Putra Sulung

Putra Sulung
Penjelasan Ray


__ADS_3

Keterkejutan Kenny, Jim dan Ronald itu terjadi ketika melihat 2 sosok gadis cantik bagai bidadari yang mereka kenal sedang turun dari lantai-2 Mansion, kemudian panggilan mesra keduanya kepada Ray yang menandakan mereka sebagai pasangan kekasih dan melihat perlakuan Ray kepada kedua bidadari itu yang sangat mesra saat sudah berada didepan mereka di ruangan tamu.


"Hai Mell..., kak Lily...!, apa kabar, lama tidak bertemu" kata Jim yang baru terlepas dari keterkejutannya, kemudian langsung ditambah dengan perkataan Kenny kepada Ray.


"Hei..., manusia es, apa yang sedang terjadi! jelaskan kepada kami!" kata Kenny dengan ketus melihat ketiga sosok didepannya yang menerima mereka sebagai tamu dengan hanya mengenakan piyama tidur.


"Hai Kenny, Jim dan Ronald...!, kabar kami baik dan maaf kami barusan beristirahat dan belum sempat ganti pakaian sebab baru tadi pagi kami tiba dari perjalanan kami ke Eropa!" kata Lilyana menjelaskan keadaan mereka.


"Hehehe..., sabar dan tenangkan diri kalian bertiga, untuk inilah aku mengundang kalian datang kesini dan akan menjelaskan semuanya, oke?" kata Ray menenangkan ketiga temannya itu yang sudah terlihat sangat penasaran.


"Terserah kamu, intinya ceritakan semua yang kau sembunyikan dari kami selama ini!, jangan ada lagi dusta diantara kita Ray?" kata Kenny sambil menatap tajam kearah Ray.


"Iya..., iya..., penjelasanku ini juga akan disaksikan oleh kedua calon istriku ini!, mereka nantinya yang akan membantah jika penjelasanku salah atau masih ada yang kurang, bukankah begitu Hon...!, Beb...!" kata Ray sambil menyebut mesra kedua bidadari yang sedang duduk disampingnya itu.


"Calon istri...?, ba..., bagaimana bisa Ray?, mereka kakak beradik, terus kedua-duanya bersamaan akan menjadi istrimu?, OMG..., manusia es telah berubah menjadi gunung berapi yang sedang erupsi!" kata Ronald yang tidak percaya.


"Dengarkan penjelasanku dulu, kemudian baru kalian berkomentar! awalnya begini...!" kata Ray kemudian mulai menjelaskan bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah pertemuan awal saat liburan di Villa keluarga Conway.


Ray menceritakan pertemuannya dengan Lily waktu dia menemui kedua orang tuanya di Kota Brashington yang ternyata sudah menyimpan hati dan saling bekerjasama dengan ibunya dengan berbisnis bunga segar, dan bagaimana terjalinnya hubungan asmara antara Ray dan Lily saat itu hingga menjadi lebih dalam saat kunjungan Lily ke Kota Brashington karena merindukan sang kekasih yang sudah masuk kedalam jajaran keluarga Conway walau masih sebatas tunangan Lily.


Pembicaraan akan berlanjut kejenjang yang lebih tinggi lagi dan tanpa sepengetahuan Ray, Mellisa telah mengungkapkan isi hatinya kepada Tomy dan Bella tentang perasaanya yang kurang lebih sama dengan kakaknya Lilyana terhadap Ray. Kemudian Ray juga mengungkapkan bahwa dia setuju karena sebenarnya benih cinta awalnya memang tertuju kepada Mellisa yang sudah lama menjalin hubungan pertemanan sejak sekolah dulu, tapi akhirnya Ray mengungkapkan cintanya pertama kali kepada Lily kemudian menerima pernyataan cinta Mellisa 3 minggu kemudian sekaligus meresmikan pertunangan Ray dengan kedua kakak beradik itu di Kota Brashington.


Pertunangan itu sendiri sudah mendapat persetujuan dari orang tua kedua belah pihak dan bahkan yang mensponsori dan membiayai rencana acara pernikahan mereka, Ray juga menceritakan sedikit tentang perjalanan mereka sekeluarga ke Benua Eropa yaitu mencari gaun pengantin untuk kedua calon istrinya itu.


"Begitulah kira-kira perjalanan cinta kami bertiga, hanya dalam waktu kurang lebih 5 bulan ini sudah sampai sejauh ini dan rencana acara pernikahannya akan dilangsungkan di Kota Brashington, dan kami bertiga secara resmi mengundang kalian bertiga bersama pasangan kekasih kalian untuk datang dan kami sudah menyediakan transportasi pergi pulang dan akomodasi hotel selama berada di sana!" kata Ray mengakhiri ceritanya sebagai penjelasan kepada ketiga temannya itu.

__ADS_1


"Huhh..., monster es pembohong..., artinya totokan dari ayahmu di lehermu itu dulu juga bohong kan?, sungguh pandai bersilat lidah...!, kamu harus membayar kebohonganmu selama ini bro...!" kata Kenny.


"Ya..., itu benar dan harus!, bagaimana Jim?" tanya Ronald.


"Gampang saja..., kalian bertiga harus mentraktir kami makam malam, dan tidak hanya itu kami juga harus diperbolehkan membawa kekasih kami, bagaimana?" kata Jim menjelaskan.


