Putra Sulung

Putra Sulung
Saling Percaya


__ADS_3

Ditengah perjalanan Lily menawarkan untuk mereka singgah kesebuah restoran untuk makan malam, tapi dengan alasan belum lapar Ray tetap melajukan mobil yang dikendarainya menuju rumah Lily.


"Kita pesan makanan online saja, gimana?"


"Boleh juga!, hanya saja sekarang belum begitu malam Ray, aku masih ingin jalan-jalan berdua denganmu!"


"Tempat mana yang kau inginkan untuk kita datangi?"


"Hmm..., bagaimana kalau kita pergi lagi ke Kebun Raya?, malam begini akan terlihat lebih indah dengan lampu-lampunya yang berwarna-warni ditambah harumnya bunga-bunga yang sedang mekar disana"


"Baiklah, kita akan menuju kesana sekarang!"


Kemudian Ray mengarahkan mobil yang dikendarainya menuju Kebun Raya, sebuah tempat yang kata sang kekasih sangat indah saat malam hari. Lily juga bermaksud mengajak Ray kesana karena didekat gerbang masuk Kebun Raya terdapat sebuah restoran yang sering dikunjungi oleh pasangan kekasih untuk makan malam, dan setelah itu barulah mereka akan masuk kedalam Kebun Raya.


Mereka akhirnya sampai diparkiran Kebun Raya dan Lily segera mengajak Ray menuju restoran yang dia maksudkan, didalam restoran tersebut semua pelanggannya terdiri dari para pasangan tua dan muda dan sepertinya restoran tersebut memang dirancang khusus untuk tempat para pasangan kekasih bersantai sambil menikmati makan malam mereka.


Ray dan Lily mengambil tempat yang langsung berhadapan dengan lokasi Kebun Raya dimana terlihat kerlipan banyak lampu warna warni, dengan suasana lampu dalam restoran yang remang-remang menambah suasana romantis bagi pengunjungnya. Duduk berdampingan Ray dan Lily menunggu hidangan makan malam yang sudah mereka pesan sebelumnya, dengan bergelayut manja Lily tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Ray. Hidangan mereka datang diantar oleh 2 orang pelayan tak lupa Lily juga memesan sebotol anggur merah dengan kadar alkohol yang rendah, walaupun mendapat penolakan dari Ray tapi Lily tetap memesannya karena acara makan malam romantis itu baginya tidak lengkap jika tanpa anggur merah.


Setelah makan malam pasangan itu masuk kedalam Kebun Raya masih dengan bergandengan tangan dengan mesra, mereka memilih sebuah spot yang selain melihat banyak lampu warna warni juga disekitarnya dikelilingi berbagai jenis bunga yang sedang mekar. Pasangan kekasih yang lagi kasmaran itu menikmati malam romantis mereka sampai menjelang tengah malam, kemudian mereka pulang kerumah Lily dan kembali Ray menginap untuk menemani sang kekasih.


"Ayo tidurlah!, kamu terlihat sudah lelah" kata Ray yang melihat wajah Lily yang absurd.


"Mmm..., aku tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk olehmu!"


"Mendekatlah kesini!" ajak Ray sambil menarik tubuh Lily yang sudah berbaring diatas ranjang.


Ray mendekap erat tubuh sang kekasih dan memberikannya kehangatan melalui elusan lembut dan kecupan mesra, sementara itu Lily menerima semua kehangatan yang diberikan Ray kepadanya dengan penuh kasih sayang. Pergulatan panas malam itu berlangsung sampai beberapa jam dan mereka tertidur pulas setelah 2 kali mendaki puncak gunung kenikmatan dengan cara oral, walaupun ada beberapa waktu keduanya hampir tidak bisa menahan untuk menyatukan diri.

__ADS_1


Pagi harinya seperti biasa Ray akan membawa Lily berolahraga dan bermeditasi, dan tanpa terasa tinggal sehari lagi mereka bersama karena Ray akan segera kembali ke Kota Bronxvile dan Lily akan mulai berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya dalam menyelesaikan skripsinya.


Hari ini Ray telah meminta ijin kepada ibunya untuk tetap menemai Lily seharian dan akan kembali pada malam harinya sambil akan bersiap untuk kembali ke Bronxvile pada keesokan harinya, jam 11 siang toko bunga Lily sudah tutup karena memang toko bunganya hanya buka mulai jam 8 pagi sampai 11 siang.


Ray dan Lily masuk kedalam rumah dan makan siang berdua, masih dengan sifat manjanya Lily minta disuapin oleh sang kekasih saat makan.


"Aak...!" kata Ray sambil mengarahkan sendok makan kemulut Lily.


"Kebanyakan Ray!, kurangi dikit" kata Lily dan kemudian diikuti Ray dengan kembali menyendokkan makanan dengan lebih sedikit.


"Segini cukup?"


"Ya...!"


