Putra Sulung

Putra Sulung
Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Keesokan harinya Ray seharian penuh mengikuti perkuliahannya dikampus dan akan melakukan kunjungan keperusahaan kembali hari berikutnya, sejak pengalamannya yang pertama dia mendapat banyak koreksi dari Jonathan tentang gaya bicara dan berpenampilan didepan para bawahannya. Jonathan juga memberikan informasi-informasi yang sudah dipegangnya tentang sosok para pemimpin perusahaan tersebut serta latar belakang mereka, dan juga beberapa penekanan yang harus disampaikan Ray kepada para pemimpin perusahaan tersebut saat melakukan interaksi nantinya.


Berbekal masukan dan arahan dari Jonathan Ray melanjutkan kunjungan berikutnya di Conway Technologi Corporation yang memiliki 2 anak perusahaan yaitu Conway Machine Technologi dan Conway Peripherals Technologi. Kemudian berikutnya mereka mendatangi Conway Transport & Expedition Service yang melayani semua jenis angkutan Darat, Laut dan Udara, sama seperti yang dilakukan Ray sebelumnya dia mendengar presentasi dari para pimpinan masing-masing anak perusahaan itu dan saling memperkenalkan diri. Selanjutnya yang terakhir Ray mendatangi Kantor Pusat Conway Group yang juga tempat Jefferson Conway sebagai CEO berkantor, kedatangan Ray didampingi sang kekasih Lilyana Conway yang sudah sangat dikenal oleh para pejabat dikantor pusat itu sebagai putri sulung sang CEO. Dengan diantar Jonathan, Ray dan Lily memasuki gedung Conway Group dan langsung menuju ruangan CEO yang berada di lantai teratas gedung tersebut. Mereka masih harus menunggu pengaturan yang dilakukan Jonathan diruangan meeting, dan sambil menunggu Lily mengajak Ray untuk melihat-lihat ruang kerja ayahnya.


"Sayang!, kata Jona ruangan untukmu sedang dibuat, kamu ingin ruangan yang seperti apa nantinya?, apakah kamu menginginkan ruangan seperti tempat ayah ini?"


"Honey...!, kamu saja yang tentukan rancangannya, yang penting nyaman!, karena pastinya apa yang menjadi seleramu pasti akan sama dengan kesukaanku!, uumm...?"


"Oke..., nanti aku sampaikan ke Jona, sekarang kamu fokuskan dirimu pada pertemuan itu aku akan menunggumu disini"


Beberapa saat kemudian Jonathan masuk kedalam ruangan dan memberitahukan bahwa pertemuan sudah siap dimulai karena semua petinggi Conway Grup telah hadir, dengan langkah pasti Ray melangkah menuju ruang pertemuan tersebut diikuti Jonathan dari belakang.


Tidak jauh berbeda dengan pertemuan yang dilakukan Ray sebelumnya, hanya saja kali ini dihadiri oleh semua petinggi perusahaan maupun anak perusahaan yang berada dibawah Conway Group. Pada meeting kali ini Ray mendapat banyak masukan dan ide-ide untuk pengembangan perusahaan dimasa depan yang kaitannya dengan perkembangan teknologi saat ini, Ray sementara menampung semua usulan-usulan para pemimpin perusahaan itu karena dia harus mendiskusikannya dengan calon ayah mertuanya Jeff.


Acara kemudian dilanjukan sesi makan siang yang diselenggarakan disebuah restoran kelas atas yang gedungnya juga merupakan salah satu bisnis dari Conway Properti, Ray yang didampingi oleh Lily mendapat sorotan utama dari para executive Conway Group karena mereka yang sudah berusia 50 tahun keatas melihat ketampanan dan kecantikan pasangan didepan mereka sangat kagum. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang berharap putrinya bisa berdampingan dengan Ray dan ada yang berharap putranya bisa mendapatkan sang putri sulung dari Bos Besar Conway Group tersebut sedangkan yang lain hanya bisa memuji dan menilai keduanya pantas bersanding dengan performa yang keduanya miliki masing-masing.


Ray dan Lily kembali ke Mansion setelah menjalani kunjungan mereka, dan tanpa mereka sadari kalangan muda Kota Bronxvile telah dibuat heboh dengan hadirnya seorang CEO muda yang tampan mempesona dengan didampingi oleh calon istrinya yang bagaikan dewi. Berita menghebohkan kaun kawula muda itu sampai juga ditelinga para glamour Universitas Fenesvile dimana tempat Ray berkuliah, tak luput ketiga teman Ray juga ikut penasaran dan ikut melihat berita heboh tersebut dibeberapa aplikasi media sosial yang banyak digunakan oleh para kawula muda.


Banyak beredar foto-foto Ray dan Lily tapi karena penampilan yang berbeda 180 derajat dengan keseharian Ray di kampus membuat para glamour kampus sama sekali tidak mengenalnya, berbeda halnya dengan Kenny, Jim dan Ronald yang sedikit curiga karena mereka bertiga sudah mengenal dengan Ray dengan baik dan pernah sekali bertemu Lily.

