Putra Sulung

Putra Sulung
Jeratan Wanita Malam


__ADS_3

Ray yang tidak menyangka jika malam penyelidikannya ini akan mendapatkan godaan yang sangat berlawanan dengan perasaan dan jiwanya, apalagi jika kedua sosok gadis muda didepannya ini jika dibandingkan dengan kedua istrinya maka akan terlihat bagai Bumi dan Langit. Tapi karena sedang dalam tugas penyamaran maka Ray berlaku wajar dan mulai bersikap seolah-olah dia sudah biasa melakukan kegiatan malam seperti saat ini, hal ini juga ditambah dengan saat sedang memasuki ruangan tersebut dia melihat adanya beberapa buah kamera CCTV tersembunyi yang mengintai semua sudut ruangan tersebut.


Ray mulai mendapat serangan rayuan dari kedua gadis muda tersebut yang terlihat sudah sangat profesional dalam melakukan pekerjaan mereka, dan bahkan sosok yang bernama Layla telah menurunkan pakaian bagian atasnya sehingga penampakkan sebagian gunung miliknya yang tanpa mengenakan Bra.


"Bagaimana kami memanggilmu Tuan yang tampan?" kata Layla sambil bergelayut manja di lengan Ray.


"Panggil saya Nathan!, mmm..., apakah kalian berdua tinggal disini? atau hanya datang jika sedang bekerja!" kata Ray


"Kami memiliki apartemen sendiri!, hanya saja tempatnya berada jauh kearah daratan, kalau kamu menginginkan kami berdua sekaligus maka, kami akan mengijinkanmu untuk menginap di apartemen kami dengan hanya memberikan tips kepada kami sedangkan untuk biaya tarifnya akan menjadi milik pemilik Bar ini serta Hamid yang tadi membawamu kesini!" kata Sonya yang juga sudah dalam keadaan setengah t3l4nj4ng karena saat ini dia hanya mengenakan underwear nya saja.


"Begitu Ya!, tapi sepertinya Hamid tidak mengatakannya kepadaku!, kalau kalian bisa diajak keluar dari tempat ini kalau sedang bekerja?" kata Ray yang membalas perlakuan kedua gadis muda tersebut dengan merangkul bahu mereka.


"Ahh... tidak ada aturan seperti itu ditempat ini, karena dengan adanya kami disini?, maka Hamid dan Bosnya itu sudah mendapatkan keuntungan yang cukup besar!, jadi peraturan tersebut tidak berlaku untuk kami!, bagaimana?" kata Layla yang terlihat agresif karena kini tangannya mulai bermain untuk menggoda g41r4h Ray agar bangkit.


"Kamu bisa melakukan apa saja kepada kami berdua, jika kita pergi ke apartemen!, jangan kuatir tempat kami itu terjamin keamanannya dan kedap suara!" kata Sonya yang juga mulai ikut memainkan jari jemarinya ditubuh Ray.


Dalam keadaan seperti itu Ray mulai merasakan aliran darahnya mulai meningkat, tapi dengan kemampuannya sebagai pemilik Hawa Murni tingkat puncak dan sebentar lagi akan berubah menjadi Energi Spiritual maka dia mengerahkan seluruh kemampuannya itu untuk meredam gejolak b1r4h1ny4 yang mulai menyerangnya. Walaupun demikian Layla dan Sonya tidak berhenti dan bahkan menambah kualitas godaan mereka dengan sepenuhnya bersandar dikedua sisi tubuh Ray, mendapat himpitan oleh 4 buah gunung kembar yang lembut dan permainan jari jemari dari kedua tubuh seksi disampingnya membuat Ray kewalahan.

__ADS_1


Dengan sesekali menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, Ray tetap berusaha agar tidak terpancing oleh aksi kedua gadis muda tersebut.


"Begini saja, aku tidak enak dengan Hamid yang sudah berbaik hati kepadaku dengan mempertemukan kita!, bagaimana kalau kita menunggunya dan menanyakan persetujuannya dan sementara itu kalian berdua boleh memesan apa saja yang kalian inginkan!" kata Ray kepada Layla dan Sonya.


"Nathan yang tampan, kamu sungguh baik mau mentraktir kami, baiklah dengan traktiran mu itu?, artinya kami berdua sudah menjadi milikmu saat ini, hmm..., bagaimana kalau kita meminjam ruangan Hamid saja?, di sana juga ada ruangan seperti ini walaupun kecil!" kata Sonya.


"Iya, aku pikir Hamid akan mengijinkannya, baiklah Sonya segera kamu beritahu Hamid, dan pesankan makanan dan minuman untuk kita bertiga, tapi Nathan sayang?, setelah kita makan kamu mau kan ikut kami pergi ke apartemen?, aku sudah jatuh cinta padamu dan sangat menginginkanmu saat ini!" kata Layla dengan polosnya.