"Setuju...!" kata Kenny dan Ronald bersamaan.


"Baik...!, tunggu sebentar aku pastikan dulu tentang hal itu!" kata Ray kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menuju kearah dapur.


Sesampainya di dapur dia melihat kakek Albert sedang minum kopi buatan bibi Flora,


"Selamat sore kakek Albert, bagaimana selama tinggal di Mansion ayah Jeff ini!" tanya Ray.


"Hmm..., baguslah, maaf kakek Albert, aku mencari bibi Flora apa kakek melihatnya?"


"Itu baru saja masuk kedalam ruangan itu, lihat saja sendiri disitu!"


"Owh..., itu ruangan pendingin bahan makanan, baik kakek aku temui bibi Flora dulu!" kata Ray kemudian mengikuti petunjuk Albert dan masuk kedalam ruangan pendingin itu yang berukuran seperti sebuah kamar yang dipenuhi rak di sekeliling ruangan dengan berbagai bahan makanan segar serta ada sebuah lemari pendingin didalamnya berisi berbagai daging dan ikan.


"Bibi Flora...!"


"Ehh..., tuan muda!, kenapa harus masuk kedalam, disini sangat dingin dan bisa membuat tuan muda sakit flu dan demam, ayo keluar kita bicara diluar saja!" kata Flora mengajak tuan mudanya untuk keluar karena dia sendiri masuk kedalam ruangan itu dengan mengunakan baju khusus penahan dingin.


"Begini bibi..., nanti malam aku dan Mellisa akan membuat acara makan malam buat teman-teman kami saat sekolah di kelas 12 dulu, nah apakah bibi dan yang lainnya bisa menyiapkan hidangan makan malam buat kami yang pastinya untuk 10 orang saja!" kata Ray menjelaskan kepada sang kepala dapur itu.

__ADS_1


"Kalau hanya hidangan makan malam untuk 10 orang kami bisa menyiapkannya dalam waktu 2 jam, dan itu sudah termasuk Appetizer dan Dessert, tuan muda dan kedua nona tenang saja kami akan membuat hidangan makan malam yang istimewa sekaligus hadiah penyambutan kami kepada tuan muda dan nona Lily dan nona Mellisa yang akan segera menikah!" kata Flora dengan senang.


"Baik terimakasih bibi Flora, aku kembali keruangan tamu dulu!" kata Ray kemudian berlalu.


Di Ruangan tamu dia melihat perbincangan antara kedua tunangannya itu dengan ketiga sahabatnya yang terlihat sudah cukup akrab, dan sepintas dia mendengar Lily dan Mellisa yang sedang menanyakan keseriusan ketiga sahabat Ray itu dengan kekasih mereka masing-masing dan juga tentang penerimaan ketiga kekasih mereka itu serta anggota keluarganya terhadap Kenny, Jim dan Ronald.


"Kami sudah kurang lebih 2 bulan bersama, dan merasa semakin lama mereka sudah nyaman bersama kami, terlebih sudah beberapa kali mereka bertiga mau datang belajar bersama ke asrama kami, begitupun sebaliknya jika kami mengunjungi masing-masing mereka di kediaman, kami melihat ada penyambutan yang baik dari keluarga mereka baik terhadap saya saat berkunjung ke kediaman Kathrine begitu juga apa yang dialami oleh Jim dan Ronald!" kata Kenny menjelaskan situasi hubungan mereka engan kekasih-kekasih mereka kepada Lily dan mellisa.


"Aku senang mendengarnya karena menurut cerita Ray sebelumnya, bahwa para anggota club elit di kampus kalian itu sangat arogan" kata Lily.


"Apa yang kalian bicarakan?, nah kabar baik akan aku sampaikan kepada kalian bertiga!, kami mengundang kalian bertiga bersama pasangan masing-masing untuk datang makan malam di Mansion ini nanti malam tepat pukul 20:00 dan tidak ada kata terlambat!" kata Ray menegaskan.


"Mantap..., itu baru teman sejati, dan artinya kamu sudah melunasi hutang yang telah membohongi kami selama kurang lebih 5 bulan" kata Kenny penuh dengan antusias.


"Dan satu lagi suprise untuk kalian bertiga!, kalian bisa kembali sekarang dengan membawa mobil SUV milikku, dan kembali kesini bersama pasangan kalian nanti malam!, bagaimana apakah kalian senang?" kata Ray selanjutnya.


"Owh..., Perfect...!, terimakasih Ray..., aku yang akan menyetirnya dan berjanji tidak akan membuat sebuah goresan pun di body mobilmu itu" kata Ronald dengan senang.


"Oh... tidak..!, aku yang akan menyetir sendiri saat menjemput Diane nanti!" kata Jim.


"Ya aku juga yang akan menyetir mobil tersebut saat menjemput Kathrine!" kata Kenny tidak mau kalah.


"Hahaha..., kalian ini seperti anak-anak saja..., sekarang kirim pesan kepada kekasih kalian masing-masing untuk bersiap nanti malam!" kata Ray sambil menertawakan sikap kekanak-kanakan dari ketiga sahabatnya itu.


Sementara itu Lily dan Mellisa melihat keakraban dari empat sekawan itu dengan senyum kebahagian dan merasa bersyukur bisa berada ditengah kepolosan dan kesederhanaan Ray, Kenny,Jim dan Ronald.

__ADS_1


__ADS_2