Putra Sulung

Putra Sulung
Perhatian Seorang Shadow Zero


__ADS_3

Ray meninggalkan dua sosok pemuda bertubuh kekar itu yang mengaku berasa dari kelompok geng Serigala Merah dengan tangan dan kaki mereka yang telah dipatahkan oleh Ray, dia berjalan melanjutkan mencari keberadaan Juan dan parkiran mobilnya. Sementara itu ditempat pertarungan sebelumnya Maikel datang sambil berlari mendapatkan 2 orang anak buahnya yang sedang tergeletak di atas aspal sambil mengeluh kesakitan, setelah melihat keadaan kedua anak buahnya Maikel segera menghubungi sopirnya untuk datang ketempat dimana dia berada saat ini untuk menolong dan membawa kedua sosok pemuda bertubuh kekar itu ke rumah sakit terdekat.


Ray akhirnya melihat tempat terparkir nya mobil Mercedez Maybach SUV berwarna biru metalik bersama Juan yang berada didalamnya, tapi sebelum dia berjalan menuju lokasi mobilnya dia keburu dicegat oleh sosok bertopi dan berkacamata hitam.


"Tunggu Ray...!" kata sosok tersebut yang datang dari arah samping kanan posisi Ray aat ini.


"Shadow Zero...!, mmm..., apakah kau sedang mengikuti dan mengawasi aku?" tanya Ray dengan penuh kecurigaan.


"Sebelumnya tidak, tapi setelah melihat kamu sedang berkelahi akhirnya aku menunda keberangkatan ku ke Kota Caliburvia dan mengikuti mu sampai diarea parkir ini!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Shadow Zero sosok misterius.


"Ahh..., sepertinya hal seperti itu tidaklah perlu anda lakukan!, dan juga aku belum mengambil keputusan apakah aku ikut bergabung atau tidak, dan yang barusan..., mereka bukan lawanku, hanya saja aku sedang tidak siap dan mereka telah menyerangku secara tiba-tiba dan inilah hasilnya!, huhh..., sialan...!, sakit juga ternyata!" kata Ray sambil meraba pipi dan lehernya yang lebam.


"Siapa mereka...?, apakah kamu pernah berselisih paham dengan mereka?"


"Aku tidak kenal dengan mereka, hanya saja mereka mengaku sebagai Ketua dan Wakil Ketua geng Serigala Merah di Kota Bronxvile ini!"

__ADS_1


"Mmm..., kelompok tikus tikus Kota, jangan hiraukan mereka, fokuslah dengan kegiatanmu yang lebih penting, biarkan kami yang akan menanganinya lebih lanjut, dan tenanglah tidak akan ada kewajiban timbal balik dalam persoalan ini, tindakan ini semata dilakukan oleh organisasi sebagai kewajiban kami untuk melindungi calon anggota!, sampai kami menerima menerima kepastian dari yang bersangkutan!, ambil ini dan oleskan di bagian wajahmu yang lebam itu, saya menjamin dalam waktu 2 jam, wajah dan lehermu itu akan kembali seperti semula, terimalah...!" kata shadow Zero sambil menyerahkan sebuah kaleng bundar yang terlihat berisi salep cream.


"Baiklah dan terimakasih...!, aku akan menghubungimu lagi setelah semua urusan mendesak ku selesai, dan tolong jangan mengikuti dan mengawasi ku, hargailah privasi saya dan keluarga saya!, selamat berpisah...!" kata Ray kemudian langsung berbalik dan menuju kearah mobilnya yang sedang terparkir tanpa menoleh dan menunggu komentar dari sosok misterius itu yang mengaku sebagai Shadow Zero.


Jarak antara tempat pertarungan dan terparkirnya mobil Mercedez Maybach SUV milik Ray itu ada sekitar 20 meter, Juan yang berada di dalam mobil tidak melihat pertarungan Ray dengan anggota geng Serigala Merah karena dia sedang asyik bermain game di ponselnya. Dia terkejut setelah melihat wajah tuan mudanya yang lebam saat memasuki mobil,


"Tuan muda...!, wajahmu kenapa?, apakah tuan muda berkelahi?"


"Ya Juan...!, aku baik-baik saja, dan lebam di wajah dan leherku ini tidak seberapa tapi lain halnya dengan para pengeroyok itu yang telah ku buat patah tangan dan kakinya!" kata Ray menjelaskan.


"Tidak perlu Juan!, antarkan saya kembali ke Mansion, di kamarku ada salep obat untuk cedera lebam seperti ini, nanti beberapa jam setelah mengoleskan salep itu lebam ini akan hilang dengan sendirinya!" kata Juan menjelaskan.


