Putra Sulung

Putra Sulung
Berat Hati


__ADS_3

Malam harinya sebelum tidur bersama Ray dan Lily sudah saling mengingatkan tentang komitmen mereka, keduanya takut larut dengan gejolak hasrat hingga tak bisa mengendalikan dan melewati batasan yang telah mereka sepakati berdua. Dan benar saja malam itu mereka berdua hampir tidak bisa mengendalikan hasrat mereka masing-masing kalau tidak dikagetkan dengan jatuhnya ponsel Lily dari atas nakas dan menimbulkan bunyi yang keras sehingga mereka tersadar, dengan menarik nafas yang memburu keduanya tersadar dan melanjutkan perjalanan pendakian mereka sampai kepuncak kenikmatan seperti biasanya dengan oral.


Keduanya bangun saat hari masih pagi sekali, Ray segera menyiapkan seluruh barang bawaannya kedalam tas ransel sementara itu Lily sedang membersihkan diri didalam kamar mandi, setela semuanya selesai mereka berdua keluar dari dalam kamar menunggu Tomy dan Bella yang sementara bersiap.


Mereka menuju bandara dengan menggunakan mobil Tomy, sepanjang perjalanan menuju bandara Lily kembali menunjukan sifat manjanya kepada Ray dengan merangkul tangan dengan erat sambil kepalanya bersandar dengan nyaman didada Ray, sementara itu Bella duduk dibagian depan disamping Tomy yang sedang mengendarai mobil.


Pelukan Lily beralih ketubuh Bella setelah Ray memasuki ruangan tunggu, dengan lambaian tangan mereka melepas kepergian Ray menuju Kota Bronxvile, dalam perjalanan pulang tak henti-hentinya Tomy dan Bella menghibur Lily yang terlihat berat hati ditinggal oleh orang yang sangat dicintainya.


"Tenanglah Ly...!, nanti juga kamu akan terbiasa, memang diawal-awal hubungan sepasang kekasih seperti ini, maunya selalu bersama dan beranda ria sepanjang waktu, dan juga kalian masih bisa berhubungan lewat sambungan telepon"


"Iya bu..., dan untuk malam ini ijinkan saya tetap tidur dikamar Ray ya...!, karena besok jadwal pertemuanku dengan dosen pembimbing pada jam 10 pagi"


"Silahkan saja apapun maumu Ly...!"


"Oh iya nak...!, kapan orang tuamu datang kesini?, karena kata Ray mereka akan datang mengantar adikmu?" tanya Tomy.


"Besok malam mereka tiba, nanti akan aku kabarkan kepada ayah jika mereka sudah sampai!"


"Iya, aku dan Bella ingin segera bertemu dengan kedua orang tuamu saat mereka sudah disini, setidaknya sebagai orang tua Ray kami harus menjalin hubungan yang lebih baik dengan mereka termasuk juga dengan adikmu, karena sempat Ray mengatakan bahwa adikmu itu adalah teman sekelas Ray saat sekolah!"


"Benar ayah..., dan juga sempat ada niat dari Mellisa untuk mendekati Ray saat disekolah, tapi menurut pengakuan Ray dia tidak ada rasa kepada Mellisa, mmm..., Ray memang tampan dan itu yang membuatku kuatir"


"Hehehe..., yakinlah nak!, putraku itu tidak akan menduakanmu!" kata Tomy.


"Iya nak!, Ray termasuk anak yan setia, dia selalu menuruti apa yang kami katakan kepadanya!" kaa Bella menambahkan.


"Iya ayah..., ibu...!, kami akan berusaha untuk saling percaya dan saling memahami!"


Setelah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, Lily kembali kerumahnya sekedar untuk melihat keadaan toko bunganya yang beberapa hari ini sepenunya diurus oleh karyawatinya. Kemudian dia langsung kembali kerumah orangtua Ray, karena Lily sudah mendapatkan ijin semaunya untuk menginap dan tidur dikamar Ray.

__ADS_1


Sementara itu di Bronxvile pesawat yang ditumpangi Ray baru saja mendarat dengan mulus, para penumpang termasuk Ray bergegas keluar dan menuju area kedatangan dimana banyak taxi yang sedang menunggu calon penumpang.


Ray tidak lagi kembali keasrama sekolah karena semua barangnya sudah diangkut oleh ketiga temannya keasrama yang baru yaitu asrama mahasiswa Fenesvile, Ray berada satu kamar dengan Kenny dikamar no.7 sementara itu Jim dan Ronald berada dikamar no.14 yang kedua kamar tersebut saling berhadapan.


Kedatangan Ray disambut ketiga temannya yang sedang berkumpul dikamar no.7 tempatnya Ray dan Kenny,


"Weeh..., yang barusan pulang menyusui!" kata Ronald bercanda.


"Hehehe..., kamu benar Ron, coba lihat wajahnya cerah begitu!", kata Kenny menambahkan.


Karena merasa gerah Ray langsung membuka bajunya dan duduk disamping tempat tidurnya, sedangkan ketiga temannya duduk melantai dibawah. Ray tidak menyadari dibagian leher dan dadanya masih jelas terlihat tanda cinta yang dibuat Lily pada malam sebelumnya, sedangkan ketiga temannya membelalakkan mata mereka menyaksikan penampakan tubuh Ray.


