Putra Sulung

Putra Sulung
Pesta Lajang 2


__ADS_3

Apa yang dirasakan Ray saat ini sama seperti yang sedang dialami oleh Lily dan Mellisa, keterkejutan mereka belum hilang dengan berita bohong yang disampaikan Tomy melalui sambungan telepon kepada Ray dan melihat keadaan rumah kediaman Tomy dan Bella dan dilanjutkan dengan sambutan orang-orang terdekat dengan mereka di kebun bunga milik Bella tersebut.


Kenny yang memimpin acara Pesta Lajang tersebut membawa Ray, Lily dan Mellisa kebagian tengah dengan masih dengan posisi berdiri dibawah hiasan pita beraneka warna dan 3 buah balon masing-masing berwarna Biru, Putih dan Merah Muda yang tepat berada di atas kepala mereka bertiga, kemudian Kenny mulai menuntun prosesi acara pesta lajang tersebut bagi ketiga sosok calon pasangan pengantin yang masih terlihat bingung ditengah tempat pesta.


"Sebelum kalian bertiga berubah status dari sebagai anak muda yang dibawah pengawasan dan kendali orang tua kalian dan akan menjadi sebagai seorang suami dan seorang istri maka kami sahabat-sahabat sejati kalian akan mengantar kalian bertiga menuju status baru itu melalui Pesta Lajang ini!" kata Kenny menjelaskan.


"Bachelor Party untuk Ray...!, kamu diharuskan memecahkan sebuah balon dengan warna favoritmu yang berada di atas kepala kalian, dan Bridal Shower untuk Lily dan Mellisa adalah sama yaitu dengan memilih masing-masing balon berwarna favorit kalian juga, didalamnya akan ada perintah yang harus kalian lakukan dengan benar untuk melewati masa lajang kalian pada malam ini karena besok status kalian bertiga sudah menjadi sebagai pasangan suami dan istri istri!" kata Kenny menambah penjelasannya tentang aturan main.


"Oke..., aku yang akan melakukan yang pertama!" teriak Lily disela-sela kegaduhan perbincangan keenam sosok sahabat mereka itu.


Kemudian dengan perlahan Lily meraih sebuah balon yang berwarna putih yang memang benar adalah warna favoritnya yang selalu dia tuangkan kepada setiap barang yang digunakannya termasuk, pakaian, mobil dan bunga mawar kesukaannya, kemudian dia memecahkan balon tersebut dengan sebuah paku yang disediakan Kenny sebelumnya.


Daarrr...


Sebuah lipatan kertas kecil keluar dari dalam balon yang pecah itu dan ditangkap oleh Lily dengan tangan kanannya, kemudian membuka lipatan kertas tersebut yang didalamnya terdapat tulisan yang berbunyi.


"Apa yang membuatmu terpesona dengan sosok seorang Ray Debeur yang dingin seperti Es itu dan kemudian jatuh cinta dan menetapkan pilihan untuk menjadikannya sebagai seorang suami yang akan mendampingi mu selamanya?"


"Wow..., pertanyaan apa ini?, ini sangat pribadi untukku Ken...?, dan hanya Ray bisa mengetahuinya...?" kata Lily yang terkejut dengan pertanyaan yang harus dijawabnya.


"Tidak Lily...!, kamu sudah masuk dalam permainan pesta ini dan sudah menjadi tanggung jawabmu untuk menjawab karena kalau tidak bisa maka hukumannya ada dibalik lain kertas itu!" kata Kenny menjelaskan konsekuensinya jika tidak bisa menjawab, kemudian Lily membalikan kertas itu dan di sana terdapat tulisan Hukuman.


"Menanggalkan semua pakaian beserta underwear yang dikenakan ditempat ini juga"

__ADS_1


"Ohh tidaaaakkk...!, ini hukuman sudah tidak manusiawi lagi Kenny...?, Hon...! tolong aku..., aku tidak bisa melakukannya!" kata Lily dengan manja kepada Ray.


"Lakukan saja pertanyaannya sayang!, toh ini hanya sebuah permainan?" kata Ray santai menanggapi keraguan Lily.


"Hmm..., baiklah aku akan menjawab pertanyaannya!" kata Lily


"Yang jujur...!" teriak Kenny dan kedua sahabatnya beserta pasangan kekasih mereka.


"Iya..., iya...!, sekarang kalian dengarkan kisahku ini" kata Lily.


Lily kemudian mulai menceritakan kisah pertemuan awalnya dengan Ray saat acara liburan di Villa mereka dipinggiran Danau Fenesvile, kemudian memperhatikannya saat sedang berlatih dan bermeditasi dengan tubuh bagian atasnya yang tanpa pakaian menampilkan sosok dada yang bidang dan berotot. Selanjutnya perhatian Ray kepadanya saat membantu mencarikan seorang guru beladiri dengan cepat, dan juga selalu mengangkat panggilan telepon maupun membalas pesan teks Lily dengan cepat sehingga membuat Lily merasakan sebuah perhatian yang lebih dari sosok Ray terhadapnya.


