
"Huhh..., kalian berdua memang membuatku pusing sebelumnya, dan benar-benar aku merasakan berada dipersimpangan jurang yang sangat sulit kulewati, kemarilah kalian berdua, peluk calon suami kalian ini dengan sepenuh hati dihadapan calon ibu mertua kalian, aku dengan penuh cinta menerima keputusan kalian dan dihadapan ibuku sekali lagi aku melamar kalian berdua, apakah kalian berdua mau menerimaku sebagai pendamping hidup kalian berdua selamanya?" tanya Ray kepada keduanya.
"Ya, kami menerimamu dengan penuh cinta!" kata Lily dan Mellisa bersamaan.
"Ahh..., putra tunggalku sudah dewasa, dan sifat bijaksana milik kakeknya benar-benar menjelma dalam dirimu nak...!" kata Bella bangga kemudian memeluk anaknya itu bersama kedua calon menantunya yang cantik.
"Terima kasih ibu..., ini semua berkat didikan ibu juga, dari sejak aku kecil sampai sekarang dan kalian berdua juga harus berterima kasih kepada ibuku karena tanpa dia aku tidak ada apa-apanya!" kata Ray kepada Lily dan Mellisa.
"Bu..., terimakasih sudah menghadirkan sosok tampan dan gagah serta bijak seperti Ray dikehidupan kami saat ini, kami bahagia memilikinya!" kata Lily yang menjawab perkataan sang kekasih untuk sang calon ibu mertuanya.
"Sudah...!, ini memang sudah takdir kalian, ibu hanya berharap kalian saling memberi pengertian, dan jangan ada kata merasa lebih atau kurang diantara kalian bertiga, buatlah perasaan kalian sama tingginya waktu kalian berdiri bersama dan saling merasa rendah antara satu dengan lainnya saat kalian sama-sama duduk.
"Terimakasih atas nasihatnya bu..., kami akan selalu mengingat semua perkataan ibu!" kata Mellisa.
"Nah, selanjutnya kalian fokus dengan kuliah kalian, terutama Lily pada persiapan skripsi dan ujian akhirmu juga Ray selain kuliah kamu juga mulai bekerja diperusahaan Jeff, bersiaplah dan mulailah belajar bertanggung jawab atas keluargamu, hehehe..., jangan meremehkan tanggung jawab itu nak, kamu akan merasakan ditindih oleh gunung batu jika kamu tidak siap secara fisik dan spiritualmu, kamu punya modal karena berlatih ilmu yang diajarkan oleh ayahmu, ajaklah kedua calon istrimu ini untuk ikut berlatih agar kalian bertiga tahan bantingan dan godaan duniawi nantinya, ibu yakin akan hal itu karena sudah terbukti kepada ayahmu dan ibu sendiri yang menyaksikannya!" kata Bella menambahkan petuahnya serta menjelaskan hal-hal yang belum terpikirkan oleh ketiganya agar mereka ini lebih siap menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan rintangan.
__ADS_1
Sampai sore mereka bertiga bersama Bella dirumah kediaman Keluarga Mound Young, dan setelah itu Ray pamit untuk kembali ke kediaman Conway Stuard untuk bertemu Jeff untuk menyerahkan dokumen titipan dari Jonathan dan sekaligus melaporkan hasil sementara proses magangnya di Perusahaan Conway Group.
Ray berada satu kendaraan bersama Mellisa dalam Porsche berwarna putih, sementara itu Lily dengan mobil Porsche sportnya sendiri yang berwarna merah maron. Sesampainya dikediaman keluarga Conway Ray langsung bertemu dengan Jeff diruangan kerjanya, sementara itu Lily dan Mellisa menuju dapur untuk bertemu dengan ibu mereka Anna dan memberitahukan apa yang sudah terjadi saat mereka berada di kediaman keluarga Mound Young. Anna menyambut senang dan bahagia mendengar berita baik dari kedua putrinya itu kemudian berlari mendapatkan suaminya Jeff yang sedang berada diruangan kerjanya bersama Ray untuk menyampaikan kabar bahagia tersebut.
"Jeff...!, ada kabar bagus, ehh..., tokoh utamanya ternyata ada disini, itu anak muda ini telah setuju dan resmi menerima kedua putri kita!, ahh..., akhirnya permasalahannya selesai!" kata Anna yang terlihat sangat senang.
"Apa benar itu Ray...?, kenapa kamu belum cerita saa ayah...!" tanya Jeff untuk memastikan kebenaran berita yang disampaikan istrinya.