"Astaga...!, ternyata dugaan kami benar-benar manjadi kenyataan, pantas saja tidak ada kabar sama sekali darimu Ray!, sudah sejauh mana hubungan kalian?" tanya Jim sambil menatap tajam kearah Ray.


"Hubungan apa?, dan kalian sedang membicarakan apa?, dan kenapa wajah-wajah kalian ini seperti melihat setan!" kata Ray.


"Hmm..., itu coba kamu berkaca sana Ray! dan lihat sendiri tubuhmu!" kata Kenny.


"Ohh ini...!, ini hasil latihan tenaga dalam bersama ayahku, dia menotokku dititik-titik ini untuk memperlancar aliran darah didalam tubuhku!, apakah aneh dengan hal tersebut?"


"Jangan bercanda kamu Ray, itu seperti bekas tanda cinta dari seorang cewek!, ayolah kawan, berterus teranglah kepada kami, paling tidak membagi kebahagianmu dengan kami!"


"Ahh..., kalian ini ada-ada saja, disana aku membantu ibuku mengurus kebun bunga mawar miliknya, dan itu sangat membantu pendapatan keluarga kami karena setangkai bunga mawarnya dihargai 10 sampai 12 dollar, dan seminggu bisa 2 kali dipanen!, dan tanda-tanda merah ini memang hasil latihanku bersama ayahku, mengerti!" kata Ray menjelaskan kepada ketiga temannya yang penasaran namun tidak sepenuhnya yang disampaikannya benar, hal ini masih dia simpan karena merasa belum saatnya dan juga merasa tidak enak karena sempat mengetahui bahwa Jim pernah mengungkapkan rasa sukanya kepada Lily saat pertemuan mereka di Villa.


"Mmm..., anak yang berbakti, baguslah kalau hal itu yang terjadi selama kamu disana, kami senang mendengarnya, dan bagaimana rencana kita dengan sepeda motor listrik itu, Jim dan Ronald sudah pasti akan membeli masing-masing 1 unit, kamu bagaimana?" kata Kenny


"Aku sudah dikasih uang oleh ayah dan ibuku, mereka mengijinkan aku membeli 1 unit mobil listrik yang termurah, karena mengingat cuaca disini yang berubah-ubah makanya mereka menyarankan untuk membeli mobil saja jangan sepeda motor?"


"Baikah kalau begitu segeralah kamu hubungi sales showroom itu, dan setelah itu kami akan mentransfer uangnya!" kata Jim selanjutnya.

__ADS_1


"Hmm..., jangan sekarang nanti agak malam aku hubungi dia!"


"Baiklah, kami menunggu informasi secepatnya darimu, istirahatlah kami akan pindah kekamar Jim dan Ronald" kata Kenny kemudian mengajak Jim dan Ronald pindah karena tidak mau mengganggu Ray yang akan istirahat.


Kesempatan sendiri Ray memanfaatkan waktu itu untuk melakukan panggilan Video Call dengan sang kekasih,


Tuutt..., tuutt...


"Hai sayang...!, kamu sudah sampai...?, bagaimana perjalananmu?, apakah kamu baik-baik saja?" kata Lily yang terlihat melambai dilayar ponsel Ray sambil mananykan rentetan pertanyaan.


"Hai sweet heart...!, aku sudah dikamar asrama dan aku sehat dan baik-baik saja, hanya lelah sedikit dan butuh tidur sebentar!, bagaimana keadaanmu?"


"Ehh..., kamu tidak berpakaian?, apakah ada teman-temanmu disitu?, leher dan dadamu Ray, segeralah tutupi, ihh..., nanti aku malu jika mereka mengetahuinya!"


"Hehehe..., mereka sudah melihatnya dan aku mengatakan ini hasil latihan beladiri bersama ayah!"


"Latihan apa kamu sama ayahmu?" kata suara ibunya yang tiba-tiba ikut nimbrung.


"Lha..., kok bersama ibu disana?"


"Iya sayang...!, aku mendapat ijin untuk menginap dirumah ayah ibumu malam ini dan mungkin malam-malam selanjutnya?" kata Lily menjelaskan keberadaannya.


"Benar nak...!, ayahmu sudah mengijinkan calon menantu ibu ini menginap kapan saja dia mau, dan sebagian pakaiannya bahkan tadi sudah dibawa kesini dan disusun rapi dalam lemari pakaianmu!" kata Bella menjelaskan.


"Hmm..., baguslah aku senang mendengarnya, Ly...!, besok aku jadi membeli kendaraan listrik itu ya!, dan nanti kamu jelaskan kepada ayah dan ibu tentang tabunganku dan tabunganmu itu!"


"Iya sayang, sebenarnya ibu sudah tahu karena aku sudah menceritakan yang sebenarnya beberapa hai yang lalu, dan ibu sudah setuju dan harapan ibu sama seperti rencana kita sayang!"


"Perfect...!, baiklah aku mau istirahat dulu, baik-baiklah kalian disana, aku merindukan kalian, i love you!"

__ADS_1


"Love you too, honey!, selamat istirahat!"


__ADS_2