1
Acara akan dilakukan kembali pada pukul 16:00 dengan pokok acara adalah pesta perayaan pernikahan yang telah mengundang hampir seribu orang dari berbagai kalangan bisnis keluarga Conway Stuard serta rekan kerja dan relasi dari keluarga Debeur Castelo, Lily dan Mellisa segera bersiap untuk berganti pakaian yang sebelumnya menggunakan gaun pengantin berwarna putih sedangkan untuk acara pestanya mereka akan menggunakan gaun pengantin rancangan disainer terkenal yang mereka beli disebuah rumah model di Kota Paris dengan warna Light Powder Blue yang serasi dengan tuxedo yang akan dikenakan Ray yang berwarna Dark Admiral Blue.
Kedua pengantin wanita itu dibantu oleh 2 orang MUA (Make Up Artist) yang sudah terkenal oleh para kalangan selebritis di Kota Brashington juga oleh beberapa orang penata busana yang dikirimkan oleh pihak rumah model dan datang dari Kota Paris, sedangkan Ray tidak membutuhkan proses seperti kedua istrinya itu dan dengan tenang menunggu waktu acara pesta pernikahannya dimulai sambil duduk bersantai di atas tempat tidur.
Waktu masih menunjukkan pukul 15:45 tapi para undangan sudah mulai berdatangan dan untuk mereka sudah disiapkan 200 tempat duduk didalam ruangan hotel dimana juga terdapat pelaminan dan kurang lebih 800 tempat duduk tersebar secara rapi di halaman dan taman depan hotel tersebut, ada 3 buah pintu masuk kedalam area pesta pernikahan itu yang ditunggui oleh 4 orang penerima tamu yang akan mencatat semua tamu yang datang kemudian menerima semua jenis hadiah yang mereka bawa dan selanjutnya mengantar para tamu undangan itu ketempat duduk yang sudah disiapkan.
Didalam kamar pengantin Lily dan Mellisa telah selesai dengan riasan mereka dan sementara ditangani oleh para penata busana untuk menata aksesoris gaun pengantin yang sudah mereka kenakan itu, sementara itu Ray telah bersiap di depan pintu lift yang akan membawanya turun ke lantai dasar dimana lokasi acara pesta pernikahannya itu dilaksanakan. Ray ditemani oleh Jonathan saat akan menuju lantai dasar itu dan akan disambut oleh Tomy dan Bella ditempat acara kemudian menanti kedatangan 2 orang pengantin wanita yang masing-masing akan diantar oleh Jeff untuk Lily dan Anna untuk Mellisa.
Jefferson Conway berjalan perlahan sambil menggandeng lengan tangan putri sulungnya Lily kemudian berjalan disamping mereka Anna yang menggandeng lengan tangan putri kedua mereka Mellisa, dengan balutan gaun pengantin mewah berwarna senada keluarga Conway Stuard melangkah dengan pasti menuju pelaminan dimana Ray yang didampingi Tomy dan Bella sudah menunggu.
Dengan iringan lagu romantis dari musik yang mengiringi acara pesta pernikahan tersebut semua tamu undangan berdiri menatap kearah pelaminan yang terdapat sosok Ray yang juga adalah seorang CEO dari Db & C International Company didampingi Lily dan Mellisa dua sosok istrinya yang cantik dan anggun disebelah kiri dan kanannya,
__ADS_1
"Sungguh pernikahan yang sempurna di abad ini, yang satu tampan dan yang mendampinginya dua kecantikan tiada tara di negeri ini!" celetuk seorang tamu yang hadir dibarisan depan para undangan.
"Sayang..., nanti kalau kita menikah, acara pestanya seperti ini ya?, lihat Ray bersama kedua istrinya itu, emmm...!" bisik Kathrine kepada Kenny.
"Sayang!, tunggu aku menjadi CEO seperti Ray, kalau masih sebagai staff magang seperti saat ini, paling bagus kita menikah di sebuah restoran saja karena hanya sebatas itu kemampuanku?, hehehe..., aawww...!" kata Kenny bercanda kemudian mendapat sebuah cubitan dari sang kekasih di pinggangnya.
"Gaun Pengantin yang dikenakan pengantin wanitanya sungguh cantik dan anggun, ahh..., aku juga ingin memakai yang seperti itu jika menikah nanti, sayang...!, coba nanti kamu tanyakan kepada Ray dimana kedua istrinya itu mendapatkan gaun pengantin mereka?" kata Sandra kepada kekasihnya Ronald.
"Ya..., nanti aku akan tanyakan!, tapi belinya nanti saat aku sudah kaya seperti Ray ya..., sayang...?" kata Ronald.
"Hmm..., boleh, tapi nanti malam kamu tidur di sofa ya!" kata Sandra yang sambil memanyunkan kedua bibirnya, karena sejak kedatangan mereka di Kota Brashington untuk menghadiri acara pernikahan sahabat mereka Ray bersama Lily dan Mellisa, Ray telah menyiapkan 3 buah suite di hotel itu untuk tempat menginap bagi ketiga sahabatnya itu bersama pasangan kekasih mereka masing-masing.
__ADS_1
Ray tidak khawatir lagi dengan hubungan percintaan ketiga sahabatnya itu bersama para kekasihnya karena status mereka saat ini telah resmi bertunangan, dan mereka tinggal menyelesaikan kuliah mereka masing-masing kemudian menyusul Ray naik ke pelaminan dan hal itu juga sudah menjadi komitmen Kenny, Jim dan Ronald kepada para orang tua kekasih mereka.