"Semua perlakuan Ray terhadapku yang membuat aku jatuh cinta kepadanya, karena dari semua lelaki yang mendekatiku hanya Ray yang memberikan dengan cepat dan tulus, dan juga dalam perjalanan kami sebagai pasangan kekasih dia tidak pernah berbicara dan berlaku kasar terhadapku dan memperlakukanku dengan halus dan manja di setiap kebersamaan kami, selebihnya karena dia tampan dan tubuhnya sangat menggoda itu!, munafik bagi seorang wanita jika tidak tergoda dengan ketampanan dan postur tubuhnya!" kata Lily mengakhiri kisah cintanya dengan Ray.


Plok..., plok..., plok...


"Baik..., terimakasih sudah berbagi cerita dengan kami Lily...!, mudah-mudahan sahabat kami itu tidak menjadi besar kepala kemudian berubah saat sudah berstatus sebagai suami nantinya" kata Kenny yang akan melanjutkan acaranya.


"Berikutnya siapa yang bersedia?, Ray atau Mellisa?" kata Kenny menawarkan kesempatan.


Terlihat keraguan dari Ray dan Mellisa untuk mengajukan diri setelah melihat apa yang dialami Lily barusan, apalagi dengan jenis hukuman yang akan mereka jalani jika tidak bisa melakukan pertanyaan yang diberikan.


"Aku saja Beb...!" kata Mellisa yang memberanikan diri ketik masih melihat keraguan di wajah Ray.

__ADS_1


"Eummm...!"


Mellisa akhirnya maju sebagai peserta kedua setelah mendapatkan persetujuan dari Ray dengan anggukan kepala,


Daarrr...


Balon berwarna merah mudah itu meledak dan mengeluarkan sebuah lipatan kertas kecil dan dengan segera ditangkap oleh tangan Mellisa, kemudian sekilas melihat jenis hukuman terlebih dahulu yang ternyata isinya sama dengan jenis hukuman yang didapat oleh Lily sebelumnya jika tidak menjalankan tugas dari pertanyaan yang didapatnya. Mellisa mulai membaca isi pertanyaan yang tertulis di atas kertas tersebut yang berbunyi,


"Setelah menjatuhkan pilihan hati kepada sosok seorang Ray dan menjadikannya sebagai seorang suami!, maka apa saja yang sudah dilakukan bersama selama menjalani masa percintaan kalian berdua?, dan dimana kalian melakukannya?"


"Ohh..., tidaaakkk...!" kata Mellisa dengan wajah terkejut sambil menatap wajah sang kekasih, demikian juga dengan perasaan dan wajah Ray yang kaget dengan isi pertanyaan yang harus dijalani Mellisa.


Jujur..., jujur..., jujur...


Teriakan memberi semangat terdengar dari arah Kenny, Jim dan Ronald bersama para kekasih mereka, dan mendapat tatapan tajam dari Mellisa yang seakan ingin memangsa ketiga temannya itu karena mereka memang sudah berteman sejak kelas 10 sampai mereka lulus dan kemudian berkuliah dengan berbeda Kota.


"Kenny...!, aku akan membalas perlakuanmu ini nanti, kamu tidak akan menerima gaji magang selama setahun!" kata Mellisa dengan gemas.


"Hehehe..., maaf Mell..., ancamanmu itu sudah berada diluar konteks acara Pesta Lajang ini, dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi!, bukan begitu Bos Besar?" kata Kenny berkilah dan menatap wajah Ray yang dipanggilnya sebagai Bos Besar.


"Eummm...!"


"Baiklah...!, aku akan menjawab pertanyaan konyol kalian ini dengan jujur!" kata Mellisa pasrah karena dari pada t3l4 nj4ng bu l4t ditempat itu sebagai hukumannya.

__ADS_1


Mellisa mengawali cerita pengalaman perjalanan cinta bersama Ray dengan memulai dengan kisah awal tumbuhnya benih cinta dihatinya terhadap sosok Ray, bermula dengan pertemanan mereka saat bersama sekolah selama 3 tahun, kemudian saling berkunjung untuk alasan belajar bersama termasuk denan Kenny, Jim dan Ronald. Kemudian menceritakan ketidak keberaniannya untuk mengungkap perasaan cintanya kepada Ray karena malu harus mendahului hanya karena dia seorang cewek, sehingga akhirnya didahului oleh sang kakak yang ternyata juga susah mengagumi sosok Ray si tampan yang dingin seperti Es.


Selanjutnya dia mengkisahkan keluh kesahnya kepada Anna sang ibu dan kepada Bella ibu dari Ray kemudian mendapatkan perhatian dari kedua sosok ibu ini dan membantunya mencapai tujuannya, Mellisa juga mengungkap terimakasihnya kepada Ray dan Lily yang mau menerima serta khusus kepada kakaknya Lily yang mau berbagi dengannya.


__ADS_2