
Sesampainya mereka di Hotel Jonathan dan masing-masing pasangan mendapatkan sebuah suite room, dan selanjutnya Kenny bersama Jonathan langsung menemui Tomy dan Bella yang menempati sebuah kamar president suite untuk membicarakan acara pesta nanti malam.
"Saat ini perusahaan EO yang kami hubungi sedang menuju kediaman paman dan bibi, dan jangan kuatir bunga-bunga bibi Bella akan aman mereka sudah berjanji akan menata sebaik mungkin!" kata Kenny menjelaskan.
"Awas ya Ken...!, aku tidak mau bunga-bunga kesayanganku rusak oleh pesta kalian, dan selanjutnya apa yang harus kami lakukan!" kata Bella.
"Tenang saja tuan Tomy dan Nyonya Bella saya sudah mengasuransikan semua tanaman bunga yang berada di kebun milik nyonya Bella itu selama acara berlangsung!" kata Jonathan.
"Nah itu adalah jaminan kami...!, dan tugas paman dan bibi nanti adalah mengajak tuan Jeff dan nyonya Anna untuk sebuah alasan agar mereka juga pergi bersama kesana, kemudian setelah kita semua sudah berada di sana barulah nanti paman Tomy atau tuan Jeff yang akan menghubungi Ray bersama Lily dan Mellisa agar segera menyusul!, nah saat mereka tiba barulah kejutan untuk Ray dimulai!, bagaimana?" kata Kenny menambah penjelasannya.
"Baiklah..., kau begitu kalian istirahatlah dulu aku akan menghubungi Jeff dan Anna sekarang agar mereka tidak bersiap!" kata Tomy.
Setelah semua pengaturan selesai, mereka semua beristirahat menunggu waktunya tiba untuk menjalankan semua misi kejutan untuk Ray bersama Lily dan Mellisa, Jeff dan Anna juga sudah diberitahu Tomy dengan rencana Kenny dan teman-temannya itu termasuk kakek Albert dan Max Dorigan yang lebih memilih untuk tetap berada di hotel sekaligus mengawasi persiapan akhir pelaksanaan acara pernikahan pada besok hari.
Pesta Lajang atau Bachelor Party adalah pesta terakhir bagi calon pengantin pria sebelum menikah dan Bridal Shower adalah nama pesta perayaan untuk menghormati dan menghujani calon pengantin wanita dengan hadiah sebelum mereka secara resmi menjadi pasangan suami isteri, biasanya pesta tersebut dilakukan oleh para sahabat-sahabat dekat dari kedua pengantin sebagai pesta kejutan dan sang pengantin tidak mengetahuinya. Pesta lajang yang akan dibuat Kenny bersama sahabat-sahabatnya itu yang didukung oleh kedua orang tua calon pasangan pengantin itu, lebih meniti beratkan pada acara kebersamaan dan menjalin keakraban yang lebih agar setelah menikah nanti Ray bersama Lily dan Mellisa akan tetap menjadi sahabat sejati mereka.
Didalam pesta lajang tersebut Kenny dan teman-temannya telah menyiapkan sebuah permainan dimana mereka telah mempersiapkan beberapa pertanyaan mengenai perjalanan cinta atau tentang sesuatu yang sangat berkesan selama Ray Lily dan Mellisa menjalani proses sebagai pasangan kekasih, dan nantinya akan ada hukuman yang sudah mereka tentukan saat para calon pengantin itu tidak bisa menjawabnya.
Pukul 16:30 terlihat Tomy, Bella, Jeff, Anna dan Jonathan pergi meninggalkan hotel dan kembali kekediaman Tomy dan Bella tempat acara pesta lajang telah disiapkan oleh Kenny dan teman-temannya, kemudian disusul oleh Kenny dan kedua sahabatnya itu bersama para kekasih mereka dengan menumpang mobil-mobil carteran yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.
Sementara itu Ray, Lily dan Mellisa berada dikamar president suite mereka dan sedang beristirahat, karena mengingat besok hari adalah hari yang panjang dan akan sangat melelahkan bagi mereka bertiga untuk itu mereka menyempatkan diri beristirahat sambil mengumpulkan tenaga. Ketiganya sama sekali tidak mengetahui tentang rencana yang sudah disiapkan oleh para sahabatnya itu yang dibantu oleh kedua orang tua mereka bersama Jonathan, dengan santainya Lily membaca sebuah novel dari sebuah situs online dan Mellisa terlihat sedang asyik dengan ponsel pintarnya sedangkan Ray terlihat sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang besar dan empuk.
__ADS_1
"Hon...!, apakah kau ma makan sesuatu?" tanya Lily.
"Nanti saja sayang...!, aku mau tiduran sebentar" jawab Ray.
"Beb...!, apakah kamu merasa tertekan karena acara besok?, jangan terlalu dipikirkan, kan semuanya sudah beres, kita tinggal menjalani semua acara prosesi, makan sambil berpesta kemudian selesai!" kata Mellisa.
