Putra Sulung

Putra Sulung
Melengkapi Diri


__ADS_3

Entah sudah berapa kali mereka melepaskan hasrat mereka dari malam sampai pagi hari sehingga Ray baru bisa bangun saat matahari sudah merangkak naik sampai sudut 45 derajat, sementara itu Ray melihat sang kekasih masih terlelap dengan mimpi indahnya sambil tetap memeluk tubuh penuh pesona pujaan hatinya. Ray masih memandang dengan intens wajah sang kekasih hati yang masih tidur dan terlihat sangat cantik dan alami karena tanpa make up dengan kondisi rambut panjangnya yang berantakan, kulitnya putih mulus dan ada banyak tanda cinta yang bertengger disepanjang leher jenjangnya sampai dibagian dadanya. Dengan penuh kasih dia mengusap lembut wajah cantik dan mempesona itu kemudian mengelus kepala sambil merapikan rambutnya yang panjang, kemudian memberikan beberapa kecupan hangat di kening, mata dan hidung serta sebuah ciuman selamat pagi dibibir sensual sosok dewi yang telah memenjarakan hatinya.


"Selamat pagi dewiku yang cantik!" bisiknya dengan pelan ditelinga sang kekasih, yang dengan perlahan terlihat membuka kedua matanya yang masih sayu tapi bibirnya tersenyum bahagia mendapatkan sang pujaan hati yang sedang memanjakan dirinya.


"Uumm..., selamat pagi sayang!, peluk aku Ray, aku masih ingin merasakan sentuhan kulitmu ditubuhku, pliiisss...!" katanya manja sambil menutup kedua matanya untuk lebih merasakan kehangatan sentuhan tubuh sang kekasih ditubuhnya.


"Apapun..., semuanya akan kuberikan padamu sayangku!"


"Mmm..., terimakasih Honey...!, i love you so much! now and forever!"


"Aku juga...!"


Keduanya sekali lagi melakukan pendakian hasrat menuju puncak sebelum mandi bersama dan turun untuk sarapan berdua, hari ini keduanya telah merencanakan untuk pergi ke Mall untuk berbelanja pakaian dan acessoris serta kebutuhan lainnya yang dibutuhkan Ray untuk mengunjungi perusahaan-perusahaan Conway Group dan tak lupa juga kebutuhan kuliah Ray termasuk laptop yang sebelumnya sudah dia rencanakan. Sesuai dengan kesepakatan berdua semua barang yang akan dibeli harus sesuai dengan selera Lily tanpa melihat harganya, dan Ray harus sepenuhnya menerima tanpa penolakan ataupun penawaran karena performa Ray harus terlihat sebagaimana seorang pemimpin perusahaan saat datang keperusahan-perusahan tersebut mewakili Jefferson Conway sebagai CEO Conway Group juga sekaligus sebagai pemilik saham terbesar.

__ADS_1


Dengan menggunakan setelan casual yang berkelas didampingi sang kekasih Lily yang mengenakan pakaian senada, mereka pergi mengendarai mobil sport Mercedes GT series menuju mall terbesar di Kota Bronxvile. Lily membawa Ray kesebuah toko pakaian pria untuk membeli beberapa stel pakaian resmi serta assesoris pria, mereka berdua juga menuju kesebuah toko jam tangan yang menjual dari beberapa merek terkenal dan kemudian membeli sebuah jam tangan limited edition untuk Ray. Tempat terakhir yang mereka datangi adalah toko komputer yang pernah didatangi Ray, dan atas bantuan Lily yang sudah banyak mengerti tentang produk-produk komputer yang terbaik memilihkan sebuah laptop tercanggih saat ini untuk Ray.


Mereka meninggalkan Mall dan menuju kesebuah cafe untuk duduk beristirahat dan bersantai ria sambil menikmati makan siang mereka, Ray membawa Lily kesebuah meja VIP yang letaknya menghadap kearah gedung-gedung bertingkat menampilkan sebagian wajah Kota Bronxvile. Didalam cafe tersebut Ray dan Lily masih menampilkan kemesraan mereka hal ini juga didukung dengan lokasi meja yang mereka tempati terlindung dari pandangan pengunjung lain, keduanya menikmati makan siang dengan sesekali saling menyuap makanan.