"Baik kalau begitu tuan, kita kembali ke Mansion"


"Ingat juan!, tidak usah menceritakan akan hal ini kepada yang lainnya, terutama kepada kedua nona serta kepada tuan dan nyonya besar jika mereka kembali ke Mansion, mengerti...?" kata Ray menegaskan untuk memastikan kejadian pertarungannya dengan geng Serigala Merah tidak diketahui oleh Lili dan Mellisa serta kedua orang tua mereka.

__ADS_1


Hanya dalam waktu 30 menit Juan telah mengantarkan tuan mudanya tiba dengan selamat di Mansion keluarga Conway, Ray langsung naik ke kamarnya di lantai 2 tanpa dilihat oleh para penghuni Mansion dan langsung mengoleskan salep cream yang diberikan oleh Shadow Zero kepadanya kebagian lebam yang berada di wajah dan lehernya. Setelah melakukan pengobatan sendiri atas cedera yang dialaminya dia beristirahat dan tidur untuk melihat hasil kerja salep cream yang diberikan Shadow Zero tersebut, 3 jam tertidur Ray dibangunkan dengan suara getaran yang berasal dari ponselnya yang berada di atas nakas kamar tidur pertanda ada panggilan atau pesan teks yang masuk.


Dia melihat jenis panggilan yang masuk ke ponselnya dan melihat ada pesan teks yang datang dari Lily yang mengatakan bahwa dia dan Mellisa telah tiba di Bronxvile dengan selamat, dan dalam pesan itu juga Lily mengatakan akan menghubungi Ray lagi nanti malam karena dia dan Lily akan langsung ke kediaman mereka dan beristirahat. Ray membalas pesan teks dari Lily dengan mereplaynya dan mengatakan bahwa dia juga sedang beristirahat setelah mengantar kedua kekasihnya itu ke bandara, dan saat ini sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian semester yang akan dimulai besok pagi.


Sementara itu disebuah Rumah Sakit Umum Kota Bronxvile terlihat Maikel Howard yang sedang sibuk mengurus 2 orang bawahannya yang menderita patah tulang setelah bertarung dengan Ray, dia menghubungi kedua temannya Ronny Tomphson dan Danny Lang agar segera datang ke rumah sakit itu untuk membantunya. Para pria glamour di kampus itu memang berhubungan erat dengan kelompok atau geng Serigala Merah karena ketiga anak orang kaya inilah yang membiayai operasional geng tersebut serta melakukan semua perintah yang diinginkan oleh Maikel, Ronny atau Danny, kegiatan mereka ini juga mendapat dukungan dan perlindungan dari ayah Ronny yang ada seorang pejabat di Pemerintahan Propinsi Fenesvile.


"Apa yang sebenarnya terjadi Maikel?" tanya Ronny setibanya dia di rumah sakit.


"Aku tadi melihat sosok Ray di bandara dan berencana memberikan pelajaran padanya, tapi ternyata aku salah orang karena pengakuan dari Austin dan Bruno bahwa pemuda yang kami cegat itu adalah seorang pebisnis bernama Raymound Young, Austin dan Bruno mencoba memerasnya tapi terjadi perkelahian dan itulah hasilnya, sosok pemuda itu ternyata seorang ahli beladiri tingkat tinggi dengan hanya sekali gerakan dia dapat melumpuhkan Austin dan Bruno bahkan mematahkan tangan Austin dan kaki Bruno!" kata Maikel menjelaskan duduk perkaranya.


"Ahh..., kamu sangat ceroboh Maikel!, seharusnya selidiki dulu dengan benar baru bertindak, kalau sudah seperti ini kita semua yang akan susah, bagaimana kalau pemuda tersebut melaporkan kita ke polisi?" kata Ronny.


"Tidak..., pemuda itu hanya mengetahui nama Bruno dan Austin serta geng Serigala Merah, dia tidak mengenal nama kita karena saat perkelahian terjadi aku hanya mengintai dari kejauhan!" kata Maikel menambahkan.


"Ya sudah, serahkan saja kedua orang itu kepada pihak rumah sakit, dan selesaikan biayanya dan katakan saja kita hanya menolong kedua orang itu kesini dan bersimpati dengan keadaan mereka berdua yang sedang terluka, biar aku yang akan mengatakan kepada Austin dan Bruno untuk menjaga nama baik kita!" kata Danny yang ikut memberikan solusi.

__ADS_1


"Ok deal...!" kata Maikel dan ronny bersamaan.


__ADS_2