"Hmm..., bukan besok yang ada didalam pikiranku saat ini Hon..., Beb...!, tapi setelah semua rangkaian acara sampai selesai bulan madu itu yang aku sedang pikirkan yaitu tanggung jawab terhadap perusahaan dan kewajibanku sebagai suami kalian berdua!, nah..., apakah kalian berdua sudah merasa yakin bahwa aku sanggup melakukannya?" tanya Ray dengan sungguh-sungguh.
"Wow..., suami yang sangat ideal!, baru mau belajar jalan tapi sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari, kami yakin kamu bisa Hon...!" kata Lily.
"Ya Beb..., aku yakin 100% kepadamu!, lagian ada aku dan kak Lily yang akan siap membantu, kamu tidak akan sendirian Beb...!, karena kita bertiga akan bersama-sama menghadapi semuanya nanti!, oke...?" kata Mellisa meyakinkan sang calon suaminya itu karena terlihat banyak berpikir yang berat-berat.
Disela-sela perbicangan ketiga calon pengantin itu terdengar suara getaran yang berasal dari ponsel milik Ray yang berada di atas meja, dan dengan segera Lily mengambil ponsel tersebut dan membawanya ketempat tidur dimana sang pemilik ponsel sedang berbaring.
"Ya ayah...!, Apa...?, baik-baik..., kami akan segera kesana sekarang!" teriak Ray saat mendengar apa yang dikatakan ayahnya melalui sambungan telepon itu sehingga membuat Lily dan Mellisa terkejut dan terlihat ada kegelisahan dan kekhawatiran diraut wajah mereka berdua.
"Ada apa Hon?" tanya Lily.
"Apa yang terjadi Beb...?" tanya Mellisa.
"Rumah ayah dan ibu dirampok orang, semua isi didalam rumah sudah kosong ketika ayah dan ibu sampai kesana, ayo kita kesana sekarang, Hon...!, mana kunci mobilmu biarkan aku yang menyetir!" kata Ray kemudian bergegas menuju lift bersama kedua calon istrinya itu untuk turun kelantai dasar hotel tersebut.
__ADS_1
Mobil sport Porsche berwarna putih milik Lily itu dikemudikan Ray dan melaju dengan kencang menuju kediaman Tomy dan Bella, sementara itu Lily dan Mellisa duduk berdampingan disamping kursi pengemudi karena mobil sport tersebut hanya memiliki 2 buah kursi didalamnya.
"Bersiap dan segera semuanya bersembunyi...!, mereka sedang menuju kesini" kata Tomy kepada semua yang berada di kediamannya itu.
"Jona...!, untuk pita police line apakah sudah kau gantungkan di pintu depan?" tanya Jeff.
"Sudah tuan besar, begitupun jalan yang berada disamping kanan kediaman ini!, dan pastinya mereka akan melewati jalan itu untuk menuju kesini" kata Jonathan menjelaskan.
Disisi Ray dengan membutuhkan waktu selama 15 menit dia sudah sampai dan sedang memasuki halaman rumah kediaman kedua orang tuannya, dan melihat pintu rumahnya yang sudah tersegel oleh pita kuning pertanda tempat itu sedang diawasi oleh petugas kepolisian demikian juga dengan jalan yang berada disamping kanan kediaman itu terhalang oleh pita kuning tersebut.
"Ray itu...!" kata Lily yang menunjuk kearah samping kiri kediaman itu yang dia tahu adalah jalan menuju ke kebun bunga milik Bella.
"Ayo kita lewat belakang...!, mudah-mudahan pintu belakang tidak terkunci!" kata ray mengajak Lily dan Melisa dengan terburu-buru.
"Ahh..., heran ayah Tomy dan Ibu Bella kemana?, apakah sudah ke kantor polisi untuk membuat laporan?" kata Mellisa yang terlihat masih cemas.
Tanpa melihat sekeliling mereka langsung menuju pintu bagian belakang kediaman itu dengan wajah ketiganya yang terlihat cemas dan gelisah, kemudian Ray mencoba membuka pintu tersebut yang ternyata dikunci dari arah dalam kemudian dia mencoba memanggil ayah ibunya.
"Mom..., Dad...!, apakah kalian didalam?"
"Surrr...priseee...!" teriak Kenny, Jim, Ronald, Kathrine, Sandra dan Diane dari arah kebun bunga milik Bella kemudian semua lampu yang menghiasi bagian belakang kediaman itu menyala dan terlihat sebuah arena pesta yang sudah siap dan disudut lainnya terlihat Tomy, Bella, Jeff, Anna dan Jonathan yang sedang bertepuk tangan menyambut ketiga sosok calon pengantin itu dengan wajah mereka yang terlihat kaget dengan kejutan yang barusan mereka terima.
__ADS_1
"OMG..., ternyata semua ini adalah perbuatan mereka!, ahh..." kata Ray sambil mendesah mengatur pernafasannya agar kembali normal.
Mereka saling berpelukan dan kemudian Kenny menjelaskan semua kejutan yang mereka buat ini adalah untuk Ray dan Lily serta Mellisa, Kenny juga mengajak ketiga sosok calon pengantin itu menuju ke arena pesta dimana kedua orang tua mereka sudah menunggu.