"Honey...!, apakah lemari pakaianmu masih cukup muat untuk memasukkan hasil belanjaan kita hari ini?" tanya Ray tidak yakin karena mengetahui lemari pakaian Lily sudah terisi banyak pakaian termasuk beberapa potong pakaiannya sendiri


"Itu dibagian sampingnya kan juga lemari pakaian dan masih kosong, hanya saja tidak terlihat karena menempel didinding, ummm..., itu artinya kamu jarang membuka lemari pakaianku itu ya!, uhh..., terus pakaiamu kamu letakkan dimana Hon...?"


"Sudah nggak usah dipikirkan lagi, nanti kita tata bersama pakaian-pakaian itu dalam lemari, oke...?"


Setelah menyelesaikan makan siang, mereka kembali ke Mansion dan melakukan apa yang telah dibicarakan selama makan siang dan dalam perjalanan menuju Manasion. Lily menunjukkan lemari pakaian yang masih kosong serta sebuah rak sepatu yang hanya ada beberapa sepatu Lily disana, mereke berdua menata semua belanjaan mereka kedalam lemari pakaian dan rak yang masih kosong itu kemudian beberapa assesoris diletakkan dilaci meja rias Lily.


"Nah..., kamu sudah melihat tempat barang-barang kebutuhanmu nanti!, mulailah membiasakan diri dengan gaya hidup baru Ray, karena mau tidak mau kamu harus menyesuaikan diri nanti dengan status barumu!"

__ADS_1


"Baiklah Hon..., tapi aku akan kembali seperti sebelumnya ketika aku pergi keasrama dan kampus, aku hanya akan berubah penampilan kala akan pergi keperusahaan-perusahaan itu!"


"Hmm..., aku yakin kamu bisa melakukannya sayang!, aku akan segera membantumu setelah selesai ujian sarjanaku nanti, dan kita akan membuat ayah bangga!"


Mereka sudah sepakat melakukan hal yang terbaik, dan Ray tidak merasa terbebani dengan tugas yang akan dia hadapi mulai minggu depan. Ray merasa wajib melakukannya karena dia tidak ingin makan dan menggunakan fasilitas gratis dari keluarga kekasihnya itu, dan juga sebagai wujud keseriusannya untuk membahagiaan Lily sesuai janjinya kepada Jeff.


Kebersamaan pasangan kekasih itu kdembali berlanjut disore sampai malam harinya, dan mereka masih tetap dengan komitmen mereka untuk tetap menjaga kesucian dengan melakukan hubungan asmara tanpa penyatuan tubuh.


Selama seminggu keberadaan Lily di Kota Bronxvile membuat selama itu juga Ray tetap menginap di Mansion, dia hanya bertemu temannya Kenny saat kuliah dan belum pernah kembali lagi ke kamar asrama. Hal itu kembali membuat pertanyaan kepada ketiga temannya tentang aktivitas Ray diluar asrama, dan dia hanya menjawab bahwa kesibukannya sebagai pekerja paruh waktu bertambah dan sering menginap ditempat kerja. Alasannya dapat diterima oleh ketiga temannya dan mereka juga meyakini bahwa Ray melakukan pekerjaan paruh waktu tersebut semata-mata untuk menunjang biaya kehidupannya sebagai mahasiswa, apalagi mereka mengetahui dengan pasti bahwa sebelumnya Ray membeli sebuah mobil listrik yang ternyata dari hasil meminjam uang dan dia harus segera mengembalikan uang pinjaman tersebut secara mencicil.


Ray tetap menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya saat ini dari ketiga temannya itu, dia masih ingin menampilkan dirinya seperti Ray yang dulu selama mungkin dan akan merubah penampilannya hanya saat menjalankan tugas sebagai calon CEO Conway Group.


Jeff telah menghubungi assisten pribadinya Jonathan Baker untuk menemui Ray di Mansion, Jonathan diperintahkan Jeff untuk mempersiapkan jadwal kunjungan Ray nantinya yang harus disesuaikan dengan jam kuliahnya. Jeff juga meminta agar identitas Ray sebagai calon menantunya itu tetap dirahasiakan sementara dari manajemen Conway Group, karena dia tidak ingin Ray terganggu kuliahnya selama masa magang di perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2