"Hehehe..., apalah kelebihanku yang hanya seorang pengelana malam?" kata Ray yang mulai mendapat informasi awal tentang targetnya dari Layla dan Sonya.


Dengan informasi awal tersebut Ray mulai mengolah kata-katanya dengan teknik interview dari seorang Agen Shadow yang sudah dipelajarinya, dari sana Ray dapat mengetahui dengan pasti bahwa nama targetnya adalah Hamid dan tinggal didalam Bar tersebut. Kamar kediaman Hamid berada di bagian dalam Bar tersebut sekaligus menjadi tempat untuk menyimpan para wanita muda yang kemudian akan ditawarkan kepada para pengunjung Bar, Ray juga mendapatkan informasi bahwa sosok Hamid telah lebih dari 5 tahun berada di Kota Los Princes dan bekerja di Bar tersebut. Selain bekerja sebagai pelayan Bar menurut Layla dan Sonya yang ternyata sangat akrab dengan Hamid, bahwa yang bersangkutan juga sering melakukan pekerjaan menjual obat-obatan dan morfin di luar Bar bahkan ada beberapa kali dia menjual senjata api gelap.


"Ahh..., kalau menuju ke apartemen kalian akan membutuhkan berapa lama jika kita pergi dengan menggunakan taxi?" kata Ray yang masih merangkul Layla dan Sonya yang sedang makan.


"Apa?, Nathan...!, apakah kamu tidak membawa kendaraanmu sendiri untuk datang kesini?" tanya Sonya yang terkejut mendengar Ray berencana hanya akan naik taxi.


"Ya, aku tidak memiliki mobil sendiri sendiri, jadi aku kesini naik taxi dari motel tempatku menginap!" kata Ray dengan mulai membuat kesan yang akan melunturkan pesonanya dimata Layla dan Sonya.

__ADS_1


"Ahh..., jadi kamu bukan seorang dari kalangan atas seperti yang terlihat?" kata Layla yang mulai terlihat menjaga jarak.


"Hmm..., beberapa malam ini!, aku cukup beruntung di Casino Royal Princes, makanya aku memiliki uang sekarang untuk bersenang-senang!" kata Ray menambah pesonanya semakin jatuh dimata kedua gadis muda tersebut.


"Ahh..., Nathan...!, bagaimana kalau lain kali saja kita pergi ke apartemen kami?, karena sepertinya waktu semakin pagi dan akan sangat merepotkan jika terlihat oleh tetangga jika kami membawamu masuk kedalam apartemen disaat-saat seperti ini!" kata Sonya.


"Tidak mengapa, kamar Hamid ini juga sepertinya memiliki kasur yang sangat empuk, walupun ruangannya tidak kedap suara!" kata Ray yang mash terlihat wajar.


"Ohh..., jangan!, itu akan menjadi citra buruk kami berdua dihadapan Hamid, karena kamu tau sendiri ada kalanya kami berdua menjadi milik Hamid, sehingga tidak enak jika melakukannya juga denganmu ditempat miliknya!" kata Layla memberikan alasannya, padahal hal itu yang ditunggu-tunggu oleh Ray sebagai tanda penolakan dari mereka berdua.


"Hmm..., terserah kalian saja!, aku hanya berusaha untuk mencari kesenangan bersama kalian berdua, dan kalau kalian suka?, aku akan memberikan bayaran di atas tarif biasanya untuk masing-masing kalian!, bagaimana?" kata Ray yang kini telah membalikkan keadaan menjadi seorang penyerang.


"Nathan sayang?, kita tunggu Hamid dulu ya?, karena kami harus mendengar pengaturannya terlebih dahulu, oke?" kata Sonya yang kini benar-benar telah menjauh dan duduk diseberang sofa dimana Ray dan Layla duduk.


"Sonya benar Nathan, kan tidak enak jika kita sedang bersenang-senang terus mendapat amarah dari Hamid?" kata Layla yang biasanya tangannya lengket di tubuh Ray sekarang seakan terikat di atas kedua pahanya.


10 menit kemudian Ray akhirnya bisa lepas dari dalam ruangan Bar tersebut dan langsung meninggalkan kawasan pantai tersebut dengan menggunakan taxi, sebelum meninggalkan tempat tersebut dia sempat meninggalkan beberapa lembar uang 100 dolar kepada Layla dan Sonya.

__ADS_1


Ray meminta sopir taxi untuk mengantarnya kesebuah motel yang sudah ingat betul lokasinya untuk sekedar menghilangkan jejaknya jika ada yang membuntutinya, kemudian dengan cepat dia segara melepas penyamarannya bagian luar dan berubah menjadi seorang pria tua saat dia menggunakan penyamaran lapisan kedua. Dalam setiap penyamaran seorang Agen Shadow diwajibkan mengenakan atau menyediakan minimal 3 lapisan penyamaran, dan semuanya sudah melekat erat ditubuh mereka dan siap digunakan saat sedang beraksi.


__ADS_2