Putra Sulung

Putra Sulung
Memenuhi Janji


__ADS_3

Hari masih subuh tapi di ruangan latihan yang berada dilantai 2 Mansion itu terlihat sosok Ray sedang bermeditasi, sudah lebih dari 1 jam dia duduk bersila dan berkonsentrasi dengan pikiran tenang sambil kedua lengan tangan yang diletakkan di atas pahanya dan kedua ujung jari jempol menyentuh ujung jari tengah sehingga membentuk angka '0', banyak kenangan masa lalu dan rencana masa depan yang melintas dalam benaknya tapi semuanya itu seperti hanya lewat begitu saja karena dia sedang fokus melihat sebuah titik cahaya terang di bagian tengah pikirannya.


Sebagian rencana hidupnya telah berhasil dilakukan dengan baik setelah dia mengambil kembali hak ayahnya sebagai putra kandung keluarga DeBeur, dan dia akan melanjutkan ketahap selanjutnya dengan mulai memberikan kenyamanan dan kebahagiaan buat ayah dan ibunya serta orang-orang yang sangat dikasihinya. Selain itu dia tidak akan pernah lagi membiarkan semua orang yang disayanginya itu menderita atau berada dibawah tekanan, untuk itu dia masih perlu berjuang lebih keras lagi memanfaatkan semua sumber daya yang dia miliki saat ini untuk mewujudkan rencananya tersebut.


Berbagai properti sudah berada dalam kekuasaannya dan dana yang berlimpah juga sudah dia miliki saat ini dan Ray tinggal mencari orang-orang yang tepat untuk melakukan semua rencananya itu, dari segi bisnis dia sudah memiliki Jonathan dan tim khusus yang terdiri dari 6 orang teman kuliahnya, dari segi hukum dan intelejen dia sudah memiliki Max dan tim detective milik Albert. Ray sekarang tinggal membutuhkan sebuah pasukan yang akan menjaga keamanan dari seluruh anggota keluarganya yang berada di dua kota besar Negara State yaitu di Kota Bronxvile dan Kota Brashington, Ray mulai memikirkan bagaimana caranya untuk memulai membentuk pasukan keamanan miliknya sendiri itu secara legal.


Setelah bermeditasi selama kurang lebih 2 jam dia melanjutkan dengan merenggangkan otot-ototnya dan mulai berlatih beberapa jurus yang sudah dikuasainya, Ray masih harus lebih meningkatkan kekuatannya lagi dengan banyak berlatih fisik dan kekuatan jiwa agar dia segera bisa naik ketingkat yang lebih tinggi lagi yaitu Kekuatan Spiritual tingkat Langit.


Selesai berlatih dia kembali ke kamar pribadinya untuk membersihkan diri dan kemudian bersiap untuk pergi ke kampus, hari ini Ray hanya akan mengikuti 2 materi dan semuanya berlangsung pada pagi hari dan selebihnya dia memiliki waktu banyak sampai menjelang malam.


Tok..., tok..., tok...


"Tuan muda Ray..., sarapannya sudah siap!" kata suara bibi Flora dari balik pintu kamar.


"Baik bi...!, saya akan turun segera"


Bergegas Ray menyelesaikan penampilannya karena sekarang dia mengenakan setelan pakaian kampus yang sudah dibelikan oleh kedua istrinya, penampilannya saat ini tidak sederhana lagi tapi sudah mulai menunjukan sosok yang tampan dan berkecukupan karena semua pakaian kampus yang dibelikan oleh Lily maupun oleh Mellisa untuknya adalah semua pakaian bermerek dan berkelas. Setelah terlihat rapi dia turun untuk sarapan di ruangan makan yang berada dilantai bawah, dimeja makan sudah ada Albert yang sudah menunggunya untuk bersama-sama sarapan.


"Selamat pagi kakek Albert...!"


"Pagi Ray!, mmm..., penampilanmu agak lain pagi ini?, apakah kamu akan menghadiri sebuah acara?"


"Tidak kek...!, hanya saja mulai hari ini aku akan menyesuaikan penampilanku dengan statusku yang sekarang ini!, ini juga atas perintah kedua istriku yang sudah menyiapkan semua pakaian-pakaian ini?, dan setiap sebelum berangkat keluar Mansion harus melapor kepada mereka berdua hanya untu melihat dan menilai penampilanku!"


"Hahaha..., perempuan memang merepotkan, makanya kakek sampai berpikir 100 kali lagi untuk mencari seorang istri!"


"Ahh..., diusia matang seperti kakek Albert sekarang ini masih perlu ada pendamping yang sesuai, umur kakek belum terlalu tua dan masih terlihat menarik, pikirkan lagi kek..., paling tidak ada teman untuk tidur malam dan mengurus kebutuhan kakek lainnya!"


"Hmm..., kita liat saja nanti!"


Selesai sarapan Ray melakukan video call dengan kedua istrinya yang berada di Kota Brashington untuk memperhatikan penampilannya sebelum dia berangkat kuliah,

__ADS_1


Tuutt..., tuutt..., tuutt...


"Hello Hon?"


"Wuihh..., keren sekali kamu pagi ini Hon...?"