__ADS_1


"Apakah kalian juga merasakan kemiripan tokoh yang menghebohkan Kota Bronxvile ini dengan seorang teman kita?, apalagi yang wanitanya adalah jelas kakak Mellisa yang pernah bertemu dengan kita saat liburan di Villa mereka!" kata Jim mengomentari.


"Iya Jim benar, coba kalian perhatikan dengan baik, bukankah itu Ray?, tapi penampilannya sangat berbeda yang ini sangat tampan dan berkelas!" kata Ronald.


"Ah..., kalian terlalu dimanjakan oleh mata kalian sendiri, teman kita itu sedang bekerja paruh waktu dipabrik dan digudang, dia sedang berusaha mengumpulkan uang untuk melunasi pinjamannya saat membeli mobil listrik waktu itu!, dan aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri" kata Kenny menjelaskan penyelidikannya tempo hari dan menunjukkan beberapa foto hasil jepretan kamera pinjaman Claudia saat Ray bersandiwara di gudang Happylive Mart.


"Hmm..., benar juga!, aku salut dan ada kalanya kasihan dengan keadaan Ray, dia selalu melakukan aktivitas sepanjang hari mulai dari kuliah kemudian langsung melanjutkan dengan bekerja sampai malam hari hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak mau merepotkan kedua orang tuanya" kata Ronald.


"Aku mendengar ayah Ray berpindah-pindah perusahaan untuk bekerja, walaupun saat ini kedua orangtuanya berada di ibukota negara tapi tetap saja keadaan mereka belum berubah" kata Kenny.


"Aku sebenarnya ingin membantu kesulitan yang dihadapi Ray, tapi kalian tahu sendiri bagaimana situasi keluargaku yang tidak jauh berbeda dengan keadaan Ray" kata Jim.


"Wah..., panjang umurmu Ray, barusan juga kami membicarakanmu!" sambut Kenny.


"Keburukan apa lagi yang kalian bicarakan tentangku hahh...!"


"Heei...!, tenanglah dulu, kalau sedang lelah duduk dan istirahatlah dulu, kami tahu kamu sedang bekerja keras dan kami tidak bisa membantumu" kata Jim menenangkan situasi.


"Ya kalian benar, sudah seminggu aku bekerja lembur sampai malam, tapi beruntung aku sedikit demi sedikit mulai mengumpulkan uang untuk melunasi hutang-hutangku diluar sana, hehehe...!" kata Ray menjelaskan.

__ADS_1


"Maaf kawan!, kami sebenarnya ingin membantumu, tapi kamu tahu sendiri keadaan kami tidak jauh berbeda denganmu!, seandainya kami bisa menjadi seperti tokoh yang menghebohkan Kota Bronxvile beberapa hari ini, pasti masalah kita semua bisa teratasi!" kata Ronald.


"Tokoh apa dan siapa? terus kehebohan apa yang terjadi?" tanya Ray yang terlihat antusias.


"Nah..., itulah sifatmu Ray yang tidak mau perduli sedikitpun tentang berita yang lagi trending di media sosial!, nih lihat ini...!", kata Kenny kemudian menyodorkan ponselnya yang sedang menampilkan berita yang menghebohkan seluruh kawula muda di Kota Bronxvile tersebut.


"Hmm..., seandainya orang ini aku!, pasti kalian akan aku traktir makan malam setiap akhir pekan!, hehehe..., boleh kan?, aku bermimpi sebentar!" kata Ray bercanda.


"Sialan kau Ray!, kalau benar kejadian itu nyata perlu apa lagi kita bersusah-susah kuliah dan mengeluarkan biaya, lebih baik langsung saja jadi manajer diperusahaanmu itu!" kata Jim dengan enaknya.


"Enak saja...!, kalau orang itu adalah aku, tidak akan mau aku mempekerjakan orang-orang yang belum selesai kuliah, kalau hanya sekedar magang sih boleh-boleh saja!, eh... tapi kalau menjadi seorang CEO itu apa bisa hanya seorang tamatan S.1 seperti kita nantinya?" tanya Ray.


"Hahaha..., tambah panjang mimpimu Ray, menjadi Bos sebuah perusahaan besar paling tidak harus tamatan S.2 dan terutama harus kaya bejibun dollar dalam kamarnya!" kata Kenny menimpali.


"Hmm..., tunggulah!, aku akan kembali bekerja dan menimbun dollar dalam kamarku nanti, kalian lanjut saja bermimpi, aku kesini mau mengambil pakaian ganti dan beberapa buku pelajaran, dan akan kembali pergi bekerja karena sementara ini aku menginap digudang tempatku bekerja!"


"Ehh... benar-benar pejuang mimpi, baru datang sudah mau pergi lagi!, tidak bisakah kamu menginap dikamar ini semalam saja?" kata Kenny yang sudah seminggu lebih tidur sendirian.


"Ya elah Ken, kalau berleha-leha bagaimana aku akan mentraktir kalian makan malam?, aku pergi dulu, sampai ketemu dikampus besok pagi!" kata Ray kemudian segera pergi karena Lily sedang menunggunya dijalan raya yang tidak jauh dari gerbang pintu masuk asrama putra tersebut.

__ADS_1


__ADS_2