Setelah makan siang berdua mereka beristirahat dan bersantai diruangan keluarga sambil menyibukkan diri melihat berita-berita viral di media sosial, Lily membaringkan tubuhnya disofa dan menyandarkan kepalanya diatas pangkuan Ray yang sedang duduk bersandar.


"Hmm..., kamu lagi-lagi mengkhawatirkanku ya!, melirik mungkin saja karena aku punya mata Ly...!, tapi untuk mendekati seorang cewek aku rasa sesuatu yang tidak mungkin setelah kamu menempati ruang spesial dalam hatiku!"


"Mmm..., aku percaya padamu, kalau disisiku hampir sama denganmu, kamu tahu kan kalau selama 3 tahun disini aku hanya mempunyai seorang teman cewek?, dan hanya datang bertamu kerumah ayah dan ibumu setelah kita bertemu di Villa!"


"Ya aku juga mempercayaimu, toh juga kita akan saling berkirim pesan teks atau berhubungan lewat sambungan telepon kalau saling merindukan!"


"Aku akan ikut mengantarmu kebandara besok pagi, dan sebaiknya aku menginap dirumahmu malam ini bagaimana?"


"Baiklah, dan juga ayah dan ibu pasti tidak akan keberatan, malah aku berharap kalau bisa kamu sering-sering menginap dirumah ayah dan ibu setelah aku pergi, biar kalian tambah akrab, eennmm?"


"Iya, aku juga berpikiran seperti itu, nanti aku tidur dikamarmu ya?"

__ADS_1


"Boleh asal jangan kau buat berantakan kamarku nanti"


"Hehehe..., tidak mungkin, bahkan akan aku percantik kamarmu itu!"


Saat-saat kebersamaan pada siang sampai sore hari itu benar-benar dimanfaatkan oleh Lily untuk bermanja ria kepada Ray, dan dibeberapa moment dia mengambil gambar kebersamaan mereka baik diluar maupun didalam rumah dan disimpannya didalam galery ponselnya bahkan ada sebuah foto mereka berdua yang sedang duduk disofa ia jadikan sebagai gambar utama layar ponselnya. Demikian juga dia mengambil ponsel milik Ray dan mengganti gambar layar utamanya dengan foto kemesraan mereka berdua, dan sebelum pergi kerumah orang tua Ray mereka berdua mandi bersama sambil bermesraan dan dilanjutkan diatas ranjang empuk.


Jam 5 sore mereka berdua telah sampai dirumah orang tua Ray dan disambut oleh Bella dengan hangat seperti menyambut anaknya sendiri.


"Kalian istirahatlah dulu biar ibu buatkan minuman"


"Tidak apa-apa bu, kami tidak lelah dan nanti kalau aku haus akan aku ambil sendiri nantinya!" kata Lily sambil merangkul tangan Bella.


"Bu..., Lily minta ijin mau menginap disini, karena dia juga ingin mengantarku ke bandara besok pagi!"


"Ya sudah..., tidak apa-apa kalau Lily mau menginap disini, tapi ingat batasanmu Ray!"


"Iya bu...!, aku akan selalu mengingatnya, dan sampai hari ini Lily masih utuh seperti sediakala" kata Ray menjelaskan kepada ibunya untuk meyakinkan hubungan mereka tidak melewati batas.


"Mmm..., benar ibu, kami sudah sering bermesraan tapi tetap pada hal yang wajar, tolong ibu percaya kepada kami berdua karena kami punya komitment bersama tentang hal itu dan kami berdua sudah sepakat tidak akan melanggarnya!" kata Lily menambahkan.


"Baguslah kalau begitu!, dan ibu percaya kepada kalian berdua!"


"Terimakasih atas kepercayaan ibu kepada kami, dan satu hal lagi bu...!, apakah aku boleh tetap datang kesini dan menginap walau Ray sudah kembali ke Bronxvile?" kata Lily.


"Ibu akan menanyakannya kepada ayah kalian dulu tentang masalah itu, karena kalian tahu sendiri sifat ayah yang sangat menjaga etika!"


"Iya lebih baik harus seperti itu, dan keputusannya memang datang dari ayah" kata Ray.

__ADS_1


Bella, Ray dan Lily bercengkrama diruangan keluarga sambil menunggu Tomy kembali dari kantor, sambil nonton acara tayangan televisi mereka minum dan makan camilan yang sempat dibeli oleh Ray dan Lily saat datang. Beberapa saat kemudian Tomy masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya, Tomy keluar dari dalam kamar saat Bella memanggilnya untuk makan malam bersama. Setelah makan malam, mereka berkumpul diruangan keluarga dan berbincang-bincang ringan. Tomy juga sudah menyetujui permintaan Lily karena sudah melihat hubungan yang semakin dekat dengan anak tunggalnya Ray, demikian juga kedekatan Lily dengan istrinya Bella dan bahkan sudah mewariskan cincin keluarganya kepada Lily.


__ADS_2