"Mellisa kemana Hon...?"


"Beb..., saya disini?" kata suara istrinya Mellisa yang terlihat sedang berada didepan meja riasnya sedangkan Lily yang memegang Hp sedang duduk diatas tempat tidur.


"Bagaimana dengan penampilanku sekarang!, istri-istriku...?"


"Perfect...!" kata Mellisa.


"Mantap...!, itu baru seorang Debeur!" kata Lily.


"Oke..., aku pergi ke kampus dulu, nanti aku hubungi lagi kalian berdua siang nanti setelah pulang dari kampus!"


"Ya sama, aku juga mencintai kalian berdua!" kata Ray kemudian memutuskan sambungan video call tersebut.


Ray kemudian berangkat ke kampus dengan mengendarai sendiri mobilnya sebuah Mercedez Maybach SUV, memasuki parkiran kampus dia bertemu dengan sosok-sosok yang selama ini membenci dan menghinanya yaitu para bidadari kampus dan para pria glamour kampus. Terlihat dengan jelas wajah-wajah mereka yang sinis melihat Ray turun dari kendaraan mewah yang harganya melebihi harga mobil-mobil sport mereka, demikian juga dengan penampilan Ray saat ini yang terlihat sangat jauh berbeda dengan sosok Ray beberapa minggu yang lalu sehingga ada rasa iri dan menyesal dari para bidadari kampus itu yang sebelumnya telah menyepelekan dan memandang rendah sosok seorang Ray.


Memasuki ruangan kelas Ray disambut Kenny yang sudah terlebih dulu tiba,


"Selamat pagi bos besar!"kata Kenny.


"Apa-apaan sih kamu Ken...!, ini di kampus bro?, bukan di kantor jadi jaga bicaramu oke?"


"Siap Bos, eh sory..., Bro...!, hehehe..."


"Sialan kau..., gimana magang kalian? apa lancar?"

__ADS_1


"Beres!, hanya saja kenapa sepertinya pekerjaan bertambah banyak?, itu dokumen-dokumen yang harus kami analisa bertambah berkali-kali lipat banyaknya, apakah kamu yang memerintahkan kepada tuan Jonathan untuk melakukannya?"


"Itu wajar terjadi karena perusahaan sedang tumbuh dan berkembang lebih pesat, dan kalian harus menyesuaikan dengan keadaan tersebut!"


"Ya sebagai bawahan kami akan berusaha menyelesaikan semua pekerjaan itu dengan baik, tenang saja kami berenam masih tetap enjoy dengan pekerjaan kami kok...!"


"Ya sudahlah nanti kita akan membicarakannya lebih banyak saat di kantor nanti sore, karena selesai kuliah pagi ini saya ada urusan sebentar ditempat lain!"


"Oke..., kami akan menunggumu di kantor nanti sore!" kata Kenny.


Pukul 11:45 Ras telah menyelesaikan 2 materi kuliahnya hari ini dan setelah berpamitan dengan Kenny dia segera menuju parkiran kampus untuk mengambil mobilnya yang terparkir di sana, siang ini dia akan memenuhi janjinya kepada Shadow Zero kemudian dia mengambil dompetnya untuk mencari secarik kertas yang berisikan nomor telepon yang pernah diberikan oleh Shadow Zero kepadanya. Setelah menemukannya dia kemudian mulai menghubungi nomor yang tertera di lembaran kertas itu,


Tuutt..., tuutt..., tuutt...


"Terimakasih telah menghubungi salon kecantikan Shadow Powder, silahkan tekan nomor extension yang diinginkan, 1 untuk perawatan rambut, 2 untuk perawatan wajah, 3 untuk perawatan jari, 4 untuk perawatan pijat, 5..., 0 untuk konsultasi khusus" kata suara mesin penjawab yang ketika selesai menguraikan langkah selanjutnya Ray menekan angka 0.


"Tuutt..., selamat siang dengan bagian konsultasi khusus ada yang bisa saya bantu?" kata sebuah suara merdu.


"Selamat siang, saya Ray ingin berbicara dengan Shadow Zero!" kata Ray dengan singkat dan jelas.


"Tunggu sebentar!"


"Tuutt..., halo Ray!, terimakasih, akhirnya kamu menghubungiku!, bagaimana apakah kamu sudah mempunyai keputusan?" kata suara seorang pria yang dikenalnya sebagai Shadow Zero.


"Saya masih perlu penjelasan yang detail, dimana kita harus bertemu?"


"Silahkan datang ke sini dan buat order perawatan khusus dengan kategori '0', selanjutnya ikuti pramuniaga yang melayani mu itu, saya akan menunggumu!" kata Shadow Zero kemudian memberikan alamat lokasi markas organisasi tersebut yang berkedok sebuah salon kecantikan.


"Baik saya akan menuju kesana sekarang!"


Ray segera menjalankan kendaraanya keluar dari halaman parkir kampus dan menuju ke lokasi yang disampaikan oleh Shadow Zero, selain akan memenuhi janjinya dia juga ingin mengenal dengan lebih dalam tentang seluk beluk organisasi rahasia Shadow ini.

__ADS_1


__ADS_2