Putra Sulung

Putra Sulung
Kunci dan Kebenaran Yang Sebenarnya


__ADS_3

10 Menit menjelang mendarat di bandara Kota Brashington Albert memberanikan diri dan kembali melakukan perbincangan dengan Ray setelah dia melihat Ray sudah sadar dari istirahatnya dan sedang menegakkan sandaran dan penopang kaki kursi,


"Bagaimana istirahatmu anak muda?" tanya Albert berbasa-basi.


"Lumayan tuan Debeur!, selain sudah bisa melemaskan syaraf-syaraf yang tegang juga sudah bisa menenangkan pikiranku!" jawab Ray sebisanya.


"Hehehe..., panggil Albert saja!, dan kalung yang kamu pakai itu semakin membuatku tertarik dengan siapa dirimu yang sebenarnya Ray, karena kalung itu mengingatkanku dengan keponakanku yang sudah 17 tahun lebih menghilang, kalau kamu tidak keberatan bisakah aku mengetahui nama ayah dan ibumu?" kata Albert dengan wajah seriusnya.


"Kalung yang kupakai ini memang pemberian ayahku ketika aku berulang tahun yang ke 17, dan menurut ayahku kalung ini adalah pemberian kakek sebagai kebiasaan turun temurun keluarga kami, dan aku melihat kalung ini sangat unik dan bagus jadi aku memakainya untuk menghargai pemberian ayahku sebagai hadiah ulang tahunku!"


"Baiklah..., tidak usah kau sebut nama kedua orang tuamu sekarang, hanya saya harap kamu melihat dan mengenali dua orang yang berada di foto-foto ini!" kata Albert dengan pasti sambil mengeluarkan 2 lembar foto dari dalam saku jasnya dan menyerahkannya kepada Ray.


Ray menerima 2 lembar foto itu kemudian mulai mengamati sebuah foto pernikahan yang umurnya kurang lebih sudah 40 tahun karena warnanya yang sudah mulai pudar, selanjutnya Ray melihat foto kedua yang warnanya masih jelas dan sangat mengenali dengan baik wajah dari kedua orang yang berada didalam foto tersebut yaitu wajah ayah dan wajah ibunya yang sedang hamil besar. Dengan perasaan terkejut dia memandang kearah Albert yang juga sedang memandang kearahnya sambil tersenyum,


"Foto pertama yang kamu lihat adalah foto saat Tomy Debeur dan Bella Castelo menikah 38 tahun yang lalu, dan foto kedua diambil pada 17 tahun yang lalu saat Tomy dan Bella datang mengunjungi ku dan 2 bulan kemudian mereka pergi dan menghilang tanpa jejak sampai saat ini!, saya adalah Albert Debeur adik kandung Frank Debeur ayah Tomy!" kata Albert menjelaskan dengan rinci kedua foto yang sedang dilihat Ray dan juga rentang siapa dirinya.


"Tapi ayah saya berama Tomy Mound dan ibu saya Bella Castelo, dari keteranganmu hanya nama mereka saja yang sama, apakah ini hanya kebetulan saja?, tapi dengan melihat foto-foto ini dapat menjelaskan bahwa sosok didalam foto memang adalah kedua orang tua saya apalagi foto kedua ini!" kata Ray.

__ADS_1


"Ya difoto yang kedua itu Bella sedang hamil dirimu nak!, kita harus menanyakan kenapa Tomy mengganti nama keluarganya menjadi Mound, apakah karena masalah yang sedang dia hadapi waktu itu dari keluarga Debeur kemudian menghilangkan jejaknya dengan mengganti namanya?, kita akan memastikannya dengan bertemu dengan mereka!" kata Albert.


"Masalah keluarga Debeur? hahh...!, maafkan, aku sedang bingung, begini saja saat mendarat kita akan mencari sebuah tempat untuk berbincang lebih banyak lagi dan saya membutuhkan penjelasan awal dari anda tentang foto ini dan latar belakang kedua orang tua saya yang sebenarnya!, bagaimana?" kata Ray menawarkan karena dia penasaran dengan status kedua orangtuanya saat melihat foto-foto yang diberikan Albert.


"Baik aku setuju...!, dan kebetulan urusanku di Brashington hanyalah untuk menemui seorang rekan bisnis dan pertemuan kami dijadwalkan hari satu nanti, jadi masih ada waktu banyak untuk menjelaskan semua ini!" kata Albert kemudian bersama Ray mereka bersiap mengatur tempat duduk mereka dan mengeratkan sabuk pengaman mengikuti arahan dari para cabin crew yang memberitahukan bahwa pesawat akan segera mendarat di bandara Kota Brahsington.


Di terminal kedatangan Lily dan Mellisa telah menunggu didepan pintu ruang kedatangan setelah mendengar pengumuman dari announcer bahwa pesawat dari sebuah Maskapai Penerbangan Nasional dengan membawa penumpang dari Kota Bronxvile telah mendarat, keduanya yang telah menerima pesan dari Ray bahwa dia akan menggunakan penerbangan itu untuk datang ke Brashington langsung berantusias menanti sang pujaan hati keluar dari ruangan kedatangan itu.


Disisi Ray, dia berjalan bersama Albert keluar dari dalam badan pesawat mengikuti arus penumpang lainnya menuju ruang kedatangan, dia dan Albert langsung berjalan keluar karena mereka tidak memiliki barang bagasi masing-masing mereka hanya menenteng sebuah Travel Bag kecil yang berisikan beberapa potong pakaian.