"Benar ayah!, tadi waktu aku tiba dari bandara langsung kerumah ini, dan kemudian aku hanya bertemu dengan Mellisa, kami akhirnya pergi ke kediaman keluargaku dan bertemu dengan ibuku, disanalah aku tahu ada permasalahan lain dan ibuku sudah menjelaskan semua duduk permasalahannya, aku menyadari memang orang pertama yang menempati ruang hatiku adalah Mellisa, hanya saja waktu itu komunikasi kami ada masalah sehingga tidak terjadi apapun dengan hubungan kami selain pertemanan dalam ruang lingkup sekolah, kemudian bertemu LilY saat liburan di Villa dan dia secara rutin membangun hubungan pertemanan sehingga kami akrab dan saling jatuh cinta, itulah kebenarannya ayah..., ibu...!" kata Ray menjelaskan.
"Kami sudah sepakat untuk berusaha berbagi dan senantiasa menjaga dengan tulus hubungan kami bertiga, ditambah banyak petunjuk dan pengalaman dari ibu saya yang sudah dibagikan kepada kami bertiga, saya, Lily dan Mellisa hanya mohon doa dan restunya agar rencana dan tujuan kami untuk hidup bersama bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan kalian sebagai orang tua kami" kata Ray dengan tulus.
"Hmm..., kami pasti merestui kalian dan akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian bertiga, sebenarnya kami berempat sudah pusing mencari jalan sampai-sampai membuat pertemuan hampir 2 hari sekali, tapi syukurlah kalian anak-anak yang akhirnya menemukan sendiri solusinya!, ayah salut dan bangga kepada kalian yang ternyata sudah dewasa dan mempunyai pikiran jauh kedepan!, kami berempat akan berbicara sekali lagi, untuk rencana pernikahan, kalian tenang saja kami yang akan mengaturnya, dan kamu pastikan secepatnya menguasai semua operasional dan strategi perusahaan, banyak bertanya kepada ayahmu Tomy karena dia adalah seorang ahli strategi dalam bisnis!"
"Ayah kalau begitu kenapa tidak merekrut ayahku saja sebagai tenaga ahli strategis diperusahaan Conway Group? jika ditandem dengan Jonathan pasti akan lebih maju perusahaan ayah itu!" kata Ray mengusulkan.
__ADS_1
"Ahh..., benar juga idemu itu Ray!, kenapa aku tidak memikirkannya sejak mengetahui identitas ayahmu yang sebenarnya!, mmm..., baik akan aku coba membujuknya agar mau bergabung dengan perusahaan kita, hahaha..., good idea my son in law!" kata Jeff bangga mempunyai calon anak mantu yang cemerlang.
"Jeff..., terus kapan rencanamu untuk bertemu Tomy dan Bella?, tentukan saja biar cepat dan tidak terkesan terburu-buru!" kata Anna.
"Maaf ayah..., ibu...!, aku ada 1 permohonan, kalau boleh acara kami itu diadakan saja di Kota ini, karena untuk sementara waktu aku masih akan belum menunjukan jati diriku yang sebenarnya kepada teman-teman kuliahku di Bronxvile, karena dengan kondisi seperti itu akan sangat membantu proses kuliahku yang bersamaan dengan masa magangku diperusahaan!" kata Ray menjelaskan maksudnya.
"Ya..., ayah terima permintaanmu, nanti akan kami bicarakan sesama orang tua, karena pastinya ayahmu akan mengakomodir permintaanmu itu!"
"Terimakasih ayah... ibu...!, sudah mempercayaiku untuk menjaga kedua putri kalian!"
"Hmm..., itu sudah takdirmu nak...!, berbahagialah nanti karena kami yang melihatnya juga pasti akan ikut senang!"
Malam harinya Jeff dan Anna tidak makan malam bersama Ray, Lily dan Mellisa karena mereka pergi kerumah Tomy dan Bella untuk membicarakan acara pernikahan Ray dan kedua putri mereka, dan sampai tengah malam menjelangpun mereka belum kembali. Padahal Ray dan kedua tunangannya itu telah menunggu untuk mendengar hasil pembicaraan mereka, akhirnya mereka bertigapun sampai tertidur disofa yang berada diruangan keluarga.
1 Jam menjelang subuh Ray terbangun dan melihat Lily dan Mellisa yang tertidur disofa bersama dirinya yang berada ditengah mereka berdua, dia bangkit dari tidur dan merapikan pakaian milik kedua gadis itu yang sudah berantakan akibat perbuatan tangannya yang jahil semalam. Karena melihat waktu yang masih menunjukkan pukul 04:00 dia mengangkat satu persatu kedua tubuh ramping yang masih terlelap tersebut dan dibawa naik kekamar Lily yang berada dilantai 2, keduanya dibaringkan diatas satu ranjang kemudian menyelimuti mereka berdua dengan selimut hangat sambil menatap kedua wajah cantik yang akan selalu menemani hari-harinya dimasa depan. Berulang-ulang tanpa mereka sadari karena sedang terlelap dalam mimpi, Ray secara bergantian memberikan kecupan hangat mulai dari kening, mata, hidung, dagu dan berakhir dibibir sensual milik kedua bidadari itu.
__ADS_1