Sesampainya di pintu keluar Ray mendengar teriakan yang memanggilnya,


"Beb...!" suara Mellisa.


"Kami disini...!"


Ray segera menoleh ke sebelah kanannya dan melihat wajah-wajah kegembiraan dari 2 orang gadis cantik kekasihnya itu,

__ADS_1


"Hon..., Beb...!, aku merindukan kalian!" katanya yang langsung mendaratkan ciuman di kening dan bibir masing-masing kekasihnya.


"Kami juga merindukanmu sayang!" kata Lily dan Mellisa sambil memeluk lengan sang kekasih dan keduanya menempel dikedua sisi tubuh Ray.


"Ups..., maaf...!, aku melupakan seseorang, Hon..., Beb...!, kenalkan ini Albert, orang tua yang aku kenal di atas pesawat, kami akan membicarakan sesuatu yang penting, bisakah kita singah kesebuah restoran untuk makan dan berbincang?" tanya Ray kepada kedua kekasihnya itu sambil memperkenalkan Albert kepada mereka berdua.


"Yea..., ada sebuah restoran tempat para pebisnis melakukan pertemuan kita bisa kesana sekarang, biarkan aku yang menyetir karena aku mengetahui tempatnya!" kata Lily kemudian bersama Mellisa menggandeng kedua lengan Ray dan berjalan menuju ke area parkir terminal kedatang, sementara itu Albert mengekor dari belakang mengikuti jalan dari ketiga muda mudi tersebut.


Lily membutuhkan waktu selama 15 menit untuk sampai di restoran bagi kalangan para pebisnis itu yang berada di lantai 15 sebuah gedung bertingkat, didalam restoran terdapat ruangan-ruangan makan pribadi yang tertutup dan ada juga beberapa meja makan yang tersebar di ruangan terbuka. Ray memilih sebuah private room berukuran kecil yang cukup untuk digunakan oleh 3 sampai 5 orang, ruang makan khusus itu di disain dengan mewah hingga membuat orang yang makan didalamnya merasa nyaman.


Lily dan Mellisa melakukan pemesanan makan untuk mereka sementara Ray dan Albert mulai berbincang tentang asal-usul Tomy dan Bella, Albert menceritakan siapa Frank Debeur dan Julia Hoffman kemudian fakta sebenarnya siapa pewaris tunggal Keluarga Debeur dan Keluarga Hoffman. Pada kesempatan itu juga Ray mengirim pesan kepada Max Dorigan untuk segera datang ke Brashington dengan membawa semua bukti-bukti yang dimilikinya untuk membuktikan sang pewaris yang sebenarnya,


"Nah...!, itulah silsilah keluarga mulai dari kakekmu Frank Debeur, dan kalung yang kamu pakai itu adalah kunci sebuah kotak yang disimpan disebuah Save Deposit Box, saya sendiri belum mengetahui apa isinya dari kotak itu karena Max hanya yang mengetahui dan tempat penyimpanannya, Max hanya memberitahukan kepada saya bahwa bukti resmi dan sah pewaris harta kekayaan keluarga Debeur dan keluarga Hoffman berada didalam kotak itu dan hanya bisa dibuka oleh ahli waris yang memegang kuncinya!, yaitu sebuah mata kalung giok berwarna hitam dan berbentuk Kepala Naga!" kata Albert menjelaskan dengan panjang lebar dan dengan jelas.


"Hon...!, aku pernah mendengar pembicaraan ayah dan ayah Tomy yaitu tentang nama keluarga Debeur, tapi aku tidak mengetahui kelanjutannya!" kata Lily menyela karena mengetahui penggalan cerita yang sementara dia dengar dari perbincangan Ray dan Albert.


"Beb..., Kak...!, waktu kakak Lily pergi ke Bronxvile, ayah Tomy dan ibu Bella sering datang berdua atau kami pergi makan malam bersama, nah aku sering mendengar percakapan ayah dan ayah Tomy juga dan seingat ku ayah pernah menyarankan kepada ayah Tomy untuk segera kembali dan mengambil alih perusahaan Debeur yang semakin lama semakin menurun!" tambah Mellisa yang pernah juga mendengar percakapan ayahnya dan calon ayah mertuanya.

__ADS_1


"Hmm..., baiklah sudah cukup jelas bagiku, jadi sekarang aku seharusnya memanggilmu dengan sebutan kakek Albert!, kita akan langsung ke rumahku, Hon...!, kamu kabari ayah dan ibu bahwa kita ada keperluan dan langsung ke rumahku!, dan kamu Beb...!, tolong temani kakek Albert sebentar, aku akan menyelesaikan urusan biaya di kasir" kata Ray kemudian segera pergi ke loket kasir untuk menyelesaikan pembayaran biaya makan mereka.


Mereka segera meluncur menuju kediaman Tomy dan Bella dan Ray yang mengambil alih kemudi mobil Mercedez S Class milik Jeff yang sebelumnya dipinjam Lily dan Mellisa untuk menjemput sang kekasihnya itu di bandara, Albert duduk disamping Ray di kursi depan sedangkan Lily dan Mellisa duduk di kursi bagian belakang.


__ADS_2